Dompet Dhuafa Sulsel Kick Off Program Kebun Inklusi di Bulukumba, Perkuat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Dompet Dhuafa Sulsel Kick Off Program Kebun Inklusi di Bulukumba, Perkuat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Bulukumba, 15 Desember 2025— Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan resmi menggelar kegiatan Kick Off Program Kebun Inklusi yang berlokasi di Desa Bontomangiring, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Senin (15/12). Program ini menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial yang inklusif, khususnya bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Program Kebun Inklusi melibatkan sekitar 15 penerima manfaat dari kalangan penyandang disabilitas. Kegiatan difokuskan pada pengelolaan tanaman sayur-sayuran jangka pendek yang dirancang tidak hanya untuk memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang berdaya, serta wadah kolaborasi yang setara bagi para penerima manfaat.

Kegiatan kick off ini dihadiri oleh tim program Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama para penerima manfaat. Dalam sambutannya, Rahmania selaku Perwakilan Program Dompet Dhuafa Sulsel menegaskan bahwa kebun inklusi ini menempatkan penyandang disabilitas sebagai pelaku utama dalam setiap proses yang dijalankan.

“Melalui kebun ini, Bapak dan Ibu memang menanam sayur-sayuran. Namun sesungguhnya, yang kita tanam adalah harapan, kepercayaan diri, kebersamaan, semangat gotong royong, dan kepedulian satu sama lain,” ungkap Rahmania.

Lebih lanjut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berharap Program Kebun Inklusi ini dapat menjadi ruang yang aman dan produktif bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, mandiri, dan berdaya, sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Dukungan dan harapan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan oleh Fahmi, local leader Desa Bontomangiring. Ia menilai Program Kebun Inklusi sebagai langkah penting dalam membuka ruang pemberdayaan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas di tingkat desa.

“Kami berharap program Kebun Inklusi ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan secara berkelanjutan. Program ini perlu terus difokuskan pada pengembangan teman-teman kami yang disabilitas, agar mereka memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian untuk bisa berdaya, meskipun dengan segala keterbatasan yang dimiliki,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, pendekatan yang inklusif serta pendampingan yang konsisten akan membantu penyandang disabilitas menggali potensi diri dan meningkatkan peran mereka dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung terlaksananya program ini, baik dari unsur masyarakat, mitra lokal, maupun pihak-pihak lain yang berkontribusi.

Ke depan, Program Kebun Inklusi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh praktik baik pemberdayaan inklusif yang dapat direplikasi di wilayah lain, sebagai bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan program-program berdampak dan berkeadilan sosial.

PLN Nusantara Power UP Bakaru & Dompet Dhuafa Sulsel Kolaborasi: Pemberdayaan Kopi Letta Raih Penghargaan ENSIA 2025

PLN Nusantara Power UP Bakaru & Dompet Dhuafa Sulsel Kolaborasi: Pemberdayaan Kopi Letta Raih Penghargaan ENSIA 2025

Jakarta, 8 Oktober 2025 – Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan kembali menorehkan prestasi nasional. Dalam ajang Environmental & Social Innovation Awards (ENSIA) 2025 yang mengusung tema “Innovation for Socio-Economic and Ecological Harmony”, program kolaborasi PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Bakaru bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berhasil meraih penghargaan atas inovasi sosial dalam pengembangan Kopi Letta.

Acara penganugerahan ENSIA 2025 berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai perusahaan, lembaga sosial, serta instansi pemerintah yang berkomitmen terhadap pengembangan inovasi sosial dan lingkungan berkelanjutan.

Program bertajuk “Inovasi Sosial Hulu-Hilir Berbasis Lingkungan: Pemberdayaan Kopi Letta” tersebut berhasil meraih Platinum Award, penghargaan tertinggi dalam ajang ENSIA 2025. Pencapaian ini diberikan atas keberhasilan program dalam meningkatkan kualitas produksi kopi masyarakat Desa Letta, Kabupaten Pinrang, sekaligus memperkuat rantai nilai (value chain) kopi dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan.

