![]() |
| Senyum merekah para santri |
Tahun ini program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa Sulsel, Alhamdulillah bisa menjangkau beberapa daerah pelosok sampai 13 Kabupaten yaitu Makassar, Maros, Gowa, Takalar, jeneponto, Bone, Soppeng, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Polewali Mandar. Saya dimandatkan sebagai penanggung jawab area kabupaten Gowa. saya pun mulai menyisir daerah Kabupate Gowa, dan kebetulan saya juga tinggal di daerah Gowa. Akhirnya saya menentukan pilihan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban di sebuah tempat bermukimnya anak yatim dan santri tahfidz Qur’an. Pesantren dan Panti Asuhan Darul Istiqomah yang berlokasi di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa menjadi salah satu titik THK Tahun 2015 Dompet Dhuafa Sulsel. Sebelum saya menentukan tempat ini menjadi menjadi titik THK kali ini, saya beberapa kali berkunjung kesana atau sekedar lewat untuk mengetahui kondisi pesantren tersebut. Kenapa saya tertarik dengan pesantren tersebut karena pesantren ini memiliki panti asuhan untuk anak yatim. Anak yatim di panti ini ada yang masih berusia 3 bulan, mereka dibesarkan dididik agar nantinya bisa menjadi penghafal Al-Quran.
“Pesantren dan Panti Asuhan Darul Istiqomah ini dihuni oleh sekitar 70 an anak Panti, dan 243 anak santri,” ujar ibu Erna istri dari pendiri pesantren. Di area pesantren terdapat pula pendidikan formal dari RA sampai Aliyah. Paginya mereka bersekolah, selepas itu mereka di pesantren untuk menghapal Al-Quran dan memperdalam lagi ilmu agama Islam. Dari informasi ibu Erna pula pesantren ini tahun 2014 sekitar bulan Februari pernah dikunjungi Presiden Peyatim Malaysia, Prof. Dato Dr Tengku Mahmod Mansyor. Beliau juga pemerhati anak yatim dan ingin melihat anak yatim di Indonesia. Pesantren ini dipilih karena memiliki rumah anak yatim. KH. Arif Marzuki pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Darul Istiqomah, pada kunjungan pertama saya saat mengassetment berujar, “Inshaa Allah bila kita bersama anak yatim, meyayangi dan mengasuhnya, nanti kita akan bersama Rasulullah di akherat.”. beliau menambahkan mendirikan pesantren ini dari nol, “ Saat itu hanya dua orang santri yang dibina, itu pun dari keluarga sendiri, saat ini sudah banyak yang datang dan mondok disini dari berbagai penjuru nusantara, ada dari pulau Jawa, Lombok, Flores, NTT, dan masih banyak lagi.” Beliau sangat senang program Dompet Dhuafa untuk tebar hewan kurban sampai ke pesantrennya. Bahkan beliau berharap agar kedepannya bisa bersinergi dengan Dompet Dhuafa untuk program-program pemberdayaan santri.
Pagi ini, sepulang sholat Idul Adha kira-kira pukul 09.00, saya dan satu rekan saya bergegas ke lokasi tersebut, saya sudah menyiapkan berbagai perlengkapan untuk penyembelihan hari ini. Kami mengemban amanah dari para donatur yang telah mempercayakan kurbannya tahun ini ke Dompet Dhuafa. Alhamdulillah 1 (satu) ekor sapi untuk Kabupaten Gowa sudah ada di lokasi sejak kemarin malam. Hari ini serentak diadakan penyembelihan dan penyaluran hewan Kurban di beberapa daerah yaitu di Makassar, Gowa, Bone, Soppeng, Maros, dan Polewali Mandar. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, bapak Andriansyah bersama keluarga juga turut hadir di lokasi penyembelihan di Kabupaten Gowa. Beliau roadshow ke titik-titik THK pada hari +1 yang berada di sekitar Makassar. Warga pesantren dan beberapa warga sekitar pesantren sudah menunggu kedatangan kami. Ustadz Asri yang akan menyembelih sudah sejak pagi memberi makan sapi sambil menunggu kami. Penyembelihan dimulai sekitar pukul 10.00, dan berakhir sampai kira-kira sebelum pukul 12.00 siang. Beberapa orang santri dan warga membantu untuk proses ini, ada yang menguliti, memotong-motong, menimbang, dan memasukkan daging ke dalam kantongan, tiap kantongan berisi 1 kg daging yang akan disalurkan ke beberapa warga sekitar pesantren yang tergolong dhuafa, dan tentunya untuk ke panti. Ibu Hajrah Pembina panti sudah siap di lokasi untuk menerima daging untuk dimasak di dapur umum.
![]() |
| Sapi dan daftar nama pekurban |
Puncak prosesi penyembelihan dan penyaluran hewan kurban nomor urut 2 untuk wilayah kabupaten Gowa, ketika pimpinan pesantren KH Arif Marzuki menerima penyaluran hewan kurban secara simbolis dari Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel Bapak Andriansyah. Hewan kurban sapi ini berasal dari kelompok donatur Dompet Dhuafa Sulsel yaitu : 1. Tasmaria Putri; 2. Imelda Salahuddin; 3. Husna Sjiwa; 4. Indrawaty; 5. Novida Tri Wahyuni; 6. Hasmid Jayaputra; dan, 7. Nisa Mulia. Keikhlasan dan ketaqwaan pekurban tertunaikan sudah saat darah mengucur dari leher hewan kurban yang disembelih atas nama Allah. Semoga kurban para donatur tahun ini mendapatkan pahala terbaik oleh Allah SWT, keikhlasan untuk berkurban dan semangat untuk berbagi melalui program Tebar Hewan Kurban tahun ini bisa lebih luas manfaatnya. “Alhamdulillah, lebaran kali ini bisa makan daging kita,” sahut Marwan santri yang duduk di kelas 2 Tsanawiyah dengan senyum merekah, dan dia tuliskan pula di form laporan kurban di kolom testimoni penerima daging kurban, yang akan kami serahkan kepada para donatur. Andai Ini Kurban Terakhirku : Memberikan yang terbaik untuk amal terbaik, tema Tebar Hewan Kurba Tahun ini, semoga dapat berjumpa lagi THK tahun depan dan bisa lebih luas lagi menebar manfaat hingga ke pelosok negeri. Senyum ceria dari para penerima kurban memberikan warna dan nuansa tersendiri akan indahnya untuk selalu berbagi.
>> Efi _ PJ Area Kabupaten Gowa : Desa Timbuseng, Kec. Pattalassaang, 10 Dzulhijjah 1436 H/24 September 2015