STF Dompet Dhuafa bantu ibu Susiyanti penuhi kebutuhan keluarga

pemberian Modal Usaha Sosial Trust Fund Dompet Dhuafa Sulsel Untuk Ibu Susiyanti
Makassar. Ibu merupakan sosok perempuan yang penuh kasih sayang dan rela berkorban demi kebahagiaan buah hatinya. Melalui cucuran air mata, keringat, dan darahnya yang mengalir ia perjuangkan hidup ini demi sang buah hati belahan jiwanya, tanpa meminta imbalan ataupun balas budi. Ya, sosok ibu yang begitu mulia juga tergambar dalam kehidupan Susiyanti, seorang ibu yang begitu gigih mencari nafkah, demi mencukupi kebutuhan keluarga.

 Hidup dalam keterbatasan ekonomi membuat Susiyanti  giat dalam bekerja. Dengan berbekal uang tabungan seadanya, ibu yang murah senyum  ini memulainya dengan membuka usaha jualan Kue. Menitipkan  kue-kue dagangannya ke warung-warung,  Semuanya ia lakukan agar keluarga tercintanya mampu terbebas dalam jeratan kemiskinan.
ibu susiyanti (25 tahun) adalah salah satu penerima manfaat STF, Ibu susiyanti  harus menghidupi 4 orang  tanggungan, pekerjaan sehari-harinya adaah menjajakan kue dan menitipkanya ke warung-warung.
        STF sendiri merupakan program ekonomi Dompet Dhuafa yang memainkan peran sebagai bank orang miskin. Transaksi dominan yang dikembangkan adalah berbasis kepada akad dana kebajikan (Qardhul Hasan), yakni meminjam dengan pengembalian tanpa tambahan bunga maupun bagi hasil.
” semoga dengan modal usaha dari dompet dhuafa sulsel ini bisa membantu saya mengembangkan jualan kue, dan bisa membantu saya memenuhi kebutuhan sehari-hari dari keuntungan yang didapat”.tuturnya saat dikunjungi oleh Tim Dompet Dhuafa Sulsel​ beberapa waktu lalu.
Kegigihan yang ditunjukkan ibu Susiyantidalam membantu perekonomian keluarga patut dijadikan tauladan dalam kehidupan kita sehari-hari. sebagai seorang ibu, ia selalu bersyukur, sabar, dan ikhlas menjalani setiap langkah usahanya demi membahagiakan keluarga tercintanya, terutama ke 4 anaknya. semoga, semua impian Ibu Susi ini dapat segera terwujud.

Dompet Dhuafa Angkat Perekonomian Masyarakat Melalui Potensi Lokal dalam Program Celebes Berdaya

