Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Dampak Zakat Saat Ini: Kolaborasi untuk Kesejahteraan Umat

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Dampak Zakat Saat Ini: Kolaborasi untuk Kesejahteraan Umat


Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi berbasis syariah. Salah satu instrumen penting dalam ekosistem ekonomi Islam adalah zakat, yang tak hanya menjadi kewajiban ibadah, namun juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang sangat luas.

Di tengah tantangan global seperti perlambatan ekonomi dunia, krisis pangan, dan dampak perubahan iklim, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil. Namun, di balik angka-angka makro tersebut, ketimpangan dan kemiskinan masih menjadi tantangan serius. Oleh karena itu, peran zakat menjadi sangat relevan dan strategis untuk mendorong keadilan distribusi kekayaan, mengurangi kemiskinan, dan memperkuat ekonomi dari akar rumput.

Potret Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Saat Ini
Pada tahun 2025, perekonomian Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan pascapandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2020. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,1% pada triwulan kedua tahun 2025, dengan kontribusi utama dari konsumsi rumah tangga, sektor industri pengolahan, dan ekspor.

Investasi juga menunjukkan peningkatan, terutama di sektor infrastruktur dan digitalisasi. Namun demikian, tantangan struktural seperti pengangguran, ketimpangan antarwilayah, dan kemiskinan ekstrem masih membayangi. Pemerintah telah mengalokasikan berbagai anggaran untuk perlindungan sosial, namun tidak cukup bila hanya mengandalkan sumber APBN.

Di sinilah zakat hadir sebagai potensi kekuatan sosial yang mampu memperkuat ekonomi kerakyatan, terutama di sektor informal dan wilayah tertinggal.


Zakat dalam Konteks Ekonomi Nasional
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat kepemilikan harta (nisab) dan waktu (haul). Dalam konteks ekonomi, zakat berperan sebagai alat redistribusi kekayaan dari kelompok mampu (muzakki) kepada kelompok kurang mampu (mustahik). Ini membuat zakat menjadi instrumen keuangan sosial yang sangat strategis dalam menciptakan keadilan ekonomi.

Menurut estimasi BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), potensi zakat nasional mencapai lebih dari Rp 327 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunannya masih sangat rendah, yaitu sekitar Rp 30 triliun atau kurang dari 10% dari potensi yang ada. Ini menunjukkan adanya ruang besar yang belum tergarap dalam optimalisasi zakat nasional.

Salah satu tantangan utama dalam pengumpulan zakat adalah rendahnya literasi zakat di kalangan masyarakat, minimnya kepercayaan kepada lembaga pengelola zakat, serta kurangnya regulasi yang mendukung integrasi zakat ke dalam sistem ekonomi nasional.

Dampak Ekonomi dari Zakat: Teori dan Praktik
Zakat bukan sekadar bantuan sosial sesaat, tapi memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi produktif jika dikelola secara profesional dan sistematis. Beberapa dampak nyata zakat terhadap perekonomian Indonesia antara lain:

  1.  Mengurangi Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial
    Zakat secara langsung membantu kelompok masyarakat miskin dan rentan melalui distribusi dana konsumtif maupun produktif. Banyak program zakat yang tidak hanya memberikan bantuan langsung tunai, tapi juga membiayai kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga modal usaha kecil. Ini memberikan peluang bagi mustahik untuk bangkit dan menjadi muzakki di masa depan.
  2. Pemberdayaan Ekonomi Umat
    Zakat yang dikelola dalam bentuk program ekonomi seperti pelatihan wirausaha, pemberian modal usaha mikro, pendampingan UMKM, hingga program desa zakat telah terbukti mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat. Beberapa LAZ (Lembaga Amil Zakat) bahkan telah mencatat adanya peningkatan signifikan pada taraf hidup mustahik setelah mengikuti program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
  3. Stabilisasi Sosial dan Ekonomi
    Dalam situasi krisis seperti bencana alam atau pandemi, zakat menjadi solusi cepat tanggap untuk membantu masyarakat yang terdampak. Kecepatan distribusi dan fleksibilitas program menjadikan zakat lebih adaptif dibandingkan bantuan pemerintah yang seringkali terhambat birokrasi.
  4. Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
    Zakat dapat berkontribusi pada beberapa tujuan SDGs, seperti pengentasan kemiskinan (goal 1), pendidikan berkualitas (goal 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (goal 8), serta mengurangi ketimpangan (goal 10).
  5. Mengurangi Ketergantungan pada Bansos Negara
    Dengan meningkatnya peran zakat dalam pemberdayaan masyarakat, maka beban negara dalam memberikan bantuan sosial dapat dikurangi. Hal ini membuka ruang fiskal bagi pemerintah untuk fokus pada pembangunan jangka panjang.

