Lombok, NTB – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DDSS) kembali mengukir prestasi di tingkat regional dengan meraih Juara III Kategori Wakaf Produktif pada Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Kawasan Indonesia Timur 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada 11–12 Juli 2026. Prestasi ini diraih setelah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersaing dengan 18 peserta dari berbagai provinsi di Kawasan Indonesia Timur, menjadikan capaian tersebut sebagai pengakuan atas inovasi pengelolaan wakaf produktif di tingkat regional.
Penghargaan tersebut diraih melalui program Cafe Madaya Sinjai, sebuah model pemberdayaan berbasis wakaf produktif yang dikembangkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Program ini dinilai mampu menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi secara berkelanjutan, sehingga berhasil mengantarkan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan meraih peringkat ketiga pada kategori Wakaf Produktif.
Keikutsertaan dalam FESYAR Kawasan Indonesia Timur 2026 menjadi wujud komitmen Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dalam menghadirkan inovasi pengelolaan wakaf yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain menjadi ajang kompetisi, FESYAR juga menjadi ruang berbagi praktik baik, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di seluruh Kawasan Indonesia Timur.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Nurhasnaini Hasan, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas terselenggaranya FESYAR Kawasan Indonesia Timur 2026. Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya menjadi kompetisi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kapasitas para pegiat filantropi, khususnya dalam pengelolaan wakaf.
“Kami mengucapkan apresiasi kepada Bank Indonesia yang telah menyelenggarakan FESYAR Kawasan Indonesia Timur 2026. Kegiatan ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan menjadi wadah untuk saling menguatkan kolaborasi dan belajar antar sesama pegiat filantropi, khususnya di bidang wakaf. Terima kasih karena telah memberikan ruang bagi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan untuk ikut berpartisipasi.”
Nurhasnaini menambahkan, penghargaan yang diraih melalui Program Cafe Madaya Sinjai menjadi penyemangat bagi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan untuk terus menghadirkan inovasi dan memperluas manfaat wakaf produktif bagi masyarakat.
“Semoga Cafe Madaya Sinjai dapat menjadi program yang semakin banyak menebarkan manfaat di masa mendatang. Juara yang kami peroleh hari ini merupakan sebuah sinyal untuk tidak berhenti berkarya, karena masih begitu banyak kebermanfaatan yang bisa diwujudkan melalui pengelolaan wakaf produktif.”
Prestasi ini menjadi motivasi bagi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan untuk terus mengembangkan program-program wakaf produktif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Capaian di tingkat Kawasan Indonesia Timur ini menjadi bukti bahwa inovasi wakaf produktif yang lahir dari Sulawesi Selatan mampu bersaing dan memperoleh pengakuan di tingkat regional. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berkomitmen menjadikan wakaf sebagai instrumen strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.





























