Harapan para Murid SDIT Ar Rahmah

Sudah sekitar 7 bulan lebih Makassar dan sekitarnya tidak diguyur hujan, di beberapa daerah terlihat gersang dan kering, juga suhu rata2 yg mencapai 34-35 derajat Celcius di siang hari mendorong para guru, siswa SDIT Ar Rahmah tamalanrea komplek dosen unhas & relawan Dompet Dhuafa Sulsel bersama menggelar shalat istisqa pagi ini jumat, 9 okt ’15 memohon kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.
Rangkaian ibadah shalat sunnah muakkad yg dimulai pukul 7.15 wita ini berlangsung dengan khusyuk dipimpin oleh salah seorang ustadz dan diakhiri dgn do’a sebagai penyempurna ibadah shalat istisqa.
Dalam kesempatan ini hadir pula kak heru, salah seorang relawan Dompet Dhuafa sulsel yg juga berprofesi sebagai pendongeng dan memiliki kecintaan terhadap kemanusiaan. Melalui program yg kami namakan ‪#‎sedekahdongeng‬ kak heru memberikan kisah dan inspirasi kpd siwa siswi SDIT Ar Rahmah bgmn caranya agar kt bisa membiasakan diri utk berbagi terhadap sesama sejak usia dini.
Tema dongeng kali ini tentang kepedulian terhadap saudara dan teman teman kita yg sudah 2 bulan ini dikepung asap di Sumatera dan Kalimantan. Selain mendengar cerita para siswa juga diajak untuk menyisihkan sebagian uang jajan untuk teman teman mereka yang terpaksa libur karena asap dan pengadaan masker untuk aktifitas sehari hari.
Semoga do’a & kepedulian kita di makassar menjadi harapan dan pemantik semangat mereka untuk terus ‪#‎melawanasap‬

Bersama Melawan Asap

Mariki’ bantu saudara 
di Sumatera!!!

Mohon Doa Agar Kami Tetap Kuat !!
“Sekarang kabut asap di kota kami semakin pekat dan bert.v.bahaya. Saya harus selalu memakai masker baik di luar maupun dalam rumah, begitu pun saat tidur, tak jarang saya harus pakai masker karena asap yang masuk ke rumah membuat saya sulit bernafas”. Ujar Amanda (22), warga Palembang.
“Hari ini badan saya sudah tidak kuat lagi menahan efek asap, saya didiagnosa menderita radang tenggorokan yang sudah cukup parah dan sakit asma saya kambuh, saya pun sekarang hanya bisa istirahat di rumah”. Tambahnya dg suara parau karena sakit yg diderita. (Cerita Amanda, Warga Palembang)
Selama 2 bulan ini sudah lebih dari 25 juta jiwa terpapar asap dan puluhan ribu jiwa terjangkit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), beberapa sekolah pun terpaksa diliburkan. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin asap ini secara perlahan akan menjadi mesin pembunuh saudara kita disana.
Dompet Dhuafa berkomitmen untuk membantu Amanda dan saudara lainya yg terdampak kabut asap. Kami akan berfokus pada usaha untuk mengurangi dampak asap yg lebih buruk khususnya terhadap kesehatan dan pendidikan melalui program layanan kesehatan gratis dan home schooling. Banyak hal yang harus dilakukan, syaratnya hanya satu: dilakukan bersama-sama. Bantuan sahabat dapat disalurkan melalui :
BNI 015.938.7145 Mandiri 15200.2299.9292
An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Saudara juga dapat menyalurkan bantuan melalui portal donasi online Dompet Dhuafa di.
Gelora aksi ‪#‎MelawanAsap‬ juga dapat Anda simak di acara @HitamPutihT7 di link: https://www.youtube.com/watch?v=Bmo_5Kvjokg
Untuk Info lebih lanjut, dapat menghubungi layanan donatur Dompet Dhuafa Sulsel di 0411-459068 atau 0853 732 1111

Bantuan Korban Kebakaran

MAKASSAR- Kebakaran yang terjadi di kelurahan Cambayya, kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar menyisakan duka. Tepat di siang hari pukul 13.00 WITA (16/8/15) rumah dilalap habis oleh si jago merah. Memakan semua atap dan kayu, menyisakan dinding tembok yang berbatu. Rumah mereka tanpa atap.  Butuh waktu 3 jam dalam memadamkan api.

