Ekonomi

Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha, akses pasar, dan pengembangan potensi lokal. Dengan pendekatan berkelanjutan, setiap inisiatif dirancang untuk menciptakan kemandirian, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan. Dari pengelolaan kawasan produktif, pengembangan UMKM, hingga ekosistem usaha berbasis komunitas—kami hadir untuk mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak nyata.

1. Kantin Kontainer

Kantin Kontainer merupakan program beasiswa berbasis wirausaha yang ditujukan bagi mahasiswa/mahasiswi dari keluarga kurang mampu dan/atau memiliki minat serta ketertarikan dalam dunia wirausaha. Melalui program ini, penerima manfaat diberi kesempatan untuk mengelola usaha kantin berbasis kontainer sebagai sarana pembelajaran bisnis sekaligus sumber penghasilan guna menunjang kebutuhan pendidikan mereka.

Program ini dirancang sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui optimalisasi dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang diamanahkan oleh para donatur. Dalam pengembangannya, program ini juga didukung melalui skema kolaboratif seperti blended finance, guna memastikan keberlanjutan serta perluasan manfaat program.

Saat ini, program Kantin Kontainer sedang dilaksanakan di Kampus IAIN Parepare dengan melibatkan 2 mahasiswa sebagai penerima manfaat. Selain itu, program ini juga didukung oleh 1 mitra pengelola, yaitu EF Coffee, sebuah kedai kopi yang dimiliki oleh alumnus IAIN Parepare.

Dengan pendekatan ini, Kantin Kontainer diharapkan mampu mencetak mahasiswa yang mandiri secara ekonomi, sekaligus memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat.

2. Kawasan Madaya Sinjai

Kawasan Madaya (Mandiri Berdaya) Sinjai merupakan program pemberdayaan berbasis wilayah yang diinisiasi oleh Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat. Program ini dirancang sebagai kawasan pengembangan terpadu yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi, pendidikan, dan pertanian untuk mendorong terciptanya masyarakat yang mandiri dan berdaya secara berkelanjutan.

Melalui program ini, dana ZISWAF disalurkan secara terarah untuk mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Pengembangan kawasan dilakukan dengan pendekatan terintegrasi, termasuk penyediaan sarana pendukung yang menunjang aktivitas pemberdayaan, pembinaan masyarakat, serta penguatan produktivitas wilayah.

Kawasan Madaya juga dikembangkan sebagai ruang kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk mitra lembaga dan perusahaan, dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat desa. Dengan pendekatan tersebut, Kawasan Madaya Sinjai diharapkan menjadi model pengembangan desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat dari berbagai aspek kehidupan.

3. Kebun Inklusi

Kebun Inklusi merupakan program pemberdayaan yang diinisiasi oleh KDD Maju Jaya Bontomangiring sebagai ruang kebermanfaatan bersama melalui kegiatan berkebun secara gotong royong. Program ini memanfaatkan lahan pribadi milik dermawan lokal yang dihibahkan untuk dikelola sebagai area pertanian produktif. Saat ini, kebun percontohan memiliki luas sekitar 20 x 70 meter persegi dan berlokasi di Dusun Batulapis.

Sebagai upaya mendekatkan akses masyarakat terhadap pangan sehat, pengelolaan kebun dilakukan dengan konsep pertanian ramah lingkungan. Selain berfungsi sebagai lahan produksi, Kebun Inklusi juga menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat untuk memperkuat keterampilan berorganisasi, meningkatkan kapasitas diri, serta mengembangkan pengetahuan melalui berbagai pelatihan dan proses pendampingan dalam kegiatan berkebun.

Melalui program ini, Kebun Inklusi tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi dan pangan, tetapi juga membangun semangat kebersamaan serta kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

4. Kopi Kahayya

Pemberdayaan Kopi Kahayya merupakan program pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal yang berlokasi di Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dompet Dhuafa dan para local leader dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat dan mengembangkan portofolio program yang telah berjalan di lapangan.

Program ini mengusung pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari pengelolaan hasil pertanian hingga pemasaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi kafe “ONDEWAY” sebagai kanal distribusi dan pemasaran kopi Kahayya, sehingga memberikan nilai tambah bagi produk lokal.

Melalui penguatan peran local leader dan implementasi program yang berkelanjutan, Pemberdayaan Kopi Kahayya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para mustahik serta menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berdaya saing di kawasan pengelolaan kopi.

5. Kopi Letta

Kopi Letta merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis kopi robusta yang lahir dari semangat generasi muda dalam mengoptimalkan potensi desa menjadi sumber ekonomi berkelanjutan. Selama hampir tiga tahun, program ini berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan pemuda, petani, serta masyarakat usia produktif dalam membangun ekosistem kopi dari hulu hingga hilir di Desa Letta.

Berawal dari inisiatif Muda Berdaya, program ini kini telah memberikan manfaat bagi lebih dari 110 petani kopi, melalui peningkatan kualitas produksi, penguatan kapasitas usaha, hingga perluasan akses pasar. Dukungan pembangunan rumah pengeringan, rumah pembibitan, dan Rumah Olah Kopi menjadi langkah nyata dalam memperkuat infrastruktur desa sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil panen masyarakat.

Bersama PLN NP UP Bakaru, Kopi Letta hadir sebagai harapan baru bagi masyarakat desa untuk menciptakan sumber penghidupan yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berdampak bagi generasi mendatang.

6. Lesehan Macca

Lesehan Macca merupakan program pemberdayaan UMKM yang dikembangkan oleh Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan sejak tahun 2018 sebagai inovasi dari program STF. Jika sebelumnya bantuan diberikan dalam bentuk modal langsung kepada penerima manfaat, pendekatan tersebut kemudian diarahkan menjadi pengembangan usaha bersama yang lebih berkelanjutan.

Program ini telah melibatkan lebih dari 25 penerima manfaat yang memperoleh penghasilan tetap setiap bulan. Hingga saat ini, Lesehan Macca mampu mengelola perputaran modal lebih dari Rp350 juta, dengan rata-rata omzet bulanan mencapai Rp100–120 juta, serta mencatat omzet tahunan sekitar Rp1,2 miliar pada tahun 2022.

Melalui program ini, Lesehan Macca menjadi contoh pemberdayaan ekonomi yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menciptakan usaha yang tumbuh dan berkelanjutan.

Copyright © 2026 DD Sulsel