MAKASSAR, 24 Februari 2015 – Kemiskinan, salah satu masalah pelik bangsa Indonesia dari masa penjajahan dan terus bertahan hingga sekarang. Beragam kebijakan dari pemerintah yang cenderung berubah-ubah seiring pergantian pemangku jabatan belum dapat mengentaskan kemiskinan. Masih membutuhkan beragam usaha dan langkah nyata dari semuanya untuk mengentaskan kemiskinan bangsa.
Terlebih pada era modern seperti sekarang ini, beragam kebijakan baru baik berlaku nasional maupun internasional hadir silih berganti bak gelombang lautan. Salah satunya adalah perjanjian Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Dimana Indonesia akan dibanjiri produk dari negara-negara di Asia lainnya dalam pasar bebas tanpa harus membayar pajak. Akan sangat mengerikan jika masyarakat menengah ke bawah, khususnya dhuafa tak siap menghadapi perjanjian yang dikabarkan akan berlaku pada 2015 ini.
Tentu jika semua tak siap, hal tersebut akan menjadi momok bagi bangsa ini. Namun, untuk menjawab kegelisahan tersebut, Dompet Dhuafa sebagai lembaga kemanusiaan milik masyarakat terus menghadirkan program-program penguatan dan pemberdayaan masyarakat yang bergulir melalui himpunan dana donatur. Menggali, memproduksi dan memasarkan potensi lokal menjadi salah satu langkahnya.
Sehingga pada 2015 ini, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan kembali memperkuat perekonomian masyarakat dengan memasarkan potensi-potensi lokal di kawasan tersebut melalui program “Celebes Berdaya”. Mengingat terdapat ribuan kekayaan lokal di negeri gemah rimpah loh jinawi ini, maka Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan terus termotivasi untuk memberantas kemiskinan melalui program pengembangan potensi lokal dalam “Celebes Berdaya”.
Celebes Berdaya dari segmen perekonomian hadir dengan delapan nilai cakupan pemberdayaan yang tersebar di sejumlah titik di Sulawesi Selatan. Pada kesempatan ini, Dompet Dhuafa ingin memperkenalkan tiga cakupan baru dari delapan pemberdayaan ekonomi yang ada saat ini. Tiga cakupan baru dari pemberdayaan ekonomi tersebut adalah program pemberdayaan Bakso Sehat, Kacang Mete dan Kacang Disko.
Pengolahan Bakso Sehat dan Kacang Disko merupakan salah satu upaya memberdayakan perekonomian masyarakat sekaligus melestarikan makanan khas Sulawesi Selatan dengan lokasi produksi di Perumahan Dosen Jl Sastra 1 A/ 24 Antang Makassar. Sedangkan untuk Kacang Mete adalah pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Selayar yang memiliki potensi kacang mete melimpah ruah untuk kemudian dikemas menjadi makanan layak jual dengan nilai ekonomi tinggi.
“Di tiap tahun Dompet Dhuafa terus berupaya menggali potensi-potensi lokal yang ada di seluruh Indonesia untuk dikembangkan dan dikreasikan sebagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di Sulawesi Selatan ini. Semuanya semata-mata demi mensejahterakan, memberdayakan dan memuliakan sesama, khususnya kaum dhuafa, melalui pilar perekonomian, kesehatan, pendidikan, dakwah maupun sosial kemasyarakatan,” ungkap Pemimpin Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Andriansyah.
Secara keseluruhan, hingga akhir 2014 tercatat lebih dari satu juta penerima manfaat dari program-program pemberdayaan Dompet Dhuafa dan hampir dua ribunya ada di Sulawesi Selatan. Melalui himpunan dana donatur, Dompet Dhuafa terus menghadirkan program-program mulia untuk kembali mengembangkan mimpi sesama. Baik dari yang putus sekolah kini kembali bersekolah, dari yang kesusahan modal usaha kini kembali merintis usaha, yang terkendala meraih sehat kini dapat berobat dengan cuma-cuma, hingga menggelar bermacam kajian dan respon kebencanaan.
“Besarnya mimpi-mimpi Dompet Dhuafa akan terwujud dalam memberdayakan sesama, tentu berkat kepercayaan masyarakat sebagai donatur, jalinan kerjasama dengan stakeholder dan mitra-mitra kami yang ada. Meskipun ukurannya adalah seberapa banyak penerima manfaat, namun ukuran keberhasilan utama Dompet Dhuafa adalah seberapa besar kemampuan program-programnya mengubah kaum dhuafa menjadi lebih baik dan berdaya. Sehingga dana dari donatur semua tersalurkan dan berdampak nyata, bukan sekedar tersampaikan,” tambah Andriansyah.
Tentang Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf) dan dana lainnya yang halal, serta legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga. Selama 21 tahun Dompet Dhuafa telah berkontribusi bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi dan kebencanaan serta CSR.

Perwakilan dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, donatur, direksi Dompet Dhuafa dan penerima manfaat berfoto bersama dalam launching pemberdayaan ekonomi Celebes Berdaya di Studio 1 RRI Makassar, Selasa (24/2).
LAUNCHING PEMBERDAYAAN–Direktur Finance dan Operasional Dompet Dhuafa, Losa Priyaman (kiri) memberikan pemaparan mengenai Dompet Dhuafa dan program pemberdayaannya dalam launching pemberdayaan ekonomi Celebes Berdaya di Studio 1 RRI Makassar
Asisten Administrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Drs. H. Mappagio M.Si (tiga dari kiri), menggunting pita sebagai simbolisasi launching pemberdayaan ekonomi Celebes Berdaya di Studio 1 RRI Makassar, Selasa (24/2).

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan
Jl. Abdullah Dg.Sirua No. 170 A , Makassar, Sulawesi Selatan
Telp. 0411 459068/085373211111

GURU TRANSFORMATIF UNTUK MAKASSAR

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DDSS) bekerjasama dengan Sekolah Guru Indonesia(SGI)  telah melahirkan angkatan pertama pada program School of Master Teacher (SoMTe) dengan mewisuda 23 peserta yang telah menyelesaikan program tersebut. Acara yang digelar pada hari Ahad, 15 Februari 2015 bertempat di Aula STIA LAN Makassar ini juga dihadiri oleh Kepala bagian Kesra Kota Makassar, Kepala Pendidikan Dasar kota Makassar, direktur SGI, direktur DDSS, manajer program SGI serta para kepala sekolah. Acara yang dibuka oleh Kamaruddin, Kepala bagian Kesra kota Makassar itu sekaligus sebagai penyelenggaraan Studium Generale (Kuliah umum) bagi peserta  baru angkatan kedua sejumlah 30 guru yang tercatat sebagai guru pegawai negeri maupun honorer dari sekolah dasar negeri, swasta serta madrasah ibtidaiyah.

