Dua Pelajar Sinjai Raih Juara Nasional Di Young Leadership Festival 2025

Dua Pelajar Sinjai Raih Juara Nasional Di Young Leadership Festival 2025


Bogor, 19 Januari 2025 – Dua pelajar penerima manfaat (PM) program Youth Ekselensia Scholarship (YES) dari Kabupaten Sinjai berhasil mencatat prestasi gemilang pada ajang Young Leadership Festival (YLF) tingkat nasional tahun 2025. Keduanya adalah Musdalifah, yang meraih juara 1 lomba Tahfiz dan Hadis, serta Muh. Fadel Ramadhan, juara 1 kategori lomba Video Creative dan Sosial Project.

Acara YLF yang berlangsung pada 17-19 Januari 2025 ini diselenggarakan oleh Great Edunesia, divisi pendidikan dari Dompet Dhuafa. Ajang ini diikuti oleh pelajar-pelajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang bersaing dalam berbagai kategori lomba.

Fasilitator program YES sekaligus pendamping empat peserta dari Kabupaten Sinjai, Ishak, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT. Dan terima kasih atas dukungan dan doa dari banyak pihak. Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi ini. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi penerima manfaat Youth Ekselensia Scholarship Sinjai lainnya untuk terus berjuang meraih impian mereka. Semoga prestasi ini juga dapat mendorong anak-anak Sinjai pada umumnya untuk lebih percaya diri, gigih dalam belajar, dan terus berusaha tanpa kenal lelah demi mencapai cita-cita yang lebih besar di masa depan,” ujarnya.

Ishak juga menyampaikan pesan kepada peserta lainnya yang belum meraih juara. “Bagi yang belum meraih juara, jangan berkecil hati. Teruslah belajar, berproses, berprogres, dan berlapang dada. Bersikaplah kesatria. Teruslah berjuang dan hadirkan Allah dalam setiap niat dan usaha kita.”

Kesan yang mendalam juga disampaikan oleh Fadel. “YLF ini mengajarkan saya bahwa kerja keras dan doa tidak pernah sia-sia. Saya bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT berikan. Semoga dari kegiatan ini, saya bisa berkembang dan membawa dampak positif bagi masyarakat,” ujar Fadel penuh semangat.

Selain Musdalifah dan Fadel, dua pelajar Sinjai lainnya, Wahdaniar dan Riski Amaliah, juga turut berkompetisi dalam ajang bergengsi ini. Meskipun belum meraih gelar juara, keduanya tetap menunjukkan semangat kompetisi yang luar biasa.

Prestasi yang diraih Musdalifah dan Fadel menunjukkan potensi besar generasi muda Sinjai dalam berkompetisi di kancah nasional. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus mengembangkan diri dan meraih prestasi demi kemajuan daerah dan bangsa.

 

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Berkolaborasi dengan PLN Peduli Meluncurkan Program Desa Berdaya di Kabupaten Sinjai

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Berkolaborasi dengan PLN Peduli Meluncurkan Program Desa Berdaya di Kabupaten Sinjai


Sinjai Barat, 5 Desember 2024 – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama PLN Peduli resmi meluncurkan program Desa Berdaya di Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Peluncuran ini disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Arabika, menciptakan suasana haru yang mendalam.

Desa Berdaya merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan pendapatan, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan UMKM, serta pembangunan infrastruktur. Program ini akan berpusat di Kawasan Desa Berdaya Sinjai, yang meliputi fasilitas seperti kantor, rumah olah kopi, area penjemuran, kafe, musholla, serta bangunan lain yang mendukung keberlanjutan program.

Hadir dalam acara peluncuran, Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sinjai sekaligus perwakilan Bupati Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso; Kepala Desa Arabika, Harianto, S.E.; Deputi 1 Direktur Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa, Tri Udhi Kurniawan; Senior Manager Perencanaan PLN UIP 3B Makassar, Andi Murniawati; serta Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Pandu Heru Satrio. Kehadiran para tokoh masyarakat Desa Arabika turut memeriahkan acara ini.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Arabika Harianto, S.E., menyampaikan apresiasinya kepada Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan PLN Peduli atas kontribusinya dalam memberdayakan petani di Sinjai, khususnya di Desa Arabika. “Kami berharap Kawasan Desa Berdaya ini dapat terus berkembang dan menjadi proyek percontohan bagi desa-desa lain, serta dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Sulawesi Selatan selain Kopi Toraja,” ujarnya.

