Kolaborasi BI Sulbar dan Dompet Dhuafa Sulsel Perkuat Ekosistem Ternak Kambing Polman Melalui Wakaf Produktif.

Kolaborasi BI Sulbar dan Dompet Dhuafa Sulsel Perkuat Ekosistem Ternak Kambing Polman Melalui Wakaf Produktif.

POLEWALI MANDAR, 11 JANUARI 2026 – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Barat bersinergi dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan meresmikan program pemberdayaan ekonomi melalui skema Wakaf Produktif bagi kelompok ternak di Desa Tandassura, Kecamatan Limboro, Kabupaten Polewali Mandar. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong kemandirian peternak lokal melalui modernisasi alat pengolahan pakan.

Dalam kegiatan ini, bantuan diserahkan secara simbolis kepada satu kelompok ternak yang terdiri dari 15 orang anggota, yang mencakup peternak laki-laki dan perempuan. Bantuan yang diberikan berupa sarana produksi (sapronak) esensial, yakni 1 unit Mesin Mixer Pakan Basah berkapasitas 120 kg dan 1 unit mesin Chopper Lumba-lumba.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Pandu Heru Satrio, menjelaskan bahwa penggunaan skema wakaf produktif merupakan solusi berkelanjutan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan mesin ini, peternak diharapkan mampu memproduksi pakan olahan secara mandiri dan kolektif.

“Kami berharap bantuan ini dapat membantu para peternak lebih optimal dalam menyediakan pakan olahan. Dengan teknologi ini, proses penyediaan pakan menjadi lebih efisien secara waktu dan tenaga, sehingga produktivitas peternakan meningkat secara signifikan,” ujar Pandu Heru Satrio dalam sambutannya di Desa Tandassura.

Peningkatan produktivitas ini juga diproyeksikan sebagai langkah strategis dalam menyambut momentum Hari Raya Idul Adha yang akan datang. Dengan adanya ketersediaan pakan yang berkualitas, para peternak di Desa Tandassura diharapkan mampu memenuhi standar hewan kurban melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa. Ujarnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut, Bapak Hassani, mitra lokal sekaligus local hero peternakan di Desa Tandassura yang bertindak sebagai pengelola program di lapangan. Kehadiran tokoh lokal ini menjadi kunci utama dalam memastikan pemanfaatan bantuan berjalan secara berkelanjutan.

Penerima manfaat, Ibu Hawaisa, mewakili rekan-rekan peternak lainnya, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian BI Sulbar dan Dompet Dhuafa Sulsel terhadap keberlangsungan mata pencaharian warga desa.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Selama ini pengolahan pakan dilakukan secara manual dan memakan waktu lama. Kehadiran mesin mixer dan chopper ini akan sangat membantu kami dalam mengelola ternak dengan lebih baik,” kata Hawaisa.

Program ini merupakan komitmen berkelanjutan Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui optimalisasi aset wakaf yang dikelola secara produktif untuk sektor riil.

Awardee Youth Ekselensia Scholarship Sinjai Torehkan Prestasi Nasional di Young Leadership Festival 2026

Awardee Youth Ekselensia Scholarship Sinjai Torehkan Prestasi Nasional di Young Leadership Festival 2026

Bogor, 8 Januari 2026 — Dua Awardee Youth Ekselensia Scholarship (YES) wilayah Sinjai berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Young Leadership Festival (YLF) Tingkat Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh GREAT Edunesia Dompet Dhuafa di Bogor. Prestasi ini diraih melalui kompetisi nasional yang diikuti oleh pelajar terpilih dari berbagai provinsi di Indonesia, sebagai bagian dari upaya penguatan karakter dan kapasitas kepemimpinan generasi muda.

Young Leadership Festival merupakan program tahunan yang digagas oleh GREAT Edunesia Dompet Dhuafa sebagai ruang aktualisasi, pembelajaran, dan kolaborasi bagi pelajar penerima beastudi Dompet Dhuafa. Festival ini dirancang untuk menumbuhkan pemimpin muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki visi hidup, keterampilan komunikasi, kepekaan sosial, serta mental bertumbuh dalam menghadapi tantangan zaman.

