Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Maros

Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Maros

Maros, 23 September 2026 — Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Maros membuat masyarakat mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Kondisi ini turut memengaruhi aktivitas warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Rabu (23/9).

Sebanyak 10 tangki atau sekitar 50.000 liter air bersih disiapkan untuk disalurkan secara bertahap kepada masyarakat terdampak. Setelah penyaluran di Desa Majannang, distribusi air bersih direncanakan berlanjut ke Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru.

Syarif dari Dompet Dhuafa Sulsel mengatakan, bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar. Ketika masyarakat kesulitan mendapatkannya, tentu aktivitas sehari-hari juga ikut terdampak. Karena itu, kami hadir untuk membantu meringankan kebutuhan warga selama kondisi kekeringan ini,” ujar Syarif.

Keterbatasan air bersih juga dirasakan langsung oleh warga Desa Majannang. Maryam, salah seorang warga, mengatakan masyarakat harus melakukan berbagai upaya untuk mendapatkan air.

“Di wilayah kami sangat kesulitan air bersih. Untuk mendapatkan air, kami sudah harus siap-siap bangun subuh dan mengambil air,” ungkap Maryam.

Ia menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan Dompet Dhuafa sangat membantu warga di tengah kondisi kekeringan.

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa atas bantuan air bersihnya. Bantuan ini sangat membantu kami dan warga di sini,” katanya.

Penyaluran air bersih tersebut merupakan bagian dari respons kemanusiaan Dompet Dhuafa Sulsel terhadap dampak kekeringan di Kabupaten Maros. Bantuan disalurkan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

Dompet Dhuafa Sulsel juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Upaya tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Melalui bantuan ini, Dompet Dhuafa Sulsel berharap kebutuhan air bersih warga dapat terbantu dan beban masyarakat selama menghadapi kondisi kekeringan dapat berkurang.

DMC Dompet Dhuafa Bangun Tempat Wudhu Darurat dan Pipanisasi untuk Jamaah Terdampak Gempa di Sigi

DMC Dompet Dhuafa Bangun Tempat Wudhu Darurat dan Pipanisasi untuk Jamaah Terdampak Gempa di Sigi

Sigi, Sulawesi Tengah, 19 Juni 2026 – Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascagempa di Kabupaten Sigi, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan pembangunan tempat wudhu darurat dan instalasi pipanisasi di Masjid Al Muhajirin, Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Jumat (19/6).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya jamaah masjid yang terdampak akibat kerusakan fasilitas ibadah pascagempa. Kerusakan pada sarana penunjang masjid menyebabkan terganggunya aktivitas beribadah warga, termasuk kebutuhan air untuk berwudhu.

Melalui pembangunan tempat wudhu darurat dan jaringan pipanisasi, DMC Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat secara cepat dan aman selama masa tanggap darurat berlangsung. Kehadiran sarana ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ibadah warga agar tetap berjalan dengan baik, terutama menjelang pelaksanaan Shalat Jumat.

Syarif Syamsuddin, Staf Program Sosial dan Kebencanaan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam respons kemanusiaan yang dilakukan di wilayah terdampak gempa.

“Pembuatan tempat wudhu darurat dan pipanisasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu masyarakat agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman di tengah kondisi pascabencana. Selain memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih, fasilitas ini juga diharapkan dapat mendukung proses pemulihan psikososial warga melalui aktivitas keagamaan yang kembali berjalan dengan baik,” ujar Syarif.

Salah satu penerima manfaat, Irwan, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Tim DMC Dompet Dhuafa. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat yang tengah berupaya bangkit setelah bencana gempa.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya tempat wudhu darurat dan saluran air yang dibuat oleh Dompet Dhuafa. Sebelumnya kami kesulitan mendapatkan akses air untuk berwudhu karena fasilitas yang ada mengalami kerusakan akibat gempa. Sekarang jamaah bisa kembali beribadah dengan lebih nyaman, terutama untuk pelaksanaan Shalat Jumat. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan seluruh relawan yang telah membantu kami,” tutur Irwan.

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Dompet Dhuafa terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penyintas di lapangan.

DMC Dompet Dhuafa berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sigi melalui berbagai program respons darurat dan pemulihan, guna membantu percepatan pemulihan kehidupan warga menuju kondisi yang lebih baik.

