Banjir Susulan Makin Parah Hingga Menghanyutkan Sebagian Rumah

(Sumber Foto:BPBD) Ribuan rumah terendam banjir di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Rabu (21/12) pukul 03.00 WITA.

BIMA – Banjir susulan terjang sebagian kota Bima dengan kondisi semakin parah (23/12/2016). hujan tersebut menyebabkan debit sungai naik kembali sehingga banjir telah menggenangi permukiman hingga sebagian menghanyutkan sebagian rumah.

 
Seperti yang dilansir suarantb, ada 6 kecamatan yang terdampak banjir yaitu Kecamatan Empunda, Rasanae Timur, Asa Kota, Raba, Rasanae Barat, dan Rasanae. Wilayah di Kecamatan Empunda daerah yang terdampak meliputi Kelurahan Sadia, Pena To’i, Lewi Rato, Santi, Panggi dan Mande. Di Kelurahan Pena To’i Kecamatan Empunda terdapat 1.126 KK terdampak.
 
Data dari BPBD Kota Bima dilaporkan terdapat 593 rumah rusak berat, 2.400 rumah rusak sedang, 16.226 rumah rusak ringan. Belum ada laporan korban jiwa meninggal. Kemarin telah ditemukan anak yang dilaporkan hilang sebelumnya dalam kondisi selamat.
 
Di Kecamatan Rasanae Timur terdapat 4 kelurahan terdampak yaitu Kelurahan Kodo, Kumbe, Lampe, dan Dodu. Di Kelurahan Dodu terdapat 29 KK terdampak, 17 rumah rusak berat, 12 rumah rusak ringan, masjid 1, SD 1, dan 294 hektar sawah rusak, dan 2 jembatan rusak berat.
 
Di Kecamatan Asakota meliputi Kelurahan Jatiwangi dan Melayu. Di Kecamatan Raba meliputi Kelurahan Rabangodu Selatan dan Kondo. Di Kecamatan Rasanae Barat meliputi Kelurahan Tanjung dan Dara.
 
Di Desa Maria Utara Kecamatan Wawo Kabupaten Bima terdapat 5 rumah hanyut, 11 rumah rusak berat, 49 rumah rusak ringan. Di Desa Maria terdapat 3 rumah hanyut, 8 rumah rusak berat, dan 8 rusak ringan.

Baca Juga: Mari Bantu Korban Banjir Bandang Bima

 
Sementara itu seperti yang dilansir kbknews, Tim Respon Dompet Dhuafa dari Disaster Management Center (DMC) Acul Aziz melaporkan, desa yang terdampak parah adalah Desa Maria, Kec. Wawo dan Desa Kambilo Kec. Wawo, Kab. Bima
 
Sedangkan di Kampung Bugis, Kec. Sape, Kabupaten Bima dari pagi sampai saat ini hujan terus mengguyur .
 
Penduduk Kelurahan Pena To’i, Kec. Rasanae, Kota Bima; Kelurahan, Sadia Kec. Rasanae, Kota Bima; Kelurahan Jati Wangi, Kec. Rasanae, Kota Bima; Kelurahan Melayu, Kec. Rasanae, Kota Bima; Kelurahan Pena Na’e, Kec. Rasanae, Kota Bima. Bersiap untuk mengungsi karena di khawatirkan Sungai Toloweri kembali meluap dan banjir kembali menggila.
 
Disampaikan Acul, sekitar Pukul 11:00 Wita, Pemerintah Kota Bima sudah mengintruksikan masyarakat untuk mengungsi.
 
Berdasarkan pengamatan lapangan, kebutuhan mendesak untuk pengungsi adalah logistik, pakaian, selimut dan obat-obatan.
 
Untuk merespon aksi tersebut, tim Respon DMC mendistribusikan nasi bungkus untuk penduduk korban banjir di Penaraga.
 
“Namun hujan deras kembali mengguyur Kota Bima, kondisi jembatan penghubung antara Penaraga dan Penanae mulai tergenang air, maka tim respon memutuskan untuk kembali dan batal menuju Penaraga. Tim pun akhirnya membagi logistik nasi bungkus di Kelurahan Nae,” terang Acul kepada KBK.
 

Kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan siap saji, pakaian, selimut, air bersih, air mineral, tenda, matras, pelayanan medis dan obat-obatan, peralatan kebersihan seperti sapu, kain pel, sekop dan lainnya untuk membersihkan lumpur.

Dukung tim respon Dompet Dhuafa di Bima, donasi melalui dompet #LoveBima

Salurkan donasi Anda melalui :
?? Bank Mandiri 15200.2299.9292
a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Tambahkan angka (25) pada digit terakhir nominal transfer Anda
*contoh donasi Rp 500.000 menjadi Rp 500.025

?Konfirmasi via SMS/WA ke 0853 7321 1111
?(0411) 459 068

Wajib tambahkan berita transfer donasi “untuk Bima NTB”

#Humanesia #MerekaKeluargaKita

Tags

Leave a comment