Melalui program ini, para petani kopi di Letta mendapat pendampingan intensif dalam peningkatan kapasitas budidaya ramah lingkungan, pengolahan pascapanen, hingga penguatan akses pasar. Tidak berhenti di situ, Dompet Dhuafa Sulsel juga turut membangun ekosistem literasi dan kewirausahaan sosial agar Kopi Letta tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga medium pemberdayaan dan kebanggaan masyarakat desa.

“Kopi Letta adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi energi, sosial, dan lingkungan dapat bersatu dalam harmoni. Dari Letta, kita belajar bahwa kopi bukan sekadar hasil bumi, tetapi jalan menuju kemandirian dan martabat masyarakat,”
— Pandu Heru Satrio, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Yan Suprayogi, Manager PLN Nusantara Power UP Bakaru, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

“Kami percaya keberlanjutan energi harus berjalan beriringan dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan. Pemberdayaan Kopi Letta adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut,” ujarnya.

Penghargaan ENSIA 2025 ini sekaligus menegaskan posisi Kopi Letta sebagai produk unggulan dan ikon pemberdayaan Dompet Dhuafa Sulsel. Harapannya, prestasi ini menjadi pijakan untuk membuka lebih banyak peluang ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat Pinrang, khususnya di Desa Letta.

Desa Berdaya Kopi Sinjai Raih Predikat Silver di CSR dan PDB Award 2025, Wujud Nyata Pemberdayaan Berkelanjutan

Desa Berdaya Kopi Sinjai Raih Predikat Silver di CSR dan PDB Award 2025, Wujud Nyata Pemberdayaan Berkelanjutan

Jakarta, 30 September 2025 – Program pemberdayaan masyarakat Desa Berdaya Multiprogram Kopi Sinjai berhasil menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Desa yang digarap melalui sinergi PT PLN UPT Makassar dan Dompet Dhuafa ini meraih Predikat Silver dalam ajang CSR dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDB) Award 2025.

Penganugerahan CSR & PDB Award 2025 berlangsung di Hotel Bidakara Jakarta, sejak pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, dipimpin langsung oleh Menteri Desa dan PDTT RI Yandri Susanto, S.Pt, M.Pd, bersama Wakil Menteri Ahmad Riza Patria, serta dihadiri sejumlah pejabat Kemendes-PDTT.

CSR & PDB Award merupakan wadah apresiasi terhadap perusahaan, lembaga, dan mitra pembangunan yang berkontribusi nyata dalam penguatan ekonomi, sosial, serta keberlanjutan di desa maupun daerah tertinggal.

Penghargaan ini menjadi momentum penting yang menegaskan komitmen PT PLN UPT Makassar bersama Dompet Dhuafa dalam menggerakkan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. Melalui program Desa Berdaya Kopi Sinjai, masyarakat Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, didorong untuk berdaya secara ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi strategis antara dunia usaha dan lembaga sosial mampu mempercepat pembangunan desa dan daerah tertinggal. PLN UPT Makassar bersama Dompet Dhuafa akan terus berkomitmen menghadirkan program berkelanjutan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Hary Subagyo, Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PT PLN UPT Makassar.

Sementara itu, Pandu Heru Satrio, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan pemerintah terhadap dampak nyata kerja-kerja kebaikan yang dilakukan secara kolaboratif. “Predikat Silver ini adalah validasi bahwa kerja-kerja kebaikan memang menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Semoga kolaborasi ini terus terjaga, sehingga semakin banyak desa di Indonesia yang bisa berdaya dan mandiri,” ungkapnya.

Program Desa Berdaya Kopi Sinjai merupakan salah satu inisiatif unggulan yang menyinergikan potensi lokal dengan penguatan kapasitas masyarakat. Fokus utamanya adalah pengembangan ekonomi kopi Arabika khas Sinjai, peningkatan keterampilan petani, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga pengembangan akses pasar yang lebih luas.

Tak hanya berhenti pada aspek ekonomi, program ini juga mengintegrasikan dimensi sosial dan lingkungan, mulai dari edukasi generasi muda, penguatan peran perempuan, hingga penerapan praktik ramah lingkungan dalam pengolahan kopi. Dengan demikian, kebermanfaatannya tidak hanya dirasakan secara ekonomi, tetapi juga dalam bentuk kesejahteraan sosial dan keberlanjutan ekosistem desa.

