Semarak Parenting dan Lomba Mewarnai serta Menggambar di Mall Panakkukang Hadirkan Edukasi, Hiburan dan Solidaritas untuk Palestina

Semarak Parenting dan Lomba Mewarnai serta Menggambar di Mall Panakkukang Hadirkan Edukasi, Hiburan dan Solidaritas untuk Palestina

Makassar, 24 Agustus 2025 — Ratusan anak dan orang tua memadati atrium utama Mall Panakkukang, Makassar, pada Minggu dalam acara Parenting dan Lomba Mewarnai serta Menggambar yang digelar oleh Scale Up Indonesia. Kegiatan ini menghadirkan ruang edukasi bagi orang tua sekaligus wadah kreativitas anak, serta dirangkaikan dengan aksi penggalangan dana untuk Palestina bersama Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.

Dalam sesi parenting, Novita Maulidya Jalal, S.Psi., M.Psi., Psikolog, tampil sebagai narasumber utama. Membawakan materi bertajuk “Mengelola Emosi Anak: Rahasia Mengubah Drama Jadi Ceria”, Novita memberikan panduan praktis kepada orang tua tentang cara memahami dan mengelola emosi anak dengan tepat. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang interaktif, banyaknya pertanyaan yang diajukan, serta catatan yang mereka buat selama materi berlangsung.

Di sisi lain, anak-anak larut dalam lomba mewarnai dan menggambar yang dibagi dalam beberapa kategori usia. Mereka menyalurkan imajinasi dan kreativitas di atas kertas, sementara sorakan dan dukungan keluarga membuat suasana semakin meriah.

Acara ini juga menjadi momentum solidaritas. Melalui Dompet Dhuafa Sulsel, para peserta dan pengunjung diajak menyalurkan infak terbaik mereka untuk masyarakat Palestina. Awal Nur, Retail & Partnership Dompet Dhuafa Sulsel, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai ganda.

“Kegiatan ini bukan sekadar lomba atau seminar, tetapi juga sarana menumbuhkan kepedulian terhadap Palestina. Seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Dompet Dhuafa Sulsel, yang selama ini konsisten menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina,” jelasnya.

Sementara itu, Erwin Syarif, Founder Scale Up Indonesia sekaligus penggagas acara, menekankan pentingnya kolaborasi positif dalam kegiatan ini.

“Event ini kami rancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga untuk memberikan dampak edukatif bagi anak dan orang tua. Kami ingin memperkuat solidaritas sosial sejak dini melalui kegiatan yang menyenangkan,” ujarnya.

Terselenggaranya acara ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya R-Organizer, Dompet Dhuafa Sulsel, Muslih Care, Ramayana Panakkukang, The Play Zone, SIT Muslih, ATR Day Care, SIT Ibnu Hasan Gowa, Privatku, Rabbani, PT. Mitra Sekawan Property, DjGlowskin, serta Chocota Kopi dan Coklat Premium. Media partner yang berkontribusi antara lain Diksiber.id, Media Sahabat, dan Kananews.ID.

Scale Up Indonesia memastikan kegiatan serupa akan terus digelar dengan skala yang lebih besar di masa mendatang. Fokus utama tetap pada pemberdayaan keluarga, penguatan nilai edukasi, serta menumbuhkan kepedulian sosial melalui kolaborasi lintas pihak.

Dompet Dhuafa Kembali Raih Top Brand Award 2025: Wujud Konsistensi Layanan dan Kepercayaan Publik

Dompet Dhuafa Kembali Raih Top Brand Award 2025: Wujud Konsistensi Layanan dan Kepercayaan Publik


BALI
 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Dompet Dhuafa di tingkat nasional. Pada ajang Top Brand Award 2025, yang diselenggarakan oleh Frontier Group dan Majalah Marketing, Dompet Dhuafa berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai salah satu merek terbaik di Indonesia pada kategori Zakat dan Amal. Penghargaan ini diserahkan dalam acara puncak yang berlangsung di Intercontinental Bali Resort, Jimbaran, The Imperial Ballroom, pada Selasa (12/8/2025). Gelaran ini dihadiri oleh ratusan perwakilan merek ternama dari berbagai industri di Indonesia.

