Dompet Dhuafa Sulsel Kick Off Program Kebun Inklusi di Bulukumba, Perkuat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Bulukumba, 15 Desember 2025— Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan resmi menggelar kegiatan Kick Off Program Kebun Inklusi yang berlokasi di Desa Bontomangiring, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Senin (15/12). Program ini menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial yang inklusif, khususnya bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Program Kebun Inklusi melibatkan sekitar 15 penerima manfaat dari kalangan penyandang disabilitas. Kegiatan difokuskan pada pengelolaan tanaman sayur-sayuran jangka pendek yang dirancang tidak hanya untuk memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang berdaya, serta wadah kolaborasi yang setara bagi para penerima manfaat.

Kegiatan kick off ini dihadiri oleh tim program Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama para penerima manfaat. Dalam sambutannya, Rahmania selaku Perwakilan Program Dompet Dhuafa Sulsel menegaskan bahwa kebun inklusi ini menempatkan penyandang disabilitas sebagai pelaku utama dalam setiap proses yang dijalankan.

“Melalui kebun ini, Bapak dan Ibu memang menanam sayur-sayuran. Namun sesungguhnya, yang kita tanam adalah harapan, kepercayaan diri, kebersamaan, semangat gotong royong, dan kepedulian satu sama lain,” ungkap Rahmania.

Lebih lanjut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berharap Program Kebun Inklusi ini dapat menjadi ruang yang aman dan produktif bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, mandiri, dan berdaya, sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Dukungan dan harapan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan oleh Fahmi, local leader Desa Bontomangiring. Ia menilai Program Kebun Inklusi sebagai langkah penting dalam membuka ruang pemberdayaan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas di tingkat desa.

“Kami berharap program Kebun Inklusi ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan secara berkelanjutan. Program ini perlu terus difokuskan pada pengembangan teman-teman kami yang disabilitas, agar mereka memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian untuk bisa berdaya, meskipun dengan segala keterbatasan yang dimiliki,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, pendekatan yang inklusif serta pendampingan yang konsisten akan membantu penyandang disabilitas menggali potensi diri dan meningkatkan peran mereka dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung terlaksananya program ini, baik dari unsur masyarakat, mitra lokal, maupun pihak-pihak lain yang berkontribusi.

Ke depan, Program Kebun Inklusi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh praktik baik pemberdayaan inklusif yang dapat direplikasi di wilayah lain, sebagai bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan program-program berdampak dan berkeadilan sosial.

Leave a comment