Pencapaian Desa Berdaya Kopi Sinjai menjadi inspirasi bagi banyak pihak bahwa keberhasilan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi multipihak: pemerintah, perusahaan, lembaga sosial, dan tentu saja masyarakat sebagai aktor utama.

“Penghargaan Silver ini bukan hanya untuk PLN dan Dompet Dhuafa, melainkan juga untuk seluruh masyarakat Desa Arabika yang telah bersama-sama bekerja keras. Semoga ini menjadi inspirasi untuk terus memperkuat desa-desa lain di Indonesia agar lebih berdaya, mandiri, dan berkelanjutan,” tambah Hary Subagyo.

CSR dan PDB Award merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan, lembaga, maupun mitra pembangunan yang dinilai berhasil menjalankan tanggung jawab sosial dan program pembangunan berkelanjutan di desa maupun daerah tertinggal. Ajang ini diharapkan mampu mendorong lahirnya praktik terbaik (best practices) yang dapat direplikasi di daerah lain, sehingga desa-desa di Indonesia dapat tumbuh lebih maju dan mandiri.

Dengan predikat Silver yang diraih tahun ini, Desa Berdaya Kopi Sinjai semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu contoh sukses pengembangan desa berbasis potensi lokal, yang tidak hanya mengangkat perekonomian masyarakat tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan.

Rumah Olah Kopi by PLN UP Bakaru dan Dompet Dhuafa Sulsel bersama Disnaker Parepare Gelar Pelatihan Quick Basic Barista

Rumah Olah Kopi by PLN UP Bakaru dan Dompet Dhuafa Sulsel bersama Disnaker Parepare Gelar Pelatihan Quick Basic Barista

Parepare, 23 Agustus 2025 — Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Parepare bersama Rumah Olah Kopi by PLN UP Bakaru dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan Pelatihan Quick Basic Barista di jalan Sulawesi no 67, Cappa Ujung. Sebanyak 30 peserta dari berbagai kecamatan di Kota Parepare mengikuti pelatihan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WITA.

Kegiatan ini terbagi ke dalam dua sesi, yakni penyampaian materi dan praktik langsung bersama pemateri, Syahrani Said yang juga adalah pengelola Rumah Olah Kopi by PLN UP Bakaru dan Dompet Dhuafa Sulsel. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dibimbing untuk menguasai keterampilan dasar meracik kopi dengan standar barista.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa Sulsel dalam memperkuat ekosistem pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas dan keterampilan praktis. Di tengah pesatnya perkembangan industri kopi, keahlian barista dasar diharapkan mampu membuka jalan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan potensi usaha dan memperkuat UMKM lokal.
“Kami ingin agar pelatihan ini tidak berhenti pada pengetahuan, tapi benar-benar menjadi bekal keterampilan. Harapannya, peserta dapat mengembangkan keahlian barista ini untuk membuka lapangan usaha atau memperkuat UMKM yang ada di Parepare,” ujar Basuki Busrah selaku Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Parepare.

Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bagaimana sinergi antara pemerintah, komunitas usaha, dan lembaga filantropi dapat melahirkan ekosistem pemberdayaan berkelanjutan. Dompet Dhuafa Sulsel menekankan pentingnya literasi keterampilan sebagai kunci kemandirian ekonomi, sementara Rumah Olah Kopi by PLN UP Bakaru dan Dompet Dhuafa Sulsel menghadirkan pengalaman langsung yang aplikatif bagi peserta.

Salah satu peserta, Aisyah (22 tahun), mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti pelatihan. “Ini pengalaman pertama saya belajar meracik kopi dengan teknik barista. Biasanya saya hanya lihat di kafe, tapi kali ini bisa mencoba langsung. Saya jadi punya semangat untuk membuka usaha kecil di rumah,” tuturnya.
Peserta lain, Rizal (25 tahun), menambahkan, “Pelatihan ini sangat bermanfaat. Selain belajar teori, kami juga langsung praktik sehingga lebih percaya diri. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut agar anak muda Parepare bisa punya banyak peluang di industri kopi.”

