Siaga Kebencanaan
Respons Kebakaran Pannampu Makassar, Dompet Dhuafa Sulsel Dirikan Pos Hangat

MAKASSAR – Si jago merah kembali melahap Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, (23/08/2020), sekitar pukul 05.50 WITA. Kali ini, kebakaran berpusat di Kompleks Pasar Panampu (Kampung Jakarta) RT 005 RW 008 Kelurahan Panampu. Lokasi tersebut merupakan salah satu area padat panduduk di Kota Makassar.
Mengetahui musibah tersebut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) langsung merespons dengan menerjunkan tim ke lokasi kebakaran.
Hingga hari ini, Selasa (25/8/2020), tim DD Sulsel masih hadir di lokasi. Membantu para warga terdampak di daerah Pannampu dengan mendirikan Pos Hangat.
Data terbaru yang dihimpun oleh tim Dompet Dhuafa Sulsel, sebanyak 132 KK, 94 Rumah, dan 535 Jiwa menjadi korban kebakaran.
Menanggapi hal ini, Rahmat Hidayat HM, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, membenarkan bahwa tim Dompet Dhuafa sudah turun langsung ke lokasi kebakaran.
“Sejak hari pertama kita sudah turunkan tim untuk merespons langsung di sana kita sudah mulai assesment dan mendirikan pos hangat,” ungkapnya.

Melalui Pos Hangat ini, tim Dompet Dhuafa mendistribusikan makanan dan minuman hangat saat pagi dan malam hari.
Lebih lanjut, Rahmat juga turut mengajak masyarakat luas khususnya masyarakat Sulawesi Selatan untuk bersama mengulurkan bantuan untuk warga yang terdampak kebakaran.
Aksi DD Sulsel Evakuasi Korban Banjir Bandang Masamba

LUWU UTARA – Ribuan rumah warga di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dihantam banjir bandang, Senin (13/7/2020) malam. Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.
Hingga saat ini, 10 orang dilaporkan meninggal dunia dan 46 lainnya masih dalam pencarian. Banjir ini dilaporkan sebagai banjir terparah yang melanda wilayah tersebut. Ratusan rumah warga terendam lumpur bercampur pasir setelah diterjang air bah setinggi dua meter.

Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) dengan cepat merespons kejadian bencana ini. Tujuh orang tim diturunkan untuk membantu kebutuhan darurat di lokasi terdampak.
Hingga Rabu (15/7/2020), Dompet Dhuafa telah melakukan asesmen dan pendampingan awal terhadap warga terdampak.
Dompet Dhuafa Sulsel juga bergabung bersama tim gabungan untuk melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Lokasi ini merupakan lokasi terdampak parah banjir bandang.

Ratusan rumah di desa ini tertimbun lumpur. Aktivitas warga lumpuh karena lumpur yang membawa material seperti kayu dan sampah menutup jalan di pemukiman warga.
Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM, mengatakan bahwa Dompet Dhuafa sudah hadir di lokasi untuk membantu evakuasi korban. Dompet Dhuafa, kata dia, akan melakukan yang terbaik sampai proses recovery nanti.
“Saat ini, Rabu (15/7/3020), kami melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Sementara untuk rencana respons ke depan, Dompet Dhuafa akan membuka dapur umum, pos hangat, dan aksi bersih material yang masih menutupi ruas jalan,” ujarnya.
Korban Banjir Bantaeng Dapat Layanan Kesehatan Gratis

BANTAENG – Hujan deras yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan sejak Jumat (12/6/2020) malam, membuat luapan air sungai tidak terbendung dan menyebabkan banjir serta longsor. Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng menjadi wilayah yang terdampak parah. Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum terendam banjir.
Di Kabupaten Bantaeng, hujan deras terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Intensitas hujan yang tinggi, mengakibatkan luapan air Sungai Calendu tidak terbendung. Selain itu, banjir juga disebabkan oleh jebolnya Cekdam Balang Sikuyu.

Tujuh Kelurahan terdampak parah, seperti Kelurahan Pallantikang, Mallilingi, Letta, Lembang, Bonto Sunggu, Bonto Atu, dan Bontorita. Luapan air juga membanjiri sejumlah lokasi di pusat kota.
Mendengar kejadian tersebut, Dompet Dhuafa (DD) Sulsel langsung melakukan respons cepat dengan bergegas menuju lokasi kejadian. Setibanya di sana, tim DD Sulsel langsung membuka pos sehat dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga terdampak.
“Hingga Senin (15/6/2020), tim tim DD Sulsel masih siaga di lokasi, dengan membuka pos sehat di beberapa titik di lokasi terdampak,” kata Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat HM.

