Ramadan Berbagi dengan Sedekah Dongeng

Ramadan Berbagi dengan Sedekah Dongeng

Program Sedekah Dongeng‬ adalah salah satu program yang benih dan cikal bakalnya berangkat dari diskusi antara Pak Huseni (pimpinan Dompet dhuafa sulsel pada saat itu) dengan pimpinan Dongeng Ceria Managemen Kak Iman Surahman pendiri Gerakan Pendongeng untuk Kemanusiaan (Geppuk) yang sudah berjalan sejak tahun 2013.
Program ini muncul karena kepedulian Dompet Dhuafa Sulsel terhadap saudara yang terkena bencana yang dikenal dengan Sedekah Dongeng‪‬ ,Siaga Bencana karena Melalui dongeng kita bersedekah, Melalui dongeng kita menolong sesama, Melalui dongeng untuk kemanusiaan.‬
Program Sedekah Dongeng Ramadhan Berbagi Motivasi Inspirasi merupakan kampanye Dompet Dhuafa Sulsel yang disampaikan dalam bentuk dongeng, Kisah Inspiratif maupun Cerita Motivasi yang oleh Pendongeng Hebat dari DCM untuk menghibur siswa sekolah dan mengajak peduli terhadap saudara-saudara kita yang terkena musibah maupun saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan dimanapun berada.
Aksi ini akan memberikan edukasi dan empati khususnya kepada anak-anak usia sekolah baik TK/RA, SD, SMP, maupun SMA untuk sejak dini gemar bersedekah. Untuk penyaluran Donasi akan di lakukan di 3 tempat berbeda Yaitu Love syria, Ramadhan Berbagi dan Yatim Seribu Pulau. Kegiatan Ini In Shaa Allah akan dilaksanakan selama Bulan Ramadhan dari tanggal 17 juni – 24 juni 2016

 

Sedekah Dongeng

 

Penyaluran  Donasi untuk tema Ramadhan Berbagi akan dilakukan dalam bentuk pelaksanaan program-program ramadhan untuk Dhuafa  seperti : Bekam  gratis  untuk Dhuafa , Bebagi 1.600 paket Takjil, Tabligh  Akbar, Da’i Bina Lapas, Beasiswa Ramadhan untuk Dhuafa dan Parcel Ramadhan

Adapun sasaran untuk Sedekah Dongeng adalah :
TK, TKIT, RA dan PAUD kegiatannya berupa Dongeng Ceria, Games Edukatif dan sulap
SD,MI kegiatannya berupa Dongeng Dakwah & Games Edukatif  serta sulap
SMP/MTS-SMA/MA kegiatannya berupa Berbagi Kisah Inspiratif, Motivasi & Games Edukatif

Belajar Matematika sambil Bermain.  

Suasana ramai oleh tawa anak-anak, mereka berlari berkelompok, membentuk kotak ataupun lingkaran. Seperti sedang bermain, sebenarnya mereka sedang belajar tentang bangun ruang.

Guru adalah seorang seniman yang tak nampak berbeda dengan sutradara. Melalui seorang guru dapat terpahat sebuah keindahan yaitu siswa sebagai pesan yang dikirim untuk membangun sebuah peradaban kelak. Kelas yang pasif mampu manjadi kelas yang aktif nan menyenangkan. Hal ini tak terlepas dari seorang guru. Kelas pasif pangkal guru kreatif. Guru yang sadar akan perannya mampu membangkitkan gairah siswa untuk selalu haus ilmu pengetahuan. Guru sang pembelajar mampu mengintegrasikan dari satu bidang studi ke bidang studi yang lain.

Hal ini dapat dilihat di Mi Miftahul Khair pada kelas 2 yang memiliki wali kelas bernama Ibu Mardiana. Sentuhan program pendidikan pendampingan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melakukan inovasi pada kelas 2. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya pasif dapat diubah menjadi kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan berkat pendampingan sekolah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Kala itu tepatnya di hari Rabu, Bu Mardiana memberikan pelajaran Tematik Matematika dan SBK (Seni Budaya Keterampilan). Matematika menjadi pembuka pelajaran. Lalu, dilanjutkan dengan pelajaran SBK. Siswa begitu antusias mengikuti pelajaran yang dipandu oleh Bu Mardiana. Pasalnya siswa yang memiliki gaya belajar audio, visual dan kinestetik dapat tersalurkan.

sekoci
Suasana Belajar Kelas 2 SD MI Miftahul Khair

Pelajaran Matematika membahas tentang bangun ruang (lingkaran, segi empat, segi tiga). Guru yang menyenangkan, kelas yang cooperative, materi pembelajaran yang variatif, model & metode pembelajaran yang beragam membuat siswa memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan yang senantiasa selalu ingin belajar.

