Wujudkan rumah layak untuk Ibu Sarifah dan bantu pendidikan anaknya

Kisah kehidupan ibu Sarifah (50) bersama ketiga anaknya yang tinggal di gubuk dengan perjuangan dan tantangan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya bersama anak-anaknya.

Ibu Sarifah adalah seorang janda yang memiliki 4 orang anak. Tiga orang anaknya tinggal bersama Ibu Sarifah yaitu Agustiawan, Muh. Yamin, dan Sri Muliati. Agustiawan (17) sudah menginjak kelas 3 SMK , Muh. Yamin (12) masih kelas 5 SD, dan Sri Muliati (14) terpaksa putus sekolah. Ibu Sarifah berharap semua anaknya bisa bersekolah namun karena faktor ekonomi sehingga membuat Sri Muliati terpaksa berhenti bersekolah karena tak sanggup memenuhi biaya pendidikan. Sementara itu, anak pertamanya yaitu Afriana (19) sekarang tinggal di Maros karena bekerja sebagai karyawan swasta namun sudah tiga tahun belum pernah pulang mengunjungi ibunya.

Kondisi gubuk yang selama ini pernah mereka huni
Kondisi gubuk yang selama ini mereka huni

Ibu Sarifah bersama ketiga anaknya telah lama tinggal di gubuk tak layak huni yang beralamat di Gentungan, Bajeng Barat, Gowa. Kehidupannya sangat memperihatinkan dengan kehidupan yang serba kekurangan namun ia masih mampu bertahan untuk menghidupi ketiga anaknya. Ibu Sarifah yang berstatus janda, harus bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan demi menghidupi dan membiayai anak-anaknya.

Kesehariannya Ibu Sarifah bekerja keras sebagai perajin batu bata dengan upah Rp 30.000 perhari. Ketika musim kemarau ia mampu memproduksi batu bata sesuai target karena cuaca yang cukup panas memudahkannya untuk menjemur dan membakar batu bata. Namun ketika musim penghujan, Ibu Sarifah tidak membuat batu bata karena memerlukan waktu yang lama untuk mengeringkan batu bata. Sehingga membuat pemilik perajin batu bata tempat ia bekerja memilih untuk tidak memproduksi batu bata saat musim hujan. Hal ini membuat Ibu Sarifah tidak memiliki penghasilan untuk menghidupi ketiga anaknya ketika musim hujan seperti sekarang ini.

Saat ini mereka tinggal di rumah yang masih dalam proses pembangunan di atas lahan milik sepupunya. Bangunan rumah bersampingan dengan gubuk tak layak huni yang selama ini mereka huni. Beberapa bantuan dari swadaya masyarakat setempat dan beberapa komunitas dari Makassar mulai berdatangan untuk membangun rumah layak huni untuk Ibu Sarifah. Namun dalam membangun rumah layak huni untuk Ibu Sarifah masih memiliki banyak kendala dari segi bahan baku untuk pembangunan. Dompet Dhuafa Sulsel masih mengupayakan agar pembangunan rumah layak huni Ibu Sarifah bisa segera terwujud.

Kondisi rumah sementara masih dibangun namun masih terkendala biaya.

Meskipun masih dalam proses pembangunan, mereka sudah pindah di rumah ini sejak seminggu yang lalu. Namun kondisinya rumah belum layak huni dan  masih banyak kendala dari segi bahan baku untuk pembangunan. (Foto: Ibu Sarifah dan Sri Muliati didampingi tim Dompet Dhuafa Sulsel) 

Saat yang sama, tim Dompet Dhuafa Sulsel juga telah membantu advokasi pendidikan untuk Sri Muliati yang putus sekolah karena tidak memiliki biaya. Tim Dompet Dhuafa Sulsel masih mengusahakan agar Sri Muliati bisa melanjutkan pendidikannya.

Saatnya aksikan kepedulian kita,
Wujudkan rumah layak untuk Ibu Sarifah dan bantu pendidikan anaknya
Rekening Donasi:
BNI Syariah 015.938.7145
An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Tambahkan angka (122) diakhir donasi Anda
*Contoh Rp. 500.000 menjadi Rp. 500.122

Konfirmasi dan layanan jemput donasi
WA: 0853 7321 1111
Telp: (0411) 467 4565
http://sulsel.dompetdhuafa.org/

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan.

Nama *
Surel *
Situs web