Pada penyelenggaraan tahun 2026, Young Leadership Festival menghadirkan sejumlah kategori lomba yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan personal dan kemampuan komunikasi publik. Dari ajang tersebut, Muh. Farhan Nur Syahbani, Awardee Youth Ekselensia Scholarship wilayah Sinjai, berhasil meraih Juara II pada kategori Presentasi Life Plan and Career Plan. Kategori ini menuntut peserta untuk menyusun serta mempresentasikan perencanaan hidup dan karier yang terarah, realistis, dan berdampak.

Sementara itu, Sri Resqi Nurvarani, Awardee Youth Ekselensia Scholarship wilayah Sinjai lainnya, meraih Juara III pada kategori Public Speaking. Dalam kategori ini, peserta diuji kemampuan menyampaikan gagasan secara komunikatif, persuasif, dan penuh kepercayaan diri di hadapan audiens nasional.

Muh. Farhan Nur Syahbani mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan. “Saya merasa bangga dan terharu atas pencapaian ini. Proses yang saya jalani penuh tantangan, mulai dari penyusunan materi hingga revisi berulang, namun justru membentuk ketekunan, disiplin, dan mental bertumbuh. Mengikuti Young Leadership Festival menjadi pengalaman yang sangat berkesan, terutama karena dapat berproses dan belajar bersama pelajar dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanannya. “Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua, para guru, saudara, teman, dan sahabat atas doa serta dukungan yang terus mengalir. Apresiasi khusus saya sampaikan kepada kakak mentor yang dengan sabar dan tulus membimbing setiap proses kami. Pencapaian ini merupakan buah dari kepercayaan, dukungan, dan doa banyak pihak,” tambahnya.

Sri Resqi Nurvarani turut menyampaikan rasa bangganya atas kesempatan membawa nama Kabupaten Sinjai ke tingkat nasional. “Saya bangga dapat membawa nama baik Kabupaten Sinjai di tingkat nasional. Kesempatan bertemu dan belajar bersama pelajar dari berbagai daerah menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan atas kepercayaan yang diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk mengikuti Young Leadership Festival 2026, kepada kakak mentor yang telah membimbing dan membina saya, serta teman-teman atas dukungan yang diberikan. Saya bersyukur atas kesempatan, kepercayaan, dan pengalaman berharga ini,” katanya.

Mentor Youth Ekselensia Scholarship wilayah Sinjai, Ishak, menegaskan bahwa esensi dari ajang ini melampaui sekadar capaian juara. “Ini bukan tentang siapa yang menang atau seberapa banyak piagam yang dibawa pulang. Ini tentang menyadarkan pelajar di pelosok negeri bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan, suara mereka layak didengar, dan masa depan negeri ini tumbuh dari keberanian yang mereka tanam,” ungkapnya.

Prestasi yang diraih oleh para Awardee YES Sinjai ini menjadi bukti bahwa pelajar dari daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat nasional ketika mendapatkan ruang, pendampingan, dan kepercayaan. Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar SMA di Kabupaten Sinjai dan daerah lainnya untuk berani bermimpi, mengembangkan diri, serta mengambil peran aktif dalam proses kepemimpinan sejak dini.

Melalui GREAT Edunesia, Dompet Dhuafa terus berkomitmen menghadirkan program pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan guna mencetak generasi muda Indonesia yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang membawa perubahan positif bagi Negeri ini.

Pimpinan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Pandu Heru Satrio, turut memberikan apresiasi atas capaian para Awardee Youth Ekselensia Scholarship wilayah Sinjai tersebut. “Barakallah. Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi para awardee untuk terus bertumbuh, berkembang, dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.

Ia berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya, khususnya di Sulawesi Selatan, untuk terus berani bermimpi, mengasah potensi diri, serta memanfaatkan setiap ruang pembinaan sebagai bekal kepemimpinan di masa depan.

Pelatihan Pangkas Rambut Institut Kemandirian di Makassar Buka Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi

Pelatihan Pangkas Rambut Institut Kemandirian di Makassar Buka Jalan Menuju Kemandirian Ekonomi

Makassar, 21 November 2025 – Sebanyak 12 peserta terpilih resmi memulai Professional Barber Training di Makassar pada Jumat (21/11). Program unggulan dari Institut Kemandirian ini hadir melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan Fixie Barber Course sebagai mitra pelatihan teknis.

