Tabligh Akbar, Meraih Berkah Ramadhan dengan Berbagi.

Bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan mengadakan kegiatan Tabligh Akbar dengan tema “Meraih Berkah Ramadan dengan Berbagi”.  Pembicara Ustadz Dr. H. Mujetaba Mustafa, M.Ag (Ketua Umum KNRP Sulawesi Selatan) yang dirangkaikan dengan Pemberian Beasiswa Ramadhan kepada 300 anak Yatim dan Dhuafa serta Pembagian Paket Parcel Lebaran untuk 437 dhuafa.

Dalam Tabligh Akbar ini dihadiri oleh Majelis taklim yang ada di Kota Makassar, Donatur Dompet Dhufa Sulsel, dan Penerima Manfaat kaum dhuafa dari binaan Dompet Dhuafa.  Kegiatan ini berlangsung pada hari Senin 27 Juni 2016, di Mesjid Baiturrahman,Jl.Urip Sumoharjo, Panaikang Makassar.

Tabligh Akbar dimulai dengan pembacaan Tilawah oleh salah satu penerima manfaat dari Dompet Dhuafa Sulsel, Agus. Kemudian dilanjutkan oleh Andriansyah, Direktur Dompet Dhuafa Sulsel yang memberikan sambutan dan memperkenalkan segala hal tentang Dompet Dhuafa. Acara dilanjutkan dengan pemberian Beasiswa Ramadhan dan Parcel Lebaran kepada kaum dhuafa. “ Dengan Tabligh Akbar ini, kami dapat mengajak Masyarakat Kota Makassar untuk merai berkah Ramadhan dengan berbagi.” Ungkap Andriansyah, Direktur Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Ceramah dari Ustadz Dr. H. Mujetaba Mustafa, M.Ag
Ceramah dari Ustadz Dr. H. Mujetaba Mustafa, M.Ag

Beasiswa Ramadhan merupakan bantuan yang diberikan kepada anak dhuafa. Target penerima Beasiswa Ramadhan adalah 300 siswa dengan rincian 100 SD, 100 SMP, dan 100 SMA.  Beasiswa ini berisi alat tulis sekolah dan uang transportasi. Secara simbolis pada tabligh akbar ini, beasiswa diberikan kepada 32 siswa SD, 11 siswa SMP dan 7 siswa SMA.

Pembagian Beasiswa Ramadhan
Pembagian Beasiswa Ramadhan

Pembagian Parcel Lebaran akan diberikan untuk janda dhuafa, marbot, lansia, penyapu jalan dan tukang gali kubur. Target penerima  Parcel Lebaran adalah 437 kaum dhuafa. Isi parcel lebaran ini sembako, seperti minyak, beras, susu, dan lain – lain.

Pembagian Parcel Lebaran
Pembagian Parcel Lebaran

Beasiswa Ramadhan dan Parcel Lebaran ini akan disebar ke beragam kota di Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Maros, Pangkep, Pare-pare, Jeneponto, Polman, dan Soppeng.

Menjelang Buka Puasa, Ustadz Dr. H. Mujetaba Mustafa, M.Ag berceramah seputar Berkah Ramadhan dengan Berbagi yang dirangkaikan dengan penggalangan donasi untuk program Dompet Dhuafa Sulsel. Tabligh akbar diakhiri dengan buka puasa yang disponsori oleh Ayam Bakar Wong Solo dan Ayam Penyet Surabaya.

Buka puasa bersama
Buka puasa bersama

Belajar Matematika sambil Bermain.  

Suasana ramai oleh tawa anak-anak, mereka berlari berkelompok, membentuk kotak ataupun lingkaran. Seperti sedang bermain, sebenarnya mereka sedang belajar tentang bangun ruang.

Guru adalah seorang seniman yang tak nampak berbeda dengan sutradara. Melalui seorang guru dapat terpahat sebuah keindahan yaitu siswa sebagai pesan yang dikirim untuk membangun sebuah peradaban kelak. Kelas yang pasif mampu manjadi kelas yang aktif nan menyenangkan. Hal ini tak terlepas dari seorang guru. Kelas pasif pangkal guru kreatif. Guru yang sadar akan perannya mampu membangkitkan gairah siswa untuk selalu haus ilmu pengetahuan. Guru sang pembelajar mampu mengintegrasikan dari satu bidang studi ke bidang studi yang lain.

