ImageAtap Bocor & Dinding Dijadikan Kayu Bakar: Bantu R...
Image

Atap Bocor & Dinding Dijadikan Kayu Bakar: Bantu Renovasi Rumah Sang Nenek di Sinjai Sebelum Roboh

Rp 500.927 dan masih terus dikumpulkan
1 Donatur ∞ hari lagi

Di Rumah yang Hampir Tak Lagi Melindungi

Perjalanan menuju rumah mereka tidak mudah.

Dari jalan poros Samboangia, Sinjai Barat, perjalanan masih harus dilanjutkan sekitar 200 meter, kemudian menuruni lereng gunung dengan sepeda motor kurang lebih 1 kilometer.

Sekitar 200 meter sebelum rumah, kendaraan sudah tidak bisa melintas. Jalurnya terlalu terjal. Perjalanan pun harus dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Turun mungkin terasa mudah. Namun saat pulang, jalan yang sama harus dilalui dengan menanjak.

Medan berat, akses terbatas, dan jarak yang membuat siapa pun harus berpikir dua kali untuk datang.

Namun, di tempat inilah sepasang lansia bertahan menjalani hari-hari mereka.

Di sebuah rumah sederhana yang perlahan kehilangan kemampuannya untuk menjadi tempat berlindung.

Atapnya bocor. Dindingnya bolong-bolong. Ketika hujan turun disertai angin kencang, air masuk hampir ke seluruh bagian rumah.

Di dalamnya, hampir tidak ada perabot yang layak. Hanya ada sebuah kompor gas satu tungku dan lemari pakaian yang telah menemani mereka selama puluhan tahun.

Kondisi keduanya pun begitu rapuh.

Sang nenek sudah tidak mampu berdiri. Untuk berpindah tempat dan melakukan aktivitas sehari-hari, beliau harus bertumpu pada paha dan kedua tangannya.

Sang kakek juga mengalami kelumpuhan. Penglihatannya sudah tidak berfungsi dan pendengarannya hampir tidak tersisa.

Dua tubuh yang sama-sama rapuh, tinggal berdua di rumah yang juga tak lagi kokoh.

Hari-hari mereka bergantung pada bantuan keluarga terdekat dan tetangga. Sekadar untuk makan dan minum.

Namun, di tengah keterbatasan itu, masih ada orang-orang yang memilih untuk peduli.

Salah satunya adalah Ibu Ani, tetangga yang dengan tulus membantu memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

“Iye, saya yang tiap hari yang masak, lalu saya bawakangi. Kadang juga masak sendiri ji. Cuma tidak maui pakai kompor gas, takut meledak. Jadi apa-apa yang bisa dibakar, dibakar saja.”

Karena tidak memiliki cukup bahan bakar untuk memasak, dinding rumah perlahan ikut menjadi kayu bakar.

Satu demi satu bagian rumah diambil untuk dijadikan bahan memasak.

Bahkan dokumen penting seperti Kartu Keluarga dan KTP pernah ikut terbakar karena sudah tidak ada lagi bahan yang bisa digunakan untuk membuat api.

Kini, dokumen tersebut mulai diurus kembali dengan bantuan pemerintah setempat.

Ibu Ani menceritakan semua itu bukan dengan keluhan.

Ia bercerita dengan sederhana, seolah apa yang dilakukan adalah hal biasa.

Padahal, dari tangannya makanan hadir setiap hari untuk sepasang lansia yang tak lagi mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Begitulah kebaikan sering bekerja. Tidak selalu terlihat besar. Kadang hanya berupa sepiring nasi, segelas air, atau seseorang yang datang memastikan hari itu mereka sudah makan.

“Alhamdulillah, dapat ji juga bantuan dari pemerintah,” ucap Ibu Ani pelan.

Saat kami berada di rumah itu, beberapa tetangga lain ikut datang.

Mereka bercerita. Saling menambahkan kisah. Tentang kehidupan pasangan lansia tersebut, tentang keterbatasan mereka, dan tentang bagaimana warga sekitar selama ini berusaha membantu semampunya.

Namun tentu, kepedulian warga tidak selamanya mampu menanggung semuanya.

Mereka membutuhkan rumah yang lebih aman. Mereka juga membutuhkan makanan yang cukup untuk menjalani hari.

Karena itu, melalui campaign ini, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan mengajak Bapak/Ibu dan Sahabat untuk bersama-sama menghadirkan kembali rasa aman bagi pasangan lansia ini.

Apa yang ingin kita bantu?

🏠 Renovasi rumah

Agar rumah yang mereka tempati kembali menjadi tempat berlindung yang layak, aman, dan lebih nyaman dari hujan maupun angin.

🍚 Sembako bulanan

Agar kebutuhan makan mereka tetap terpenuhi dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan tetangga.

Mereka hanya membutuhkan tempat yang aman untuk berteduh dan makanan yang cukup untuk hari-hari mereka.

Bagi kita, mungkin membantu renovasi rumah atau mengirimkan sembako terlihat sederhana.

Namun bagi mereka, bantuan itu bisa berarti sangat besar.

Mari kita hadir bersama.

Mari bantu rumah mereka kembali menjadi tempat berlindung.

Mari bantu penuhi kebutuhan makan mereka.

Karena setiap lansia berhak menua dengan layak, aman, dan tidak merasa sendirian.

🤲 Yuk, ikut bantu renovasi rumah dan penuhi kebutuhan sembako mereka bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Sedikit dari kita, bisa menjadi rasa aman yang begitu berarti bagi mereka.

 

 

 

 

Baca selengkapnya ▾

  • October, 12 2026

    Campaign is published

Orang Baik23 hari yang lalu
Berdonasi sebesar Rp 500.927
Bagikan melalui:
✕ Close