Bantu Nenek Timang Punya Rumah Layak

nenek-timang-website

Rp. 20.970.000

terkumpul dari target Rp 35.000.000
60% Complete
60 of 100 %
⏲ Sisa 0 hari lagi
DONASI SEKARANG

Bagikan ke Facebook

KISAH SELENGKAPNYA PERKEMBANGAN PROGRAMLAPORAN DONASI



KISAH SELENGKAPNYA

KISAH SELENGKAPNYA

Nenek Timang, Nenek Perkasa Pencari Nafkah di Usia Senja

Nenek Timang dengan senyum merapikan peralatan untuk membuat kue. Tampak dapur menggunakan kayu bayar untuk memasak kue.

Tak terasa hujan mulai reda, perjalanan yang mulai macet terasa dikala mendekati jam pulang kantor. Alhamdulillah, bersilaturahim dengan mustahik atau peneima manfaat adalah salah satu cara mendekatkan diri dengan mustahik. Kali ini tim Dompet Dhuafa Sulsel berkesempatan mengunjungi salah satu dari sekian banyak mustahik yang dibantu oleh Dompet Dhuafa. Dia adalah seorang nenek yang tangguh meski di usia senja.

Tak diragukan lagi, wanita merupakan makhluk terkuat yang diciptakan Allah SWT. Seorang wanita akan sanggup memikul beban sebagai kepala rumah tangga sekaligus menjadi wali asuh bagi cucu-cucunya dalam kondisi sulit seperti apapun.

Nenek itu bernama Nenek Timang (75). Nenek yang tinggal di rumah yang tidak layak huni ini pernah tinggal bersama anak dan menantunya beserta cucunya. Kini bersama kedua cucunya bermukim di jl. Borong Raya Lr. 5, Makassar, Sulawesi Selatan. Dulu segala kebutuhan keluarga menjadi tanggung jawab anak dan menantunya. Namun Sejak tahun 2005 menantunya meninggal dunia. Hiruk pikuk penderitaan Nenek Timang semakin terasa ketika kemudian anaknya meninggal dunia pada tahun 2012 yang meninggalkan dua cucu. Kini Cucu-cucunya menjadi Yatim Piatu.

Nenek Timang memegang foto Almarhum menantu dan Almarhum anaknya. Di belakang nenek tampak baju sekolah cucunya yang biasa dirapikan untuk kedua cucunya ke sekolah.

Sejak itu Nenek Timang menjadi penanggung jawab penuh keluarganya termasuk membiaya sekolah kedua cucunya yang sudah menjadi yatim piatu.

Keterbatasan kekuatan fisik di usia senja tak membiarkan nenek pantang mundur mengasuh kedua cucunya. Terkadang kebutuhan sekolah memaksa Nenek ini mencari uang. Mencari uang dengan cara halal, salah satunya melalui keterampilan membuat kue.

Suatu ketika nenek ini terkendala membeli bahan untuk membuat kue. Sebagai nenek yang mandiri dan pantang meminta-minta (mengemis), nenek  Timang selalu berusaha agar tetap bisa mencari nafkah untuk cucunya. Agar tetap bisa mencari nafkah dari membuat kue, memaksa Nenek Timang mencari pinjaman dimana-mana, namun yang didapat justru sistem rentenir dan akhirnya Nenek ini memutuskan untuk tidak menggunakan pinjaman dari mereka karena semakin memberatkan pengembalian pinjamannya.

Alhamdulillah, secara tidak sengaja bertemu dengan tim Dompet Dhuafa, dan akhirnya mendapatkan modal usaha dalam program Sosial Trust Fund (STF) dari para Donatur dermawan Dompet Dhuafa untuk membuat dan menjual kue. Melalui membuat kue, nenek ini mendapatkan sedikit tambahan pemenuhan kebutuhan hidupnya beserta cucunya.

Kondisi tubuh Nenek Timang sebenarnya sudah tidak kuat lagi, dengan tubuh yang sudah membungkuk tetapi masih ia paksakan untuk tetap bisa mengais nafkah di usia senjanya demi cucu-cunya. Mulai membuat kue hingga mengantarkan dan menitipkan kue jualannya di pasar ia lakoni untuk bisa mendapatkan nafkah. Setelah ke pasar, Nenek Timang pulang ke rumahnya untuk istirahat. Kondisi rumah yang sangat kecil dengan ukuran sekitar 5×7 meter dan tak layak huni, memaksa dirinya tetap tinggal di rumah itu.

Rumah yang sangat kecil dengan dinding dari seng yang sudah berkarat dan kondisi mulai roboh.

Ketika kami berkunjung, tak tahan rasanya air mata ini berjatuhan melihat kondisi Nenek perkasa ini, dengan kondisi rumah dengan atap bocor, dengan alas papan yang sudah sangat rapuh, dinding dari seng yang sudah berkarat dan kumuh.

Kondisi atap yang bocor, hanya dilapisi spanduk bekas agar efek air hujan dapat diminimalisir

Nenek Timang sempat menabung untuk perbaikan rumah khususnya untuk atap yang bocor akan tetapi cobaan datang, uang tabungan hasil jerih payah dari penjualan kue dicuri orang tanpa disisa sedikitpun.

Nenek Timang berdiri di pintu rumah kecilnya dan penuh harap ada keajaiban

Sebenarnya rumahnya tak perlu diperbaiki melainkan diganti secara keseluruhan karena kondisi rumahnya yang mulai roboh dan tak layak huni dengan rapuhnya papan-papan di rumah itu.

Mudah-mudahan Allah mendatangkan bantuan untuk nenek Timang untuk renovasi rumahnya atau diganti secara keseluruhan. Moga Allah memberikan pahala dan menambah rezeki bagi saudara-saudari yang bersedia membantu Nenek Timang. Aamiin ya Rabbal’alamin

Mari Bantu Perbaikan Rumah Nenek Timang Agar Layak Huni dengan berdonasi

iconDonasi Sekarang

Klik bit.ly/Bantu_Nenek_Timang

 

Leave a Reply

Required fields are marked*