Rahmat menambahkan selain membuka pos sehat di Bantaeng, Dompet Dhuafa Sulsel juga mengirim tim evakuasi untuk bergabung bersama tim SAR gabungan untuk melakukan evakuasi di Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto.
Lokasi tersebut merupakan daerah perbukitan. Ketika malam hari, pada Jumat (12/6/2020), di sana terjadi longsor yang menimpa tiga rumah. Hingga saat ini, masih ada korban jiwa yang belum ditemukan.
“Dompet Dhuafa Sulsel selalu berkomitmen untuk membantu masyarakat yang dilanda musibah, termasuk yang terjadi di Bantaeng dan Jeneponto. Insyaallah, kami akan bantu sampai masa recovery nanti. Semoga bencana yang tengah dialami oleh warga Jeneponto dan Bantaeng segera mereda,” tutup Rahmat.
CEGAH TANGKAL CORONA, DOMPET DHUAFA SULSEL STERILIASI FASILITAS UMUM

MAKASSAR – Tim pencegahan dan penangkalan (CEKAL) COVID-19 Dompet Dhuafa Sulsel melakukan sterilisasi fasilitas umum di Kota Makassar pada hari Kamis (19/03/2020).
Dengan Alat Pelindung Diri (APD) tim respon Dompet Dhuafa Sulsel terjun melakukan aksi penyemprotan cairan disinfektan di beberapa lokasi sejak hari Rabu kemarin seperti masjid, gereja, dan fasilitas umum lainnya, serta membagikan hand sainitizer secara gratis.
Hal tersebut merupakan upaya Dompet Dhuafa Sulsel dalam pencegahan penyebaran virus corona atau covid-19 untuk beberapa hari kedepan. Selain itu beberapa di antaranya juga merupakan permintaan dari masyarakat yang merasa khawatir dengan penyebaran virus tersebut.
Diharapkan dengan adanya penyemprotan disenfektan ini bisa menjadi langkah preventif pencegahan penularan virus. Aksi ini menyasar fasilitas umum di sejumlah titik, selain untuk upaya pencegahan penyebaran virus, diharapkan juga agar fasilitas umum tersebut bisa bersih dan steril dari kuman penyakit.
Fasilitas umum seperti rumah peribadatan menjadi prioritas karena merupakan tempat publik yang selalu ramai dengan orang, sehingga sangat memungkinkan menjadi tempat penularan wabah corona atau covid-19.
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Rahmat HM, menyatkan bahwa kegiatan ini sudah menjadi program nasional di Dompet Dhuafa dan juga dilakukan di hampir semua kota besar di Indonesia. “Alhamdulillah, dengan dukungan banyak pihak dan donatur kami bisa menjalankan program ini. Insya Allah akan kami perbanyak personil dan alat desinfektan agar dapat menjangkau lebih banyak daerah lagi.”
Selain itu, Dompet Dhuafa Sulsel juga mengajak masyarakat
untuk turut terlibat dalam aksi CEKAL (cegah tangkal) ini, yaitu dengan turut
mendukung baik secara spiritual maupun material.
Dompet Dhuafa Sulsel turut
mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi penularan wabah virus corona atau covid-19
dengan mengurangi aktifitas di luar rumah dan keramaian.
TURUN MEMBANTU WARGA KORBAN KEBAKARAN DI ABU BAKAR LAMBOGO, DOMPET DHUAFA SULSEL BUKA POS HANGAT

Makassar, (4/9), Musibah kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jl. Abu Bakar Lambogo, Makassar, Ahad, (1/9) lalu. Sejak hari itu hingga rabu (4/9) ini, tim relawan Dompet Dhuafa Sulsel hadir di lokasi kejadian untuk membantu para warga terdampak kebakaran dengan mendirikan Pos Hangat.
Melalui Pos Hangat ini tim relawan mendistribusikan makanan dan minuman hangat saat pagi dan malam hari. “Kami menyediakan bubur di pagi hari, untuk malam hari kami mengadakan kopi, teh, dan susu hangat,” ujar Syarif, relawan Dompet Dhuafa Sulsel. Ada empat kebakaran yang terjadi di Kota Makassar pada Ahad hari pertama di bulan September ini. Salah satu yang terparah terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo. Lima unit rumah habis terbakar dan delapan unit rumah rusak. Sebagai wujud dan realisasi visi dan misi program pemberdayaan, Dompet Dhuafa Sulsel sigap dengan mendirikan Pos Hangat di lokasi tersebut.
Diharapakan, dengan adanya Pos Hangat ini mampu meredam kegelisahan dan kekuatiran warga kekurangan bahan makanan akibat api yang melalap pemukiman mereka.