Top Brand Award merupakan salah satu penghargaan paling prestisius di Indonesia, dengan penilaian berbasis data survei yang dilakukan terhadap lebih dari 15.000 responden di 15 kota besar. Survei ini mengukur kekuatan merek berdasarkan tiga indikator utama:

1. Top of Mind Awareness – sejauh mana merek pertama yang diingat konsumen ketika menyebut kategori tertentu.
2. Future Intention (Loyalty) – tingkat kesetiaan konsumen untuk tetap memilih merek yang sama di masa depan.
3. Market Share (Usage) – pangsa pasar yang tercermin dari penggunaan produk atau layanan oleh konsumen.


Melalui ketiga indikator tersebut, Dompet Dhuafa berhasil membuktikan bahwa posisinya sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) unggulan telah diakui publik secara luas, bukan hanya dari sisi popularitas, tetapi juga dari konsistensi layanan dan loyalitas para donatur.

Penerimaan Top Brand Award 2025 menjadi bukti keberhasilan Dompet Dhuafa mempertahankan reputasi di tengah dinamika sosial, ekonomi, dan tren filantropi digital yang terus berkembang. Penghargaan ini melengkapi deretan prestasi yang sebelumnya juga diraih, sekaligus menegaskan konsistensi lembaga dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Penghargaan ini adalah apresiasi yang kami dedikasikan kepada seluruh penerima manfaat, donatur, mitra, dan masyarakat yang telah mempercayakan amanahnya kepada Dompet Dhuafa. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pemberdayaan dan memastikan setiap rupiah donasi memberikan manfaat yang nyata,” ungkap Ahmada Juwaini, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, usai menerima penghargaan di atas panggung.

Penerimaan Top Brand Award 2025 menandai delapan tahun Dompet Dhuafa mempertahankan predikat sebagai Top Brand di kategori Zakat and Charity. CEO dan Pendiri Frontier Group, Handi Irawan, memberikan apresiasi khusus kepada Dompet Dhuafa atas konsistensi luar biasa ini.

“Dompet Dhuafa bukan hanya mampu meraih posisi Top Brand sekali, tetapi mempertahankannya selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap Dompet Dhuafa sangat kuat, dan lembaga ini mampu menjaga relevansi, inovasi, serta integritasnya di mata masyarakat,” ujar Handi Irawan dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa pencapaian ini menjadi inspirasi bagi merek-merek lain untuk tidak hanya mengejar popularitas sesaat, tetapi membangun hubungan jangka panjang dengan para pengguna layanan atau penerima manfaat.

Acara puncak Top Brand Award 2025 berlangsung dengan nuansa megah dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan dimulai pukul 15.00 WITA dengan sesi registrasi, dilanjutkan Camp Ground & Networking yang mempertemukan berbagai perwakilan merek terkemuka.

Acara kemudian dibuka secara resmi sebelum menghadirkan short seminar dari pakar pemasaran nasional Handi Irawan, yang membagikan wawasan mengenai strategi mempertahankan loyalitas merek di tengah persaingan yang semakin ketat.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang dari berbagai kategori industri. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling ditunggu, termasuk oleh Dompet Dhuafa yang naik ke panggung menerima trofi penghargaan. Setelah sesi foto bersama, malam ditutup dengan jamuan makan malam (buffet dinner) yang menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengalaman antar peserta.

Penghargaan ini memiliki arti penting bagi keberlanjutan Dompet Dhuafa. Selain menjadi pengakuan terhadap kinerja, Top Brand Award juga memperkuat citra positif di mata publik, mitra strategis, dan calon donatur. Kepercayaan publik menjadi modal utama bagi lembaga filantropi. Dengan reputasi yang terus terjaga, Dompet Dhuafa dapat memperluas jangkauan program di lima pilar utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Sosial-Kemanusiaan, serta Dakwah dan Budaya.

“Kami melihat penghargaan ini sebagai tantangan sekaligus dorongan. Tantangan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas layanan, serta dorongan untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di seluruh Indonesia dan bahkan dunia,” imbuh Ahmad.

