DMC Dompet Dhuafa Bangun Tempat Wudhu Darurat dan Pipanisasi untuk Jamaah Terdampak Gempa di Sigi

DMC Dompet Dhuafa Bangun Tempat Wudhu Darurat dan Pipanisasi untuk Jamaah Terdampak Gempa di Sigi

Sigi, Sulawesi Tengah, 19 Juni 2026 – Sebagai bagian dari upaya pemulihan pascagempa di Kabupaten Sigi, Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa melakukan pembangunan tempat wudhu darurat dan instalasi pipanisasi di Masjid Al Muhajirin, Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, pada Jumat (19/6).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya jamaah masjid yang terdampak akibat kerusakan fasilitas ibadah pascagempa. Kerusakan pada sarana penunjang masjid menyebabkan terganggunya aktivitas beribadah warga, termasuk kebutuhan air untuk berwudhu.

Melalui pembangunan tempat wudhu darurat dan jaringan pipanisasi, DMC Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan masyarakat secara cepat dan aman selama masa tanggap darurat berlangsung. Kehadiran sarana ini diharapkan dapat mendukung aktivitas ibadah warga agar tetap berjalan dengan baik, terutama menjelang pelaksanaan Shalat Jumat.

Syarif Syamsuddin, Staf Program Sosial dan Kebencanaan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, mengatakan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu prioritas dalam respons kemanusiaan yang dilakukan di wilayah terdampak gempa.

“Pembuatan tempat wudhu darurat dan pipanisasi ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membantu masyarakat agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan nyaman di tengah kondisi pascabencana. Selain memenuhi kebutuhan dasar akan air bersih, fasilitas ini juga diharapkan dapat mendukung proses pemulihan psikososial warga melalui aktivitas keagamaan yang kembali berjalan dengan baik,” ujar Syarif.

Salah satu penerima manfaat, Irwan, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Tim DMC Dompet Dhuafa. Menurutnya, fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat yang tengah berupaya bangkit setelah bencana gempa.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya tempat wudhu darurat dan saluran air yang dibuat oleh Dompet Dhuafa. Sebelumnya kami kesulitan mendapatkan akses air untuk berwudhu karena fasilitas yang ada mengalami kerusakan akibat gempa. Sekarang jamaah bisa kembali beribadah dengan lebih nyaman, terutama untuk pelaksanaan Shalat Jumat. Terima kasih kepada Dompet Dhuafa dan seluruh relawan yang telah membantu kami,” tutur Irwan.

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Dompet Dhuafa terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penyintas di lapangan.

DMC Dompet Dhuafa berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sigi melalui berbagai program respons darurat dan pemulihan, guna membantu percepatan pemulihan kehidupan warga menuju kondisi yang lebih baik.

DMC Dompet Dhuafa Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Gempa di Desa Kamarora B, Sigi

DMC Dompet Dhuafa Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Gempa di Desa Kamarora B, Sigi

Sigi, Sulawesi Tengah, 18 Juni 2026 – Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa mendirikan dapur umum di Desa Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Kamis (18/6), sebagai bentuk respons cepat dalam membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi.

Pendirian dapur umum dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga selama masa tanggap darurat. Melalui layanan ini, DMC Dompet Dhuafa menyediakan makanan siap saji bagi sekitar 80 penerima manfaat yang terdampak bencana di Desa Kamarora B.

Sebelum operasional dapur umum dimulai, tim DMC Dompet Dhuafa melakukan asesmen kebutuhan di lokasi terdampak. Berdasarkan hasil asesmen, kebutuhan pangan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi mengingat sebagian warga mengalami kesulitan dalam mengakses dan menyiapkan makanan pascagempa.

Untuk mendukung operasional dapur umum, tim DMC Dompet Dhuafa melakukan pengadaan berbagai bahan kebutuhan pokok dan perlengkapan memasak. Seluruh bahan kemudian diolah menjadi makanan siap saji yang didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Menariknya, proses memasak dan penyajian makanan dilakukan bersama warga terdampak. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan dapur umum menjadi bagian dari upaya membangun semangat gotong royong dan memperkuat solidaritas sosial di tengah kondisi darurat. Warga turut berpartisipasi dalam menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga mendistribusikan makanan kepada sesama penyintas.

Syarif Syamsuddin, Staf Program Sosial dan Kebencanaan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa pendirian dapur umum merupakan langkah awal yang dilakukan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat dan para relawan yang bertugas di lokasi terdampak.

“Pendirian dapur umum ini merupakan upaya pertama yang kami lakukan untuk membantu warga terdampak sekaligus mendukung relawan yang bertugas di lapangan. Kami berharap dengan tersedianya makanan siap saji, proses pemulihan dan evakuasi dapat berjalan lebih lancar sehingga tim dan masyarakat dapat lebih fokus pada penanganan pascagempa,” ujar Syarif.

Kehadiran dapur umum ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat, tetapi juga memberikan dukungan bagi para relawan yang terlibat dalam proses evakuasi dan pemulihan di lokasi bencana. Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar pangan, masyarakat dan tim kemanusiaan diharapkan dapat menjalankan aktivitas pemulihan dengan lebih optimal.

