School of Master Teacher Berbagi di Barru

School of Master Teacher Berbagi di Barru

Barru, 40 Guru SD Se-Kabupaten Barru mengikuti pelatihan PAIKEM dengan tema ‘Guru Kreatif, Siswa Kreatif’ yang dilaksanakan oleh School of Master Teacher Dompet Dhuafa Sulsel di Aula Dinas Pendidikan Kab. Barru, Ahad 3 Januari 2016. Pelatihan ini diisi oleh Fasilitator School of Master Teacher (SMT), Jayanti, berkolaborasi dengan alumni SMT Angkatan ke-4, Sukaena, Hasma, dan Nur Islamiah.

Pelatihan ini dilaksanakan dalam rangka Open Recruitment School of Master Teacher Angkatan ke-5 yang akan dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Barru dan Pangkep.
School of Master Teacher berkomitmen untuk melahirkan guru-guru transformatif dengan kapasitas 3P (pengajar, pendidik, dan pemimpin).

St. Parida, S.Pd. kepala Sekolah SDI Menrong, “sangat mendukung dan salut kepada Dompet Dhuafa karena telah membantu guru untuk meningkatkan metode mengajar dan memberikan pengalaman yang berharga kepada guru-guru di Barru, yang nantinya dapat dijadikan contoh dalam proses KBM, dan saya akan mendorong guru saya untuk mengikuti program ini”.

Pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan amat penting menjadi perhatian guru dalam melakasanakan Proses Belajar Mengajar (PBM) sebab para peserta didik perlu diakomodir sesuai gaya belajar mereka. Guru yang paham dengan kebutuhan siswa tentu akan mengajar dengan penuh semangat juga jeli dalam melihat gaya belajar para peserta didik.

“Pelatihan PAIKEM yang digelar oleh Dompet Dhuafa Sulsel ini diharapkan dapat menjadi langkah awal para guru untuk memotivasi kelas-kelas mereka”. Ungkap Dasnah, Fasilitator School of Master Teacher Daerah Sulsel.

Sedekah Dongeng “Tupi tidak bisa membaca” bersama TK Khalifah 3 Makassar

Hari ini Dompet Dhuafa Sulsel kembali mengadakan ‪#‎SedekahDongeng‬ di TK Khalifah 3 yg terletak di jl. Faisal Makassar.
“Tupi yg tidak bisa membaca” menjadi tema dongeng kak Heru Dongeng Makassarkali ini. Anak anak terlihat begitu antusias dan ceria mendengarkan cerita dongen yg di tampilkan oleh kak Heru. Sedekah dongen tersebut, di akhiri dengan kegiatan penggalangan infak untuk para korban Asap di Kalimantan dan Sumatera.
Alhamdulilah sebanyak Rp. 2.110.000 telah terkumpul berkat kesadaran dan rasa peduli anak anak TK Khalifah terhadap sesama.
Ayo dukung gerakan bersama ‪#‎MelawanAsap‬ dengan cara menyalurkan donasi anda melalui Dompet Dhuafa. Anak TK aja peduli, masa kalian ngga? smile emotikon
Salurkan donasi Anda Melalui:
BNI Syariah : 015.938.7145
a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika(*tambahkan angka 100 diakhir nominal donasi Anda, misalnya 50.100,- untuk donasi Rp. 50.000)
konfirmasi ke 0853 732 11111 setelah transfer

MILITARY SUPER CAMP PESERTA SCHOOL OF MASTER TEACHER ANGKATAN IV

4 & 5 Oktober 2015 menjadi momen seru bagi peserta School of Master Teacher (SMT) angkatan IV. Pasalnya, pada hari tersebut mereka mengikuti Military Camp di Kostrad Kariango Kabupaten Maros.
Peserta acara ini terdiri atas 24 guru SD dan MI se-kabupaten Pangkep yang terjaring melalui seleksi administrasi, interview dan microteaching. Selain tahap military camp, mereka juga akan menjalani tahap perkuliahan, supervisi dan coaching pembelajaran, penelitian tindakan kelas (PTK), ujian PTK, ujian sumatif, microteaching dan wisuda. Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan.
Kegiatan yang dilatih oleh tentara kostrad ini dimaksudkan sebagai ajang penempaan keberanian, kedisiplinan, kecakapan PBB dan kerjasama tim. “Sejak awal tiba hingga meninggalkan lokasi military camp, peserta dinilai kedisiplinan, kerjasama tim serta kecakapan PBB-nya oleh para coach dari Kostrad,” Jayanti, fasilitator SMT menjelaskan.
Pada hari pertama, setelah acara penyambutan, peserta mendapatkan pelatihan simulasi menembak dan jurit malam. Hari kedua, mereka diberikan pelatihan PBB, materi indoor wawasan nusantara, perahu karet, flying fox dan outbond.

“Ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Sebelumnya saya sangat penakut. Setelah mengikuti tahapan ini, saya merasa lebih berani,” tutur Irmawati, guru kelas 2 SDN Lejang 2.

