Merayakan Sewindu Kopi Sinjai, Dompet Dhuafa Ajak Konten Kreator dan Media Kenal Lebih Dekat Program Pemberdayaan

Merayakan Sewindu Kopi Sinjai, Dompet Dhuafa Ajak Konten Kreator dan Media Kenal Lebih Dekat Program Pemberdayaan

SINJAI, SULAWESI SELATAN — Merayakan delapan tahun perjalanan Program Kopi Sinjai, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan mengajak 10 konten kreator dan media untuk mengenal lebih dekat proses pemberdayaan masyarakat melalui kopi di Kawasan Madaya Sinjai, Kabupaten Sinjai.

Kegiatan bertajuk HeartVenture 2026 ini berlangsung pada 4–6 September 2026. Para peserta diajak melihat langsung perjalanan program dari hulu hingga hilir, sekaligus mengenal berbagai aktivitas pemberdayaan yang telah dikembangkan selama delapan tahun.

Setibanya di Kawasan Madaya, Dusun Idaman, Desa Arabika, Kecamatan Sinjai Barat, peserta mendapatkan pengenalan mengenai perjalanan Program Kopi Sinjai dan ekosistem Madaya Sinjai dari Ramly selaku Local Leader bersama Ismail.

Program yang sebelumnya dikenal sebagai Pemberdayaan Kopi Patongko tersebut kemudian berkembang menjadi Pemberdayaan Kopi Sinjai. Sejak 2023, pengembangan Kawasan Madaya Sinjai tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi berbasis kopi, tetapi juga mencakup aspek pendidikan, sosial, kesehatan, dakwah, dan lingkungan.

“Saya selalu bilang begini, di belakang rumah itu sebenarnya surga. Tapi orang tidak melihat itu,” ujar Ramly, menggambarkan perubahan kawasan yang sebelumnya merupakan lahan belakang rumah dan dipenuhi sampah, hingga kini berkembang menjadi kawasan pemberdayaan dan wisata edukasi.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti perjalanan ke Desa Menra untuk melihat langsung kebun kopi binaan petani. Di lokasi, peserta dikenalkan dengan beberapa jenis kopi yang ditanam, seperti Excelsa, Liberika, Robusta, dan Arabika. Para peserta juga melihat proses pemetikan dan sortasi buah kopi serta mencicipi kopi Excelsa yang diolah menggunakan metode Natural Mosto.

“Saat ini kita hanya bisa melihat kopi jenis Excelsa karena panen kopi Arabika dan Robusta telah berlalu. Excelsa ini memiliki karakter yang unik dengan cita rasa buah dan keasaman yang khas,” jelas Ramly.

Tidak hanya mengenal kopi, peserta juga mengikuti penanaman bibit kopi Robusta, melihat pengolahan gula aren, serta menikmati berbagai panganan lokal. Rangkaian dilanjutkan dengan sharing session bersama perwakilan Bappeda, mitra PLN, dan Chef La Ode Syaiful Rahman mengenai potensi daerah dan keberlanjutan pemberdayaan di Kawasan Madaya Sinjai.

Bagi Ramly, kopi bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan pintu masuk menuju perubahan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kopi secara ekonomi hanya berdampak pada jangka pendek. Tetapi anak-anak yang kuliah itu merupakan investasi jangka panjang,” katanya.

Memasuki hari ketiga, peserta mengikuti live cooking bersama Chef La Ode Syaiful Rahman dan berinteraksi dengan 39 anak peserta didik TPA Madaya Sinjai melalui berbagai permainan. Sebanyak 10 anak yatim kemudian menerima Box of Happiness dari Dompet Dhuafa yang berisi perlengkapan sekolah dan menggambar.

Salah satu konten kreator, Dian Syafira, mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.

“Luar biasa rasanya bisa berbagi seperti ini. Saat anak-anak senang, otomatis kita juga ikut senang. Ternyata kebaikan itu menular tanpa kita sadari,” ungkap Dian.

Sementara itu, Andriani, salah satu peserta HeartVenture, turut mengungkapkan rasa harunya setelah mengikuti rangkaian kegiatan selama tiga hari. Ia melihat langsung bagaimana donasi yang terlihat kecil dapat memberikan dampak bagi masyarakat.

“Uang seribu dua ribu yang kita anggap kecil, ternyata bisa menghadirkan mimpi baru buat adik-adik kita di sini,” tuturnya.

