Dompet Dhuafa Salurkan Daging Kurban hingga ke Kaki Gunung Lewotobi, NTT

Dompet Dhuafa Salurkan Daging Kurban hingga ke Kaki Gunung Lewotobi, NTT


FLORES, NUSA TENGGARA TIMUR – Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa selalu menjadi program prioritas dalam momentum Idul Adha. Dompet Dhuafa selalu memastikan pendistribusian daging hingga ke pelosok negeri salah satunya bagi masyarakat di kaki Gunung Lewotobi Laki-Laki Kecamatan Wulanggitang, Ile Bura dan Titehena di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tim Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa bersama Volunteer Dompet Dhuafa, Miya Sriniwarti melakukan kunjungan survey ke beberapa titik di lokasi penerima manfaat daging kurban pada Idul Adha mendatang. Termasuk kepada masyarakat yang menjadi korban dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada tahun 2024 lalu.

Pasca erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki, Dompet Dhuafa bersama Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa membangun posko pengungsian yang hingga hari ini masih berfungsi dan bermanfaat dengan baik bagi warga sekitar. Dai Dompet Dhuafa (Cordofa), Muhidal Bukhori bercerita dampak kerusakan yang dialami bukan saja materiil tetapi juga finansial. Mereka kehilangan pekerjaan hingga tempat tinggal.

Salah satu korban erupsi, Sri merasakan sedih yang mendalam lantaran rumahnya rusak, penuh dengan abu vulkanik dan tak layak untuk dihuni. Ia memilih kembali pulang ke rumahnya di Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang pada bulan Januari lalu.

“Atap sudah terbuka, seng-seng lepas. Rumah penuh dengan abu vulkanik yang basah, karena saat itu sedang musim hujan. Perkakas banyak yang rusak dan hilang. Kamar tidur hancur. Anak saya masih usia tiga tahun pun harus ikut bertahan dalam situasi seperti ini,” cerita Sri saat ditemui hari ini (Senin, 26/05).

“Ruang tamu sudah hancur, tidak ada atap juga. Jadi kalau hujan, air masuk. Yang penting kamar dan dapur sudah ditutupi oleh terpal,” lanjut Sri.

Volunteer Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa, Miya Sriniwati ikut bersedih mendengar apa yang dialami oleh ibu Sri. Meski erupsi sudah berlalu tetapi dampaknya masih terasa hingga sekarang. Miya menegaskan, kalau nantinya ibu Sri dan warga yang lain akan mendapat daging kurban dari Dompet Dhuafa.

“Jadi, nanti titik distribusi THK Dompet Dhuafa 2025 akan menyasar daratan Flores. Salah satunya, ya, desa-desa yang terdampak erupsi Lewotobi Laki-Laki ini. Saya salut dengan keteguhan Ibu Sri dan keluarga. Yuk, mari tebar semangat berkurban. Supaya Bu Sri dan pengungsi lainnya bisa menikmati daging kurban jelang Idul Adha nanti. Kurbanmu Se-Ngaruh Itu!” tegas Miya.

Mengetahui kabar tersebut, Ibu Sri pun merasa senang lantaran keluarga kecilnya jarang sekali mengkonsumsi daging baik kambing atau sapi. ““Iya saya jarang makan daging, ya, karena ekonomi seperti ini. Saya tetap bersyukur masih bisa hidup sampai detik ini. Tahun lalu saya menerima daging kurban dan memang, untuk daging kami mengandalkan saat Iduladha saja,” ungkap Ibu Sri.

Pada Tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan distribusi 35.000 hewan kurban setara domba dan kambing yang akan disalurkan ke 28 provinsi, 105 kabupaten/kota hingga ke 3 negara termasuk ke Palestina. Tentunya, pendistribusian daging kurban juga menyasar kepada mereka yang tinggal di pelosok negeri. Dengan tata kelola yang baik, Dompet Dhuafa memastikan proses sejak awal hingga pendistribusian daging dan pelaporan kepada pekurban tersampaikan dengan baik.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa juga memberi kemudahan bagi para calon yang hendak berkurban melalui Dompet Dhuafa dengan teknologi yang menjadi keunggulan layanan. Selain itu, hewan kurban yang dimiliki sudah melalui kontrol terlebih dahulu sehingga dapat dipastikan hewan tersebut sudah sesuai dengan aturan syariat.

5000 Warga Telah Merasakan Manfaat Kurban Melalui THK Dompet Dhuafa Sulsel 2021

5000 Warga Telah Merasakan Manfaat Kurban Melalui THK Dompet Dhuafa Sulsel 2021

Pada hari raya Idul Adha, umat muslim merayakan dan berbagi sukacita dengan berkurban. Berkurban tidak hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT namun juga membentang kebaikan dan kebahagiaan kepada sesama.