Hal ini dapat dilihat di Mi Miftahul Khair pada kelas 2 yang memiliki wali kelas bernama Ibu Mardiana. Sentuhan program pendidikan pendampingan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melakukan inovasi pada kelas 2. Kegiatan belajar mengajar yang sebelumnya pasif dapat diubah menjadi kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan berkat pendampingan sekolah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Kala itu tepatnya di hari Rabu, Bu Mardiana memberikan pelajaran Tematik Matematika dan SBK (Seni Budaya Keterampilan). Matematika menjadi pembuka pelajaran. Lalu, dilanjutkan dengan pelajaran SBK. Siswa begitu antusias mengikuti pelajaran yang dipandu oleh Bu Mardiana. Pasalnya siswa yang memiliki gaya belajar audio, visual dan kinestetik dapat tersalurkan.

sekoci
Suasana Belajar Kelas 2 SD MI Miftahul Khair

Pelajaran Matematika membahas tentang bangun ruang (lingkaran, segi empat, segi tiga). Guru yang menyenangkan, kelas yang cooperative, materi pembelajaran yang variatif, model & metode pembelajaran yang beragam membuat siswa memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan yang senantiasa selalu ingin belajar.

SBK membahas tentang pola gerakan sesuai bentuk bangun datar dengan cara siswa membuat gerakan sesuai pola bangun datar. Dalam hal ini, siswa yang memiliki model belajar kinestetik dapat tersalurkan karena anggota tubuh memdapatkan stimulus berupa gerakan.

“Namanya, Agus, sebelumnya ia pasif dikelas, dengan metode seperti ini, Agus mulai terlihat aktif. Mereka semangat belajarnya, katanya, seperti sedang bermain.” Ibu Mardiana menceritakan tentang salah satu siswanya.

Selain itu, pada pelajaran Matematika siswa juga menggunting kertas origami sesuai pola bangun datar. Lalu, menempelkan potongan kertas tersebut. Jadi, antara mata pelajaran yang satu dengan mata pelajaran yang lainnya dapat ditematikkan. Mensinergikan dua pelajaran yang berbeda ataupun lebih mampu membuat siswa lebih bergairah dalam menerima pelajaran (Azizah).

School For Principal di Makassar

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka.Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS. Annisa: 9)

Salah satu persoalan pendidikan yang sedang dihadapi bangsa kita adalah persoalan mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, dan meningkatkan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, Indikator mutu pendidikan belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama di kota-kota, menunjukkan peningkatan mutu pendidikan yang mencakup menggembirakan, namun sebagian besar lainnya masih memprihatinkan.

Munculnya paradigma guru tentang manajemen berbasis sekolah yang bertumpu pada penciptaan iklim yang demokratis dan pemberian kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk menyelenggarakan pendidikan secara efisien dan berkualitas. Hal ini sangat diepengaruhi oleh gaya kepemimpinan di sekolah.

Seperti disebutkan Hersey dan Blanchard “ kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu”.

Overton berpendapat : “ leadership is ability to get work done with and through others while gaining their confidence and cooperation”.

Pendapat pertama menekankan makna kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang lain mencapai tujuan dalam suatu situasi. Sedangkan pendapat kedua menekankan fokus kepemimpinan terhadap kemampuan seseorang memperoleh tindakan dari orang lain. Dengan begitiu hakikat kepemimpinan juga merupakan kemampuan mempengaruhi orang.

Kendala-kendala yang terjadi di sekolah dengan krisis kepemimpinan sekolah saat ini menjadi alasan yang sangat kuat kelahiran program School for Principal – Dompet Dhuafa yang berkhidmat untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala sekolah melalui keterampilan managemen dan supervisi pembelajaran. Harapannya adalah terciptanya kepemimpian sekolah dan kependidikan yang berdaya guna membangun kualitas sekolah.

School For Principal merupakan program peningkatan kualitas Kepala Sekolah SD/MI dengan mengedepankan karakter Pengajar, Pendidik dan Pemimpin. Dompet Dhuafa Sulsel mengajak para Kepala Sekolah untuk bersama meningkatkan kualitas serta mengembangkan kompetensi dasar, baik kompetensi dasar mengajar maupun kompetensi kepala sekolah serta kompetensi penunjang lainnya sehingga dapat menjalankan tugas memimpin sekolah. Selain itu, tujuan dari School For Principal ini adalah untuk membekali pengetahuan, pemahaman dan pengalaman praktis, efektif, efisien dan terarah bagi kepala sekolah dalam memimpin dan mengembangkan sekolah.

Bentuk Program School for Principal adalah Orientasi (Studium Generale dan Military Super Camp), Perkuliahan (Supervisi Pengajaran, Manajemen Sekolah, Pengembangan Kurikulum dan Training for Trainer), Praktek, PTS dan Wisuda. Perkuliahan dilaksanakan setiap hari minggu.