Para peserta yang bergabung bukanlah pemuda biasa. Mereka dipilih melalui proses seleksi ketat, sehingga keikutsertaan mereka menjadi langkah awal untuk mengubah masa depan. Dari sebelumnya belum memiliki keterampilan mumpuni, kini mereka berkesempatan menjadi barberman profesional berstandar industri.

Pelatihan berlangsung selama satu bulan dengan kurikulum yang menyeimbangkan hard skill dan soft skill. Peserta tidak hanya dibekali teknik mencukur profesional, tetapi juga nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, etika kerja, dan semangat berwirausaha.


Dalam pembukaan kegiatan, Abdurrahman Usman, Direktur Institut Kemandirian, menyampaikan harapannya agar peserta tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
“Di dunia industri seperti ini, bukan soal lulusan apa atau seberapa tinggi IPK, tapi yang dibutuhkan adalah skill. Namun skill saja tidak cukup, kita juga harus memiliki akhlak yang baik. Inilah yang akan kami bentuk melalui program ini,” ujarnya.

Sementara itu, Pandu Heru Satrio, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menekankan bahwa peserta adalah agen perubahan.
“Teman-teman di sini adalah orang-orang terpilih dari ratusan pendaftar. Jangan lewatkan kesempatan ini. Serap ilmu sebanyak mungkin, karena setelah program ini kami berharap peserta mampu membuka lapangan kerja dan membuat dampak ZISWAF bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Dari pihak mitra teknis, Nana Supriatna, perwakilan Fixie Barber Course, menekankan pentingnya karakter dalam dunia kerja.
“Kami siap membuka ruang belajar. Tapi yang paling penting adalah kejujuran dan attitude. Keterampilan bisa diasah, namun karakter tidak bisa dibeli,” ungkapnya.

Kehadiran Professional Barber Training di Sulawesi Selatan merupakan bukti nyata sinergi multipihak dalam membuka jalan kemandirian bagi generasi muda. Dengan kurikulum seimbang, target praktik terukur, dan peluang penempatan kerja, program ini diharapkan mampu mencetak barberman profesional sekaligus pengusaha muda yang mandiri.

Program ini sendiri dirancang untuk memperluas akses kemandirian ekonomi melalui pendidikan vokasi. Dengan semangat kolaborasi, Sulawesi Selatan menjadi saksi lahirnya generasi baru barberman yang tidak hanya piawai memegang gunting, tetapi juga siap ikut memotong rantai kemiskinan melalui keterampilan, etika, dan kemandirian.

MONEV Program YES Sinjai 2025: Bukan Sekadar Beasiswa, Ini Tentang Mimpi dan Masa Depan

MONEV Program YES Sinjai 2025: Bukan Sekadar Beasiswa, Ini Tentang Mimpi dan Masa Depan


Sinjai, 24 Mei 2025 — Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan pendidikan di daerah dengan menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk program Youth Ekselensia Scholarship (YES) di Kabupaten Sinjai.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tapi menjadi momen penting bagi para penerima manfaat YES, mentor serta pengelola program YES di wilayah untuk berkumpul, berdiskusi, dan melakukan refleksi bersama atas perjalanan mereka sejauh ini.

Program YES sendiri hadir di Sinjai sebagai upaya nyata menghadirkan pendidikan komprehensif dan berkualitas serta pendampingan intensif bagi pelajar tingkat sekolah menengah atas. Tak hanya soal bantuan dana pendidikan, para penerima manfaat juga dibekali pembinaan karakter, pengembangan diri, dan penguatan visi masa depan.