SMT PERDALAM WAWASAN NUSANTARA BERSAMA KOSTRAD KARIANGO

“Mengapa letak Indonesia stategis?” Tanya lettu Dimas saat mengawali presentasi wawasan nusantara di hadapan 24 peserta School of Master Teacher (SMT) pada Military Super Camp.
“Karena terletak di antara dua samudera”, Jawab Muhrayana, guru SDN 23 Kanaungan Kab. Pangkep, salah satu peserta Military Super Camp.
Beberapa peserta lain pun terdengar mengemukakan pendapatnya saat pertanyaan terlontar dari pemateri. Usai mendapat latihan dasar PBB, dan caraka malam Yang seakan tak putus menguras tenaga mereka. Ternyata antusiasme para peserta masih terlihat jelas. Wawasana Nusantara merupakan salah satu materi wajib bagi peserta SMT sebagai pendidik yang akan mentransfer wawasan tersebut kepada para peserta didiknya. Menhadarkan akan kecintaan terhadap NKRI. Meski materi wawasan nusantara bukan hal yang kali pertama didapatkan para peserta, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk memahami materi slide per slide yang diapaparkan oleh Lettu Dimas.
“Mengapa ada konfik antarkeamanan, padahal tugas para aparat untuk mengamankan?”
Saat sesi tanya jawab, salah seorang peserta SMT melontarkan pertanyaan demikian.
Kurangnya implementasi wawasan nusantara juga merupakan salah satu penyebab adanya konflik. Lebih mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan umum. Pun merupakan pemicu adanya konflik, bahkan sesama aparat. Papar Lettu Dimas. Di awal penjelasan pun, Lettu Dimas terlihat menyampaikan bentuk keprihatinannya.
Indonesia terlalu berharga untuk disia-siakan. Oleh karena itu, tanah Indonesia mesti dirawat. Memetik pelajaran berharga dari materi wawasan nusantara diharapkan 24 guru SD/MI asal Pangkep yang telah digembleng di Kostrad Kariango Maros mampu menajamkan rasa cinta para pendidik kepada NKRI.
Merawat Indonesia dapat dilakukan dalam bentuk apapun. Dimulai dari hal kecil, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, berbenah melalui kualitas para pendidik di tingkat dasar, demi menajamkan, juga menumbuhkan nilai cinta pada profesi yang digeluti oleh para peserta melalui Military Super Camp (MSC).
Bangga Jadi Guru, Guru Berkarakter, Menggenggam Indonesia!


By.Dasnah

School of Master Teacher Dompet Dhuafa Telah Lahirkan 3 Angkatan

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DDSS) bekerjasama dengan Sekolah Guru Indonesia (SGI)  telah melahirkan tiga angkatan pada program School of Master Teacher (SoMTe). Hal ini ditandai dengan diwisudanya peserta angkatan ketiga pada Ahad, 13 September 2015 bertempat di aula kantor bupati Pangkep. Acara yang dibuka oleh Mustafa, Staf Ahli bidang pemerintahan dan politik Kabupaten Pangkep ini diselenggrakan bersamaan dengan Studium Generale (Kuliahumum) bagi peserta baru angkatan keempat sejumlah 29 guru yang tercatat sebagai guru pegawai negeri maupun honorer dari sekolah dasar negeri, swasta serta madrasah ibtidaiyahse-kabupaten Pangkep.
Peserta yang tergabung dalam program ini adalah mereka yang terjaring melalui tahap seleksi administrasi, interview dan micro teaching. Peserta terpilih kemudian diberikan pembinaan selama kurang lebih tiga bulan yang terdiri dari kuliah pengayaan, penulisan dan siding karya tulis ilmiah, supervise dan coaching pembelajaran serta military camp. Lima tema pelatihan yang dijalankan dalam program ini yakni kelasku istanaku , penelitian asyik, kelas kreatif, kelas ceria dan kelas model.
Program ini bertujuan melahirkan guru dengan karakter 3P, yakni sebagai Pengajar, Pendidik dan Pemimpin. Dalam sambutannya, Mustafa menyampaikan apresiasi serta dukungan terhadap program ini. “Mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua. Kami sangat mengapresiasi dan mendukung program ini berjalan di Pangkep sekaligus menghaturkan terimasih yang sebesar-besarnya kepada Dompet Dhuafa sebagai pihak penyelenggara,” ungkapnya.
“Tidak sekadar mampu mengajar dengan baik, di SoMTe kami mendapatkan bekal berharga sebagai guru agar mampu memahami karakter peserta didik serta mampu berpikir kreatif dan inovatif agar tetap dapat menjalankan proses pembelajaran terbaik dalam setiap kondisi,” ungkap Sukri, salah satu peserta SoMTe dari Kabupaten Maros.

Pendapat seorang Professor mengenai School of Master Teacher, salah satu program pendidikan Dompet Dhuafa

SALAH SEORANG PROF. menelepon ke nomor layanan donatur dompet dhuafa sulsel dan meminta bertemu dengan amil dompet dhuafa sulsel.

Rupanya, beliau dapat informasi dari brosur Yang disebar oleh fundraiser yang tersebar di beberapa pusat perbelanjaan dan layanan umum kota Makassar.
“Saya bertemu beliau dan bercerita banyak hal. Beliau tertarik untuk membahas program SoMTe dan sangat mensupport program SoMTe. Kami mendapat banyak nilai dan nasihat dari beliau berkat brosur yang disebar oleh fundriser di konter2”
Demikianlah Yang dipaparkan syarif, salah satu staf program dompet dhuafa sulsel melalui broadcast media sosial.
Ia menambahkan juga bahwa nasihat sang professor, eks rektor UVRI itu menjadi pelajaran berarti dan tidak ternilai. Bahkan melebihi rupiah.
Prof. DR. Umar Tirtaraharha mengatakan bahwa pendidikan seperti ini harus ditingkatkan, dan harus dimulai dari niat, niat, dan niat. Kuncinya adalah niat kita.
Sang guru sempat menyampaikan pesan bahwa di sisa-sisa waktu hidupnya itu. Ia ingin bertemu dengan orang-orang yang menjadi fasilitator dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. SCHOOL OF MASTER TEACHER sangat diapresiasinya. Salah satu keinginannya, ia meminta dipertemukan dengan orang2 SMT untuk diberikan suntikan motivasi tinggi terhadap dunia pendidikan. Pun ia siap, jika dibutuhkan sebagai fasilitator kegiatan mengupgrade kependidikan guru.
Copyright © 2026 DD Sulsel