Satu Sumur, Ratusan Penerima Manfaat: Dompet Dhuafa Sulsel Hadirkan Wakaf Air Bersih di Pesantren Nurul Jibal Kaloling

Satu Sumur, Ratusan Penerima Manfaat: Dompet Dhuafa Sulsel Hadirkan Wakaf Air Bersih di Pesantren Nurul Jibal Kaloling

SINJAI — 14 Agustus 2026 — Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan menghadirkan Program Wakaf Sumur Air Bersih di Pondok Pesantren Nurul Jibal Kaloling, Sinjai Timur. Program ini menjadi ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi santri dan masyarakat sekitar sekaligus menghadirkan manfaat wakaf yang berkelanjutan.

Sebelum adanya sumur wakaf, akses air bersih menjadi salah satu tantangan bagi pesantren. Lokasi pondok yang berada di kawasan puncak bukit membuat para santri harus turun sekitar 10–15 menit menuju sumber mata air di bawah. Saat musim kemarau, debit air juga berkurang dan terkadang tidak mencukupi kebutuhan.

Kondisi tersebut membuat para santri harus bergantian membawa air menggunakan ember atau jeriken untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti berwudu, mandi, memasak, mencuci, dan menjaga kebersihan pesantren. Pihak pesantren juga telah beberapa kali mengganti mesin pompa untuk membantu mengalirkan air dari sumber menuju pondok.

Program wakaf ini hadir untuk membantu menjawab kebutuhan tersebut. Kini, sumber air dapat dimanfaatkan oleh ratusan penerima manfaat, baik dari lingkungan pesantren maupun masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Sejak program wakaf sumur ini hadir, kami dan warga sudah merasakan manfaatnya. Dengan kapasitas penyimpanan yang cukup, kami tidak perlu lagi turun pada malam hari untuk mengambil air wudu maupun memenuhi kebutuhan pondok pesantren,” ujar Ust. Kamaruddin Ms., Ketua Pondok Pesantren Nurul Jibal Kaloling.

Program resmi diluncurkan melalui sambutan dari pihak pesantren dan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Kegiatan tersebut dihadiri Syarif, PIC Sosial dan Kemanusiaan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, serta Ust. Kamaruddin Ms.

Secara teknis, sumur wakaf memiliki kedalaman sekitar 7 meter, area penyimpanan berukuran 5 x 5 meter, dan kapasitas tandon mencapai 4.400 liter. Sistem distribusi air menggunakan tiga unit pompa.

Proses pengerjaan yang semula diperkirakan selesai dalam satu bulan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Hal tersebut disebabkan lokasi sumber air berada di tengah sawah warga yang saat proses pembangunan baru ditanami padi sehingga pengerjaan harus menyesuaikan kondisi lahan.

Syarif menjelaskan, program wakaf sumur merupakan salah satu upaya Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan dalam mengelola amanah wakaf menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang awalnya mereka kesulitan memperoleh air bersih, alhamdulillah saat ini sudah tidak lagi,” ujar Syarif.

Ke depan, sumber air tersebut akan dikelola oleh pihak Pondok Pesantren Nurul Jibal Kaloling agar manfaatnya dapat terus dijaga dan dikembangkan, termasuk untuk kebutuhan produktif pesantren maupun masyarakat sekitar.

Melalui program ini, ratusan penerima manfaat kini dapat memperoleh akses air yang lebih mudah untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berharap wakaf sumur ini tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga menjadi sumber manfaat yang terus dirasakan oleh santri dan masyarakat sekitar.

Dari wakaf, mengalir manfaat. Dari air yang mengalir, tumbuh harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 DD Sulsel