Dengan hadirnya Pelatihan Quick Basic Barista, diharapkan Parepare dapat melahirkan barista-barista muda yang kompeten, mendorong pertumbuhan UMKM kopi yang lebih berdaya, dan pada akhirnya memperkuat ekonomi kreatif daerah.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Raih Gold Award Di InTechSea 2025 Untuk Kategori Ekonomi Inklusif

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Raih Gold Award Di InTechSea 2025 Untuk Kategori Ekonomi Inklusif

Makassar, 1 Agustus 2025 — Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam bidang inovasi sosial. Bertempat di Ballroom UNHAS Hotel & Convention, Makassar, Dompet Dhuafa Sulsel berhasil meraih Gold Award dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025, untuk kategori Ekonomi Inklusif.

Penghargaan ini diberikan atas program pemberdayaan bertajuk “Transformasi Petani Kopi Sinjai melalui Pemberdayaan Berbasis Kawasan Terintegrasi dan Inklusif”. Program ini menunjukkan pendekatan menyeluruh dan berkelanjutan dalam memberdayakan petani kopi di Sinjai melalui peningkatan kapasitas, dukungan ekosistem usaha, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

InTechSEA 2025 diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin (UNHAS) dan diikuti oleh lebih dari 156 karya inovasi dari berbagai sektor. Dari seluruh peserta, hanya 13 perusahaan dari sektor energi, migas, dan tambang, serta Dompet Dhuafa sebagai satu-satunya dari klaster NGO, yang berhasil meraih penghargaan dalam 25 kategori yang terbagi dalam lima klaster utama:

1. Kemaritiman
2. Pangan, Energi, dan Air
3. Kebencanaan dan Resiliensi Iklim
4. Lingkungan dan Keanekaragaman
5. Ekonomi Inklusif

Pandu Heru Satrio, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa SulSel, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini.

“Ini adalah bukti keseriusan Dompet Dhuafa bersama para local hero dalam memberdayakan petani kopi di Sinjai. Semoga kebermanfaatan program terus berlanjut sebagaimana mimpi para petani yang tidak pernah terputus untuk hidup sejahtera,” ujar Pandu.

Ramly Usman, Local Hero dari Kawasan Madaya Kopi Sinjai yang turut terlibat langsung dalam program ini, menambahkan:

“Buat kami, inovasi itu adalah ketika kearifan lokal bertemu dengan teknologi yang humanis.”

Capaian ini semakin memantapkan posisi Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi yang tak hanya fokus pada penyaluran zakat dan bantuan, tetapi juga dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pendekatan inovatif.

Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Hulu Trip Pemberdayaan Kopi Bersama Chiki Fawzi dan Daeng Uki di Desa Kahayya, Bulukumba

Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Hulu Trip Pemberdayaan Kopi Bersama Chiki Fawzi dan Daeng Uki di Desa Kahayya, Bulukumba

Bulukumba, 1 September 2024 – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan sukses menyelenggarakan kegiatan Hulu Trip Pemberdayaan Kopi yang berlangsung dari tanggal 30 Agustus hingga 1 September 2024 di Desa Kahayya, Bulukumba. Acara ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Dompet Dhuafa dalam memberdayakan masyarakat melalui sektor pertanian, khususnya kopi.

Dalam kegiatan ini, Dompet Dhuafa Sulsel berkolaborasi dengan dua sosok inspiratif, yaitu Chiki Fawzi, seorang musisi dan influencer yang juga aktif dalam kegiatan sosial, serta Daeng Uki seorang tokoh dan KOL asal Makassar sekaligus volunteer Dompet Dhuafa Sulsel yang juga aktif dalam kegiatan sosial dan dakwah. Kehadiran mereka membawa energi positif dan meningkatkan semangat para peserta dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