 

Sejak 1994 sebagai bentuk perayaan hari raya Idul Adha, Dompet Dhuafa membuat program Tebar Hewan Kurban (THK) untuk menebar kebaikan hingga pelosok negeri. Melalui THK, Dompet Dhuafa menjangkau berbagai wilayah daerah seperti wilayah tertinggal, kepulauan, miskin, rawan gizi, daerah yang belum pernah menikmati daging kurban, hingga daerah terkena bencana alam.

Pada Selasa (27/7/2021), Tahun ini program THK Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Selatan menyasar 10 kabupaten di 2 provinsi yaitu Sulawesi yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Masing-masing diantaranya yaitu Kabupaten Gowa, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sinjai, Kabupaten Maros, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Bone, Kabupaten Pangkep, Pare-Pare, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), dan Kabupaten Majene.

Sebanyak 141 ekor hewan ternak berupa sapi dan kambing kepercayaan donatur telah berhasil salurkan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 5000 keluarga telah merasakan manfaat daging kurban.

 

“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah menyumbangkan hewan kurbannya hingga desa kami yang terdampak banjir yang cukup parah ini. Hewan kurban ini sangat bermanfaat bagi warga saya, mereka akan senang sekali. Sekali lagi terima kasih banyak,” ucap Saharuddin Silla Kepala Desa Tarowang, Jeneponto.

Kepala cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu melancarkan program THK Dompet Dhuafa tahun ini. “Terima kasih atas amanah kurban yang telah tunaikan melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa 1442 H/ 2021 M. Semoga Allah selalu menaungi keberkahan kepada para pequrban dan kita semua”.

Bagi Dompet Dhuafa, kepercayaan para donatur menjadi prioritas utama dalam mengemban amanah menebar manfaat bagi mereka kaum dhuafa yang membutuhkan. Untuk itu, momen Idul Adha (Hari Kurban) tak pernah dilewatkan Dompet Dhuafa untuk mengajak masyarakat, lembaga maupun korporat untuk ikut berbagi kebahagiaan dengan menebar hewan kurban di berbagai wilayah pelosok terlebih di masa pandemi saat ini.

 

Untuk diketahui sejak tahun 1994, Dompet Dhuafa telah menyalurkan lebih dari 200 ribu hewan kurban ke penjuru dunia. Dompet Dhuafa memperhatikan mutu melalui 4 parameter yakni bobot hidup, kesehatan dan fisik, pelaksanaan pemotongan, dan tepat sasaran.


“Proses quality control selalu dilaksanakan dompet dhuafa memastikan ibadah kurban anda berkualitas. Mulai dari fase pengadaan sampai pemotongan yang sesuai syariat. Amanah kurban disalurkan ke wilayah miskin, tertinggal, dan pedalaman serta wilayah bencana. Manfaat kurban juga memberdayakan peternak lokal binaan dompet dhuafa untuk mandiri dan membentang kebaikan. Selain pemberdayaan peternak, hal ini juga turut menguatkan ketahanan pangan masyarakat yang jarang menikmati daging hewan kurban,” pungkas Rahmat.

Dompet Dhuafa Sulsel Tebar Hewan Kurban Hingga Ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

Dompet Dhuafa Sulsel Tebar Hewan Kurban Hingga Ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

Awal tahun 2021 lalu, Indonesia dikejutkan dengan bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang melanda Sulawesi Barat tepatnya di wilayah Mamuju hingga Majene. Penyebabnya dipicu oleh aktivitas sesar aktif Mamuju-Majene Thrust dan Makassar Strait Thrust.