Kepala Sekolah yang tertarik untuk mengikuti School for Principal harus memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Muslim/Muslimah
2. Minimal S1
3. Memiliki NUPTK
4. PNS/Non PNS
5. Usia 27-45 Tahun
6. Pengalaman Mengajar minimal 5 Tahun
7. Tidak Merokok saat perkuliahan
8. Tidak dalam keadaan hamil
9. Gratis bagi sekolah yang siswanya mayoritas Dhuafa

Cara mendaftar School for Principal adalah dengan mengisi formulir yang dapat diambil di kantor Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Jl. Abdullah Dg. Sirua 170A, Makassar.  Mengumpulkan berkas yang diminta yaitu : Fotocopy KTP, NUPTK, Ijazah dan Transkrip.

Timeline kegiatan  :
1 – 25 Mei 2016 : Pendaftaran
27 Mei 2016      : Pengumuman lolos berkas
28 Mei 2016      : Interview dan Micro Teaching
25 Mei 2016      : Pengumuman lolos seleksi
5 Juni 2016       : Studium Generale

Informasi lebih lanjut hubungi : Dasnah 0852-4257-0907 atau Jayanti  0852-5546-3141

OPEN RECRUITMENT

Dompet Dhuafa Sulsel Terus Berbenah Diri demi Kepentingan Masyarakat Sulawesi Selatan

Dompet Dhuafa Sulsel Terus Berbenah Diri demi Kepentingan Masyarakat Sulawesi Selatan

Dompet Dhuafa terus berbenah diri untuk berkembang secara lembaga dan kelembagaan. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya Training Institutional Building selama 3 hari dari tanggal 14-16 April 2016, di Amaris Hotel Hertasning, Makassar.  Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri  amil Dompet Dhuafa Sulsel, tim Cordofa, Manajemen Wilayah Etos, LKC Sulsel, serta pendamping Program SMT dan KPMS MM Makassar.

Training ini bertujuan untuk menyatukan persepsi dan ideologi dari semua amil yang ada di lembaga ini, tentu saja dilandasi dengan mempelajari sejarah dan ketentuan-ketentuan yang ada di Dompet Dhuafa. Dengan mengetahui dan memahami sejarah dan semua hal tentang Dompet Dhuafa, diharapkan dapat mensinergikan semua aspek yang ada dalam diri masing masing amil demi kemajuan Dompet Dhuafa, yang selama ini kita ketahui adalah sebagai pioneer lembaga amil zakat di Indonesia.

Semangat juang juga menjadi sasaran untuk lebih ditingkatkan lagi, dengan mengetahui bagaimana dulu pendiri Dompet Dhuafa berjuang mati-matian untuk kepentingan umat melalui Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa  sebagai penerima mandat dari para muzakki harus mempunyai sikap dan sifat Megalomania.

Untuk mengakomodasi dan mewujudkan semua hal diatas maka didatangkanlah Bapak Erie Sudewo. Beliau adalah pendiri dan pimpinan DD dari 1993 sampai dengan 2003. Dari beliau dapat digali perjuangan nyata awal berdirinya DD. Beliau juga akan menyampaikan banyak hal mengenai lembaga dan kelembagaan DD. Bapak Eri Sudewo juga mengupas tuntas tentang karakter.

“Pendidikan karakter adalah sepanjang usia yang telah kita lalui. Jika waktu itu telah berlalu, sekaranglah saatnya. Jika tidak, maka di esok haripun karakter akan berlalu. Padahal siapa bisa jamin, masihkah esok menyapa?” Ungkap Bapak Erie.

20160413203855
Institutional Building bersama Dompet Dhuafa Sulsel

Pelatihan ini sangat berguna bagi kemajuan Dompet Dhuafa, agar Dompet Dhuafa bisa terus maju dan berkembang dan melahirkan program-program yang dahsyat dan menjadi master piece seperti awal-awal didirikannya Dompet Dhuafa.

“Pelatihan-pelatihan ini diwajibkan kepada seluruh komponen dalam Dompet Dhuafa Sulsel, dengan materi pembentukan karakter, dan pemahaman tentang managing program, InsyaAllah Dompet Dhuafa Sulsel akan berkembang, agar semakin banyak yang bisa kami lakukan, semakin banyak penerima manfaat yang kami bantu. ” Andriansyah, Pimcab Dompet dhuafa sulsel

Selepas training ini, diharapkan semua peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dan semoga bisa menular juga kepada amil-amil yang lain. Sehingga DD dapat terus berkembang untuk kepentingan umat (Nur Al Marwah Asrul).

Peserta School of Master Teacher (SMT) Dilatih Militer

Peserta School of Master Teacher (SMT) Dilatih Militer

Ahad, 14 Februari 2016 menjadi keseruan  tersendiri bagi para peserta School of Master Teacher (SMT).  Pasalnya, pada hari tersebut, peserta berjumlah 27 orang ini mengikuti Military Super Camp di Kostrad Kariango Kabupaten Maros, dimana mereka diberikan pelatihan keterampilan baris-berbaris, tracking, flying fox dan outbond dari para tentara. Mereka adalah para guru sekolah dasar dari kabupaten Barru dan Pangkep yang terjaring melalui seleksi berkas, interview dan microteaching.