 Strategi Penguatan Peran Zakat
Agar zakat dapat berkontribusi lebih signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional, diperlukan strategi kolaboratif dan terintegrasi, antara lain:

  • Peningkatan Literasi Zakat: Melalui kampanye digital, edukasi di sekolah dan masjid, serta kolaborasi dengan tokoh agama dan media.
  • Digitalisasi Pengumpulan dan Penyaluran: Meningkatkan kemudahan pembayaran zakat melalui platform digital dan mobile banking untuk menjangkau lebih banyak muzakki.
  • Sinergi antara Lembaga Zakat dan Pemerintah: Integrasi data, program, dan kebijakan agar distribusi bantuan lebih merata dan tepat sasaran.
  • Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi: Agar masyarakat semakin percaya dan terdorong untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
  • Inovasi Program Zakat Produktif: Seperti pembiayaan mikro syariah, program ketahanan pangan, atau zakat berbasis wakaf (zawaf) untuk proyek jangka panjang.


Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini memang menunjukkan tren positif, namun tantangan ketimpangan sosial, kemiskinan, dan keterbatasan APBN tetap memerlukan solusi komplementer. Zakat hadir bukan hanya sebagai ibadah personal, tapi sebagai alat transformasi sosial dan ekonomi.

Dengan potensi yang sangat besar dan dampak yang nyata, zakat perlu dikelola secara strategis, profesional, dan kolaboratif. Pemerintah, masyarakat, dan lembaga pengelola zakat harus berjalan bersama dalam membangun sistem ekonomi yang tidak hanya tumbuh, tapi juga berkeadilan dan berkeadaban.

Karena sejatinya, kekuatan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari sejauh mana manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Yuk tunaikan zakatmu di sini agar dampaknya makin luas dan bertumbuh.

 

 

Zakat untuk Palestina: Bagaimana Hukum, Manfaat, dan Cara Penyalurannya

Zakat untuk Palestina: Bagaimana Hukum, Manfaat, dan Cara Penyalurannya

Zakat adalah salah satu rukun Islam yang memiliki tujuan utama untuk membantu mustahik yang membutuhkan. Dengan kondisi Palestina yang mengalami berbagai krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan, banyak umat Muslim bertanya apakah zakat boleh disalurkan ke Palestina, apa manfaatnya, dan bagaimana cara terbaik untuk menyalurkannya.

Hukum Menyalurkan Zakat ke Palestina

Dalam Islam, zakat diberikan kepada delapan golongan (asnaf) sebagaimana disebutkan dalam Qur’an Surat At-Taubah ayat 60 yang artinya:

“Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (QS At-Taubah 9: 60)

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa ada delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, yaitu:

  1. Fakir: Orang yang tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari
  2. Miskin: Orang yang memiliki penghasilan tetapi masih tidak mencukupi
  3. Amil: Orang yang bertugas mengelola zakat
  4. Muallaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan dukungan
  5. Riqab: Hamba sahaya yang ingin memerdekakan diri
  6. Gharimin: Orang yang memiliki utang untuk kepentingan yang dibenarkan syariat
  7. Fi Sabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah
  8. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan

Berdasarkan kategori ini, rakyat Palestina, terutama mereka yang mengalami kemiskinan, kehilangan tempat tinggal, atau berjuang dalam mempertahankan diri, termasuk dalam golongan yang berhak menerima zakat, seperti fakir, miskin, dan fii sabilillah.

