Penguntingan pita oleh Wakil Walikota Makassar, Dr. Syamsu Rizal MI, S.Sos. M.Si dalam peresmian kantor baru Dompet Dhuafa Sulsel di Jl. AP Pettarani No. 33 Kav. 1 Makassar
Makassar -Bapak Wakil Walikota Makassar, Dr. Syamsu Rizal MI, S.Sos. M.Si meresmikan kantor baru Dompet Dhuafa Sulsel di halaman kantor Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang beralamat di Ruko Pettarani Indah Jl. A.P Pettarani No. 33 Kav. 1, Makassar (15 Juni 2017)
Peresmian Kantor Dompet Dhuafa Sulsel ditandai dengan penguntingan pita oleh Wakil Walikota Makassar, Dr. Syamsu Rizal MI, S.Sos. M.Si didampingi GM Pengjar Dompet Dhuafa Pusat, Romi Ardiansyah, dan Kepala Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Andriansyah
Dengan peresmian tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik bagi kaum dhuafa. Dengan adanya Dompet Dhuafa dapat bersinergi dalam mewujudkan kebaikan.
“Keberadaan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan tentu saja menjadi sebuah kerberkahan dan sangat bermanfaat untuk masyarakat Sulawesi Selatan terkusus di Indonesia timur dan tentu saja untuk kota Makassar,” kata Syamsu Rizal dalam sambutannya.
“Dompet Dhuafa Sulsel sebagai lembaga zakat dapat bersinergi dengan semangat kebaikan dan kepedulian. Adanya program-program pemberdayaan dapat mengubah kaum dhuafa menjadi lebih berdaya.” Harap Daeng Ical sapaannya
GM Pengembangan Jaringan Dompet Dhuafa Pusat, Romi Ardiansyah mengatakan, kehadiran kantor baru Dompet Dhuafa semakin dekat dengan masyarakat, baik donatur maupun penerima manfaat.
Dompet Dhuafa berkomitmen untuk terus bekerja di tengah-tengah kaum dhuafa, di tengah masyarakat yang kekurangan untuk berjuang agar mewujudkan kesejahteraan mereka melalui pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf).
“Dompet Dhuafa menjadi bagian dari masyarakat sebagai pemberdaya, sebagai pendamping, sebagai sahabat bagi semua masyarakat dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan, mewujudkan suatu masyarakat yang lebih mandiri” ujar Romi.
Kantor Dompet Dhuafa Sulsel merupakan tempat umat menunaikan kewajiban zakat dan amal kebajikan infak, sedekah, maupun wakaf (ziswaf). Dompet Dhuafa mengelola Dana ZISWAF yang terhimpun disalurkan dalam beragam bentuk program dibidang sosial, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. (Syarif/DDSS)
Program kampung ternak Milik Dhuafa merupakan salah satu dari tiga program pemberdayaan ekonomi untuk dhuafa sebagai pendayagunaan dana Zakat yang dikelola oleh Dompet Dhuafa Sulsel. Kampung ternak ini juga berdiri diatas tanah wakaf dari donatur Dompet Dhuafa Sulsel. Para Peternak Dhuafa dibekali pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan, sebagai upaya peningkatan kapasitas Peternak Dhuafa baik dari skill beternak hingga pengembangan usaha produktif peternakan.
Saat ini sudah ada 8 orang Penerima Manfaat (PM) dalam program Kampung Ternak. Sebanyak 40 ekor Kambing kemudian digemukkan dan dikembangbiakkan oleh Penerima Manfaat dhuafa yang didampingi Dompet Dhuafa Sulsel. Setiap peternak memperoleh sebanyak 2-3 induk betina dan satu ekor bakalan (pejantan). Penerima manfaat yang bergabung dalam program kampung ternak ini adalah masyarakat dhuafa yang berada di sekitar wilayah program yang berlokasi Kampung Ternak Milik Dhuafa di Jl. Macanda, 700 meter dari kampus UIN Alauddin, Samata, Gowa.