DMC Dompet Dhuafa Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Gempa di Desa Kamarora B, Sigi

DMC Dompet Dhuafa Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Gempa di Desa Kamarora B, Sigi

Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juni 2026 – Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mendirikan dapur umum di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis (18/6), sebagai bentuk respons cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi.

Pendirian dapur umum dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga selama masa tanggap darurat. Melalui layanan ini, DMC Dompet Dhuafa menyediakan makanan siap saji bagi sekitar 80 penerima manfaat yang terdampak bencana di Desa Kamarora B.

Sebelum operasional dapur umum dimulai, tim DMC Dompet Dhuafa melakukan asesmen kebutuhan di lokasi terdampak. Berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan pangan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi mengingat sebagian warga mengalami kesulitan dalam mengakses dan menyiapkan makanan pascagempa.

Untuk mendukung operasional dapur umum, tim DMC Dompet Dhuafa melakukan pengadaan berbagai bahan kebutuhan pokok dan perlengkapan memasak. Seluruh bahan kemudian diolah menjadi makanan siap saji yang didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Menariknya, proses memasak dan penyajian makanan dilakukan bersama warga terdampak. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan dapur umum menjadi bagian dari upaya membangun semangat gotong royong dan memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi darurat. Warga turut berpartisipasi dalam menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga mendistribusikan makanan kepada sesama penyintas.

Syarif Syamsuddin, Staf Program Sosial dan Kebencanaan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa pendirian dapur umum merupakan langkah awal yang dilakukan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan para relawan yang bertugas di lokasi terdampak.

“Pendirian dapur umum ini merupakan upaya pertama yang kami lakukan untuk membantu warga terdampak sekaligus mendukung relawan yang bertugas di lapangan. Kami berharap dengan tersedianya makanan siap saji, proses pemulihan dan evakuasi dapat berjalan lebih lancar sehingga tim dan masyarakat dapat lebih fokus pada penanganan pascagempa,” ujar Syarif.

Kehadiran dapur umum ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan bagi para relawan yang terlibat dalam proses evakuasi dan pemulihan di lokasi bencana. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar pangan, masyarakat dan tim kemanusiaan diharapkan dapat menjalankan aktivitas pemulihan dengan lebih optimal.

DMC Dompet Dhuafa terus berkomitmen menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain layanan dapur umum, DMC Dompet Dhuafa juga terus melakukan pemantauan kebutuhan di lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Melalui kolaborasi antara relawan dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih baik serta memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Sinergi Bantu Kebutuhan Gizi Anak Yatim, DD Sulsel gandeng Gojek Kerjasama

Sinergi Bantu Kebutuhan Gizi Anak Yatim, DD Sulsel gandeng Gojek Kerjasama

MAKASSAR – Menurut data yang dirilis Global Hunger Index, bahwa di tahun 2020 tingkat kelaparan di Indonesia berada pada posisi 70 dari 107 negara. Hal ini membuktikan bahwa banyak masyarakat berada dalam kondisi gizi buruk terlebih lagi para anak-anak yang berada di dalam panti asuhan.

Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) membantu memenuhi kebutuhan makanan anak-anak yatim melalui program berbagi kenyang. Program berbagi kenyang merupakan kegiatan berbagi makanan bergizi kepada para anak yatim, pejuang jalanan, warga kurang mampu, hingga warga yang terdampak musibah di Makassar dan sekitarnya dan dilakukan secara berkala pada hari Jumat. 


Untuk memperluas manfaat kepada masyarakat, DD Sulsel menggandeng Gojek Indonesia regional Makassar yang selaras dalam memberikan kontribusi kepada Indonesia. Sebagai perusahaan digital karya anak bangsa, PT Gojek Indonesia juga turut berkomitmen membantu sesama melalui mitra-mitranya. Salah satu langkah yang dilakukan Gojek yaitu memberdayakan merchant serta membuka ruang kolaborasi kebaikan bersama lembaga sosial salah satunya Dompet Dhuafa.

Gojek Indonesia regional Makassar bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melakukan penandatangan nota kerjasama (MoU) untuk berkolaborasi kebaikan untuk warga kurang mampu dengan bentuk berbagi kenyang. Penandatanganan MoU ini dilakukan di Kantor Gojek Regional Makassar Jl. Sultan Alauddin No.91 (6/9/2021).