Deputi 1 Direktur Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa, Tri Udhi Kurniawan, menyoroti tantangan regenerasi petani di Indonesia. “Sebagian besar anak muda tidak lagi tertarik menjadi petani, sementara mayoritas petani memiliki lahan di bawah 5.000 meter persegi. Kehadiran program Desa Berdaya ini diharapkan mampu memperkuat komoditas lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Tri Udhi Kurniawan.

Senior Manager Perencanaan PLN UIP 3B Makassar, Andi Murniawati, juga mengungkapkan harapannya agar program ini berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. “Kami berharap program ini tidak hanya berfokus pada pilar ekonomi, tetapi juga mencakup pendidikan, kesehatan, dan aspek lainnya yang mendukung pengembangan Desa Arabika,” jelasnya.

Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso, memberikan apresiasi terhadap program ini. “Program Desa Berdaya ini diharapkan menjadi kawasan pengembangan dan percontohan bagi desa-desa lain, sehingga petani dapat merasakan manfaat yang berkelanjutan dari kolaborasi ini,” tuturnya.

Ramly Usman selaku penerima manfaat/local hero juga mengungkapkan,”rasa bersyukur dan berharap agar Desa Berdaya yang dihadirkan oleh PLN PEduli bekerjasama dengan dompet dhuafa ini bisa memberikan dampak yang luas, terutama pada peningkatan kapasitas petani kopi, produk UMKM masyarakat bisa naik kelas melalui bantuan pengemasan dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat Desa Arabika.

Sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, pengembangan, dan pemberdayaan yang berkualitas, berkesinambungan, serta berdampak positif pada potensi desa secara berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Raih Penghargaan Prestisius pada Hari Kesehatan Nasional ke-60

LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Raih Penghargaan Prestisius pada Hari Kesehatan Nasional ke-60


Pangkajene dan Kepulauan – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60, Senin (25/11), LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Alun-Alun Citra Mas.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas peran strategis LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan sebagai Mitra Pembangunan Kawasan Sehat, Percepatan Penurunan Stunting, dan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan atas kontribusi nyata, tetapi juga bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di Pangkep.

“Kesyukuran yang Luar Biasa”

Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Imran, S.Kep., Ns., menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan ini.
“Sebuah kesyukuran di tahun 2024, LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari pemerintah Kab. Pangkep berupa penghargaan sebagai Mitra Pembangunan Kawasan Sehat, Percepatan Penurunan Stunting, dan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak. Pastinya ini akan menjadi pemicu semangat LKC Sulsel terus bergerak menggaungkan sehat bersama melalui tiga pilar LKC Dompet Dhuafa: pembelaan, pelayanan, dan pemberdayaan,” ungkap Imran.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, mitra kerja, dan pemerintah yang telah bersinergi dengan LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dalam mewujudkan berbagai program kesehatan berbasis pemberdayaan.

Program Unggulan di Tahun 2024

Sepanjang tahun 2024, LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan telah menjalankan tiga program unggulan di Kabupaten Pangkep. Program-program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas, kesadaran, dan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Program Kawasan Sehat
Program ini berfokus pada menciptakan lingkungan sehat melalui pendekatan berbasis masyarakat. Dengan mengintegrasikan edukasi kesehatan, pengelolaan lingkungan, serta perbaikan sanitasi, program ini bertujuan mewujudkan kawasan yang bebas dari penyakit berbasis lingkungan.

Pos Sehat
Pos Sehat adalah layanan kesehatan berbasis komunitas yang memberikan akses langsung kepada masyarakat. Dengan pendekatan jemput bola, Pos Sehat hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan, baik melalui konsultasi, pemeriksaan rutin, hingga pengobatan.

Bidan untuk Negeri (BUN)
Program BUN menjadi salah satu inovasi LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dalam memastikan pelayanan kesehatan ibu dan anak, terutama di daerah-daerah terpencil. Melalui program ini, bidan berperan aktif dalam mendampingi ibu hamil, memberikan edukasi gizi, serta membantu proses persalinan yang aman.

Motivasi untuk Masa Depan

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya kolaboratif dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kesehatan masyarakat. LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus melanjutkan dan memperluas program-program kesehatan yang berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi yang kuat, LKC berharap dapat terus menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera di masa depan.