SBK membahas tentang pola gerakan sesuai bentuk bangun datar dengan cara siswa membuat gerakan sesuai pola bangun datar. Dalam hal ini, siswa yang memiliki model belajar kinestetik dapat tersalurkan karena anggota tubuh memdapatkan stimulus berupa gerakan.

“Namanya, Agus, sebelumnya ia pasif dikelas, dengan metode seperti ini, Agus mulai terlihat aktif. Mereka semangat belajarnya, katanya, seperti sedang bermain.” Ibu Mardiana menceritakan tentang salah satu siswanya.

Selain itu, pada pelajaran Matematika siswa juga menggunting kertas origami sesuai pola bangun datar. Lalu, menempelkan potongan kertas tersebut. Jadi, antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lainnya dapat ditematikkan. Mensinergikan dua pelajaran yang berbeda ataupun lebih mampu membuat siswa lebih bergairah dalam menerima pelajaran (Azizah).

School For Principal di Makassar

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. Annisa: 9)

Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa kita adalah persoalan mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan meningkatkan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, Indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang mencakup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.

Munculnya paradigma guru tentang manajemen berbasis sekolah yang bertumpu pada penciptaan iklim yang demokratis dan pemberian kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan secara efisien dan berkualitas. Hal ini sangat diepengaruhi oleh gaya kepemimpinan di sekolah.

Seperti disebutkan Hersey dan Blanchard “ kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu”.

Overton berpendapat : “ leadership is ability to get work done with and through others while gaining their confidence and cooperation”.

Pendapat pertama menekankan makna kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang lain mencapai tujuan dalam suatu situasi. Sedangkan pendapat kedua menekankan fokus kepemimpinan terhadap kemampuan seseorang memperoleh tindakan dari orang lain. Dengan begitiu hakikat kepemimpinan juga merupakan kemampuan mempengaruhi orang.

Kendala-kendala yang terjadi di sekolah dengan krisis kepemimpinan sekolah saat ini menjadi alasan yang sangat kuat kelahiran program School for Principal – Dompet Dhuafa yang berkhidmat untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah melalui keterampilan managemen dan supervisi pembelajaran. Harapannya adalah terciptanya kepemimpian sekolah dan kependidikan yang berdaya guna membangun kualitas sekolah.

School For Principal merupakan program peningkatan kualitas Kepala Sekolah SD/MI dengan mengedepankan karakter Pengajar, Pendidik dan Pemimpin. Dompet Dhuafa Sulsel mengajak para Kepala Sekolah untuk bersama meningkatkan kualitas serta mengembangkan kompetensi dasar, baik kompetensi dasar mengajar maupun kompetensi kepala sekolah serta kompetensi penunjang lainnya sehingga dapat menjalankan tugas memimpin sekolah. Selain itu, tujuan dari School For Principal ini adalah untuk membekali pengetahuan, pemahaman dan pengalaman praktis, efektif, efisien dan terarah bagi kepala sekolah dalam memimpin dan mengembangkan sekolah.

Bentuk Program School for Principal adalah Orientasi (Studium Generale dan Military Super Camp), Perkuliahan (Supervisi Pengajaran, Manajemen Sekolah, Pengembangan Kurikulum dan Training for Trainer), Praktek, PTS dan Wisuda. Perkuliahan dilaksanakan setiap hari minggu.

Kepala Sekolah yang tertarik untuk mengikuti School for Principal harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Muslim/Muslimah
2. Minimal S1
3. Memiliki NUPTK
4. PNS/Non PNS
5. Usia 27-45 Tahun
6. Pengalaman Mengajar minimal 5 Tahun
7. Tidak Merokok saat perkuliahan
8. Tidak dalam keadaan hamil
9. Gratis bagi sekolah yang siswanya mayoritas Dhuafa

Cara mendaftar School for Principal adalah dengan mengisi formulir yang dapat diambil di kantor Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Jl. Abdullah Dg. Sirua 170A, Makassar.  Mengumpulkan berkas yang diminta yaitu : Fotocopy KTP, NUPTK, Ijazah dan Transkrip.

Timeline kegiatan  :
1 – 25 Mei 2016 : Pendaftaran
27 Mei 2016      : Pengumuman lolos berkas
28 Mei 2016      : Interview dan Micro Teaching
25 Mei 2016      : Pengumuman lolos seleksi
5 Juni 2016       : Studium Generale

Informasi lebih lanjut hubungi : Dasnah 0852-4257-0907 atau Jayanti  0852-5546-3141

OPEN RECRUITMENT

Copyright © 2026 DD Sulsel