Manfaat Zakat bagi Palestina

  • Membantu Kebutuhan Dasar
    Zakat membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Palestina, seperti makanan, air bersih, pakaian, dan obat-obatan di tengah kondisi darurat dan krisis kemanusiaan.
  • Layanan Kesehatan dan Pengobatan
    Dana zakat digunakan untuk operasional rumah sakit, pembelian alat medis, dan pengobatan korban luka akibat konflik.
  • Pendidikan dan Masa Depan Anak-anak
    Membantu membiayai pendidikan anak-anak Palestina yang terpaksa sekolah dalam keterbatasan dan ancaman konflik.
  • Pemberdayaan Ekonomi
    Sebagian zakat juga dialokasikan untuk program ekonomi produktif, seperti modal usaha kecil, ternak, atau pelatihan kerja bagi para keluarga terdampak.
  • Menjaga Martabat Umat
    Zakat memberikan rasa harapan, solidaritas, dan dukungan moral bahwa mereka tidak sendirian, dan umat Islam dunia masih peduli

Pandangan Ulama

Mayoritas ulama sepakat bahwa zakat lebih utama diberikan kepada orang-orang di sekitar tempat tinggal pembayar zakat. Namun, jika ada situasi darurat di wilayah lain yang lebih membutuhkan, maka zakat boleh disalurkan ke luar daerah atau negara. Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menyatakan bahwa mengirim zakat ke tempat yang lebih membutuhkan adalah diperbolehkan, terutama jika ada kaum Muslim dalam kondisi darurat.

Komisi Fatwa MUI mengeluarkan fatwa nomor 83 Tahun 2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina yang menegaskan bahwa mendukung agresi Israel ke Palestina hukumnya haram. Fatwa ini ditetapkan pada Rabu (08 November 2023) pada Sidang Rutin Komisi Fatwa MUI.  “Mendukung agresi Israel terhadap Palestina atau pihak yang mendukung Israel baik langsung maupun tidak langsung hukumnya haram, ” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh saat membacakan fatwa terbaru MUI tersebut, Jum’at (10/11/2023) di Kantor MUI Pusat. Sebaliknya, Fatwa tersebut menegaskan bahwa mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel hukumnya wajib. Dukungan itu bisa berupa pendistribusian zakat, infak, maupun sedekah untuk kepentingan perjuangan rakyat Palestina.

Cara Menyalurkan Zakat ke Palestina

Untuk memastikan zakat sampai kepada yang berhak, penting untuk menyalurkannya melalui lembaga terpercaya. Sahabat bisa menitipkannya melalui Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan merupakan Lembaga Amil Zakat yang fokus pada program pemberdayaan masyarakat Dhu’afa. Dengan tekad yang kuat kami hadir sebagai Lembaga Pengelola Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF). Menjadikan ZISWAF sebagai pilar kokoh penopang kemuliaan dan kesejahteraan umat. Lewat program-program yang kami jalankan, manfaat pendayagunaan dana ZISWAF akan terasa menyeluruh dan tepat sasaran. Yuk tunaikan disini 

Empat Ambulans Dompet Dhuafa Kembali Siaga Layani Warga Gaza Usai Diperbaiki

Empat Ambulans Dompet Dhuafa Kembali Siaga Layani Warga Gaza Usai Diperbaiki

PALESTINA — Di tengah deru suara ledakan dan gemuruh peluru yang tak kunjung reda di langit Gaza, harapan itu terus bergerak di atas empat roda. Empat unit ambulans milik Dompet Dhuafa, hasil donasi masyarakat Indonesia, kembali mengaspal menyusuri jalan-jalan sempit dan porak-poranda di Gaza. Hari ini, Selasa (22/07/2025), keempat ambulans tersebut resmi kembali beroperasi setelah selesai menjalani proses reparasi menyeluruh.

Ambulans-ambulans ini sebelumnya mengalami kerusakan berat setelah berbulan-bulan memberikan layanan medis kedaruratan bagi warga Gaza yang menjadi korban keganasan serangan zionis Israel. Tak jarang, armada kemanusiaan Dompet Dhuafa menjadi sasaran tembakan langsung, bahkan pernah ada yang hancur lebur akibat hantaman rudal. Namun, semangat masyarakat Indonesia untuk membantu tak surut. Justru, dukungan kemanusiaan semakin mengalir deras.