*”Kami percaya bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap manusia. Oleh karena itu, LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan akan terus berupaya hadir sebagai mitra terpercaya dalam membangun masyarakat sehat melalui pendekatan pembelaan, pelayanan, dan pemberdayaan,” tutup Imran.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 tahun ini menjadi pengingat bahwa dengan kerja bersama, impian menuju Indonesia yang lebih sehat bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

Halaqoh Akbar FHQ AN NAJM Jeneponto: Istiqomah di Jalan Qur’an, Merengkuh Juang Menyambut Masa Depan

Halaqoh Akbar FHQ AN NAJM Jeneponto: Istiqomah di Jalan Qur’an, Merengkuh Juang Menyambut Masa Depan

Jeneponto, 13 Oktober 2024 – Forum Halaqah Qur’an (FHQ) AN NAJM Jeneponto sukses menggelar acara Halaqoh Akbar yang diikuti oleh ratusan santri dari berbagai kelompok FHQ di Kabupaten Jeneponto. Kegiatan ini bertempat di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Roudhotul Huffadz dan dihadiri oleh para santri, ustadz, serta masyarakat sekitar. Mengusung tema “Istiqomah di Jalan Qur’an, Merengkuh Juang Menyambut Masa Depan,” acara ini menghadirkan Ustadz Imam Al Faruq sebagai pemateri utama.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad, 13 Oktober 2024 atau bertepatan dengan 29 Rabiul Akhir 1446H ini diinisiasi oleh FHQ AN NAJM bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel). Acara tersebut bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya santri FHQ, untuk semakin mencintai dan mendalami Al-Qur’an. Dalam sambutannya, Ustadz Abdurrahman, selaku pembina FHQ Jeneponto, menyampaikan rasa syukur atas perkembangan FHQ di wilayah tersebut. “Alhamdulillah, perkembangan FHQ di Jeneponto sangat pesat. Saat ini, sudah terbentuk 106 kelompok FHQ dengan jumlah anggota mencapai 1.679 orang,” ujarnya.

Pandu Heru Satrio, Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel, juga turut memberikan apresiasi atas program ini. Ia menegaskan bahwa FHQ AN NAJM merupakan salah satu program dakwah yang didukung oleh Dompet Dhuafa Sulsel. “Selain program dakwah seperti FHQ AN NAJM, Dompet Dhuafa Sulsel juga menjalankan berbagai program lain, seperti program kesehatan, ekonomi, pendidikan, hingga sosial kebencanaan,” ungkap Pandu.

Puncak acara diisi dengan ceramah motivasi yang dibawakan oleh Ustadz Imam Al Faru, yang menginspirasi para santri untuk tetap istiqomah dalam mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an. Dalam ceramahnya, Ustadz Imam Al Faruq menekankan pentingnya menuntut ilmu Al-Qur’an dan menjadi pengajar Qur’an. “Mari kita menjadi orang-orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Sesungguhnya, banyak sekali keutamaan ketika kita belajar Al-Qur’an,” ujar beliau.

Pesan yang disampaikan Ustadz Imam sangat relevan dengan tema acara, yakni “Istiqomah di Jalan Qur’an, Merengkuh Juang Menyambut Masa Depan.” Pesan tersebut bertujuan untuk memotivasi para santri agar tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi pengajar yang mampu menyebarkan nilai-nilai Qur’an kepada masyarakat luas.

Sebagai bagian dari kegiatan sosial dalam Halaqoh Akbar ini, panitia juga mengadakan penggalangan donasi yang didedikasikan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Para santri FHQ AN NAJM sangat antusias dalam memberikan donasi mereka sebagai wujud solidaritas kepada umat Islam yang membutuhkan di sana. Selain itu, panitia juga mengadakan lelang amal di mana santri-santri turut serta, menunjukkan komitmen mereka untuk membantu sesama.

Acara Halaqoh Akbar FHQ AN NAJM Jeneponto ini berjalan lancar dan penuh makna, tidak hanya memperkuat ikatan spiritual para santri dengan Al-Qur’an, tetapi juga mengajak mereka untuk peduli terhadap permasalahan umat. Dompet Dhuafa Sulsel berharap kegiatan ini dapat terus membangkitkan semangat para santri dalam mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an, sekaligus menguatkan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

Dengan semangat yang telah ditanamkan melalui acara ini, diharapkan para santri FHQ AN NAJM dapat melanjutkan perjuangan mereka dalam mengarungi masa depan yang berlandaskan pada ajaran Al-Qur’an.

 

LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep Luncurkan Program “Bidan Untuk Negeri”

LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep Luncurkan Program “Bidan Untuk Negeri”

Pangkep, 11 September 2024 — Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep meluncurkan program inovatif bertajuk “Bidan Untuk Negeri” di Aula Puskesmas Mandalle. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah-wilayah 3T (terpencil, terluar, dan terdalam) di Kabupaten Pangkep.

Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai stakeholder, Imran, S.Kep., Ns., Koordinator Wilayah LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menjelaskan pentingnya program ini untuk mendekatkan pelayanan kesehatan di daerah-daerah terpencil. “Program Bidan Untuk Negeri adalah komitmen kami dalam memperluas akses kesehatan di wilayah 3T dan mendukung tercapainya 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ini adalah program untuk masyarakat yang didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah, Desa, dan Puskesmas,” ujar Imran.

Hj. Herlina, S.Si., Apt., M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, turut menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap peluncuran program ini. “Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di Pangkep, khususnya di desa-desa dengan akses yang sulit. Kami berharap program ini dapat direplikasi di desa lain di wilayah kami,” kata Herlina.

Program “Bidan Untuk Negeri” bertujuan untuk mendukung misi nasional dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil. Diharapkan program ini mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pelosok negeri.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara LKC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dengan beberapa lembaga terkait, yang menandai komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program “Bidan Untuk Negeri”.

LKC Dompet Dhuafa: Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa adalah bagian dari Dompet Dhuafa yang fokus menyediakan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Melalui program-program inovatif, LKC berkomitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas dan mudah diakses oleh semua kalangan.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan PLN Peduli Gelar Pelatihan untuk Kelompok Tani Madu di Sinjai

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan PLN Peduli Gelar Pelatihan untuk Kelompok Tani Madu di Sinjai

Sinjai, 5 September 2024 – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama PLN Peduli kembali menggelar pelatihan dalam rangka pengembangan Desa Mandiri Berdaya di Kabupaten Sinjai. Menggandeng DDV Sulawesi Selatan dan Serumpun Daya Nusantara, pelatihan kali ini ditujukan untuk kelompok tani madu trigona di Kampung Liangulorang, Sinjai Tengah. Pelatihan ini berfokus pada teknik memperbanyak split madu trigona dan pembuatan kapsul bipolen, sebagai upaya peningkatan kapasitas petani.

Kegiatan yang berlangsung di rumah penangkaran madu tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi madu trigona melalui metode pemecahan sarang. Para petani dibekali cara-cara efektif memperbanyak sarang lebah, agar koloni trigona cepat berkembang dan meningkatkan hasil produksi madu mereka.

Selain itu, pelatihan ini juga membekali petani dengan pengetahuan tentang pembuatan kapsul bipolen, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Bipolen, salah satu produk dari lebah trigona selain madu dan propolis, diketahui memiliki kandungan nutrisi tinggi dan manfaat kesehatan yang luas. Dengan pelatihan ini, petani diharapkan dapat mengolah bipolen menjadi kapsul, sehingga bisa dijual bersama produk madu mereka, menambah nilai ekonomis dari budidaya trigona.

“Kami berharap, kolaborasi bersama Dompet Dhuafa dapat memberikan manfaat lebih bagi petani. Jika sebelumnya bipolen hanya disimpan atau dibuang, kini dapat diolah menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” ungkap Hardiansyah, Direktur Serumpun Daya Nusantara.

Sumarno, ketua kelompok tani madu di Sinjai, juga menyampaikan apresiasinya. “Terima kasih kepada Dompet Dhuafa, PLN Peduli, dan Serumpun Daya Nusantara atas ilmu yang telah diberikan. Semoga usaha madu kami semakin berkembang dan membawa manfaat lebih besar.”

Pelatihan ini turut menghadirkan Rustam, seorang fasilitator dan pengelola usaha madu asal Bontocani yang telah lama menjadi mitra dampingan Dompet Dhuafa. Usaha Madu Bontocani merupakan salah satu program pemberdayaan berbasis masyarakat yang sukses mengembangkan budidaya madu trigona.

Madu trigona, yang dikenal juga sebagai madu kelulut atau klanceng, dihasilkan oleh lebah tanpa sengat yang banyak terdapat di daerah tropis. Madu ini diklaim sebagai salah satu jenis madu terbaik, dengan permintaan pasar yang terus meningkat.

Keberagaman vegetasi di Sinjai menjadi potensi besar untuk pengembangan madu trigona. Program budidaya lebah trigona yang telah berjalan selama dua tahun ini sudah menunjukkan dampak positif bagi masyarakat setempat, membuka lapangan kerja baru dan menjadi salah satu sumber pendapatan bagi petani di Sinjai.

 

Copyright © 2026 DD Sulsel