PIC Program Ekonomi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Rahmania, mengatakan bahwa berbagai program pemberdayaan dapat berjalan berkat dukungan para donatur dan mitra. Menurutnya, pemberdayaan dirancang agar manfaatnya tidak berhenti dalam jangka pendek, tetapi dapat terus tumbuh dan dirasakan masyarakat hingga generasi berikutnya.

“Dompet Dhuafa terus menghadirkan program-program yang berdampak, bukan hanya di Sinjai. Ada Kopi Kahayya di Bantaeng, Kopi Letta di Pinrang, Kebun Inklusi di Bulukumba, Warung Makan Lesehan Macca di Gowa, dan masih banyak program lainnya,” jelas Rahmania.

Ia menambahkan, keterlibatan media dan konten kreator menjadi bagian penting untuk memperluas cerita pemberdayaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Dari acara ini, kita harapkan melalui tangan-tangan influencer dan content creator, keberadaan Dompet Dhuafa bisa lebih dikenal masyarakat,” ujar Rahmania.

Mengusung tema “Merayakan Sewindu Pemberdayaan, Menguatkan Masa Depan Kopi Sinjai”, HeartVenture 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan petani, komunitas, pemerintah, mitra, media, konten kreator, dan masyarakat dalam melihat perjalanan delapan tahun pemberdayaan kopi di Sinjai.

Delapan tahun perjalanan Kopi Sinjai menjadi bukti bahwa sebuah komoditas dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya berbagai kebaikan. Dari kopi, tumbuh ekonomi, pengetahuan, kolaborasi, hingga harapan baru bagi masyarakat.

Melalui zakat, infak, dan sedekah, Dompet Dhuafa terus berikhtiar menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan hingga pelosok negeri.

Dompet Dhuafa dan Trek Coffee Galang Donasi untuk NTT Lewat Sound of Humanity

Dompet Dhuafa dan Trek Coffee Galang Donasi untuk NTT Lewat Sound of Humanity

Makassar — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) disuarakan melalui kegiatan Sound of Humanity for NTT yang digelar Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama Trek Coffee di Kota Makassar, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut berhasil menghimpun donasi sementara sebesar Rp34.486.447.

Kegiatan yang diinisiasi Dompet Dhuafa Sulsel melalui DDTV ini menghadirkan sejumlah aksi penggalangan dana, mulai dari cooking demo, lelang makanan, lelang lagu, hingga lelang kaus bertanda tangan musisi Fadly Padi. Turut hadir dalam kegiatan tersebut finalis MasterChef Indonesia, La Ode Saiful Rahman.

Salah satu rangkaian kegiatan diisi dengan cooking demo oleh Chef La Ode. Ia memperkenalkan olahan tuna asap yang dikembangkan melalui produknya, Tuna Mr. Panas. Berbeda dengan pengolahan tuna asap secara tradisional, Chef La Ode menggunakan metode smoker dengan pengaturan suhu dan temperatur.

“Jadi, saya bawa tuna asap yang saya bikin sendiri,” ujar Chef La Ode.

Tuna asap tersebut kemudian diolah menjadi sandwich cholo-cholo tuna asap dengan sentuhan modern. Menu yang dibuat secara terbatas itu kemudian dilelang kepada pengunjung.

Salah satu sandwich berhasil terjual dengan harga Rp1,1 juta. Hasil lelang tersebut kemudian menjadi bagian dari donasi yang dihimpun untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.

“Ini bukan hanya sekadar makanan, tapi juga salah satu bentuk berbagi untuk saudara-saudara kita yang ada di NTT,” kata Chef La Ode.

Penggalangan dana kemudian dilanjutkan melalui penampilan Fadly Padi. Ia membawakan sejumlah lagu dari Padi, sekaligus mengajak pengunjung ikut berdonasi melalui mekanisme lelang lagu.

Pengunjung dapat memberikan penawaran untuk lagu yang ingin dibawakan. Lagu dengan penawaran tertinggi kemudian menjadi pilihan yang dinyanyikan Fadly. Selain lelang lagu, Fadly juga melelang kaus yang telah ditandatanganinya.

Fadly mengatakan kehadiran dirinya dan para musisi dalam kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari upaya untuk mendukung aksi kemanusiaan.

“Yang paling esensial adalah silaturahmi kita dan empati kita untuk saudara-saudara kita di NTT,” ujar Fadly.

Ia berharap masyarakat NTT dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas setelah menghadapi dampak bencana.

“Harapannya NTT, saudara-saudara di NTT terus semangat. Kita semua bersaudara, kita semua siap saling membantu,” tuturnya.

PLT Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Nurhasnaini Hasan, mengatakan Sound of Humanity tidak hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aksi kemanusiaan.