Venny Johan selaku head marketing gojek sulawesi mengemukakan Gojek akan membuat menu bundling untuk kegiatan sosial berbagi kenyang di platform GoFood selama periode tanggal 6 – 19 September 2021. Promo kolaborasi dapat diakses pada slide 8 pada fitur GoFood yang berisikan promo dari merchant Ayam Penyet dan Panggang Depot, Bokatana Tamalate, Bebek Gazebo, Dapur Ria Tamalanrea, Lontong Kari Tamangapa, Mie Pedang Sudiang, Ayam Dangkot Goa Ria, dan Nasi Kuning Vai.

“Ini adalah kerjasama pertama kali kami (Gojek) dengan dengan lembaga Dompet Dhuafa berupa bantuan digital yang melibatkan 12 merchant GoFood yang ada di Makassar. Harapan kami semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut bukan hanya sampai pada akhir september ini namun bisa terus terjalin dalam waktu yang panjang,” terang Venny

12 Merchant peserta akan menyiapkan donasi makanan setiap jumat yang nantinya Dompet Dhuafa melalui pengurus akan menjemput dan mendistribusikan donasi makanan kepada penerima manfaat berbagi kenyang di Panti Asuhan Makassar.

Tahap awal kerja sama ini akan disalurkan ke dua panti asuhan yaitu Panti Asuhan Berkat Ilahi Robbi di Jln BTN Minasa Upa Blok L 5 No.10 dan Panti Asuhan As Syifa yang beralamat di Jl Tamangapa Raya No 328 sebagai proyek percontohan. Yang kemudian nanti akan dilanjutkan ke beberapa panti asuhan dan tempat yang di Makassar.


Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel Rahmat Hidayat turut mengutarakan melalui bantuan Gojek Indonesia, DD Sulsel ingin berekspansi kebaikan lebih luas lagi untuk menebar manfaat kepada sesama.

“Hadirnya inovasi kebaikan bersama Gojek ini membuka peluang dan memudahkan orang untuk saling berbagi, selain itu semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan berhasil serta dapat diimplementasikan pada cabang Dompet Dhuafa lainnya” imbuhnya.

Dompet Dhuafa Salurkan 500 Paket Gaza Foodbank Bantuan Bagi Rakyat Gaza

Dompet Dhuafa Salurkan 500 Paket Gaza Foodbank Bantuan Bagi Rakyat Gaza

MAKASSAR– Laporan langsung dari Gaza Utara, bahwa terdapat ratusan bangunan baik rumah, sarana publik luluh lantah akibat serangan misil Israel, dan terdapat 50 warga mengungsi di pengungsian dengan keterbatasan sarana seperti air bersih, serta kebutuhan lainnya. Pada Senin (24/5/2021), melalui sambungan telepon dan disiarkan langsung di kanal Youtube DDTV, Dompet Dhuafa bersama Takween Association berhasil menyalurkan 500 paket makanan (Gaza Foodbank) berupa sembako bagi penyintas konflik Israel-Palestina yang sampai hari ini belum banyak bantuan mereka terima. Terlebih lagi, para penyintas masih tinggal di pengungsian dengan sarana yang terbatas. Selain 500 paket Gaza Foodbank ini, Dompet Dhuafa nantinya akan terus menggulirkan bantuan-bantuan pada masa pemulihan pasca konflik Israel-Palestina seperti pembangunan kamar operasi, Covid-19 Centre, recovery disabilitas, pelatihan skill untuk perempuan di Gaza, renovasi sekolah-sekolah maupun masjid-masjid yang hancur dan fasilitas untuk sewa rumah bagi dhuafa di Palestina.
Sadi Dabboor, selaku Chairman Takween Association for Development menjelaskan, “Saat ini (Senin, 24/5/2021) saya berada di Gaza Utara, Palestina. Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat termasuk anak-anak yang tinggal di sekitar Gaza Utara, dan yang saat ini harus pindah ke pengungsian. Karena, rumah mereka hancur akibat serangan Israel yang tak kenal henti hingga saat ini”.