Musibah kebakaran ini merusak 23 rumah, jumlah korban mencapai 181 orang dari 43 keluarga. Tidak ada korban nyawa dari kebakaran ini.  Kebakaran ini diperkirakan berasal dari arus pendek salah satu rumah warga.

Dompet Dhuafa pun turut andil dalam memberikan bantuan kebakaran. Melalui program  Dompet Dhuafa Peduli Bencana, sejumlah piring disalurkan kepada 43 keluarga pada hari Kamis sore (20/8/15). Setelah memberikan kepada posko induk korban kebakaran, tim Dompet Dhuafa menyempatkan diri berkeliling area korban kebakaran.

Penyerahan Bantuan kepada korban kebakaran.

Rumah korban kebakaran sangat berdekatan satu sama lain. Hal itu membuat api dengan cepat menyebar dan menghanguskan seluruh rumah yang ada di lorong tersebut. Lorong masuk dan keluar pun sangat kecil, hanya bisa untuk satu orang. Terbayang betapa panik dan ramainya semua orang berdesakan untuk keluar lorong.

“Tidak ada satupun barang yang saya ambil, anakku ji yang langsung saya gendong dan lari keluar. Satu rumahka 5 orang. Suamiku pergi merantau ke Sorong. Biarmi habis barangku, tapi bersyukurka selamat semua jeki.” Seorang Ibu beranak tiga menuturkan kisahnya. Ibu hasna, salah satu korban dari 43 kepala keluarga.

Musibah menyisakan puing rumah mereka. Pasca kebakaran, para korban mengungsi beberapa hari, tinggal di rumah tetangga. Setelah kondisi mulai membaik.  Mereka kembali ke rumah masing-masing, rumah dengan beratapkan tenda biru. 

Sisa Kebakaran korban di Kelurahan Cambayya

Segala musibah yang menimpa adalah penghapus dosa-dosa. Bersabarlah!

Bangun Kembali Rumah Allah di Tolikara

Laporan terkini Amil Dompet Dhuafa di Tolikara per tanggal 21 juli 2015
Setibanya di Tolikara pukul 10.00 WIT dengan pesawat kecil kapasitas 6 orang, perwakilan amil dari Dompet Dhuafa segera berjumpa dengan Ust. Ali Mukhtar–Imam Masjid Baitul Muttaqin. Masjid yang terkena dampak pembakaran hasil penyerangan ratusan massa pada jum’at lalu yang bertepatan dengan pelaksaan shalat Idul Fitri 1436 H.
Informasi dari perwakilan amil DD yang di dapat dari Ust. Ali, Shalat Idul Fitri sendiri sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1945. Tidak ada pengeras suara yang mengganggu masyarakat setempat saat beribadah. Bisa dibuktikan dengan shalat Ied yang telah dilakukan puluhan tahun pada lokasi yang sama dan tidak terjadi apa-apa.
Warga yang tempat tinggalnya terbakar, saat ini berada di pengungsian. Tercatat 243 jiwa berada di pengungsian, dan diantaranya 100 adalah balita. Jumlah pengungsi yang banyak mengakibatkan bahan makanan menipis. Diakui, kebutuhan hingga 3 hari kedepan pun dinilai kurang. Untuk layanan kesehatan sendiri sudah diakomodir oleh puskesmas setempat. Meskipun kelengkapan obat-obatan dan tenaga medis masih dinilai kurang.
Kedepannya, Dompet Dhuafa dan Forum Zakat menginisiasi pembangunan kembali masjid yang terbakar. Daiatas lahan 40×15 meter, diperkirakan kebutuhan dana mencapai 15 Miliyar rupiah. Belum lagi kebutuhan dasar makanan dan obat-obatan yang sangat mendesak untuk para korban.
Kini muslim disana tidak lagi merasa aman, nyaman, dan tentram dalam beribadah. mereka membutuhkan uluran tangan kita saudara sesama muslim untuk turun tangan mengeratkan ukhuwah Islamiah bagi umat muslim disana. 
Rasulullah SAW bersabda: “barang siapa yang dapat menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, niscaya Allah akan menghilangkan kesusahannya kelak di akhiratnya, dan barang siapa yang merasahasiakan keburukan orang islam, niscaya Allah akan menutup segala keburukannya di dunia dan di akhiratnya; Dan Allah akan selalu menolong hambanya, selama hambanya itu senantiasa memberikan bantuan kepada saudaranya.” (HR. Turmudzi)
Dompet Dhuafa menggugah kepedulian bersama untuk membangun kembali “Masjid kita, Masjid Tolikara”
Salurkan kepedulian kita melalui rekening :
Dompet Dhuafa Sulsel BNI Syariah 015.938.7145 a.n Yayasan Dompet Dhuafa Republika
*(tambahkan angka 1 di akhir nominal donasi anda, misal Rp 1.000.001 untuk donasi Rp 1 juta)