Menanggapi kondisi genting ini, Dompet Dhuafa mengucurkan bantuan khusus bertajuk “Ambulance Repairs” guna memperbaiki armada yang rusak. Proses reparasi mencakup penggantian suku cadang yang rusak parah, perbaikan kerusakan teknis, hingga peremajaan tampilan luar kendaraan. Tulisan “AMBULANCE” pada badan mobil pun diperjelas dan diperkuat, sebagai pesan kemanusiaan yang tegas, bahwa kendaraan ini seharusnya tidak menjadi sasaran tembakan.

Kini, ambulans-ambulans tersebut kembali beroperasi di dua titik vital layanan medis, yakni Rumah Sakit Darurat di Kompleks Kamal dan Klinik Kesehatan Sheikh Adwan. Kedua fasilitas ini menjadi tempat berlindung dan pengobatan bagi ratusan korban luka akibat serangan brutal yang terus terjadi.

Mitra Dompet Dhuafa di Gaza melaporkan bahwa layanan medis masih terus berjuang melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan dan zona merah. Dengan kondisi medan yang penuh resiko, kehadiran ambulans-ambulans ini menjadi penentu nyawa bagi mereka yang membutuhkan pertolongan cepat.

Di tengah segala keterbatasan dan ancaman yang nyata, empat ambulans itu kini kembali menjadi saksi bisu semangat solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina. Sebuah pesan kuat, bahwa kemanusiaan tak bisa dihancurkan meski oleh rudal sekalipun.

Dengan kondisi medan yang penuh resiko, kehadiran ambulans-ambulans ini menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan pertolongan cepat. Di tengah segala keterbatasan dan ancaman yang nyata, empat ambulans itu kini kembali menjadi pemantik semangat solidaritas masyarakat Indonesia untuk rakyat Palestina. Mari dukung perjuangan mereka dengan berdonasi melalui: sulsel.dompetdhuafa.org/campaign/sedekahpalestina .

Belanja Bareng Supir Pete-Pete, Tamir Meneteskan Air Mata Saat Membeli Beras

Belanja Bareng Supir Pete-Pete, Tamir Meneteskan Air Mata Saat Membeli Beras

Di tengah situasi pandemi yang belum berakhir ini, banyak masyarakat yang merasakan kesulitan ekonomi. Terlebih lagi mereka yang bekerja berdasarkan sektor informal yang mengharapkan upah harian.

Hal ini yang dirasakan pula oleh Tamir supir angkot yang kurang mendapatkan penumpang karena pandemi yang menimpa. Pria berusia 69 tahun ini bercerita kalau selama pandemi corona ia sulit mendapatkan bayaran dari jasanya sebagai supir pete-pete (angkutan kota).

Setiap hari ia memulai kerjanya pukul 9 atau 11 pagi, ia menunggu para penumpang di Jalan Ujung Pettarani, Makassar. Rute yang ia lewati itu adalah Pettarani, Abdesir menuju kampus Universitas Hasanuddin jalan Perintis Kemerdekaan. Kebanyakan penumpang yang ia angkut adalah para mahasiswa dan pegawai.

Hanya saja selama corona dan PPKM berlaku, ia mengaku tidak ada penumpang yang ia dapatkan. Bahkan sehari hanya 30.000 rupiah. Itu pun harus ia berikan kepada pemilik angkot dan biaya bensin. Sehingga terkadang ia tidak mendapatkan upah sama sekali
dalam sehari.


Tamir berbagi ceritanya bahwa mobil angkutan yang digunakan adalah milik temannya. Jadi setiap hari ia harus menyetorkan hasil tariknya. Biasanya ia mengemudi sampai 3 kali putar rute sekitar jam 2 siang dan itu tergantung pendapatannya kadang 50.000 kadang  lebih, kadang pula di bawah tarif. Jika tarif yang didapatkan itu dibawah 50.000 maka ia tidak mendapatkan bayaran, namun jika di atas dari jumlah tersebut maka akan dipotong biaya bbm dan biaya kepemilikan angkut. Jadi hasilnya hanya pemilik yang berikan. Mendapatkan upah 20.000 saja sudah sebuah rezeki yang melimpah bagi Tamir sebab dengan harga segitu ia bisa membeli beras, telur dan bumbu untuk kebutuhan dapur.