Selama program berjalan akan ada penambahan jumlah ternak dari proses perkembangbiakan hewan ternak. Setiap peternak memperoleh dua petak kandang yang akan digunakan oleh masing-masing Penerima Manfaat program ini untuk pemberian makanan ternak dan bertanggung jawab dalam pemeliharaan kandang. Tiap hari masing peternak akan menjaga kandang koloni untuk melihat dan merawat kambingnya masing-masing dan akan didampingi oleh pendamping program Kampung Ternak Milik Dhuafa oleh Dompet Dhuafa Sulsel.
Kandang ternak akan dilengkapi berbagai fasilitas yang dapat di gunakan oleh Penerima Manfaat untuk menjaga dan memelihara kambingnya. Mulai dari tempat dan peralatan pemandian kambing, kandang pejantan unggul, lahan pakan, lahan penjemuran pakan, tong pembuatan pakan fermentasi, lahan penumpukan kotoran untuk pembuatan pupuk kompos hingga dilengkapi Apotek obat-obatan kambing yang akan disediakan di lokasi kandang koloni.
Sebagai pendayagunaan dana zakat yang dikelola oleh Dompet Dhuafa Sulsel, melalui program Kampung Ternak Milik Dhuafa ini memadukan antara sistem pengembangbiakkan ternak (sentra ternak) dengan pemberdayaan masyarakat miskin. Melalui program ini akan membantu dhuafa dalam meningkatan kesejahteraan peternak penerima manfaat dari usaha pemberdayaan ternak.
Selain itu, peningkatan populasi ternak dan pendapatan secara ekonomi penerima manfaat juga akan dibekali berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang peternakan. Diantaranya ilmu yang sudah dikuasai mitra peternak adalah kemampuan membuat pakan dari limbah pertanian, seleksi ternak bibit kambing, dan pembuatan pupuk kompos serta pupuk cair dari kotoran ternak kambing.
Kampung Ternak Milik Dhuafa ini juga akan dijadikan sebagai Kampung Ternak yang menjadi sarana edukasi bagi siapa saja yang ingin mempelajari tentang peternakan kambing.
Sebuah harapan perubahan total dari mustahik menjadi muzaki. Zakat yang ditunaikan sebagai kebiasaan wajib oleh umat Islam akan mengubah kondisi kemiskinan menjadi keberdayaan seperti halnya program Kampung Ternak. Berkat zakat anda telah membantu membuka belenggu kemiskinan. (Syarif/DDSS)
Luwu Timur- Dompet Dhuafa Sulsel menyalurkan bantuan berupa alat sekolah, membantu pendistiribusian bantuan lainnya, sebagai tim pembersihan lokasi longsor, tim pendataan lengkap kerugian dan dampak longsor, tim observasi lapangan pasca longsor, serta sebagai tim medis pasca bencana longsor di Dusun Harapan Makmur Desa Maliwowo, Kec. Angkona, Kabupaten Luwu Timur (15/5).
Ustadz Amir memberikan pengarahan kepada kelompok belajar Al- Qur’an di Kabupaten Gowa
Alhamdullillah Forum Halaqah Qur’an (FHQ) terbentuk di Gowa
Sebelumnya Forum Halaqah Qu’ran (FHQ) di Sulawesi Selatan telah terbentuk 10 kelompok FHQ dan terlaksana di Kabupaten Jeneponto. Kini gerakan FHQ kini telah merambah Kabupaten Gowa. Alasannya keinginan belajar yang tinggi bagi masyarakat yang belum mampu membaca Al Quran sehingga forum ini hadir sebagai solusi bagi mereka yang belum mampu membaca Al Quran.
Selama ini, bagi mereka para orang dewasa yang belum mampu membaca Al Qur’an merasa minder dan malu untuk belajar Al Qur’an karena faktor usia yang sudah tua. Mereka bahkan belum menemukan tempat belajar yang bisa menampung para orang tua untuk belajar. Sehingga bagi masyarakat di Komp. Inhutani, Manggarupi, Kec. Somba Opu Kab. Gowa kehadiran FHQ menjadi solusi untuk mereka dalam belajar Al-Quran dengan baik dan benar. FHQ ini terbentuk pada hari senin, 24 April 2017 di Kec. Somba Opu Kab. Gowa.
Menurut Kordinator Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) Sulsel, Ustadz Amir mengatakan dalam FHQ akan melatih maksimal 15 Peserta dalam 1 kelompok agar pembelajarannya benar-benar maksimal dan tuntas.