DMC Dompet Dhuafa terus berkomitmen menghadirkan layanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain layanan dapur umum, DMC Dompet Dhuafa juga terus melakukan pemantauan kebutuhan di lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.

Melalui kolaborasi antara relawan dan masyarakat, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih baik serta memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

Dompet Dhuafa Salurkan 500 Paket Gaza Foodbank Bantuan Bagi Rakyat Gaza

Dompet Dhuafa Salurkan 500 Paket Gaza Foodbank Bantuan Bagi Rakyat Gaza

MAKASSAR– Laporan langsung dari Gaza Utara, bahwa terdapat ratusan bangunan baik rumah, sarana publik luluh lantah akibat serangan misil Israel, dan terdapat 50 warga mengungsi di pengungsian dengan keterbatasan sarana seperti air bersih, serta kebutuhan lainnya. Pada Senin (24/5/2021), melalui sambungan telepon dan disiarkan langsung di kanal Youtube DDTV, Dompet Dhuafa bersama Takween Association berhasil menyalurkan 500 paket makanan (Gaza Foodbank) berupa sembako bagi penyintas konflik Israel-Palestina yang sampai hari ini belum banyak bantuan mereka terima. Terlebih lagi, para penyintas masih tinggal di pengungsian dengan sarana yang terbatas. Selain 500 paket Gaza Foodbank ini, Dompet Dhuafa nantinya akan terus menggulirkan bantuan-bantuan pada masa pemulihan pasca konflik Israel-Palestina seperti pembangunan kamar operasi, Covid-19 Centre, recovery disabilitas, pelatihan skill untuk perempuan di Gaza, renovasi sekolah-sekolah maupun masjid-masjid yang hancur dan fasilitas untuk sewa rumah bagi dhuafa di Palestina.
Sadi Dabboor, selaku Chairman Takween Association for Development menjelaskan, “Saat ini (Senin, 24/5/2021) saya berada di Gaza Utara, Palestina. Bantuan ini disalurkan kepada masyarakat termasuk anak-anak yang tinggal di sekitar Gaza Utara, dan yang saat ini harus pindah ke pengungsian. Karena, rumah mereka hancur akibat serangan Israel yang tak kenal henti hingga saat ini”.

Ramadan, salah satu penerima manfaat, “Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia, khususnya donatur Dompet Dhuafa yang telah membantu kami. Karena hari ini bisa tersalurkan kepada kami yang telah menjadi korban atas konflik yang terjadi. Kami tahu rakyat Indonesia sayang kepada kami, dan kami sangat mengapresiasi perhatian dan bantuan dari kalian”.
Di sisi lain Mohammed Abu Mohadi (56), selaku penerima manfaat, menunjuk reruntuhan bangunan di belakangnya dan menjelaskan peristiwa yang menimpanya, “Dulu di situ adalah tempat tinggal kami. Namun sekarang sudah runtuh. Sekarang kami mengungsi di tempat yang seadanya. Makanan pun juga seadanya. Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih kepada donatur Dompet Dhuafa dan pihak-pihak lainnya telah menyalurkan bantuan ke sini.”
Sadi melanjutkan, Takween Association akan selalu bersedia menjadi mitra Dompet Dhuafa sebagai kepanjangan tangan para donatur. Sehingga dapat menyentuh saudara-saudara yang menjadi korban dampak kekejaman Israel.
Direktur Komunikasi dan Aliansi Strategis Dompet Dhuafa, Bambang Suherman menjelaskan, sejak 2009, Dompet Dhuafa telah menyalurkan berbagai bantuan dalam aksi kemanusiaan untuk masyarakat Palestina. Di antaranya, revitalisasi pabrik roti jabaliyah yang memproduksi sekitar sepuluh ribu roti per harinya, instalasi sumber air bersih pada 2010, mendirikan Gaza Foodbank sejak 2013, serta School for Gaza untuk anak-anak terdampak konflik Israel-Palestina pada 2014. Di 2015 juga ada program Tebar Hewan Kurban (THK) menyentuh saudara-saudara di Palestina. Pada waktu itu ada sebagian hewan kurban dari total 22 ribu hewan kurban, kami salurkan ke Palestina.
“Program lainnya ada DD Kitchen dan revitalisasi sarana umum seperti Sekolah-sekolah dan Masjid yang rusak akibat serangan Israel,” pungkas Bambang.
Melanjutkan, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM menambahkan “Program respon yang dilakukan Dompet Dhuafa ini juga meliputi penyediaan ambulance gratis untuk Gaza, pelayanan kesehatan, Instalasi Gawat Darurat, Homecare rawat muka, pendistribusian, penempatan relawan medis di pos-pos kesehatan serta pendirian kitchen untuk menyediakan makanan mengingat saat ini toko-toko dan pasar tutup akibat konflik tersebut,” ungkapnya.
Respons Kebakaran Pannampu Makassar, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Pos Hangat

Respons Kebakaran Pannampu Makassar, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Pos Hangat

MAKASSAR – Si jago merah kembali melahap Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, (23/08/2020), sekitar pukul 05.50 WITA. Kali ini, kebakaran berpusat di Kompleks Pasar Panampu (Kampung Jakarta) RT 005 RW 008 Kelurahan Panampu. Lokasi tersebut merupakan salah satu area padat panduduk di Kota Makassar.

