Gerai Takjil bantu ekonomi keluarga Ibu Kania

 

KETIKA BERKAH RAMADHAN MENGELILINGI KITA

Ramadhan adalah syahrul mubarok bulan yang penuh berkah. Tentu kita semua merasakan keberkahannya. Seandainya kita mampu dan selalu mengasah kepekaan hati, keberkahan itu sesungguhnya bukan hanya yang terlihat oleh mata. Rupanya berkah yang dijanjikan Allah bisa juga menyusup perlahan di sanubari. Seperti ketika melihat senyum dari Bu Kania, salah seorang penerima manfaat dari program Rumah Produksi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Gerai Takjil, kami menyebutnya. Ini adalah tempat dimana berbagai macam kue kering dijual. Di bawah tenda berukuran 3×3 meter inilah bisa didapatkan kue yang akan menjadi pelengkap menu berbuka puasa. Beberapa kue khas Makassar, seperti panada, jalangkote, dadar fla, pawa, cantik manis, dan masih banyak lagi kue lain, tersedia di Gerai Takjil ini.

Program Gerai Takjil adalah salah satu program andalan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan khusus di bulan Ramadhan. Bertujuan untuk meningkatkan perekonomian penerima manfaat seperti Bu Kania, meski sedikit tapi berarti.

Selain jadi “tangan kedua”, Bu Kania kadang juga menjadi “pemain utama” untuk penjualan kue di tempat ini. Jadi, beberapa kue yang dijual Bu Kania merupakan kue produk dari ibu lain untuk dijualkan dengan konsep bagi hasil. Kadang, Bu Kania juga yang memproduksi kue sendiri.

Jika anda terbiasa  melewati jalan poros Antang, sedikit melewati TPA Tamangapa, tengoklah sedikit ke kiri, maka akan anda dapati beberapa ibu sedang melayani pembeli kue kering. Mendekati jam berbuka puasa, biasanya Gerai Takjil akan ramai pengunjung.

“Kami senang dan bersyukur dengan adanya Gerai Takjil ini. Sangat membantu. Semoga dapat  berjalan dengan baik sampai romadhon berakhir,” ucap Bu Kania sambil melempar senyum khasnya.

Pusat jajanan buka puasa di area Raya Antang, Ruko Orange No. 7 Makassar. Dompet Dhuafa Sulsel memberi wadah kepada ibu-ibu binaan dengan program ekonomi berupa gerai takjil untuk pemberdayaan ibu-ibu. Berkat donasi anda, telah membantu mereka berdaya. (Nuruswatun Hasanah)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Nama *
Surel *
Situs web