Selama pandemi corona meningkat, Tamir  mengalami banyak kesulitan untuk mendapatkan penumpang.
“Selama Corona ini susah sekali dapat penumpang, karena banyak tempat libur. Kampus libur, kantor libur, mall juga libur. Jadi penumpang juga sepi. Tapi mau tidak mau harus kerja untuk pembeli beras di rumah,” ungkapnya.



Walaupun kadang tidak membawa hasil apapun ke rumah namun ia berharap bahwa esok hari akan banyak penumpang yang naik pete-pete yang dikendarainya. Ia juga berharap keadaan normal lagi sehingga ada penghasilan yang ia dapatkan.

Karena keadaan ini memaksa Tamir untuk bekerja demi menafkahi keluarganya. Saat ini Tamir tinggal bersama anaknya di kelurahan Karuwisi, Makassar. Anaknya juga saat ini hanya bekerja sebagai buruh harian dan tukang parkir jadi penghasilan pun tidak menetap. Mereka bersyukur bila setidaknya ada pembeli beras di rumah. Karena bahan itu yang paling penting. Dan jika ada uang lebih mereka menggunakannya untuk membeli telur dan mie.   

Melihat kondisi ini, Dompet Dhuafa menghadirkan program yaitu bantuan kebutuhan pokok untuk supir pete-pete yaitu dengan mengajak belanja kebutuhan pokok. Dan, Tamir merupakan salah satu yang merasakan dampak kebaikan dari buah kedermawanan masyarakat ini.


Tim Dompet Dhuafa mendampinginya berbelanja di Supermarket Berkah, Jl Boulevard, Panakkukang, Makassar pada Selasa (24/8/2021). Berbekal 400.000, dengan seksama Tamir mulai mengambil bahan pokok untuk kebutuhan sebulannya. Mulai dari beras, minyak goreng, telur, susu, kopi, mie instan, hingga kebutuhan dapur lainnya.



Selepas belanja, Tim Dompet Dhuafa Sulsel juga ikut mendatangi rumahnya. Setiba di rumahnya, Ia bercerita bila di rumahnya hanya ada seliter beras. Dan bantuan belanja dari Dompet Dhuafa ini sangat berarti baginya.

Rasa haru tak terbendung dari wajahnya. Terima kasih pun terus terucap dari Tamir untuk orang-orang baik yang telah bersedekah. “Semoga yang membantu dapat keberkahan dan dilimpahkan rezeki yang banyak,” tutupnya.

Kurban Untuk Pelosok, Buruh Tani Di Desa Sawaru.

Kurban Untuk Pelosok, Buruh Tani Di Desa Sawaru.

Daging masih menjadi bahan pangan yang mewah bagi sebagian masyarakat Indonesia. Karena harganya yang tinggi, tak semua orang dapat mengkonsumsinya setiap hari. Ada beberapa orang yang menikmati daging setahun sekali dalam moment idhul adha. Bahkan banyak pula wilayah di Indonesia yang ternyata tidak menikmati daging terlebih di wilayah pelosok.

Salah satunya adalah Desa Sawaru, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Desa Sawaru memiliki luas wilayah 13,13 km² dan jumlah penduduk sebanyak 2.239 jiwa. Desa Sawaru berstatus sebagai desa definitif dan tergolong pula sebagai desa swasembada. Meskipun dikatakan sebagai desa yang mampu menghasilkan pangan sendiri, nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak terpenuhi kebutuhan pangannya termasuk mengkonsumsi daging. Hal ini dikarenakan banyak sebagian warganya tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk membeli daging sapi.

Seperti kisah yang dirasakan oleh Nenek Cirring (50) yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani. Nenek Cirring hanya hidup seorang diri di Desa Sawaru. Nenek Cirring juga bercerita bahwa ia tak dapat lagi bekerja keras karena mengalami cidera tangan serius pasca jatuh ketika hendak giling padi.
Untuk mencukup hidupnya, Nenek Cirring membantu para petani menggarap sawah dan panggilan bertani lainnya. Sedangkan untuk menikmati daging sapi, Nenek Cirring hanya menerima jika ada kurban atau sedekah dari para warga.