“Sound of Humanity bukan sekadar konser musik biasa. Ini adalah sebuah gerakan,” kata Nurhasnaini.

Menurutnya, musik menjadi salah satu cara untuk mempertemukan berbagai kalangan dalam satu kepedulian, khususnya untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di NTT.

Dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut, donasi sementara yang terkumpul mencapai Rp34.486.447. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai program penanganan bencana di NTT, di antaranya dapur umum, layanan kesehatan, akses air bersih, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sound of Humanity for NTT merupakan kolaborasi Dompet Dhuafa Sulsel bersama komunitas musisi Makassar Alternative Nation (MAN) dan Trek Coffee sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk ikut mengambil bagian dalam membantu penyintas bencana di NTT. Musik, makanan, dan berbagai bentuk kontribusi yang hadir dalam acara tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan dukungan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa pemulihan.

Dari Keterampilan Menjadi Karya, Kolaborasi Dompet Dhuafa Sulsel dan Tigalapan Dorong Kemandirian

Dari Keterampilan Menjadi Karya, Kolaborasi Dompet Dhuafa Sulsel dan Tigalapan Dorong Kemandirian

Makassar, Agustus 2026 — Tidak semua proses belajar berjalan mudah. Dibutuhkan ketekunan, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus berkembang. Hal inilah yang dijalani para peserta Pelatihan Vokasi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan sejak 20 Juli 2026 di Tigalapan Kaos.

Program hasil kolaborasi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dan Tigalapan Indonesia ini menghadirkan pelatihan menjahit dan sablon. Selain keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pembekalan pengembangan diri, pola pikir bisnis, pemasaran, dan kesiapan membangun usaha.

Hingga memasuki pekan kelima pelatihan, enam peserta menjahit dan lima peserta sablon masih konsisten mengikuti proses pembelajaran.

Pada kelas menjahit, peserta yang sebelumnya telah memiliki kemampuan dasar menggunakan mesin jahit mulai mengembangkan keterampilan melalui proses produksi yang lebih utuh, mulai dari membuat pola, memahami bahan, memotong kain, hingga menyelesaikan pakaian. Dari proses tersebut, peserta telah menghasilkan kemeja, kaos, dan celana.

Salah satu peserta, Haerani, mengaku semakin percaya diri setelah mampu menghasilkan pakaian secara utuh.

“Sebelumnya saya sudah pernah belajar menggunakan mesin jahit, tetapi masih sebatas dasar. Di sini saya belajar lebih banyak, terutama bagaimana menyelesaikan pakaian dari awal sampai selesai. Ketika akhirnya bisa membuat kemeja, kaos, dan celana, rasanya senang karena kemampuan kita ternyata bisa terus berkembang.”

Sementara itu, lima peserta kelas sablon mulai memasuki tahap praktik setelah mendapatkan pembekalan dasar kewirausahaan. Mereka belajar membuat desain hingga mengaplikasikannya pada media pakaian.

Bagi Dani, salah satu peserta kelas sablon, pelatihan ini membuatnya melihat keterampilan sablon sebagai peluang usaha.

“Saya tidak hanya belajar tentang sablon, tetapi juga mulai memahami bagaimana keterampilan ini bisa dikembangkan menjadi bisnis. Ketika desain yang kita buat akhirnya tercetak di baju, ada rasa puas karena bisa melihat hasil dari proses yang dipelajari.”

Nurhasnaini Hasan, selaku Plt. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa keberlanjutan peserta dalam mengikuti proses menjadi bagian penting dari tujuan pemberdayaan.

“Kami ingin pelatihan ini menjadi ruang bagi peserta untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Ketika mereka mau bertahan dalam proses, terus belajar, dan mulai menghasilkan karya, di situlah kami melihat tumbuhnya kepercayaan diri menuju kemandirian.”

Bagi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, pemberdayaan bukan sekadar memberikan keterampilan, tetapi juga mendampingi penerima manfaat agar mampu mengenali potensi, membangun kepercayaan diri, dan melihat keterampilan sebagai aset yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Enam peserta menjahit dan lima peserta sablon kini terus bertumbuh melalui proses tersebut. Ada pakaian yang mulai selesai dijahit, desain yang mulai tercetak, dan keberanian yang tumbuh dari setiap proses mencoba.

Sebab keterampilan bukan hanya tentang apa yang mampu dibuat oleh tangan, tetapi juga tentang keyakinan bahwa setiap kemampuan dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih berdaya.

