Mengangkat Tema Baktiku, Berbagiku, Dompet Dhuafa Sulsel menggelar Talk Show Bertajuk Membangun Brand Image di Usia Muda.

Makassar, Kamis (17/10), bertempat di Aula Prof. Mattulada – Fakultas Ilmu Bahasa Unhas, Dompet Dhuafa Sulsel bersama Penerima Beastudi ETOS, Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) Unhas, dan Fosei Unhas menggelar FundTalk (Fundraising Talk) dalam rangka memeringati Hari Sumpah Pemuda.

Dalam talkshow yang mengangkat diskusi seputar Brand Image di usia Muda dan tantangan di era 4.0 menghadirkan Ismail Bachtiar yang baru-baru ini menduduki kursi DPRD Prov. Sulsel Periode 2019-2024; Fahmi Syams yang merupakan pegiat nasyid dan social community, dan Khairul Umam, co-founder Confie yang seorang Digital Marketing Specialist. Turut bergabung pula sebagai Host Panel Diskusi, Rhifa Madjid yang merupakan Putri Pendidikan Sulsel 2019.

Peserta diskusi yang berasal dari kalangan mahasiswa cukup antusias mengikuti jalannya agenda acara yang seyogyanya merupakan pre-event Hari Sumpah Pemuda di mana insyaaALLAH pada Senin, 28 Oktober 2019, donasi yang dikumpulkan pada talkshow ini dan donasi dari para donatur Dompet Dhuafa Sulsel akan disalurkan kepada para pejuang sepuh dhuafa yang membutuhkan. Program sosial ini diberi nama Kado Untuk Veteran.

Nutrifood Indonesia dan Rumah Makan Wong Solo juga ikut ambil bagian dalam aksi peduli veteran ini.

Tujuan diselenggarakannya event ini juga tidak lain adaalah untuk membangun brand awarness kalangan muda akan hadirnya Lembaga Filantropi Zakat di semua lini. Ajang ini dimaksudkan agar Dompet Dhuafa sebagai pionir LAZ di Indonesia dapat menggandeng generasi saat ini untuk mampu menjadi penyambung mulut akan sepak terjang  Dompet Dhuafa di lapangan. Dan kelak menjadi penerus kebaikan dengan bekerja sebagai Amil Zakat.

“Potensi zakat di Sulawesi Selatan bila dikelola akan banyak sekali menghasilkan usaha-usaha mandiri dari masyarakat kelas bawah yang termasuk ke dalam kelompok fakir dan miskin agar mampu menaikkan taraf hidup mereka”, ujar Rahmat Hidayat HM, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel dalam sambutannya.

Sehubungan dengan pilar-pilar program pemberdayaan zakat yang dikelola Dompet Dhuafa, para pembicara yang mana juga bergerak di social-enterpreneurship, turut membahas tentang kinerja pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan perbaikan fasilitas kesehatan.

“Itulah tugas kami di DPRD dalam menyusun kebijakan sehingga bisa menerbitkan Perda agar masyarakat yang membutuhkan akses kesehatan terpenuhi.” kata Ismail Bachtiar pada sesi tanya jawab.

“Era digital memungkinkan kami untuk membuka pintu diskusi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya melalui media sosial.” Sambung Ismail.

Ketiga keynote speakers yang datang dari komunitas-komunitas sosial ini memberi apresiasi terhadap visi Dompet Dhuafa Sulsel dalam menyantuni para dhuafa terkhusus pada program Kado Untuk Veteran di mana nantinya penyerahan donasi yang terkumpul akan diberikan langsung oleh Dompet Dhuafa SUlsel.

“Kami ingin agar lebih banyak lagi yang peduli dan sadar untuk berinfaq dan bersedekah, mulai dari usia dini sampai lanjut, agar lebih banyak amal jariyah yang dipupuk demi bekal di akhirat.”. Kata Kiki selaku panitia penyelenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Nama *
Surel *
Situs web