Dompet Dhuafa Sulsel bantu pengantaran jenazah Ibunda Damayanti ke Kampung Halaman

Makassar- Sejak kecil Damayanti Septiani tinggal bersama kakek dan neneknya di Tombolo Pao Gowa karena ibu dan ayah bercerai. Ayahnya pergi entah ke mana, sementara Ibunya pergi mencari rezeki di Kota Makassar. Diasuh oleh Kakek dan Neneknya, Damayanti disekolahkan dan dibiayai hidupnya oleh mereka berdua namun kini kedua-duanya telah tutup usia. Tidak ada lagi yang menjaga dan membiayai sekolah Damayanti.

Pengasuhannya kemudian diambil alih oleh ibunya Pradita Shelfiyani (33 Tahun) yang berada di Kota Makassar. Bersama Ibunya, Damayanti dibawa pindah ke Makassar untuk melanjutkan kehidupan dan pendidikannya. Ibunya yang sudah satu tahun sakit parah kemudian dirawat oleh Damayanti sambil melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang ada di Makassar. Baru sebulan bersama ibunya sejak pisah dengan neneknya di kampung halaman karena meninggal dunia. Kini duka yang mendalam, dirasakan oleh Damayanti Septiani karena kini Ibu Kandungnya pula yang meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.

Sore itu tim Dompet Dhuafa Sulsel mendapatkan kabar dari keluarga Damayanti Septiani yang masih duduk di Kelas 1 SMA, bahwa ibunya telah meninggal dunia pada siang hari itu namun belum dimakamkan karena sulitnya proses pemakaman serta tidak punya biaya untuk memakamkan ditambah lagi ibunya bukan penduduk asli wilayah itu. Kerabatnya yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Damayanti, mengusulkan untuk membawa jenazah ke kampung halamannya di Tombolo Pao Kabupaten Gowa. Namun tidak punya biaya untuk mengantar jenazah kembali ke kampung halamannya di Tombolo Pao. Mendengar kabar itu, Dompet Dhuafa Sulsel membantu pengantaran jenazah dan mendampingi proses pemakamannya di Tombolo Pao. Gowa, pada Sabtu (11/11/2017).

Namun kini Damayanti sudah tidak ada yang menanggung kehidupannya, sementara itu dia masih membutuhkan biaya untuk melanjutkan pendidikannya. Kerabatnya tidak ada yang bisa membantu karena kondisi ekonomi keluarganya juga sangat lemah. Hidupnya yang terkatung-katung, membuat Damayanti ingin mencari kerja untuk melanjutkan kehidupannya. Cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan hingga bangku kuliah harus terhambat karena sudah tidak ada yang membiayai. Bersamaan dengan itu, Dompet Dhuafa Sulsel juga berusaha membantu agar Damayanti dapat melanjutkan pendidikan dan cita-citanya tanpa harus pusing memikirkan biaya.

Be informed!

berlangganan info DD