Respons Cepat Kemanusiaan Dompet Dhuafa Menembus Puing Gempa, Bantu Penyintas Gempa NTT

Respons Cepat Kemanusiaan Dompet Dhuafa Menembus Puing Gempa, Bantu Penyintas Gempa NTT

NTT — Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di wilayah Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo/Mbay, Sikka, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ende, Alor, Lembata, serta sejumlah wilayah lainnya yang masih dalam pemantauan.

Dampak gempa turut dirasakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas umum. Merespons kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui tim kemanusiaan dan kebencanaan bergerak cepat menuju wilayah terdampak untuk membantu masyarakat yang membutuhkan penanganan darurat.

Respons tersebut melibatkan tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa. Tim diterjunkan untuk melakukan asesmen kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak para penyintas.

“Alhamdulillah, tim mulai bergerak dari LKC hingga tim DMC Dompet Dhuafa sejak pagi tadi untuk membantu, merespons, dan menangani masyarakat terdampak gempa hari ini,” ujar Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika.

Di lapangan, tim DMC Dompet Dhuafa melakukan asesmen terkait kebutuhan darurat masyarakat. Asesmen tersebut menjadi dasar untuk menentukan dukungan yang akan diberikan, termasuk kemungkinan pengadaan dapur umum, pemenuhan kebutuhan pangan, air bersih, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga terdampak.

Sementara itu, tim LKC Dompet Dhuafa turut mengambil peran dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Pos kesehatan didirikan di wilayah Ronting, NTT, sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan medis para penyintas dapat segera ditangani.

Gambaran kondisi pascagempa terlihat di sejumlah titik terdampak. Salah satunya adalah bangunan masjid yang mengalami kerusakan parah hingga hampir rata dengan tanah.

“Inilah keadaan setelah gempa yang berkekuatan M 7,7. Kondisi masjid roboh dan hampir rata dengan tanah. Ini menggambarkan dampak yang dahsyat akibat gempa yang mengguncang. Air laut sempat naik hingga bibir pantai,” ujar Ustaz Muhidur, Tim DMC Dompet Dhuafa.

Di tengah situasi darurat, Dompet Dhuafa terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama berbagai pihak untuk memastikan respons kemanusiaan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dompet Dhuafa juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti informasi dari sumber resmi, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir, juga diimbau untuk menjauhi area pantai apabila terdapat peringatan atau potensi bahaya, serta menghindari bangunan yang mengalami keretakan maupun kerusakan akibat gempa.

Dompet Dhuafa akan terus bergerak bersama masyarakat dan relawan kemanusiaan untuk membantu penyintas menghadapi kondisi darurat pascagempa di NTT.

Dari Pengguna AI Jadi Pencipta Solusi, Mahasiswa Bantu UMKM Hadirkan Inovasi Digital

Dari Pengguna AI Jadi Pencipta Solusi, Mahasiswa Bantu UMKM Hadirkan Inovasi Digital

Makassar, 10 Agustus 2026 — Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) kini tidak hanya digunakan untuk kebutuhan personal, tetapi mulai diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Semangat tersebut hadir dalam AI Co-Creation Lab Makassar 2026 yang diselenggarakan oleh DekatLokal di Balai Besar Pelatihan Komdigi Makassar.

Kegiatan ini mempertemukan 20 mahasiswa dan lima UMKM dalam lima tim untuk mengidentifikasi persoalan usaha dan membangun prototype solusi digital berbasis AI. Mengusung tema “From AI Users to Local Problem Solvers”, program ini mendorong mahasiswa menjadi pengguna teknologi sekaligus pencipta solusi bagi kebutuhan masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Plt. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Nurhasnaini Hasan, dan menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor yang melibatkan ekosistem pendidikan, teknologi, pemberdayaan UMKM, dan sosial.

Founder DekatLokal sekaligus Project Lead AI Co-Creation Lab Makassar, Riswan Ramadhan, mengatakan program ini lahir dari adanya kesenjangan antara mahasiswa yang semakin familiar dengan AI dan pelaku UMKM yang masih menghadapi berbagai proses bisnis secara manual.

“Mahasiswa punya tools dan kemampuan untuk build, sementara UMKM punya real problems. AI Co-Creation Lab mempertemukan keduanya,” ujarnya.

Dalam prosesnya, mahasiswa tidak langsung diberikan solusi atau fitur yang harus dibuat. Mereka terlebih dahulu berdiskusi dengan pelaku UMKM untuk memahami alur usaha, menentukan masalah utama, kemudian membangun prototype melalui tahapan Listen, Define, Build, Test, dan Improve.

