Kisah Tunanetra, butuh biaya operasi dan biaya kontrakan

Kisah Tunanetra, butuh biaya operasi dan biaya kontrakan
Kisah Tunanetra, butuh biaya operasi dan biaya kontrakan


Makassar, Sulawesi Selatan
– Tak punya biaya, bocah harapan keluarga terancam buta jika tidak segera dioperasi. Orangtuanya Seorang Tunanetra Penjual Keripik keliling.


Mata adalah sebuah nikmat yang tak ternilai. Mata merupakan sarana utama untuk melihat, menikmati, dan mengagumi keindahan ciptaan Tuhan. Dengan mata, seorang mampu melihat dan beraktivitas lebih maksimal. Berbeda halnya dengan mereka yang  cacat mata atau buta sejak lahir, meski sudah berusaha semaksimal mungkin untuk melihat namun mata mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Mereka hanya bisa bersabar menjalani takdir kehidupan. mengalami kesulitan mengais rezeki, dan mereka juga rawan terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan.
Bagaimana sekiranya kita atau keluarga kita yang mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan ?


Kisah keluarga tunanetra

Muhammad Alwi berusia 7 Tahun adalah anak  pasangan Tunanetra dari Ibu Muliati dan Abdul Azis.  Muhammad Alwi yang biasa disapa Alwi mengalami gangguan pada kedua matanya sejak 3 tahun yang lalu, dia nyaris tak mampu lagi melihat bahkan terancam mengalami kebutaan jika tidak segera dilakukan tindakan medis.

Dalam keterbatasan, keluarga mereka tidak pernah menyerah dan pantang mengemis belas kasih. Mereka tetap berusaha menyambung hidup dengan berjualan keripik keliling. Dengan berjalan kaki, mereka menjajakan keripik pisang dan jagung mengelilingi Kota Makassar.

Dengan berjalan kaki, mereka menjajakan keripik pisang dan jagung mengelilingi Kota Makassar.

Alwi yang masih mampu melihat walaupun terbatas, menjadi pengganti mata untuk kedua orangtuanya saat berjualan keripik. Dia menuntun setiap langkah kaki ibu dan Ayahnya laksana seorang navigator cilik ketika berkililing berjualan keripik karena tidak punya tempat tetap untuk berjualan. Terkadang mereka kepanasan bahkan kehujanan saat berjualan keliling bahkan kadang pula dagangan mereka tidak laku terjual.

Alwi yang masih mampu melihat walaupun terbatas menuntun Orang tuanya

Keripik yang dijajakan kepada calon pembeli

Alwi bersama Ibu, Ayah, dan Adik bungsunya, Muhammad Abil saat ini tinggal di kontrakan kecil yang sangat sederhana beralamat di kawasan Rappokalling, Makassar, Sulawesi Selatan. Sehabis berjualan, kontrakan itulah yang menjadi tempat mereka beristirahat, makan, dan tidur pada malam hari.

Kondisi kontrakan keluarga Alwi

Orang tua Alwi yaitu Ibu Muliati dan Pak Azis, mengatakan cukuplah kebutaan itu dialami oleh mereka berdua dan berharap agar kebutaan tidak terjadi pada anak tercinta mereka. Keinginan yang kuat agar operasi mata untuk Alwi segera terlaksana, namun mereka tidak punya biaya, ditambah lagi mereka tidak punya kartu KIS atau BPJS. Jangankan berobat, membayar sewa kontrakan saja kadang tertunggak karena tidak punya uang.

Kondisi kedua mata Alwi yang diderita sejak 3 tahun yang lalu. Nyaris tak mampu lagi melihat bahkan terancam mengalami kebutaan.

Alwi membutuhkan operasi kedua matanya sesegera mungkin. Sebab jika tidak, akan bertambah parah dan berakibat tak mampu lagi melihat indahnya dunia. Kedua orangtuanya yang tunanetra menggantungkan harapan pada Alwi agar bisa menjadi pengganti mata yang sempurna bagi mereka untuk tetap melanjutkan hidup dan dapat merubah kehidupan mereka di masa depan.

Awal November 2017, Tim Dompet Dhuafa Sulsel terus melakukan advokasi agar Alwi dan keluarganya mendapatkan KIS atau BPJS.  Tim Dompet Dhuafa Sulsel juga telah mendampingi Alwi agar dilakukan tindakan medis yang  tepat dan saat ini masih menunggu jadwal operasi mata.

Dompet Dhuafa mendampingi Alwi untuk pemeriksaan Mata

 

Pemeriksaan awal untuk melihat kondisi penglihatan Alwi sebagai dasar rujukan untuk tindakan medis selanjutnya (operasi mata)

Sementara itu, Orang tua Alwi masih berusaha mempersiapkan biaya untuk kelancaran operasi mata Alwi. Rencananya Alwi akan dioperasi sekitar 3 minggu ke depan. Saat yang sama, masih banyak tunanetra di Makassar yang sedang berjuang melanjutkan kehidupannya. Mereka mengalami kesulitan mengais rezeki dan mereka juga rawan terhadap perlakuan yang tidak menyenangkan. Mereka juga membutuhkan perhatian, pembinaan pemberdayaan, biaya tempat tinggal, dan pelayanan kesehatan.

Bersamaan dengan itu, demi mewujudkan kehidupan Tunanetra yang layak dan berdaya. Dompet Dhuafa Sulsel mengajak masyarakat bersimpati dan membantu ringankan beban saudara kita yang tunanetra melalui program TUNANETRA BISA (Bina Swadaya). Program ini meliputi bantuan Biaya Kesehatan, Biaya Pendidikan Anak Tunanetra, Modal Usaha Tunanetra, dan Biaya Sewa Tempat tinggal.

Saatnya Aksikan kepedulian kita Ajak teman-teman kita wujudkan Asa Mereka.
Donasi langsung melalui:
Rek. BNI Syariah 015.938.7145
An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika
Konfirmasi Donasi via WA/SMS ke 0853 7321 1111

Be informed!

berlangganan info DD