Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. Annisa: 9)
Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa kita adalah persoalan mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan meningkatkan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, Indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang mencakup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.
Munculnya paradigma guru tentang manajemen berbasis sekolah yang bertumpu pada penciptaan iklim yang demokratis dan pemberian kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan secara efisien dan berkualitas. Hal ini sangat diepengaruhi oleh gaya kepemimpinan di sekolah.
Seperti disebutkan Hersey dan Blanchard “ kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu”.
Overton berpendapat : “ leadership is ability to get work done with and through others while gaining their confidence and cooperation”.
Pendapat pertama menekankan makna kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang lain mencapai tujuan dalam suatu situasi. Sedangkan pendapat kedua menekankan fokus kepemimpinan terhadap kemampuan seseorang memperoleh tindakan dari orang lain. Dengan begitiu hakikat kepemimpinan juga merupakan kemampuan mempengaruhi orang.
Kendala-kendala yang terjadi di sekolah dengan krisis kepemimpinan sekolah saat ini menjadi alasan yang sangat kuat kelahiran program School for Principal – Dompet Dhuafa yang berkhidmat untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah melalui keterampilan managemen dan supervisi pembelajaran. Harapannya adalah terciptanya kepemimpian sekolah dan kependidikan yang berdaya guna membangun kualitas sekolah.
School For Principal merupakan program peningkatan kualitas Kepala Sekolah SD/MI dengan mengedepankan karakter Pengajar, Pendidik dan Pemimpin. Dompet Dhuafa Sulsel mengajak para Kepala Sekolah untuk bersama meningkatkan kualitas serta mengembangkan kompetensi dasar, baik kompetensi dasar mengajar maupun kompetensi kepala sekolah serta kompetensi penunjang lainnya sehingga dapat menjalankan tugas memimpin sekolah. Selain itu, tujuan dari School For Principal ini adalah untuk membekali pengetahuan, pemahaman dan pengalaman praktis, efektif, efisien dan terarah bagi kepala sekolah dalam memimpin dan mengembangkan sekolah.
Bentuk Program School for Principal adalah Orientasi (Studium Generale dan Military Super Camp), Perkuliahan (Supervisi Pengajaran, Manajemen Sekolah, Pengembangan Kurikulum dan Training for Trainer), Praktek, PTS dan Wisuda. Perkuliahan dilaksanakan setiap hari minggu.
Kepala Sekolah yang tertarik untuk mengikuti School for Principal harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Muslim/Muslimah
2. Minimal S1
3. Memiliki NUPTK
4. PNS/Non PNS
5. Usia 27-45 Tahun
6. Pengalaman Mengajar minimal 5 Tahun
7. Tidak Merokok saat perkuliahan
8. Tidak dalam keadaan hamil
9. Gratis bagi sekolah yang siswanya mayoritas Dhuafa
Cara mendaftar School for Principal adalah dengan mengisi formulir yang dapat diambil di kantor Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Jl. Abdullah Dg. Sirua 170A, Makassar. Mengumpulkan berkas yang diminta yaitu : Fotocopy KTP, NUPTK, Ijazah dan Transkrip.
Timeline kegiatan :
1 – 25 Mei 2016 : Pendaftaran
27 Mei 2016 : Pengumuman lolos berkas
28 Mei 2016 : Interview dan Micro Teaching
25 Mei 2016 : Pengumuman lolos seleksi
5 Juni 2016 : Studium Generale
Informasi lebih lanjut hubungi : Dasnah 0852-4257-0907 atau Jayanti 0852-5546-3141