Akibat goncangan gempa ini, menghantarkan banyak kerugian. Banyak yang selamat, namun tidak sedikit pula yang meninggal dan juga hilangkan harta benda. Hingga kini, orang-orang masih berusaha untuk beranjak dari pengalaman traumatis tersebut.
Dalam mengurangi beban para penyintas yang masih bertahan di tenda pengungsian hingga saat ini, Dompet Dhuafa berbagi suka cita di hari raya Idul Adha ini. Dompet Dhuafa melalui kantor cabangnya di Sulawesi Selatan (DD Sulsel), mendistribusikan daging kurban untuk para penyintas di Desa Mekkatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat pada Selasa (20/07/2021).
“Alhamdulillah tahun ini kami mendistribusikan 10 hewan kurban berupa kambing untuk para penyintas bencana gempa di Majene. Tebar Hewan Kurban (THK) ini juga disambut antusias oleh masyarakat yang membuat kami semangat untuk terus menebar kebaikan. Semoga daging kurban ini bermanfaat dan berkah untuk kita semua,” ucap Aswar Habir, Ketua Tim THK Dompet Dhuafa Sulsel pada Rabu (21/7/2021).
Selain wilayah Majene, Dompet Dhuafa Sulsel juga menebar kebaikan kurban di daerah terdampak bencana alam lainnya yaitu di Kabupaten Jeneponto. Tepatnya di Desa Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Terhitung ada 1 sapi dan 1 kambing yang dipotong untuk kebermanfaatan penyintas pada Rabu (21/07/2021).
Seperti yang kita tahu, pertengahan tahun ini yaitu pada awal Juli kemarin, ada 3 Kabupaten di Sulsel yaitu Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Sinjai dilanda banjir bandang. Kabupaten Jeneponto merupakan salah satu yang terparah. Tercatat sedikitnya ada 1000 rumah yang mengalami dampak dari rendaman banjir. Ada ratusan rumah warga mengalami rusak parah termasuk fasilitas umum. Akibatnya, warga saat ini memilih mengungsi sembari menunggu rumahnya terbangun kembali.
“Saat terjadinya bencana banjir bandang para warga mengungsi ke rumah keluarga sebab air sudah menggenangi rumah mereka, rumah warga beberapa ada yang rusak dan roboh akibat serangan banjir. Alhamdulilah dari tangan-tangan baik kami bisa merasakan daging kurban tahun ini. Terima kasih Dompet Dhuafa atas bantuannya” ucap Asriani penerima manfaat.
Suka-cita Idul Adha terus dikumandangkan Dompet Dhuafa dengan berbagi kepada sesama muslim yang membutuhkan. Melalui Tebar Hewan Kurban (THK), Dompet Dhuafa ingin menebar kebaikan kepada para warga yang berada di wilayah terpencil, terbelakang, rawan gizi hingga wilayah terdampak bencana alam. Selain itu, Dompet Dhuafa juga bekerja sama dengan para peternak lokal di daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi dan mendistribusikannya hingga ke pelosok.

Ini Amalan Utama di Awal Bulan Dzulhijjah


Ini bentuk amal sholih yang dilakukan pada 10 hari di hari-hari pertama bulan Dzulhijjah antara lain :

1. Disunnahkan untuk memperbanyak puasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijah atau pada sebagiannya, atau paling tidak sehari di hari Arafah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendorong kita untuk beramal sholeh ketika itu dan puasa adalah sebaik-baiknya amalan sholeh.

2. Memperbanyak bertakbir dan berdzikir. “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan….” [QS. Al-Hajj (20): 28]. “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid”. (HR. Ahmad)
Diriwayatkan bahwa para tabiin pada hari-hari itu mengucapkan, “Allahu akbar, allahu akbar, laa ilaha ilallah, walllahu akbar, allahu akbar wa lillahil hamdu.”

3. Perbanyak taubat. Termasuk yang ditekankan pula di awal Dzulhijah adalah bertaubat dari berbagai dosa dan maksiat serta meninggalkan tindak zholim terhadap sesama.

4. Memperbanyak Amalan Sholeh. Sebab, Allah swt. suka dan mencintai seorang hamba yang mendekatkan diri kepadanya dengan melakukan nawafil, amalan sunah. Dianjurkannya memperbanyak amalan sunnah seperti shalat, sedekah, membaca Al Qur’an, dan beramar ma’ruf nahi mungkar.
5. Disyariatkan juga melakukan takbir muthlaq –yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied– dan takbir muqayyad –yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah.

6. Berkurban.
Bagi siapapun yang berkurban dilarang memotong rambut dan kuku sejak tanggal 1 Dzulhijjah sampai hewan kurbannya disembelih. Di hari Nahr (10 Dzulhijah) dan hari tasyriq disunnahkan untuk berqurban sebagaimana ini adalah ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

*NB: Insya Allah 1 Dzulhijjah 1438 H bertepatan dengan hari Rabu tgl 23 Agustus 2017

Info tentang Tebar Hewan Kurban? Klik >> http://sulsel.dompetdhuafa.org

Mari terus tebar kebahagiaan melalui kurban di Idul Adha 1438 H dengan berkurban melalui Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa Sulsel

?Kambing standar Rp 1.975.000
?Kambing premium Rp 2.975.000
– ?Sapi Rp 13.500.000
– 1/7 ?Sapi Rp 1.950.000

Transfer dana kurban Anda melalui :
BNI Syariah 300.551.7080
An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika

Info Kurban hubungi:
SMS/WA: 0853 7321 1111
Kunjungi website:
http://sulsel.dompetdhuafa.org