Top Brand Award adalah penghargaan tahunan yang telah menjadi standar keberhasilan merek di Indonesia. Metodologi penilaiannya menggabungkan riset pasar yang komprehensif dengan indikator yang relevan dalam mengukur kekuatan merek di benak konsumen. Dengan keunggulan metodologi tersebut, Top Brand Award memberikan gambaran yang objektif mengenai merek-merek yang berhasil mendominasi kategori masing-masing. (Dompet Dhuafa)

400 KK Terbantu! Dompet Dhuafa Sulsel Resmikan Jembatan Gantung Pelosok di Gowa

400 KK Terbantu! Dompet Dhuafa Sulsel Resmikan Jembatan Gantung Pelosok di Gowa

Gowa, 15 Agustus 2025 – Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, kabar gembira datang untuk 400 kepala keluarga di Desa Tabbinjai, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (Sulsel) meresmikan Jembatan Gantung Tabbuakang, satu-satunya akses penghubung antara Dusun Tuhoi dan Dusun Mapung.

Bagi warga, jembatan ini adalah urat nadi kehidupan. Ia menghubungkan mereka dengan layanan kesehatan, jalan menuju masjid, aktivitas perekonomian petani, dan perjalanan anak-anak menuju sekolah. Sebelumnya, mereka hanya mengandalkan jembatan bambu rapuh yang harus diperbaiki hampir setiap minggu demi bisa dilewati.

Kini, berkat pembangunan ulang yang dilakukan Dompet Dhuafa Sulsel melalui donasi ribuan orang baik di platform kitabisa.com, jembatan berdiri kokoh, aman, dan menjadi simbol kemerdekaan dari keterisolasian.

Kepala Dusun Tuhoi, Abdul Salam, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. “Jembatan ini membantu perekonomian masyarakat dan memudahkan anak-anak sekolah. Dulu kami selalu was-was, sekarang insyaAllah aman,” tuturnya.

Kepala Desa Tabbinjai, Zuhair, menegaskan pentingnya keberadaan jembatan ini. “Ini satu-satunya akses penghubung antar dusun. Sekitar 400 KK kini terbantu. Kami berterima kasih kepada Donatur Dompet Dhuafa Sulsel dan Kitabisa,” ujarnya.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Pandu Heru Satrio, menitipkan pesan khusus kepada warga. “Jembatan ini adalah amanah. Harapannya bisa bermanfaat panjang dan dirawat bersama,” katanya.

Bagi warga, jembatan ini bukan sekadar bangunan, tapi jawaban doa. Suabang, salah satu penerima manfaat, berkata haru, “Nenek kami tidak pernah bermimpi akan ada jembatan seperti ini. Alhamdulillah, inilah wujud mimpi kami,” ucapnya.

Hal serupa dirasakan Fitri, warga lainnya. “Kami sangat senang dan terharu. Sekarang musim hujan pun kami tak khawatir lagi menyeberang ke sekolah,” ungkapnya.

Peresmian Jembatan Gantung Tabbuakang ini menjadi hadiah kemerdekaan yang nyata: membebaskan 400 KK warga dari keterisolasian, membuka jalan bagi masa depan yang lebih layak, dan menjadi bukti nyata kekuatan gotong royong ribuan donatur di seluruh Indonesia.

Yuk, lanjutkan kebaikan ini klik disini

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Nazir Wakaf Terbaik di BWI Award 2025

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Nazir Wakaf Terbaik di BWI Award 2025

JAKARTA – Komitmen Dompet Dhuafa dalam mengelola dan mengembangkan wakaf kembali mendapat apresiasi. Pada ajang BWI Award 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Hotel Pullman, Jakarta pada Selasa (05/08/2025), Dompet Dhuafa meraih penghargaan sebagai Nazir Wakaf Terbaik. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BWI Prof Kamaruddin Amin kepada Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini.