Lima UMKM yang terlibat yaitu Eyfa Natural Oil, Sukmajahe Sarabba Makassar, Markisa Bintang Jaya, Kira Kira Michi, dan Dapur Andist. Permasalahan yang diangkat meliputi pencatatan transaksi dan stok, pengelolaan konsinyasi, laporan keuangan, digital loyalty card, hingga pengelolaan data usaha berbasis AI.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan kesempatan untuk belajar teknologi sekaligus memahami kebutuhan pengguna secara langsung. Sementara bagi UMKM, kegiatan menjadi ruang untuk mendapatkan gambaran solusi digital yang lebih sederhana dan sesuai kebutuhan usaha.

Owner Dapur Andist, Anjar, menyampaikan bahwa persoalan seperti laporan keuangan, restock produk, hingga perhitungan HPP mulai mendapatkan alternatif solusi melalui prototype yang dikembangkan mahasiswa.

“Kami berharap prototype yang dibuat dapat segera dikembangkan dan diimplementasikan. Tantangan seperti ini sebenarnya dialami banyak UMKM yang ingin naik kelas,” ujarnya.

AI Co-Creation Lab Makassar 2026 turut didukung oleh BAKTI NUSA, GreatEdunesia, dan Dompet Dhuafa sebagai bagian dari leadership ecosystem dan program support, serta sejumlah mitra dari sektor teknologi, pendidikan, dan pemberdayaan UMKM.

Bagi Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mendorong generasi muda untuk menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Teknologi tidak berhenti pada kecanggihan, tetapi diarahkan menjadi sarana untuk menciptakan solusi yang relevan dan berdampak bagi UMKM serta masyarakat.

Pertamina Kilang Plaju dan Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan 75.000 Liter Air Bersih sebagai Respon Gempa Bumi di Sigi

Pertamina Kilang Plaju dan Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan 75.000 Liter Air Bersih sebagai Respon Gempa Bumi di Sigi

SIGI, Sulawesi Tengah — Sebagai bagian dari respons terhadap gempa bumi yang melanda wilayah Sigi, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit III Plaju (Pertamina Kilang Plaju) bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menyalurkan bantuan air bersih dan memasang toren air untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Rangkaian dukungan dimulai pada 10 Agustus 2026 dengan instalasi 1 unit toren air berkapasitas 1.200 liter di Desa Kamarora A. Toren tersebut menjadi sarana penyimpanan air yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ditengah instalasi air yang rusak akibat gempa.

Selanjutnya, distribusi air bersih dilaksanakan pada 11–15 Agustus 2026 di Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B. Sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan setiap hari dengan penerima manfaat sebanyak 160 KK per hari.

Selama lima hari, total air bersih yang didistribusikan mencapai 75.000 liter dan menjangkau kurang lebih 800 KK. Sementara itu, instalasi toren memberikan manfaat bagi 24 jiwa, sehingga total penerima manfaat dari rangkaian dukungan mencapai 824 KK.
Penyaluran air bersih dan instalasi toren dilakukan oleh tim Relawan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan di Sigi, yang terdiri dari Amal’Nur, Fhika, Om Darwis, dan Om Hendra.

Syarif, selaku PIC Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan di Sigi, mengatakan bahwa air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting dalam respons kemanusiaan pascagempa.

“Dalam situasi pascagempa, kebutuhan air bersih menjadi salah satu hal yang perlu segera dipastikan. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih sekaligus menyediakan sarana penyimpanannya melalui instalasi toren. Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Syarif.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju (Kilang Plaju), Siti Fauzia menyampaikan bahwa bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Kilang Plaju untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana.

“Kilang Plaju terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi darurat pascabencana. Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, kami menyalurkan bantuan air bersih sekaligus menyediakan sarana penyimpanan air untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa di Sigi. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu mereka menjalani aktivitas sehari-hari selama proses pemulihan,” ujar Fauzia.

Kilang Plaju juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus didorong sebagai bagian dari upaya memberikan respons kemanusiaan yang cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.
Sementara itu, Sapri, salah seorang warga penerima manfaat, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Peduli dan Dompet Dhuafa atas bantuan air bersih dan toren ini. Bantuan ini sangat membantu kami dan warga dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari,” ungkap Sapri.

Kolaborasi Pertamina Kilang Plaju dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menjadi bagian dari upaya respons kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar berupa air bersih.

Melalui penyaluran air bersih dan instalasi toren, dukungan diharapkan dapat membantu masyarakat Desa Kamarora A dan Desa Kamarora B memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi, memasak, kebersihan, serta aktivitas sehari-hari.

Copyright © 2026 DD Sulsel