SCHOOL OF MASTER TEACHER MENCETAK GURU TRANSFORMATIF by. Jayanti_School of Master Teacher Management

Setelah mengusung program pendidikan seperti program Mariki’ Sekolah, Pendampingan Sekolah Cerdas Indonesia (Sekoci) dan Training for Teacher (TFT), Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan terus melanjutkan khidmat dalam peningkatan harkat sosial kemanusiaan melalui pendayagunaan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf  (ZISWAF) dalam beragam bentuk program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi serta kebencanaan . Program terbaru dalam bidang pendidikan yang saat ini tengah diusung yakni School of Master Teacher (SoMTe).
SoMTe merupakan program kerjasama antara Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa yang berpusat di Kabupaten Bogor Jawa Barat dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan melahirkan guru-guru transformatif yang memiliki kapasitas sebagai model pendidik, pengajar, dan pemimpin, menghasilkan inovasi dan kreativitas baru di bidang pengembangan pembelajaran, khususnya di jenjang pendidikan sekolah dasar serta membentuk perhimpunan pendidik profesional yang memiliki kepedulian dalam upaya-upaya perbaikan pendidikan di lingkup mikro dan makro.
“SGI adalah wadah latihan bagi para guru untuk menjadi guru seutuhnya, pengajar, pendidik sekaligus pemimpin. Masuk SGI adalah berkah luar biasa, begitu banyak hal yang kami pelajari, terutama ilmunya menjadi guru hebat,” ungkap Ibu  Rawiah, salah satu peserta SoMTe yang tercatat sebagai guru kelas satu di SD Inpres Bertingkat Kelapa Tiga.
Program yang diresmikan oleh Kepala Pendidikan Dasar Kota Makassar bersama dengan direktur Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa dan pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Oktober 2015 yang bertempat di aula STIE LAN ini tengah mendidik dua puluh empat guru sekolah dasar se-kota Makassar sebagai peserta angkatan pertama. Saat ini mereka telah melewati tahap perkuliahan selama tujuh kali pertemuan, Military Super Camp,  serta Supervisi dan Coaching tahap pertama dan saat ini tengah menjalani supervisi dan coaching tahap kedua serta sedang menyelesikan karya tulis ilmiah. Selanjutnya mereka dijadwalkan akan menjalani sidang karya tulis ilmiah dan wisuda di akhir bulan ini.
Selain tengah menyiapkan closing program, pengelola SoMTe juga tengah membuka pendaftaran penerimaan peserta untuk angkatan kedua yang dimulai sejak tanggal 1 Januari hingga 25 Januari 2015. “Program ini membuka kesempatan bagi guru-guru sekolah dasar yang memiliki kemauan dan semangat untuk belajar  dan meningkatkan kualitas keguruannya,” tutur Dasnah selaku koordinator Sekolah Guru Indonesia wilayah Sulawesi Selatan.
Peserta yang terjaring melalui tiga tahap seleksi yakni seleksi berkas, Interview, dan Microteachingakan mengikuti beberapa tahap proses pendidikan, yakni Studium Generale (Kuliah umum), orientasi, perkuliahan (Setiap hari ahad pada dua bulan pertama), Supervisi pembelajaran danCoaching, Teachers Military Super Camp, Penulisan Karya Tulis Ilmiah (PTK), sidang PTK (pada satu bulan terakhir) dan wisuda.

Para guru yang telah dan akan mendapatkan pendidikan di SoMTe diharapkan menjadi guru-guru transformatif yang mampu menciptakan kelas belajar kreatif, inovatif, dan menyenangkan guna mencetak anak didik yang cerdas dan berkarakter.  Hal tersebut juga diakui Elli Eliyani, guru kelas lima di SD Inpres Karunrung, “Saya bisa merasakan perubahan cara saya mengajar yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti SoMTe, utamanya membuat proses belajar lebih hidup.”

Be informed!

berlangganan info DD