#TebarHewanKurban
#Kurbanesia
#TentukanLokasiBerkahmu

KURBANESIA, Berkah untuk Pekurban, Peternak dan Dhuafa

KURBANESIA, Berkah untuk Pekurban, Peternak dan Dhuafa

Tebar hewan kurban (THK) adalah salah satu program sosial pemberdayaan yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa Republika sejak tahun 1414 H (1993 M) yang kini menginjak tahun ke 23. Tahun ini tema yang diangkat adalah “kurbanesia, berlimbah keberkahan.” Dengan dukungan para donatur dari tahun 1994 s.d 2015  Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa telah mendistribusikan Hewan Kurban 530.811 kambing, & 5.597 sapi, dengan total pekurban 200.061 donatur. Dompet Dhuafa menargetkan sedikitnya 25.000 ternak untuk disebarkan ke seluruh pelosok Indonesia di tahun 2016 ini. Selain di dalam negeri, sebagian hewan kurban juga akan didistribusikan ke beberapa negara di dunia.

Andriansyah selaku Direktur Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa program Tebar Hewan Kurban (THK) Kurbanesia bertujuan untuk mengajak masyarakat agar kurban tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh orang kota, tapi juga bisa sampai di seluruh wilayah indonesia. Serta keberkahannya dirasakan oleh pekurban, peternak, maupun dhuafa penerima manfaat daging kurban.

Khusus untuk sulawesi selatan sendiri lebih dari 100 ekor hewan kurban akan di distribusikan ke beberapa kabupaten dari donatur pekurban warga Jakarta. Khusus untuk Dompet Dhuafa cabang Sulawesi  Selatan sendiri menargetkan penyaluran kurban kurang lebih 20 ekor sapi dan 20 ekor kambing yang akan di sebar keseluruh pelosok sulawesi selatan dengan  penerima manfaat kurang lebih 2000 orang. Hewan kurban akan disalurkan di beberapa target wilayah dengan kriteria mayoritas dhuafa, terpelosok, minoritas muslim, dan jarang memakan daging kurban.  “seperti hal nya di tahun 2015 Dompet dhuafa sulawesi selatan tebar 16 hewan kurban di 12 kabupaten, tahun ini kita targetkan 20 ekor sapi dan 20 kambing untuk kita tebar ke 13 kabupaten.” Ungkap Andri.

“kita sebagai lembaga zakat nasional ingin membantu dhuafa untuk merasakan kebahagiaan yang sama seperti masyarakat kota pada umumnya yg bisa merasakan nikmatnya daging kurban di hari raya.  Esensinya berkurban tidak hanya bisa bernilai ibadah, tapi juga sebagai bentuk  kepedulian terhadap sesama baik itu dhuafa penerima daging maupun peternak di desa agar lebih berdaya. Maka kami mengajak seluruh warga kota makassar khususnya, jangan ragu menyalurkan kurban melalui dompet dhuafa, karena lebih mudah pembayarannya bisa transfer, jemput kurban maupun bayar di kantor layanan kita, juga praktis karena tidak repot mencari hewan kurban, dan cepat pelaporan kurbannya.” Imbuhnya. Mengenai kualitas hewan kurban sendiri pekurban tidak perlu ragu karena dompet dhuafa menerapkan sistem Quality Control secara berkala kepada mitra peternak di desa.

tebar hewan kurban
Tebar Hewan Kurban di Daerah Timbuseng kabupaten Gowa

Untuk Harga Paket Kurban Dompet Dhuafa tahun ini terbilang cukup terjangkau, Kambing Standar dengan bobot 25 kg – 29 kg di banderol Rp 1.975.000,-, sedangkan sapi lokal standar dengan bobot 250 – 290 kg di harga Rp 13.500.000,- Harga sudah termasuk Biaya operasional. “ selain alasan syariat kami berupaya memberikan pelayanan dan kepuasan kepada para pekurban, maka kami memiliki standar minimum Bobot sapi dan kambing melalui proses Quality control, hal ini juga agar semakin banyak penerima manfaat yg merasakan dagingnya.” Tambahnya.

Demi memudahkan transaksi kurban para donatur dompet dhuafa memberikan layanan jemput uang kurban 24 jam untuk makassar dan sekitarnya di 0853 7321 1111 atau bisa juga transfer kurban ke rekening BNI syariah 300.551.7080 atas nama dompet dhuafa, untuk metode ini pekurban perlu mengkonfirmasi ke 0853 7321 1111 / 0411 459 068 agar nama perkuban bisa terdata. Selain itu dompetdhuafa juga hadir di beberapa pusat perbelanjaan seperti indomart, lottemart, mal-mal besar yang ada di kota makassar. Info lebih lanjut bisa mengunjungi kantor yang beralamat di jl. Abd. Daeng sirua no 170A, makassar.

Copyright © 2026 DD Sulsel