Military Super Camp merupakan salah satu tahap pembinaan yang kami berikan kepada peserta SMT sebagai wadah peningkatan keterampilan PBB, penempa  kedisiplinan dan kepemimpinan sekaligus ajang bina akrab,” Jayanti, fasilitator SMT menjelaskan.

DSC_0479
Peserta berlatih baris berbaris

School of Master Teacher sendiri merupakan program pembinaan guru dari Sekolah Guru Indonesia yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

 “Saat ini program SMT ada di enam provinsi, di Sulawesi Selatan, SMT sudah berjalan sejak September 2014 dimulai dari kota Makassar, Maros, Pangkep dan kini kami telah memasuki pembinaan peserta angkatan ke-5 yang merekrut guru-guru dari Pangkep dan Barru,” tambah gadis berhijab ini.DSC_0565

Mustainah, salah satu peserta yang merupakan utusan dari SDN 04 Pao Kabupaten Barru merasa sangat puas dan bangga memeroleh pembinaan ini. “Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat untuk menambah wawasan dan keterampilan PBB untuk kami terapkan ke sekolah, bahkan kegiatan ini juga semakin menambah keakraban kami antar peserta yang berasal dari sekolah bahkan kabupaten yang berbeda,” tutur Mustainah.

DSC_0664



Pengumuman Seleksi Program School Of Master Teacher

Pengumuman Seleksi Program School Of Master Teacher

Alhamdulillah, setelah kegiatan seleksi guru-guru calon peserta School Of Master Teacher angkatan 5, kami akan menyampaikan nama-nama yang lulus seleksi School Of Master Teacher 5. Berikut nama-nama dan asal sekolahnya :

  1. Agussalim S.Pd. (SDN 01 Bette, Kec.Pujananting, Barru)
  2. Astini, S.Pd.(SDI Tangngassoe, Kec.Pujananting, Barru)
  3. Chairil Akbar, S.Pd (SDN 45 Mandalle, Kec.Mandalle, Pangkep)
  4. Citrayanti MK, S.Pd. (SDN 35 Tala, Kec.Ma’rang, Pangkep)
  5. Endang Sri Lestari, S.Pd (SDN 6/36 Kulambing, Kec.Liukang Tupabbiring Utara, Pangkep)
  6. Ibrahim, S.Pd. (SDN 45 Mandalle, Kec.Mandalle, Pangkep)
  7. Jupri, S.Pd. (SDN 17 Bontosunggu, Kec.Ma’rang, Pangkep.)
  8. Mardiana, S.Pd. (SDN 01 Bette, Kec.Pujananting, Barru)
  9. Mas’ati, S.Pd (SDN 8/18 Bontowa, Kec. Labakkang, Pangkep)
  10. Masna, S.Pd (SDN 16 Pitue, Kec. Ma’rang, Pangkep)
  11. Nelly, S.Pd (SDN 6 Sabaru, Kec.Liukang Kalmas, Pangkep)
  12. Nurbaya, S.Pd  (SDN 17 Bontosunggu, Kec.Ma’rang, Pangkep)
  13. Nurhikmawati, S.Pd. (SDN 45 Mandalle, Kec.Mandalle, Pangkep)
  14. Nurmi Astiawati, S.Pd.I (SDN 38 Tamarupa, Kec.Mandalle, Pangkep)
  15. Rahmawati, S.Pd  (SDN 18 Tumampua I, Kec.Pangkajene, Pangkep)
  16. Sarsiah, S.Pd.  (SDN 6 Lokkasaile, Kec.Pangkajene, Pangkep)
  17. Siti Nurhidayah (SDN 36 Parenreng, Kec.Segeri, Pangkep)
  18. Siti Nurlaila, S.Pd (SDN 6 Lokkasaile, Kec.Pangkajene, Pangkep)
  19. Sukirman, S.Pd.I (MIS DDI Ere, Kec. Pujananting, Barru)
  20. Suriyani, S,Pd.I (SDN 38 Tamarupa, Kec.Mandalle, Pangkep)
  21. Sutriani, S.Pd. (SDN 6 Lokkasaile, Kec.Pangkajene, Pangkep)
  22. Sutriani, S.Pd.I (SDN 45 Mandalle, Kec.Mandalle, Pangkep)
  23. Trisnawati, S.Pd. (SDN 32 Tumampua VI, Kec.Pangkajene, Pangkep)

DSC_1087

Selamat kepada  seluruh peserta yang lolos School Of Master Teacher Angkatan 5
Sampai ketemu di Studium Generale SMT 5 !

Copyright © 2026 DD Sulsel