“Monev ini bertujuan untuk melihat bagaimana progres pengembangan diri dari adik-adik penerima manfaat. Setiap agenda melalui pendampingan rutin, pembinaan karakter, dan kegiatan pengembangan diri, program YES berupaya membentuk generasi muda yang unggul secara akademik, moral, dan kepemimpinan.” ungkap Pandu H. Satrio, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Ia juga menambahkan, “Semoga para penerima manfaat YES Angkatan 3 ini dapat menjadi role model dan inspirasi bagi teman-teman lainnya agar terus bermimpi untuk meraih cita-cita dunia dan juga cita-cita akhirat”
Selain sebagai ajang refleksi, Monev juga membuka ruang bagi para peserta untuk menyampaikan ide dan gagasan yang bisa memperkuat inovasi dan pengembangan program ke depan. Harapannya, program YES di Sinjai bisa terus berkembang dan menjadi contoh model pendidikan berbasis nilai dan kualitas di daerah lainnya.

Dompet Dhuafa berharap, kehadiran YES di Sinjai bukan hanya menjadi bantuan pendidikan sesaat, tetapi menjadi pijakan kuat bagi lahirnya generasi pelajar unggulan dari pelosok Sinjai yang siap bersaing dan memberi manfaat untuk negeri.

Tim Respon Cepat Dompet Dhuafa Bersama SAR Gabungan Tangani Korban Tenggelam di Kabupaten Maros

Tim Respon Cepat Dompet Dhuafa Bersama SAR Gabungan Tangani Korban Tenggelam di Kabupaten Maros

Maros, Sulawesi Selatan — Tim Respon Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama tim SAR gabungan merespons cepat insiden tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang terseret arus di Sungai Biseang Laborro, Pattunuang, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, pada Kamis (23/1/2025).

Diketahui, ketiga mahasiswa tersebut adalah Jean Eclezia (19 tahun), Syadza (19 tahun), dan Resky Rahim (21 tahun), mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Unhas.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menurunkan 5 personel beserta 1 armada ambulans untuk mempercepat proses evakuasi yang dilakukan bersama tim SAR gabungan. Proses pencarian dimulai dari titik awal lokasi kejadian hingga menyisir area di sepanjang aliran Sungai Biseang Laborro.

Kepala BPBD Maros, Towadeng, menyampaikan bahwa korban pertama, Jean Eclezia, ditemukan pada radius 1 km dari lokasi awal dilaporkan hilang. “Korban ditemukan tersangkut di akar pepohonan di belakang area Pertamina,” ungkapnya.

enazah Jean kemudian dievakuasi ke RSUD dr. La Palaloi, Maros. Pihak keluarga dan perwakilan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unhas telah berada di rumah sakit untuk proses penjemputan jenazah.

Korban kedua, Resky Rahim (21 tahun), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (23/1/2025), dengan lokasi penemuan sejauh 300 meter dari titik awal hilang. Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, menyatakan jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. La Palaloi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Proses pencarian korban terakhir, Syadza, berlanjut hingga Jumat (24/1/2025). Nasrul mengungkapkan bahwa Syadza ditemukan pukul 09.30 WITA di aliran Sungai Ta’daeng, sekitar 1 km dari lokasi awal hilang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RSUD dr La Palaloi.

Kapolres Maros, AKBP Douglas Mahendrajaya, menjelaskan kronologi insiden ini.
Pada Kamis (23/1/2025), enam mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA untuk survei rencana camping yang dijadwalkan pada 23 Februari 2025. Setelah selesai mengecek area, mereka memutuskan kembali, tetapi jalur yang sebelumnya mereka lalui telah dialiri air akibat hujan di hulu.

Karena kondisi mulai gelap, mereka memutuskan menyeberangi aliran air dengan saling berpegangan tangan. Saat mendekati jembatan penyeberangan, salah satu mahasiswa mencoba melompat untuk menggapai tiang pegangan tetapi gagal, sehingga jatuh dan terbawa arus. Tiga mahasiswa lainnya ikut terseret karena saling berpegangan.

Arus sungai yang deras dengan ketinggian mencapai dua meter menyulitkan korban untuk menyelamatkan diri. Dari empat mahasiswa yang jatuh, satu berhasil menyelamatkan diri, sementara tiga lainnya hilang.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Koordinator tim, Syarif Syamsuddin, mengapresiasi kerja sama tim SAR gabungan, BPBD Maros, serta masyarakat setempat yang turut membantu dalam proses pencarian dan evakuasi.