Ramadan, salah satu penerima manfaat, “Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya donatur Dompet Dhuafa yang telah membantu kami. Karena hari ini bisa tersalurkan kepada kami yang telah menjadi korban atas konflik yang terjadi. Kami tahu rakyat Indonesia sayang kepada kami, dan kami sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari kalian”.
Di sisi lain Mohammed Abu Mohadi (56), selaku penerima manfaat, menunjuk reruntuhan bangunan di belakangnya dan menjelaskan peristiwa yang menimpanya, “Dulu di situ adalah tempat tinggal kami. Namun sekarang sudah runtuh. Sekarang kami mengungsi di tempat yang seadanya. Makanan pun juga seadanya. Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih kepada donatur Dompet Dhuafa dan pihak-pihak lainnya telah menyalurkan bantuan ke sini.”
Sadi melanjutkan, Takween Association akan selalu bersedia menjadi mitra Dompet Dhuafa sebagai kepanjangan tangan para donatur. Sehingga dapat menyentuh saudara-saudara yang menjadi korban dampak kekejaman Israel.
Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Bambang Suherman menjelaskan, sejak 2009, Dompet Dhuafa telah menyalurkan berbagai bantuan dalam aksi kemanusiaan untuk masyarakat Palestina. Di antaranya, revitalisasi pabrik roti jabaliyah yang memproduksi sekitar sepuluh ribu roti per harinya, instalasi sumber air bersih pada 2010, mendirikan Gaza Foodbank sejak 2013, serta School for Gaza untuk anak-anak terdampak konflik Israel-Palestina pada 2014. Di 2015 juga ada program Tebar Hewan Kurban (THK) menyentuh saudara-saudara di Palestina. Pada waktu itu ada sebagian hewan kurban dari total 22 ribu hewan kurban, kami salurkan ke Palestina.
“Program lainnya ada DD Kitchen dan revitalisasi sarana umum seperti Sekolah-sekolah dan Masjid yang rusak akibat serangan Israel,” pungkas Bambang.
Melanjutkan, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM menambahkan “Program respon yang dilakukan Dompet Dhuafa ini juga meliputi penyediaan ambulance gratis untuk Gaza, pelayanan kesehatan, Instalasi Gawat Darurat, Homecare rawat muka, pendistribusian, penempatan relawan medis di pos-pos kesehatan serta pendirian kitchen untuk menyediakan makanan mengingat saat ini toko-toko dan pasar tutup akibat konflik tersebut,” ungkapnya.
Cerita Santri Pohon Asam, Perjuangan Mereka Tetap Belajar Alquran Ditengah Keterbatasan

Cerita Santri Pohon Asam, Perjuangan Mereka Tetap Belajar Alquran Ditengah Keterbatasan

Sejak berdiri tahun 2013 hingga sekarang, Pesantren Tahfidz Roudhatul Huffadz belum memiliki bangunan pondok sendiri. Pesantren Tahfidz Roudhatul Huffadz yang berada di Jeneponto, Sulawesi Selatan ini memang tidak memiliki bangunan pondok yang layak. Padahal sudah terhitung sekitar 100 santri yang belajar di pesantren ini.

Mereka sering dikenal sebagai Hafidz Pohon Asam.  Di bawah pohon asam mereka kumandangkan lantunan ayat suci alquran beserta semangat dan impian mereka. Walaupun di tengah keterbatasan yang ada semangat untuk terus menjadi penghafal alquran tidak pernah luntur.

Inilah beberapa kisah mereka.

Anugrah 13 Tahun

Sejak kakakku meninggal pada tahun 2007 lalu, aku selalu bertanya apakah kakak akan masuk surga? Apakah aku bisa membantu kakak masuk surga?  Sampai akhirnya aku tahu kalau satu-satunya cara adalah aku harus terus mengirimkan doa dengan cara menghafal AlQuran. Tak hanya kakakku saja, aku bisa bawa orang tuaku juga ke surga nanti.

Alhamdulillah… Sudah setahun aku bisa menghafal 10 juz. Meskipun aku harus berdesak-desakan dengan temanku di pondok pesantren yang masih menumpang di tempat orang.  Kalau butuh ketenangan, seperti biasa Pohon Asam di ujung jalan jadi tempat yang paling tepat untuk menghafal. Dan setelah ini, cita-citaku ingin belajar Alquran ke Mesir. Doakan aku ya Om, Tante.


