Dakwah
Program dakwah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan merupakan bagian dari ikhtiar menyebarkan syiar Islam yang membumi dan berdampak. Berkolaborasi bersama Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), program ini menghadirkan pendekatan dakwah yang tidak hanya berfokus pada penyampaian, tetapi juga pembinaan dan pendampingan masyarakat secara berkelanjutan.
Dakwah dihadirkan lebih dekat—menyapa, membersamai, dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, sehingga nilai-nilai kebaikan tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan dan dijalankan dalam keseharian.
1. Forum Halaqah Qur’an (FHQ) An-Najm
Forum Halaqah Qur’an (FHQ) An-Najm merupakan program dakwah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang hadir sejak 2016 dan berpusat di Jeneponto. Program ini menjadi ruang pembinaan Al-Qur’an yang terbuka bagi semua kalangan, dengan tujuan meminimalisir buta huruf Al-Qur’an serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan pembinaan yang berkelanjutan, FHQ An-Najm tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga mendorong pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Hingga saat ini, FHQ An-Najm telah membersamai sekitar 1.500 santri yang didampingi oleh 45 muwajjih, dengan titik pembinaan yang tersebar di Jeneponto, Bantaeng, Gowa, hingga Makassar.
Bersama FHQ An-Najm, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan terus berkomitmen untuk menjaga cahaya Al-Qur’an tetap menyala—dari desa ke desa, dari satu halaqah ke halaqah lainnya—hingga semakin banyak masyarakat yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan mereka.





2. Dai Transformatif
Dai Transformatif merupakan program yang menghadirkan peran dai sebagai pendamping masyarakat. Para dai tidak hanya menyampaikan dakwah dari mimbar, tetapi juga hadir secara langsung dengan mendampingi, menguatkan, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Melalui pendekatan yang membumi, para dai menjalankan pembinaan keagamaan, penguatan karakter, serta mendorong tumbuhnya kesadaran dan kemandirian masyarakat. Dakwah dihadirkan secara lebih personal, sehingga mampu menjangkau kebutuhan nyata masyarakat.
Saat ini, program Dai Transformatif di Sulawesi selatan telah berjalan di Sinjai dan Toraja Utara sebagai bagian dari ikhtiar menghadirkan dakwah yang berdampak, berkelanjutan, dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.



