

Musibah kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Minggu malam (1/3/2026). Sebanyak 28 rumah panggung hangus terbakar, 10 rumah terdampak, dan 47 kepala keluarga—137 jiwa—kehilangan tempat tinggal. Duka semakin mendalam ketika seorang warga lanjut usia meninggal dunia akibat syok menyaksikan rumahnya dilalap api.
Api berkobar saat sebagian besar warga tengah menunaikan salat Tarawih. Dalam hitungan menit, kobaran merambat cepat karena material rumah yang didominasi kayu dan jarak bangunan yang rapat. Ledakan tabung gas elpiji memecah kepanikan. Warga berhamburan keluar rumah, banyak yang masih mengenakan sarung dan mukena, hanya sempat menyelamatkan diri dan keluarga. Harta benda, pakaian, dokumen penting—semuanya habis tak tersisa.
Kini, di sisa hari-hari Ramadhan, 137 saudara kita harus berteduh di bawah tenda pengungsian. Mereka kehilangan rumah, kehilangan rasa aman, dan harus memulai kembali dari titik nol. Ibu Kasmia hanya bisa menatap puing-puing rumahnya yang rata dengan tanah. “Semua habis. Kami tidak tahu harus mulai dari mana lagi,” tuturnya lirih.
Saat ini, bantuan logistik darurat terus disalurkan oleh petugas gabungan. Namun kebutuhan mendesak masih sangat besar:
Hunian sementara yang layak dan aman
Perlengkapan tidur dan kebutuhan harian
Pakaian dan perlengkapan ibadah
Makanan siap saji dan kebutuhan anak-anak
Pemulihan dokumen penting

Mari hadirkan kembali harapan untuk warga Galung Tulu.
Uluran tangan Anda bukan sekadar bantuan materi, tetapi penopang semangat bagi mereka yang sedang berjuang bangkit dari kehilangan.
Di bulan penuh keberkahan ini, mari kita kuatkan 137 jiwa yang sedang diuji. Bersama, kita bisa membantu mereka membangun kembali rumah, kehidupan, dan harapan yang sempat luluh lantak oleh api.
![]()
Belum ada Fundraiser