Pada ajang ini, Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan khusus dalam kategori Nazir dengan Aset dan Kepatuhan Pelaporan Terbaik. Capaian ini menjadi penguat atas keseriusan Dompet Dhuafa dalam mengelola wakaf secara transparan, akuntabel, dan profesional, sehingga mampu memberikan manfaat yang luas bagi umat.

“Anugerah ini adalah bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi memajukan wakaf di Indonesia,” ujar Kamaruddin.


Acara ini turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani, yang memberikan keynote speech mengenai peran strategis wakaf dalam mendukung pembangunan nasional.

Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BWI yang mengusung tema “Gerakan Indonesia Berwakaf: Meneguhkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menunjukkan bahwa wakaf bukan sekadar amal ibadah, melainkan instrumen ekonomi yang dapat memperkuat ketahanan bangsa.

Menurut Kamarudin, prioritas utama BWI saat ini adalah menggalakkan Gerakan Indonesia Berwakaf, khususnya dalam bentuk wakaf tunai. Selain itu, BWI juga fokus pada upaya produktivisasi aset wakaf, terutama tanah-tanah idle yang memiliki potensi ekonomi di luar fungsi tradisional seperti masjid, kuburan, dan lembaga pendidikan. Ada dua hal utama yang dibahas, yaitu menjaga aset wakaf dan mengembangkan aset wakaf, khususnya yang produktif.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan wakaf yang baik dapat mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas, yaitu Indonesia yang maju, bebas dari kemiskinan, serta cerdas dan sehat. Ia juga begitu optimis bahwa wakaf akan menjadi instrumen untuk mengentaskan masyarakat miskin di Indonesia.

“Kami sangat optimis akan terjadi transformasi fundamental dalam wakaf di Indonesia. Kami berkolaborasi dengan seluruh pihak di Indonesia untuk meng-unlock potensial wakaf ini,” katanya.

Penghargaan ini memiliki korelasi erat dengan strategi wakaf produktif yang selama ini dikembangkan oleh Dompet Dhuafa. Melalui program wakaf, Dompet Dhuafa tidak hanya mengelola aset untuk kegiatan ibadah, tetapi juga mengoptimalkannya menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan bagi Dompet Dhuafa untuk terus berinovasi dalam pengelolaan wakaf. Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayai Dompet Dhuafa sebagai nazir wakaf. Tentu penghargaan ini tak akan luput dari para wakif, pemerintah, penerima manfaat, para stakeholder, dan seluruh masyarakat pada umumnya.

“Sebagaimana upaya BWI, Dompet Dhuafa selalu berkomitmen menjadikan wakaf sebagai gerakan nasional. Kami terus mengembangkan wakaf produktif, meningkatkan profesionalisme, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas kemanfaatan wakaf bagi masyarakat, serta ikut mendorong visi besar Indonesia Emas” ujarnya.

Sejalan dengan tema Rakornas, Dompet Dhuafa percaya bahwa wakaf dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai Indonesia Emas. Wakaf produktif yang dikelola dengan baik mampu memperkuat ekonomi umat, menciptakan kemandirian, serta melahirkan program-program yang berdampak luas. Pada sambutan pembukaan Rakornas ini, Kamaruddin bahkan menyebutkan bahwa RS Achmad Wardi di Serang yang dikelola oleh Dompet Dhuafa menjadi contoh pengelolaan wakaf produktif yang baik.

Di samping itu, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya mengatakan, alangkah miskinnya kita umat muslim kalau hanya menunaikan zakat sebagai pundi keuangan. Sementara itu masih ada begitu banyak pundi yang lain, termasuk wakaf. Iya yakin suatu saat kelak wakaf akan menjadi pundi keuangan Islam di Indonesia yang lebih besar daripada zakat.

“Kami percaya, para pejuang wakaf ini akan terus mengembangkan pengelolaan wakaf dengan baik, sehingga sejalan dengan tagline Rakornas BWI 2025 dan cita-cita Indonesia Emas,” tegasnya.