“Kami berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan di alam terbuka, terutama di lokasi yang rawan bencana,” ujar Syarif Syamsuddin.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan juga berkomitmen untuk terus memberikan bantuan dan dukungan dalam setiap kondisi darurat yang terjadi di masyarakat.

Rusli Nasir, Muwajjih Forum Halaqoh Qur’an Dompet Dhuafa Sulsel, Raih Sanad Al-Qur’an 30 Juz

Rusli Nasir, Muwajjih Forum Halaqoh Qur’an Dompet Dhuafa Sulsel, Raih Sanad Al-Qur’an 30 Juz

Takalar, 22 Januari 2025 – Kebanggaan kembali hadir di tengah keluarga besar Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Rusli Nasir, seorang muwajjih yang tergabung dalam Forum Halaqoh Qur’an Dompet Dhuafa Sulsel dan berasal dari Jeneponto, berhasil meraih sanad Al-Qur’an 30 juz, menjadi generasi ke-34 yang menerima sanad ini. Prosesi pemberian sanad berlangsung khidmat dalam kegiatan tasmi’ 30 juz yang digelar di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an (PPTQ) Al Imam Al Jazary, Takalar.

Di balik capaian yang luar biasa ini, tersimpan kisah perjuangan yang penuh pengorbanan. Selama kurang lebih dua tahun, Ustadz Rusli Nasir menempuh perjalanan dari Jeneponto ke Takalar sekali dalam seminggu untuk menyetorkan hafalan sanadnya. Dengan fisik yang tak memungkinkan untuk naik motor, beliau memilih untuk naik angkot, kendaraan umum yang sederhana namun penuh makna bagi setiap langkah perjuangannya.

Hujan, panas, lelah, hingga rasa sakit fisik yang sering kali menghampiri tak pernah menghentikan semangat beliau. Dalam perjalanan yang panjang, terkadang tubuhnya terasa lemah, namun hati beliau tetap kokoh. Tentunya semua ini tidak lepas dari dukungan keluarga besar Rouhotul Huffadz, keluarga besar FHQ An-najm, serta keluarga besar Dompet Dhuafa Sulsel, terutama Gurunda Al Hafs Haba Kiai Ustadz Abdurrahman R., S.Pd, M.Pdi.

Rusli Nasir telah menempuh proses pendidikan Al-Qur’an yang panjang dan penuh dedikasi di Forum Halaqoh Qur’an Dompet Dhuafa Sulsel. Sanad yang diraihnya diperoleh melalui riwayat Hafs ‘an Ashim dari jalur Syatibiyyah – jalur qira’at dengan kredibilitas tinggi yang diakui luas dalam tradisi Islam. Di bawah bimbingan Ustadz H. Muh. Humaidi Hatta, Lc, Al Hafidz, Rusli Nasir menunjukkan semangat luar biasa dalam mempelajari, menghafal, dan memahami Al-Qur’an.

Keberhasilan Rusli Nasir ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi tetapi juga inspirasi besar bagi muwajjih lainnya, khususnya mereka yang tengah berjuang menghafal dan mempelajari kitab suci umat Islam. Pihak Dompet Dhuafa Sulsel berharap pencapaian ini dapat memotivasi generasi muda untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an dan berkomitmen untuk menjaga serta mengamalkan isinya.

Dalam pernyataannya, pihak Dompet Dhuafa Sulsel menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga atas pencapaian luar biasa ini. “Keberhasilan Rusli Nasir adalah bukti nyata dari kerja keras, ketekunan, dan kesungguhan dalam mendalami Al-Qur’an. Kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Sulawesi Selatan untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya pedoman hidup,” ujar salah satu perwakilan Dompet Dhuafa Sulsel.


Melalui dukungan yang berkesinambungan, Dompet Dhuafa Sulsel terus berkomitmen untuk mencetak generasi Qur’ani yang mampu menjadi penerang bagi umat. Keberhasilan seperti ini diharapkan akan terus terulang di masa depan, menciptakan lebih banyak penghafal dan penjaga Al-Qur’an yang unggul di Sulawesi Selatan maupun di seluruh Indonesia.

Copyright © 2026 DD Sulsel