Peserta yang tergabung dalam program SoMte adalah mereka yang terjaring melalui tahap seleksi interview dan microteaching. Peserta terpilih kemudian diberikan pembinaan selama kurang lebih tiga bulan yang terdiri dari kuliah pengayaan, penulisan dan sidang karya tulis ilmiah, supervisi dan coachingpembelajaran serta military camp. Lima tema pelatihan yang dijalankan dalam program ini yakni kelasku istanaku, penelitian asyik, kelas kreatifitas, kelas ceria dan kelas model.
Para guru yang telah dan akan mendapatkan pendidikan di SoMTe diharapkan menjadi guru-guru transformatif yang mampu menciptakan kelas belajar aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan guna mencetak anak didik yang cerdas dan berkarakter. “Dengan diwisudanya kita pada hari ini bukan berarti tugas kita untuk menjadi guru berkarakter pengajar, pendidik dan pemimpin telah berakhir, justru inilah awal perjuangan kita untuk menjadi guru hebat yang dapat menciptakan kelas pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan bagi anak-anak didik kita” tutur Elli Elliyani dalam pesan dan kesan yang disampaikannya.

Nurdin, kepala Pendidikan dasar kota Makassar dalam sambutannya menyatakan dukungan terhadap program ini serta mengharapkan seluruh alumni SoMTe dapat memanfaatkan ilmu yang telah mereka peroleh dengan sebaik-baiknya bagi peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus dapat menularkan kemampuan yang dimiliki pada guru-guru lainnya. 

PENGUMUMAN HASIL SELEKSI SMT (School of Master Teacher) II

Assalamualaikum…
Setelah melaksanakan proses recruitment penerimaan peserta School of Master Teacher  Sekolah Guru Indonesia angkatan IX untuk wilayah Makassar yang terdiri dari tahap seleksi interview dan microteaching sejak tanggal 21 Januari-10 February 2015, kami mengumumkan peserta terpilih sebagai berikut:

No
Nama
Nama Sekolah
1
Ahmad Amran,S.Pd
SDN Tanggul Patompo II
2
Andi Yusran,S.Pd.I
MIN Banta-Bantaeng
3
Asnawaty Arief,S.Pd
SDN Baddoka
4
Erny Rahmawati S.Pd
Rumah Sekolah Hasirah
5
Ernawati B.,S.Pd
SDN Tanggul Patompo II
6
Fadilah Idris,S.Pd.SD
SDN Nusa Harapan Permai
7
Herlina D.,S.Pd.I
MI Fathur Rahman
8
Hikmaturrahmah Artjas,S.Pd
SDN Tanggul Patompo II
9
Isdar,S.Pd
SD Inpres Bontomanai
10
Kasmayati,S.Pd
Rumah Sekolah Hasirah
11
Mirna,S.Pd
SDN Daya I
12
Muh.Afif,S.Pd
SDN Tanggul Patompo II
13
Muh. Agus,S.Pd
SD Terpadu Rama
14
Muh.Fitri,S.Pd.,M.Pd
SD Inpres BTN IKIP II
15
Muh.Yusuf,S.Pd
MI Al-Hijrah
16
Murni Mukhtar, S.Pd
SD Terpadu Rama
17
Nur Rahma,S.Pd
SDN Kaccia
18
Nurhaeni,S.Pd
SDN Tanggul Patompo II
19
Nurhikmah
MIS Nurul Jihad
20
Rahmawati Wahid,S.Pd
SD Anak Indonesia
21
Rosdiana Syamsuddin,ST
Rumah Sekolah Hasirah
22
Sinar Alam, S.Pd
SDN Panaikang I
23
Sumarni
MIS Nurul Jihad
24
Sunarti Salta,S.Pd.I
MIN Banta-Bantaeng
25
Surayyah,S.Pd
SDN Mappala
26
Surianti,S.Si
SD Anak Indonesia
27
Tasmin,S.Pd
SDN Baddoka
28
Wenovika Pratiwi,S.Pd.I
SDN Tanggul Patompo II
29
Yuli Susanti,S.Pd
SDN Baddoka
30
Zulkifli,S.Pd
SD Inpres Bontomanai



