Dibulan Ramadhan, Dompet Dhuafa SulSel adakan Program Dai Pelosok

Ramadhan identik dengan keindahan berbagi, meskipun berbagi dapat dilakukan kapanpun, namun bulan Ramadhan memiliki keistimewaannya tersendiri. Rasulullah Saw bersabda tentang keutamaan bulan Ramadhan, “Jika seandainya umatku tahu akan keutamaan bulan Ramadhan, maka niscaya mereka akan memohon kepada Allah agar setiap bulan adalah bulan Ramadhan.” Berbagi tak hanya dapat dilakukan dengan mengamalkan harta, tetapi juga bisa berbagi dengan mengamalkan ilmu.Pengamalan ilmu tersebut dilakukan oleh para dai Dompet Dhuafa untuk menjemput keberkahan bulan Ramadhan sekaligus menebarkan kebermanfaatan kepada masyarakat. 
Dai Pelosok merupakan program dakwah dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) yang menyasar masyarakat Islam di daerah Pelosok . Dai yang ditugaskan ini nantinya diharapkan mampu menjadi rujukan utama serta contoh bagi masyarakat khususnya dalam pengajaran ilmu agama sesuai dengan tuntunan yang benar. Sehingga mampu mendorong perubahan tatanan masyarakat yang lebih harmonis.
Program ini mulai dijalankan dibulan Ramadhan tahun ini di tiga masjid berbeda yang terletak di Kelurahan Bontomate’ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Masing-masing masjid tersebut terletak di lingkungan Panaikang, Lingkungan Salobatu dan Lingkungan Gusungnge. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang sudah ada sejak 2008 dan sudah cukup banyak berperan dalam menyebar luaskan kebaikan-kebaikan ajaran islam. 
Kini kembali mengadakan program yang bergerak dibidang dakwah guna menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam beribadah khususnya di wilayah-wilayah pelosok. Ada pun penerima manfaat dari program ini sebanyak kurang lebih 700 jiwa dari tiga kampung yang menjadi wilayah program. “untuk membiasakan dan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap ibadah kepada Allah misalnya shalat berjamaah di masjid maupun kecintaan terhadap Al-quran tentu saja membutuhkan kerja keras dan usaha yang konsisten” kata ust. Al Bahri yang merupakan salah satu dan ditugaskan untuk mengelola program ini. 
Ustadz yang tergabung dalam Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) ini juga mengatakan kurangnya ketersediaan sumber ilmu agama di wilayah pelosok seperti ketersediaan orang yang paham mengenai ilmu agama (ustadz) maupun akses informasi, menjadi penyebab menurunnya semangat beribadah masyarakat. Bulan Ramadhan menjadi Momentum yang sangat tepat untuk menjalankan program ini karena antusiasme masyarakat pada bulan suci Ramadhan ini cukup tinggi dalam melakukan ibadah. 
Yusrang selaku pendamping program Dompet Dhuafa Sulsel menjelaskan, program dakwah yang dijalankan selama lima (5) bulan di Kelurahan Bontomate’ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep itu diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru. Dai pelosok tidak hanya menyebarkan Islam dengan berdakwah, tetapi juga memberikan konsultasi terhadap para jamaah mengenai ziswaf.
Tinggalkan Komentar

Be informed!

berlangganan info DD