
Makassar, 21 Februari 2025 – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) resmi melantik 11 Sahabat Ramadhan terpilih setelah melalui proses seleksi ketat. Mereka terdiri dari 1 Canvasser, 8 Fundraiser, dan 2 Telemarketer yang akan bertugas dalam program kemanusiaan selama Ramadhan. Sebagai persiapan, Dompet Dhuafa Sulsel menyelenggarakan Pelatihan Sahabat Ramadhan pada 20-21 Februari 2025 di BSI UMKM Center Makassar dan secara virtual melalui Zoom Meeting.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali Sahabat Ramadhan dengan pengetahuan teknis dan nilai-nilai kemanusiaan. Empat materi utama disampaikan oleh pakar di bidangnya. Rustam Nurani, Supervisor Program Dompet Dhuafa Sulsel, memaparkan lima pilar kerja organisasi, yakni Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Dakwah & Budaya, serta Sosial & Kemanusiaan. Pemaparan ini memperkuat pemahaman Sahabat Ramadhan tentang kontribusi Dompet Dhuafa dalam pemberdayaan masyarakat. Pandu Heru Satrio, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, membagikan sejarah dan nilai inti organisasi, termasuk integritas, transparansi, dan kolaborasi. “Sahabat Ramadhan adalah wajah Dompet Dhuafa di lapangan. Kepercayaan donatur bergantung pada profesionalisme dan empati yang kalian tunjukkan,” ujar Pandu Heru Satrio (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel).

Nurhasnaini Hasan, Supervisor Fundraising & Communication, melatih teknik fundraising, mulai dari komunikasi persuasif hingga simulasi pelayanan donatur. Sahabat Ramadhan juga dibekali keterampilan mengelola data dan menggunakan platform digital untuk kampanye donasi. Pada 21 Februari, Ust. H. Ahmad Fauzi Qosim, S.S., M.A., M.M., CDAI, yang merupakan Sekretaris Dewan Syariah Dompet Dhuafa serta seorang pegiat dakwah dan kemanusiaan, menjelaskan konsep zakat secara virtual, termasuk jenis zakat, kriteria mustahik, dan implementasinya dalam konteks kekinian. Materi ini memastikan Sahabat Ramadhan mampu menjawab pertanyaan donatur secara akurat.
Selain mendapatkan edukasi, Sahabat Ramadhan memiliki peran strategis dalam membantu Dompet Dhuafa Sulsel memberikan informasi kepada calon donatur. Mereka akan ditempatkan di konter di pusat perbelanjaan maupun bertugas sebagai telemarketer via telepon. Dengan keterampilan yang telah diperoleh, mereka diharapkan mampu menjelaskan program Dompet Dhuafa secara efektif serta mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam aksi kebaikan selama bulan suci.
Pelatihan tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga menyertakan studi kasus dan role play untuk mempersiapkan Sahabat Ramadhan menghadapi dinamika lapangan. Rustam Nurani menekankan, “Ramadhan adalah momentum memperkuat solidaritas. Peran Sahabat Ramadhan vital dalam menghubungkan kedermawanan masyarakat dengan penerima manfaat.”
Dompet Dhuafa Sulsel berharap, melalui pelatihan ini, para Sahabat Ramadhan dapat menjalankan tugas dengan maksimal, memperluas jangkauan program, dan mengoptimalkan pengumpulan dana untuk bantuan kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi mustahik.
