
Maros, 24 Juli 2025 — Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi masyarakat prasejahtera. Kali ini, bantuan diberikan kepada Ahmad Tuke, atau yang akrab disapa Pak Jastin, seorang pengatur lalu lintas swadaya (Pak Ogah) sekaligus bujang sekolah di SDN 154 Inpres Tumalia, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Pria asal Kupang yang telah merantau ke Sulawesi Selatan sejak 2011 ini setiap harinya berprofesi sebagai Pak Ogah yang membantu mengatur lalu lintas secara sukarela, terutama di jalur padat menuju rumah sakit. Dengan sigap, ia membantu pengendara dan pejalan kaki agar lalu lintas tetap lancar. Di sela-sela aktivitasnya sebagai Pak Ogah, ia juga membersihkan dan menjaga sekolah tempat ia tinggal bersama istrinya, Ibu Andi Marawiah. Sang istri turut membantu menjaga kebersihan sekolah dan berjualan gorengan untuk menambah penghasilan keluarga.
Keluarga kecil ini bertahan dengan penghasilan yang sangat terbatas. Pendapatan Pak Ahmad sebagai Pak Ogah tidak menentu, bergantung pada pemberian sukarela dari pengendara, kadang Rp30.000, Rp50.000 per hari, kadang lebih, namun tak pernah pasti. Sementara itu, Ibu Andi Marawiah memperoleh sekitar Rp30.000 per hari dari berjualan gorengan. Mereka juga merawat seorang cucu laki-laki berusia 9 tahun yang kini duduk di bangku kelas 3 SD.
Melihat kondisi tersebut, Dompet Dhuafa Sulsel hadir memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok (sembako) serta bahan dagangan untuk mendukung usaha sang istri di lingkungan sekolah. Bantuan ini disalurkan secara humanis dengan mengajak langsung keluarga Pak Ahmad berbelanja ke supermarket, agar barang-barang yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dan memberi manfaat optimal.
“Kami ingin tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan rasa dihargai, didengar, dan dikuatkan,” ujar perwakilan Dompet Dhuafa Sulsel.
Momen penyaluran bantuan ini berlangsung penuh haru. Ibu Andi Marawiah menangis sambil memeluk tim Dompet Dhuafa dan berulang kali mengucapkan terima kasih. Ia tak menyangka ada pihak yang peduli dengan kehidupan mereka. Pak Ahmad pun ikut terharu dan menitikkan air mata sebagai ungkapan syukur atas perhatian yang mereka terima.
“Terima kasih banyak, Pak… Saya tidak sangka ada orang yang peduli sama kami seperti ini. Rasanya seperti mimpi. Saya senang sekali. Semoga Dompet Dhuafa selalu dimudahkan rezekinya dan bisa terus bantu orang-orang susah seperti kami,” ungkap Ibu Andi Marawiah sambil terisak.
Dompet Dhuafa Sulsel terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan melalui program-program yang responsif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Melalui kisah inspiratif seperti Pak Ahmad, lembaga ini berharap dapat menggugah lebih banyak pihak untuk terlibat dalam aksi nyata membantu sesama.

