Parepare, 30 Agustus 2025 – Suasana hangat menyelimuti Auditorium B.J. Habibie Kota Parepare saat Pertemuan Penulis Ajatappareng 2025 resmi digelar. Acara yang diprakarsai oleh Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan ini bukan hanya menjadi ruang temu bagi penulis, sastrawan, dan pecinta literasi, tetapi juga wadah untuk menghubungkan kekuatan literasi dengan semangat filantropi demi pemberdayaan komunitas.
Dalam sambutannya, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Pandu Heru Satrio, menegaskan bahwa literasi dan filantropi memiliki akar yang sama: keduanya sama-sama menghidupkan harapan. “Melalui literasi kita mencerdaskan, melalui filantropi kita menguatkan. Pertemuan ini adalah ikhtiar bersama untuk menjadikan Ajatappareng sebagai rumah ide, karya, dan solidaritas,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, M.Ag, Direktur Sosial, Kemanusiaan, dan Dakwah ID Humanity, Ustadz KH Ahmad Shonhaji, Bunda Literasi Kota Parepare, dr. A. Harfia Haj. S.Ked, serta perwakilan Kepala Dinas Perpustakaan Kota Parepare yang hadir mewakili Wali Kota Parepare.
Rangkaian agenda berlangsung meriah dan penuh makna: pertunjukan seni tutur yang menghidupkan kembali tradisi lisan Ajatappareng, serta talkshow literasi yang menghadirkan tokoh-tokoh besar seperti Andi Makmur Makka (jurnalis senior dan budayawan), Sinansari Ecip (penulis, wartawan, sekaligus pendiri Dompet Dhuafa), Tri Astoto Kodarie (penyair), dan Aslan Abidin (sastrawan Bugis).
Sejak pagi hingga sore, peserta tak hanya menjadi audiens, tetapi juga bagian dari dialog aktif yang membicarakan bagaimana karya dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan. Sebagai penutup, digelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Literasi dan Filantropi untuk Komunitas Berdaya” yang dipandu langsung oleh GM Pengembangan Program Pendidikan dan Budaya Dompet Dhuafa.
Pertemuan ini menjadi penanda bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang keberpihakan pada kemanusiaan. Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa Sulsel berharap Ajatappareng dapat melahirkan ekosistem literasi yang peduli, berdaya, dan terus menyalakan cahaya harapan bagi generasi mendatang.