Peserta Hulu Trip kali ini terdiri dari berbagai mitra strategis Dompet Dhuafa, termasuk perwakilan media, relawan, donatur, influencer, dan komunitas. Kehadiran para mitra strategis ini tidak hanya untuk melihat langsung proses pemberdayaan yang dilakukan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya Dompet Dhuafa dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Selama tiga hari, peserta Hulu Trip diajak untuk terlibat langsung dalam berbagai kegiatan, termasuk pengenalan proses budidaya kopi, pemetikan biji kopi, hingga cara pengolahan kopi yang baik dan benar. Selain itu, terdapat sesi diskusi dan sharing knowledge bersama para petani kopi setempat, yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada para peserta terkait aktivitas dompet dhuafa di Kahayya selama memberikan pendampingan dan pembinaan petani kopi dalam hal meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas kopi dan keberlanjutan lingkungan.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Pandu Heru Satrio menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk menjaga kepercayaan donatur terhadap pengelolaan zakat di Dompet Dhuafa dengan melihat langsung wujud pendistribusian dana zakatnya salah satunya di Desa Kahayya.

” Hulutrip adalah kegiatan yg DD Sulsel adakan untuk aktivitas publikasi kepada donatur, mitra strategis dan masyarakat pada umumnya. Bahwa dengan berzakat di DD Sulsel, dampaknya bukan hanya untuk mustahik semata, tapi ada nilai pemberdayaan terhadap masyarakat yang terkandung di dalamnya.” Ujarnya

Di kesempatan yang sama Chiki Fawzi yang sejak tahun 2015 menjadi super volunteer Dompet Dhuafa mengatakan bahwa Kopi Kahayya adalah salah satu potensi besar di Bulukumba yang bisa bersaing dengan kopi kopi terkenal lainnya di Indonesia seperti kopi Solok Sirukam, Kopi aceh dll dibawah pendampingan langsung oleh Dompet Dhuafa sehingga donatur tidak lagi khawatir karena zakat mereka dikelolah sedemikian rupa oleh dompet dhuafa melalui pemberdayaan dengan metode zakat produktif.

“Saya salah satu pencinta dan loyal customer kopi Kahayya. Saya sangat speechless ketika memasuki Desa Kahayya dimana saya nggak nyangka bisa ke daerah hulu kopi yang selama ini saya konsumsi. Selama berada di Kahayya saya melihat bagaimana Dompet Dhuafa mendampingi para petani dengan begitu cermat mulai dari proses panen, pengelolaan pasca panen, pemeliharaan dan juga pemasaran kopi sehingga menghasilkan kopi yang enak dan nilai jual yang bisa bersaing.” Ungkap anak dari Ikang Fawzi ini.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis kopi yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Sulsel, yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup petani kopi lokal dan mengenalkan produk kopi khas Kahayya ke pasar yang lebih luas. Sejalan dengan tanggapan Daeng Uki yang menyebutkan bahwa proses pengelolaan kopi harus dilakukan dengan baik dan cermat agar kopi yang dihasilkan mendapatkan nilai jual yang tinggi agar petani kopi dapat merasakan manfaat dari komoditi yang mereka punya. Daeng Uki juga mengapresiasi gerakan pembedayaan yang dilakukan Dompet Dhuafa.

“ Jangan heran kalau kopi yang berkualitas dan enak itu mahal karena pengelolaannya juga tidak mudah. Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada dompet dhuafa atas dedikasinya mendampingi para petani kopi kita, sehingga mereka dapat terus mempertahankan kualitas kopi yang mereka punya.” Ungkap panglima suporter PSM ini

Mitra dompet dhuafa yaitu dari Lazuna Indonesia juga mengungkapkan terima kasih kepada dompet dhuafa karena sudah di undang ke acara Hulu Trip yang dikemas begitu berkesan. “Semoga kolaborasi Dompet Dhuafa dan Lazuna Indonesia terus terjalin dengan baik, dan kami dari Lazuna Indonesia akan terus mendorong Dompet Dhuafa untuk memberikan lebih banyak lagi manfaat kepada masyarakat” tambah Ririn dari Lazuna Indonesia.

Acara Hulu Trip ini juga di rangkaikan dengan agenda tahunan di Bulukumba yang bernama Senandung Kopi Kahayya yang digagas oleh salah satu lokal hero Dompet Dhuafa di Bulukumba. Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk terus menjaga dan melestarikan budaya masyarakat Kahayya.

 

 

 

Copyright © 2026 DD Sulsel