“Forum Halaqah Qur’an (FHQ), yaitu pembentukan kelompok-kelompok belajar Al-Qur’an yang pesertanya maksimal 15 orang dan setiap kelompok dibina oleh seorang muwajjih yang telah mendapatkan pencerahan di acara Daurah Muwajjih.” ujar Amir
Proses pembelajaran Al-Qur’an dalam Forum Halaqah Qur’an (FHQ)
Melalui Forum Halaqah Quran (FHQ) telah mengenalkan huruf bacaan Al-Qur’an bagi para peserta pemula usia dewasa bahkan hingga manula. FHQ memberikan kemampuan membaca Al-Quran kepada peserta agar mampu membaca al-Qur’an dengan baik, lancar dan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Selain itu, melalui FHQ telah meningkatkan kecintaan terhadap al-Qur’an khususnya seni membaca Al-Qur’an melalui majlis-majlis pembinaan di tiap Forum Halaqoh Qur’an (FHQ) sehingga bisa menggali bakat dan potensi para peserta, serta mendekatkan masyarakat (peserta) untuk senantiasa terbiasa dengan Al-Qur’an secara istiqomah dalam kehidupan sehari-harinya.
Ketua kelompok FHQ Manggarupi, Gowa, Erna mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat karena dalam FHQ akan mengajarkan tuntas tentang bacaan Al-Qur’an dan lengkap dengan tajwid serta hafalan surahnya.
“Banyak peserta yang bergabung dalam FHQ ini karena selama ini menyadari bacaan Al-Quran belum baik dan benar sesuai Tajwid. Para peserta yang tergabung kebanyakan usia dewasa bahkan sudah agak tua yang ingin memperbaiki bacaan Al- Qur’an nya dalam Forum ini. Melalui FHQ Dompet Dhuafa Sulsel tentunya memberikan angin segar untuk gerakan belajar Al-Quran untuk usia dewasa” ujarnya
Tidak sekedar belajar, mereka para peserta FHQ yang telah khatam dan bacaannya sudah baik dan benar akan dilatih menjadi Muwajih. Ketika mereka telah menjadi muwajih, mereka juga akan mengajarkan ilmunya kepada orang lain yang belum mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar dalam kelompok FHQ baru.
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]
Orang yang terbaik adalah yang terkumpul padanya dua sifat tersebut, yaitu : mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya. Ia mempelajari Al-Qur`an dari gurunya, kemudian ia mengajarkan Al-Qur`an tersebut kepada orang lain. Mempelajari dan mengajarkannya di sini mencakup mempelajari dan mengajarkan lafazh-lafazh Al-Qur`an; dan mencakup juga mempelajari dan mengajarkan makna-makna Al-Qur`an.
Mereka yang telah baik bacaan Al-Qur’an dan tajwidnya akan dikader menjadi Muwajih yang akan bertugas mengajar kelompok FHQ baru. Sehingga melalui FHQ menjadi salah satu solusi untuk pemberantasan buta aksara Al Qur’an.
Dompet Dhuafa telah melahirkan Corps Da’i Dompet Dhuafa dan Forum Halaqoh Qur’an (FHQ). Melalui program Forum Halaqoh Qur’an (FHQ) tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama donatur yang telah berzakat, sedekah, infak maupun wakaf melalui Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Kita berharap program FHQ terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Melalui FHQ, Mari bersama berantas buta Aksara Al- Qur’an dan membumikan Al-Qur’an. Dukung program kami dengan berdonasi melalui Dompet Dhuafa Sulsel.
Salurkan Donasi Anda melalui Rekening:
Zakat: Muamalat 801.00485.27
Sedekah: Muamalat 801.00485.27
An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika konfirmasi ke WA/SMS/Call: 0853 7321 1111
Dompet Dhuafa Sulsel mendampingi Ibu Siti menjalani operasi tumor ganas
Pangkep – Semenjak terbentuknya relawan atau Dompet Dhuafa Volunteer Sulsel di Pangkep, beragam informasi yang didapatkan dari relawan terkait berita warga yang membutuhkan pertolongan dan bantuan. Salah satunya adalah ibu Siti yang berasal dari kabupaten Pangkep.