Bertemu Yunita: Perempuan Tangguh, Sosok Kartini Untuk 2 Anaknya

Bertemu Yunita: Perempuan Tangguh, Sosok Kartini Untuk 2 Anaknya
Bertemu Yunita: Perempuan Tangguh, Sosok Kartini Untuk 2 Anaknya

Bulan April dikenal sebagai bulannya Kartini. Tepatnya setiap tanggal 21 April diperingati sebagai hari Kartini. Kartini merupakan sosok perempuan inspiratif yang telah memberikan kontribusi besar yang sangat dirasakan oleh kaum perempuan saat ini. Mulai dari hak untuk mendapatkan pendidikan, hingga kesetaraan dalam pekerjaan. Sosok Kartini lantas tidak menghilang begitu saja, karena selalu ada penerus yang melakukan perubahan dengan caranya sendiri.

Salah satunya adalah Yunita atau yang biasa dipanggil Nita, seorang single parent yang berjuang menafkahi sendiri kedua anaknya setelah perpisahan dengan suaminya beberapa tahun yang lalu.

Berperan ganda menjadi ibu dan ayah sekaligus tentu tidak mudah baginya, harus siap mental, harus berjalan sendiri walau kadang kaki tak mampu untuk menapak lebih jauh. Namun untuk kehidupan yang lebih baik bagi anak dan keluarganya ia mampu berjuang seorang diri.

Kerasnya perjuangan menjadi orang tua tunggal mengharuskan Nita mencari cara agar dapat bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Dia pun bekerja sebagai juru masak dan bergabung menjadi penerima manfaat, program ekonomi Lesehan Macca, Dompet Dhuafa Sulsel.

Penghasilan yang di dapat dari koki masak mampu ia gunakan untuk menghidupi kedua anaknya yaitu Ari 9 tahun, Wilda 5 tahun dan juga sebagian untuk nenek dan ayahnya. Selain memang untuk anak, tanggung jawab Nita sebagai anak dan cucu juga mengharuskannya menghidupi keluarganya yang sama-sama tinggal di satu rumah.

Wanita berusia 26 tahun ini juga bercerita, “Saya hanya mempunyai dua tangan saja dan keduanya itu untuk anakku, tapi saya juga punya 2 kaki dan bahu yang punya tanggung jawab untuk keluarga,” ungkapnya.

Bersyukurnya Nita, ia diberi pekerjaan yang dapat mendukung ekonomi keluarganya. “Alhamdulillah selama 8 bulan bergabung di Lesehan Macca, penghasilan saya bisa membeli kebutuhan pokok dan lainnya, baiknya juga disini saya diperbolehkan membawa anak pergi kerja karena di rumah tidak ada yang jaga dan anak juga tidak rewel, mengerti pekerjaan ibunya,” imbuhnya.

Dalam wawancaranya bersama tim DD Sulsel, Nita juga berimpian suatu saat nanti ia ingin buka usaha sendiri, namun sekarang waktunya ia untuk memperbanyak pengalaman memasak dulu.

Berkaitan dengan perayaan hari Kartini yang jatuh pada 21 April ini, Nita menyampaikan pesannya bahwa perempuan harus bangga walaupun tanpa laki-laki, perempuan juga bisa walaupun tidak seberapa keras perjuangannya. Jangan lemah, karena kalau lemah anak-anak bagaimana?

Be informed!

berlangganan info DD