Dompet Dhuafa Bantu Petani di Pelosok Pinrang Kembangkan Potensi Kopi

Dompet Dhuafa Bantu Petani di Pelosok Pinrang Kembangkan Potensi Kopi
Dompet Dhuafa Bantu Petani di Pelosok Pinrang Kembangkan Potensi Kopi

PINRANG – Kopi merupakan salah satu komoditas andalan dalam sektor perkebunan Indonesia. Peran komoditas kopi bagi perekonomian Indonesia cukup penting, terlebih sebagai sumber pendapatan bagi petani kopi.

Melihat peluang kopi yang begitu besar, Dompet Dhuafa Sulsel turut serta mensejahterakan para petani kopi terutama wilayah pelosok dan terpencil dengan cara menggaet anak muda desa untuk mengembangkan potensi kopi yang ada di wilayah tersebut. Salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa adalah Burhan yang mendapatkan bantuan program muda berdaya untuk mengembangkan potensi Kopi Robusta di Dusun Sipatokkong, Desa Letta, Kec Lembang, Pinrang.

Melalui bantuan Dompet Dhuafa, Burhan perlahan-lahan mengembangkan Kopi Letta, memberdayakan petani kopi untuk meningkatkan kualitas kopinya. Sehingga tidak hanya membeli hasil kopi, namun juga memberikan solusi dan edukasi kepada petani proses peremajaan, pemeliharaan, penanganan penyakit dan pengolahan pasca panen. Disamping itu juga memberdayakan para ibu-ibu pemetik biji saat masa panen tiba.

Saat ini Dompet Dhuafa telah menyediakan rumah pengeringan yang dapat digunakan untuk menjemur hasil pulping kopi baik musim kemarau maupun hujan. Petani tidak perlu khawatir kopinya menjadi busuk.

Peresmian Gudang Kopi Letta
Selanjutnya, pada Minggu (29/08) Dompet Dhuafa Sulsel kembali mendatangi Letta untuk resmikan gudang penyimpanan kopi yang akan digunakan untuk menyimpan hasil penjualan petani Kopi Letta.

Peresmian gudang ini dihadiri oleh pimpinan cabang DD Sulsel, Pemangku Adat, Kepala Dusun dan para petani penerima manfaat.

Rahmat Hidayat HM mengutarakan “Ini adalah 1 tahun kami di bekerjasama dengan Burhan untuk memberdayakan potensi desa (kopi). Semoga dengan adanya gudang ini, perlahan akan meningkatkan komoditas petani,” terang Rahmat pimpinan cabang DD Sulsel.

“Semoga para petani juga konsisten untuk memperbaiki kualitas kopinya. Melihat potensi kopi di Letta saat ini mencapai 6 – 8 ton maka tidak mungkin untuk meningkatkan hasilnya mencapai 10 ton per tahun. Melalui perpanjangan tangan orang yang berzakat, Ini adalah salah satu langkah kami memberdayakan para penerima manfaat untuk mengembangkan potensi desa yang ada,” imbuhnya.

Menambahkan, kepala Dusun Sipatokkong Tahir mengungkapkan bahwa “Dengan masuknya Dompet Dhuafa, kami bisa belajar memperbaiki kualitas kopi sehingga banyak masyarakat yang merasakan kualitasnya dari hulu hingga ke hilir” sambutnya.

Peresmian Gudang Kopi Letta

Dengan adanya gudang penyimpanan ini, para petani juga tak perlu lagi menjual hasil panen kopinya ke tengkulak di Kota, ini akan menjadi tempat penyimpanan hasil kopi petani untuk diolah lebih lanjut dan dipasarkan ke coffee shop hingga marketplace.

Selain itu, Burhan menyampaikan bahwa gudang kopi ini juga dapat digunakan bersama oleh para warga yang berada di Dusun Sipatokkong, Letta untuk menyimpan kopinya agar tidak menumpuk di rumahnya juga untuk tetap dipantau kualitasnya.

 

Gudang Kopi Letta
Desa Letta sendiri merupakan penghasil kopi jenis robusta. Wilayah ini memiliki ketinggian 800 hingga 1000 mdpl yang merupakan kondisi ideal untuk memproduksi kopi jenis robusta.
Tinggalkan Komentar

Be informed!

berlangganan info DD