Mengetahui musibah tersebut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) langsung merespons dengan menerjunkan tim ke lokasi kebakaran.

Hingga hari ini, Selasa (25/8/2020), tim DD Sulsel masih hadir di lokasi. Membantu para warga terdampak di daerah Pannampu dengan mendirikan Pos Hangat.

Data terbaru yang dihimpun oleh tim Dompet Dhuafa Sulsel, sebanyak 132 KK, 94 Rumah, dan 535 Jiwa menjadi korban kebakaran.

Menanggapi hal ini, Rahmat Hidayat HM, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, membenarkan bahwa tim Dompet Dhuafa sudah turun langsung ke lokasi kebakaran.

“Sejak hari pertama kita sudah turunkan tim untuk merespons langsung di sana kita sudah mulai assesment dan mendirikan pos hangat,” ungkapnya.

Melalui Pos Hangat ini, tim Dompet Dhuafa mendistribusikan makanan dan minuman hangat saat pagi dan malam hari.

Lebih lanjut, Rahmat juga turut mengajak masyarakat luas khususnya masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama mengulurkan bantuan untuk warga yang terdampak kebakaran.

Aksi DD Sulsel Evakuasi Korban Banjir Bandang Masamba

Aksi DD Sulsel Evakuasi Korban Banjir Bandang Masamba

LUWU UTARA – Ribuan rumah warga di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dihantam banjir bandang, Senin (13/7/2020) malam. Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

Hingga saat ini, 10 orang dilaporkan meninggal dunia dan 46 lainnya masih dalam pencarian. Banjir ini dilaporkan sebagai banjir terparah yang melanda wilayah tersebut. Ratusan rumah warga terendam lumpur bercampur pasir setelah diterjang air bah setinggi dua meter.

Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) dengan cepat merespons kejadian bencana ini. Tujuh orang tim diturunkan untuk membantu kebutuhan darurat di lokasi terdampak.

Hingga Rabu (15/7/2020), Dompet Dhuafa telah melakukan asesmen dan pendampingan awal terhadap warga terdampak.

Dompet Dhuafa Sulsel juga bergabung bersama tim gabungan untuk melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Lokasi ini merupakan lokasi terdampak parah banjir bandang.

Ratusan rumah di desa ini tertimbun lumpur. Aktivitas warga lumpuh karena lumpur yang membawa material seperti kayu dan sampah menutup jalan di pemukiman warga.

Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM, mengatakan bahwa Dompet Dhuafa sudah hadir di lokasi untuk membantu evakuasi korban. Dompet Dhuafa, kata dia, akan melakukan yang terbaik sampai proses recovery nanti.

“Saat ini, Rabu (15/7/3020), kami melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Sementara untuk rencana respons ke depan, Dompet Dhuafa akan membuka dapur umum, pos hangat, dan aksi bersih material yang masih menutupi ruas jalan,” ujarnya.

Korban Banjir Bantaeng Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Korban Banjir Bantaeng Dapat Layanan Kesehatan Gratis

BANTAENG – Hujan deras yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan sejak Jumat (12/6/2020) malam, membuat luapan air sungai tidak terbendung dan menyebabkan banjir serta longsor. Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng menjadi wilayah yang terdampak parah. Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum terendam banjir.

Di Kabupaten Bantaeng, hujan deras terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan luapan air Sungai Calendu tidak terbendung. Selain itu, banjir juga disebabkan oleh jebolnya Cekdam Balang Sikuyu.

Tujuh Kelurahan terdampak parah, seperti Kelurahan Pallantikang, Mallilingi, Letta, Lembang, Bonto Sunggu, Bonto Atu, dan Bontorita. Luapan air juga membanjiri sejumlah lokasi di pusat kota.

Mendengar kejadian tersebut, Dompet Dhuafa (DD) Sulsel langsung melakukan respons cepat dengan bergegas menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana, tim DD Sulsel langsung membuka pos sehat dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga terdampak.

“Hingga Senin (15/6/2020), tim tim DD Sulsel masih siaga di lokasi, dengan membuka pos sehat di beberapa titik di lokasi terdampak,” kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat HM.

Rahmat menambahkan selain membuka pos sehat di Bantaeng, Dompet Dhuafa Sulsel juga mengirim tim evakuasi untuk bergabung bersama tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.

Lokasi tersebut merupakan daerah perbukitan. Ketika malam hari, pada Jumat (12/6/2020), di sana terjadi longsor yang menimpa tiga rumah. Hingga saat ini, masih ada korban jiwa yang belum ditemukan.

“Dompet Dhuafa Sulsel selalu berkomitmen untuk membantu masyarakat yang dilanda musibah, termasuk yang terjadi di Bantaeng dan Jeneponto. Insyaallah, kami akan bantu sampai masa recovery nanti. Semoga bencana yang tengah dialami oleh warga Jeneponto dan Bantaeng segera mereda,” tutup Rahmat.

Copyright © 2026 DD Sulsel