Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Mamuju

MAMUJU– Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Mamuju, Sulawesi Barat pada Kamis (29/3).

Hingga kini tim respon bencana DD Sulsel sudah tiga hari berada di lokasi kejadian. Tim DD Sulsel bersama relawan membawa misi kepedulian untuk merespon dan menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang.

Banjir yang menerjang beberapa wilayah di Mamuju, Sulawesi Barat terjadi akibat hujan deras yang tidak kunjung berhenti sejak dini hari sehingga sejumlah sungai meluap pada Kamis (22/3) lalu. Sehingga mengakibatkan banyak rumah warga yang hanyut dibawah arus sungai yang meluap. Berdasarkan data dinas sosial kabupaten Mamuju, sebanyak 907 KK atau 3.804 jiwa terdampak banjir. 3 rumah hancur, 116 rumah rusak berat, dan 788 rumah rusak ringan.

Sebelumnya, Tim DD Sulsel telah melakukan respon bencana diawali dengan dengan assesment ke lokasi bencana. Berdasarkan pantauan tim DD Sulsel masih terdapat pengungsi yang bertahan di posko pengungsian.

Menurut tim DD Sulsel, Nasrullah, saat ini masih terdapat pengungsi di posko pengungsian. Mereka terdiri dari balita dan orang dewasa. Bersama relawan Dompet Dhuafa Sulsel kami melakukan assesment. Selain itu kami juga menyalurkan bantuan dari donatur kepada korban banjir bandang yang berada di pengungsian.

“Kami menyalurkan paket sembako berupa beras, air minum, telur, mie instan, teh, kopi, minyak goreng, susu, biskuit, gula, dan produk pemberdayaan Dompet Dhuafa Sulsel berupa abon. Selain itu, kami juga memberikan bantuan berupa sabun cuci dan perlengkapan mandi kepada korban banjir”. Lanjut Nasrullah.

Saat ini masih terdapat tenda pengungsian di Simbuang Jl. Soekarno Hatta, Kec. Mamuju, Kab. Mamuju karena masih terdapat pengungsi yang bertahan di tenda pengungsian terutama korban yang rumahnya hancur akibat banjir.

“Untuk bantuan selanjutnya, kami masih menunggu koordinasi dari dinas sosial terkait. Saat ini masih ada warga yang memilih tinggal di posko pengungsian karena rumah rusak berat dan adapula yang rumahnya hanyut. Korban banjir bandang yang rumahnya rusak parah masih membutuhkan bantuan untuk perbaikan rumah maupun membangun kembali hunian sementara”. Pungkas Nasrullah. (Syarif/DD Sulsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Nama *
Surel *
Situs web