Warga Panampu Terima Bantuan Dari RISK-Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa melalui jejaring programnya RISK (Relawan Indonesia Siaga Kebencanaan) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana  angin puting beliung yang melanda Kecamatan Tallo tepatnya di Jl. Indah IV Kelurahan Panampu.
Bantuan berupa bahan-bahan makanan seperti Mie Instant, Gula Pasir, Kopi dan Teh tersebut langsung diberikan kepada 53 kepala keluarga yang mengalami musibah ini diwakili oleh Kepala Posko Bantuan dan disaksikan pihak polsek Tallo.
Menurut hasil pantauan RISK-Dompet Dhuafa, Bencana angin puting beliung yang terjadi beberapa hari yang lalu itu, cukup meninggalkan derita  bagi sebagian  warga yang terkena bencana tersebut. Walaupun tidak mengakibatkan adanya korban jiwa, namun cukup menimbulkan kerugian material yang besar.  Kerusakan pada umumnya berupa atap rumah yang diterbangkan oleh angin puting beliung, untuk ditempati kembali warga menggunakan bantuan terpal yang diberikan dari berbagai pihak  kepada mereka, untuk menjadi pengganti atap rumah mereka yang rusak. Namun ada juga yang mengalami kerusakan berat.
Selain terkena bencana angin puting beliung, banjir juga melanda kelurahan Pannampu yang menggenangi wilayah tersebut hampir setinggi lutut orang dewasa, air menggenangi hampir seluruh wilayah kelurahan Panampu.
Walaupun hanya berupa bantuan makanan diharapkan dengan bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang terkena musibah bencana angin puting beliung. Hal ini merupakan kepedulian dan komitmen  yang tinggi dari Dompet Dhuafa Sul Sel  melalui jejaring programnya RISK untuk selalu membantu masyarakat yang terkena bencana di mana pun di seluruh wilayah Sulawesi Selatan maupun nasional. Bantuan ini juga dapat terlaksana berkat dukungan masyarakat yang peduli terhadap sesamanya dan media partner Tribun Timur dan Celebes TV.

RISK – Dompet Dhuafa Sul Sel Salurkan Bantuan Kemanusian Kepada Korban Bencana Angin Puting Beliung

Dengan menggunakan kendaraan operasional FIF Peduli Sesama,  RISK (Relawan Indonesia Siaga Kebencanaan) Dompet Dhuafa Menyalurkan bantuan Kemanusiaan   kepada korban bencana Alam angin Puting Beliung di Kelurahan Tekolabbua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, pada Jumat 03 Februari.

Bantuan kemanusiaan berupa Selimut, tikar, termos air, dan bahan makanan seperti mie instan, gula pasir, teh dan kopi. Diberikan langsung kepada korban bencana angin puting beliung,
Angin puting beliung yang menerjang Senin 30 Januari lalu itu, memporak-porandakan Sedikitnya 37 rumah warga di Kelurahan Tekolabbua kecamatan Pangkajene, rusak diterjang puting beliung,. Tercatat 4 diataranya hancur hingga rata dengan tanah, 22 rusak berat, dan 11 rusak ringan, Bukan hanya rumah, harta benda di rumah pun hancur akibat musibah itu. Sejumlah fasilitas umum seperti Kantor Lurah dan Puskesmas  juga ikut diterjang angin puting beliung.

Ini merupakan wujud kepedulian Dompet Dhuafa melalui jejaring programnya RISK, terhadap Korban bencana Alam angin puting beliung di Kabupaten Pangkep, Bantuan ini dapat tersalurkan berkat donasi yang masuk melalui branch office Dompet Dhuafa dari Masyarakat dan kerja sama Media partner  Dompet Dhuafa dengan Tribun timur dan Celebes TV. Diharapkan dengan bantuan Dompet Dhuafa ini dapat  mengurangi beban yang diderita para korban bencana Angin puting beliung.
Copyright © 2026 DD Sulsel