Penghargaan ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi Dompet Dhuafa untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan wakaf. Dengan kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah, dan stakeholder perwakafan, Dompet Dhuafa akan terus memperkuat gerakan wakaf sebagai kekuatan ekonomi umat yang berkelanjutan. (Dompet Dhuafa)

Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Paket Makanan Fidyah di Makassar dan Gowa

Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Paket Makanan Fidyah di Makassar dan Gowa

Makassar, 30 Juli 2025 — Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kembali menunaikan amanah kebaikan dari para muzakki melalui program penyaluran fidyah. Sebanyak 180 paket makanan siap santap telah disalurkan kepada masyarakat prasejahtera di dua wilayah, yaitu Kota Makassar dan Kabupaten Gowa.

Distribusi dilakukan di dua titik lokasi. Sebanyak 80 paket makanan disalurkan di Permata Sudiang Raya, Bangsal, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, dan 100 paket lainnya disalurkan di Dusun Lambengi, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.

Fidyah merupakan kewajiban bagi umat Muslim yang tidak mampu berpuasa karena uzur syar’i, seperti usia lanjut atau kondisi kesehatan kronis, yang ditebus dengan memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan. Dompet Dhuafa memfasilitasi amanah ini dengan menyalurkan fidyah secara langsung kepada penerima manfaat yang telah melalui proses asesmen.

Program ini menyasar kelompok rentan seperti lansia, keluarga prasejahtera, serta masyarakat dengan keterbatasan ekonomi, guna memastikan hak mereka dalam menerima fidyah dapat terpenuhi secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Fitri dari Makassar, menyampaikan apresiasinya,

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Paket makanan ini sangat membantu kami di tengah kondisi yang sulit.”

Senada dengan itu, Ibu Nurbaya, penerima manfaat di Gowa, juga turut menyampaikan ungkapan syukur,

“Makanan ini sangat berarti bagi kami para pemulung. Semoga para donatur diberikan keberkahan dan kesehatan.”

Dompet Dhuafa Sulsel berkomitmen untuk terus menjadi perantara kebaikan dalam penyaluran fidyah, zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik dalam pengelolaan dana sosial-keagamaan secara amanah, profesional, dan berdampak.

Dompet Dhuafa Dorong Optimalisasi Wakaf Produktif di Sulawesi Barat.  Hadir sebagai Narasumber Talkshow Ekonomi Syariah BI Sulbar

Dompet Dhuafa Dorong Optimalisasi Wakaf Produktif di Sulawesi Barat. Hadir sebagai Narasumber Talkshow Ekonomi Syariah BI Sulbar

Mamuju, 25 Juli 2025 – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan turut ambil bagian dalam penguatan ekosistem wakaf produktif di Sulawesi Barat dengan menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Optimalisasi Wakaf Produktif di Sulawesi Barat”, yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat pada Jumat (25/7), bertempat di Maleo Town Square, Mamuju.

Kegiatan ini menjadi ajang strategis yang mempertemukan mahasiswa, pegiat ekonomi syariah dari kalangan pesantren, pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren), serta komunitas ekonomi syariah dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat.

Talkshow dibuka secara resmi oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar, Erdi Fiat Gumilang, dan dihadiri oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail.

Dompet Dhuafa Sulsel diwakili oleh Pimpinan Cabangnya, Pandu Heru Satrio, yang menjadi salah satu narasumber bersama H. Haerul, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia (BWI) Sulawesi Barat. Keduanya membahas urgensi pengembangan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, Pandu menyampaikan bahwa paradigma pengelolaan wakaf perlu diperluas dan diakselerasi untuk menjawab tantangan keumatan masa kini. “Wakaf tidak lagi melulu soal 3M — Masjid, Madrasah, dan Makam. Hari ini kita berbicara wakaf sebagai salah satu instrumen ekonomi yang potensial dalam menjawab masalah keumatan,” ujarnya.

Keterlibatan Dompet Dhuafa dalam forum ini menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi dan kolaborasi dalam tata kelola wakaf produktif di Indonesia Timur, khususnya di kawasan Sulawesi.

Bank Indonesia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari sinergi berkelanjutan antara lembaga zakat, pesantren, dan pemerintah daerah dalam memperkuat peran ekonomi syariah di Sulawesi Barat.

Copyright © 2026 DD Sulsel