Wahyu 15 Tahun

Saat Ibu meninggal, hidup aku seperti hilang arah. Ibu adalah satu-satunya orang yang mengerti aku. Apalagi saat itu aku takut karena aku harus mengurus adik aku.  Ayah sedang bekerja di Kendari menjadi buruh tani. Jadi kami tinggal sendiri di Jeneponto. Sampai pada akhirnya terpaksa kami tinggal di rumah nenek. Tapi tetap saja aku seperti masih kehilangan arah. Masih bingung harus berbuat apa. Kehilangan ibu seolah membuat aku kehilangan jati diri aku.

Sampai akhirnya aku izin pada adik dan nenek untuk meninggalkan mereka. Aku ingin melarikan diri ke pondok tahfidz ini. Aku ingin belajar dan menjadi penghafal Alquran.

Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan kecuali mengupayakan agar Ayah dan Ibu aku masuk surga kelak. Memang pondok tidak memiliki tempat yang nyaman. Kami tidur saja sudah seperti ikan berjejer berdesakan. Tapi mungkin ini cara aku berjuang. Aku bersyukur dari pada aku melarikan diri pada hal-hal yang jelas-jelas malah membuat aku semakin kehilangan jati diri.

Anwar 20 Tahun

Kalau dulu kakak aku tidak membawa aku ke pondok tahfidz, mungkin selamanya aku akan jadi anak nakal. Anak berandal yang kehilangan arah, yang merindukan sosok Ayah. Yang bahkan tidak pernah aku lihat wajahnya. Sudah tiga tahun aku di sini. Makan di nampan bersama-sama, tidur berdesak-desakan, mengaji dan menghafal Alquran di bawah pohon asam.

Awalnya memang berat. Tapi setelah dijalani ternyata tidak seberat itu. Aku merasa beban dalam hati aku sedikit demi sedikit terasa ringan. Tak lagi ada pemberontakan dalam diri aku. Meski aku tidak pernah melihat wajah Ayah, tapi akan aku persembahkan ayat-ayat hafalan ini untuknya. Biar Ayah bisa masuk surga.

Kalau kami juga sudah punya asrama sendiri, pasti akan lebih enak. Jam sholat bisa tepat waktu, setoran hafalan pun tidak harus bolak-balik mushola perumahan tempat kami menumpang. Aku juga akan membimbing adik-adik aku nanti dengan leluasa. Tidak perlu penuh sesak seperti sekarang.


Harapan Terwujud

Atas kekuatan doa dan impian mereka, kini para santri di Pondok Pesantren Roudhotul Hufadz akan memiliki bangunan pesantren sendiri dan tidak akan numpang di ruko lagi. Hal ini berkat bantuan Hj Hambali yang mewakafkan tanahnya untuk pesantren serta para orang baik yang memberikan donasi bantuan bangun pesantren.

Pesantren tengah dibangun dan memiliki 3 lantai yang nantinya akan diisi sebagai asrama pada hafidz dan juga kelas untuk belajar ilmu agama.  Selain itu terdapat juga Masjid yang tengah dibangun di halaman Pesantren Roudhotul Huffadz dan nantinya akan dimanfaatkan untuk para santri di pondok pesantren untuk ibadah sehari-hari dan juga untuk dijadikan sebagai tempat menghafal Alquran

Kebahagian itupun nampak terlihat dari wajah-wajah para santri. Mereka tak dapat membendung rasa bahagianya.  Salah satu santri bernama Andi Azzory berkata “Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang sangat membantu kami semua disini mulai dari pondok pesantren hingga forum halqah quran. Terima kasih pula atas support bantuan Masjidnya. Dulunya kami hanya berencana dan kemudian kehadiran Dompet Dhuafa mewujudkan rencana kami yang ada di Pondok Pesantren. Semoga bantuan pembangunan yang diberikan hari ini bisa beramal jariyah dan harapannya ada pembangunan baru terlebih untuk asrama. Namun harapan terbesar kami Masjid segera terselesaikan,” tuturnya.

Salah seorang santri lain beranama Akram  turut mengucapkan rasa terima kasihnya
“Terima kasih kepada masyarakat di luar sana yang membantu dan Dompet Dhuafa yang telah membantu pembangunan pondok pesantren dan masjid bisa terbangun,” ucapnya.
Saat ini hari-hari santri dipenuhi dengan penantian yang membahagiakan. Pesantren dan masjid mereka perlahan mulai terbangun. Doakan tahun ini semuanya rampung.

 

 

Copyright © 2026 DD Sulsel