Jeneponto, 25 Agustus 2024– Forum Halaqah Quran (FHQ) An Najm Jeneponto sukses menyelenggarakan kegiatan “Sehari Ngaji Bersama Mudir” pada hari ini di Masjid An Najm, Jeneponto. Acara ini digelar untuk memenuhi keinginan para santri yang ingin menimba ilmu langsung dari Mudir, Ustaz Abdurrahman Al Hafizh, mengingat terbatasnya waktu yang beliau miliki.
Kegiatan ini merupakan bagian dari dakwah yang digerakkan oleh FHQ An Najm, sebuah program yang termasuk dalam Pilar Program Dompet Dhuafa. Sejak berdirinya, FHQ An Najm Jeneponto telah beranggotakan sekitar 1.600 peserta yang tersebar di kabupaten Jeneponto dan Bantaeng.
Pandu Heru Satrio, selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, membuka acara tersebut dengan memberikan sambutan yang menggugah. Dalam sambutannya, ia menjelaskan peran penting Dompet Dhuafa sebagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nasional yang didirikan oleh putra bangsa untuk memberdayakan umat.
“Kalau mau belajar bahasa Inggris, kita mengenal ada Kampung Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Semoga masyarakat Indonesia ke depannya tahu, kalau ingin belajar Al-Qur’an ada Jeneponto yang menjadi rujukan,” ujar Pandu Heru Satrio, penuh harap bahwa Jeneponto dapat dikenal sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia.
Dalam acara ini, Ustaz Abdurrahman Al Hafizh menyampaikan materi tentang pengenalan Huruf Hijaiyah kepada sekitar 350 peserta yang hadir. Dalam sesi pengajarannya, beliau juga menyampaikan semangat pentingnya memiliki visi dan gagasan yang besar.
“Allah mencintai visi, gagasan yang besar. Semoga apa yang disampaikan oleh Pimpinan Cabang tentang tempat rujukan belajar tahsin Al-Qur’an bisa diwujudkan,” ujar Ustaz Abdurrahman, menegaskan harapannya agar Jeneponto dapat menjadi pusat rujukan dalam pembelajaran tahsin Al-Qur’an.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, diikuti oleh ratusan santri yang antusias mendengarkan tausiyah dan berbagi ilmu bersama Ustaz Abdurrahman Al Hafizh. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan para peserta tentang ajaran Islam, tetapi juga memperkuat ikatan silaturrahmi antar sesama santri dan masyarakat sekitar.
Sebagai penutup, acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Jeneponto untuk menjadi salah satu pusat dakwah dan pembelajaran Al-Qur’an yang dikenal luas, tidak hanya di Sulawesi Selatan tetapi juga di seluruh Indonesia.