Nenek Cirring hidup di rumah yang sangat sederhana. Rumah panggung yang keseluruhan terbuat dari kayu, beratapkan seng. Rumah miliknya juga hanya terdiri dari ruang tamu sekaligus ruang tidur serta dapur. Nenek Cirring sangat bersyukur karena adanya kurban di Desa Sawaru, “Saya senang sekali mendapatkan daging kurban ini,” ungkapnya.

Ketika ditanya ingin dibuat  apa dagingnya, Nenek Cirring menjawab “Saya akan jadikan dendeng biar bisa disimpan dan dikonsumsi lebih lama,” pungkasnya.

Alasan Mengapa Kurban Sangat Dianjurkan

Alasan Mengapa Kurban Sangat Dianjurkan

Berkurban adalah anjuran bagi umat muslim untuk dilakukan sekali dalam setahun yang jatuh pada 10 Dzulhijah. Berkurban tidak hanya mendatangkan manfaat kepada diri sendiri namun juga memberikan manfaat berlimpah pada orang lain dengan menebar hewan kurban. Berikut adalah manfaat berkurban yang bisa mendatangai kita.

  • Mendekatkan diri kepada Allah SWT
  • Sejatinya setiap ibadah memiliki keistimewaannya masing-masing yang dapat membuat kita dekat kepada Allah SWT. Begitupula dengan berkurban. Kurban sendiri berasal dari kata Qurb atau Qurban yang berarti ‘dekat’. Sedangkan penulisan qurban dengan imbuan alif dan nun bermakna ‘kesempurnaan’. Sehingga kurban atau qurban adalah ‘kedekatan yang sempurna’. Atau dalam makna lainnya, kurban berarti menyembelih hewan untuk melaksanakan perintah Allah SWT sekaligus mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa.
  • Bentuk Syukur
  • Kegiatan berqurban pun juga dapat dimaknai sebagai ungkapan syukur karena Allah S.W.T telah memberikan rezeki yang melimpah untuk kita sehingga dapat menunaikan qurban dan membantu sesama. Karena di dalam rezeki yang kita terima terdapat hak-hak saudara yang kurang mampu. Sebagaimana ajaran dalam Islam untuk saling berbagi dan saling membantu saudara lainnya yang sedang kesusahan. Maka, menjalankan perintah berqurban untuk membagikan rezeki yang dimilikinya dan membantu saudara umat muslim lain yang sedang kelaparan adalah hal yang baik untuk dilakukan.
  • Mensucikan diri dan harta
  • Melaksanakan kurban mampu mensucikan diri dan harta benda yang kita miliki agar menjadi lebih berkah. Sebagaimana yang telah diriwayatkan, ibadah berkurban adalah salah satu ibadah yang disukai dan dimuliakan oleh Allah SWT. Bagi mereka yang mampu, berkurban tak hanya dijadikan momen untuk berbagi namun juga mensucikan diri dan harta benda yang dimiliki. Allah S.W.T tak menyukai sifat manusia yang kikir dan pelit. Maka dari itu, dengan melakukan qurban yang memiliki artian membagi-bagikan rezeki dalam bentuk daging hewan ternak.
  • Menghapus Dosa
  • Berkurban juga diartikan sebagai penebus dan pengampun dosa-dosa orang yang berkurban pada masa lalu. Hal ini telah dijelaskan dalam sebuah hadist shahih yang berbunyi:
    “Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu”. (HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban).
  • Memberdayakan Petani Lokal
  • Berkurban tidak hanya memberikan segudang pahala bagi diri kita sendiri, namun juga memberikan manfaat kepada sesama. Salah satunya untuk kesejahteraan petani lokal. Dengan membeli kambing, sapi ataupun domba pada peternak, kamu berkontribusi menebar kebaikan dan mengentas masalah ekonomi. Para peternak tentunya akan merasa terbantu dengan pembelian hewan ternaknya yang dibutuhkan untuk hari raya idhul adha nanti.

Itulah beberapa manfaat yang kita dapatkan dengan berkurban. Jadi sudah siap kurban tahun ini?
Nah kalau kamu bingung mau kurban apa tahun ini, yuk silahkan tanya kurban di Dompet Dhuafa pada link

 

Copyright © 2026 DD Sulsel