Berikut agenda School of Master Teacher Angkatan II di bulan Februari:
No
Nama Kegiatan
Tanggal
Waktu
Tempat
1
2
Tahap Orientasi
Studium Generale
13 Februari 2015
15 Februari 2015
14.00-16.00
07.30-12.00
Dompet Dhuafa  Sul-Sel
Aula STIA LAN PETTARANI
Kami mengucapkan selamat bergabung bagi yang terpilih dan bagi yang belum berkesempatan terpilih pada angkatan ini dapat mencoba kembali pada recruitment berikutnya.
Wassalam
Tim Recruitment School of Master Teacher Makassar
Contact Person: Jayanti (085924928231/085255463141)

 

SCHOOL OF MASTER TEACHER MENCETAK GURU TRANSFORMATIF by. Jayanti_School of Master Teacher Management

Setelah mengusung program pendidikan seperti program Mariki’ Sekolah, Pendampingan Sekolah Cerdas Indonesia (Sekoci) dan Training for Teacher (TFT), Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan terus melanjutkan khidmat dalam peningkatan harkat sosial kemanusiaan melalui pendayagunaan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf  (ZISWAF) dalam beragam bentuk program di bidang sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi serta kebencanaan . Program terbaru dalam bidang pendidikan yang saat ini tengah diusung yakni School of Master Teacher (SoMTe).
SoMTe merupakan program kerjasama antara Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa yang berpusat di Kabupaten Bogor Jawa Barat dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan. Program ini bertujuan melahirkan guru-guru transformatif yang memiliki kapasitas sebagai model pendidik, pengajar, dan pemimpin, menghasilkan inovasi dan kreativitas baru di bidang pengembangan pembelajaran, khususnya di jenjang pendidikan sekolah dasar serta membentuk perhimpunan pendidik profesional yang memiliki kepedulian dalam upaya-upaya perbaikan pendidikan di lingkup mikro dan makro.
“SGI adalah wadah latihan bagi para guru untuk menjadi guru seutuhnya, pengajar, pendidik sekaligus pemimpin. Masuk SGI adalah berkah luar biasa, begitu banyak hal yang kami pelajari, terutama ilmunya menjadi guru hebat,” ungkap Ibu  Rawiah, salah satu peserta SoMTe yang tercatat sebagai guru kelas satu di SD Inpres Bertingkat Kelapa Tiga.
Program yang diresmikan oleh Kepala Pendidikan Dasar Kota Makassar bersama dengan direktur Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa dan pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Oktober 2015 yang bertempat di aula STIE LAN ini tengah mendidik dua puluh empat guru sekolah dasar se-kota Makassar sebagai peserta angkatan pertama. Saat ini mereka telah melewati tahap perkuliahan selama tujuh kali pertemuan, Military Super Camp,  serta Supervisi dan Coaching tahap pertama dan saat ini tengah menjalani supervisi dan coaching tahap kedua serta sedang menyelesikan karya tulis ilmiah. Selanjutnya mereka dijadwalkan akan menjalani sidang karya tulis ilmiah dan wisuda di akhir bulan ini.
Selain tengah menyiapkan closing program, pengelola SoMTe juga tengah membuka pendaftaran penerimaan peserta untuk angkatan kedua yang dimulai sejak tanggal 1 Januari hingga 25 Januari 2015. “Program ini membuka kesempatan bagi guru-guru sekolah dasar yang memiliki kemauan dan semangat untuk belajar  dan meningkatkan kualitas keguruannya,” tutur Dasnah selaku koordinator Sekolah Guru Indonesia wilayah Sulawesi Selatan.
Peserta yang terjaring melalui tiga tahap seleksi yakni seleksi berkas, Interview, dan Microteachingakan mengikuti beberapa tahap proses pendidikan, yakni Studium Generale (Kuliah umum), orientasi, perkuliahan (Setiap hari ahad pada dua bulan pertama), Supervisi pembelajaran danCoaching, Teachers Military Super Camp, Penulisan Karya Tulis Ilmiah (PTK), sidang PTK (pada satu bulan terakhir) dan wisuda.

Para guru yang telah dan akan mendapatkan pendidikan di SoMTe diharapkan menjadi guru-guru transformatif yang mampu menciptakan kelas belajar kreatif, inovatif, dan menyenangkan guna mencetak anak didik yang cerdas dan berkarakter.  Hal tersebut juga diakui Elli Eliyani, guru kelas lima di SD Inpres Karunrung, “Saya bisa merasakan perubahan cara saya mengajar yang jauh lebih baik dibandingkan sebelum mengikuti SoMTe, utamanya membuat proses belajar lebih hidup.”

“Aksi Bentang Spanduk : Apresiasi Untuk Para Donatur Dompet Dhuafa Sulsel”

Ahad (28/12/14), di lokasi Car Free Day Pantai Losari,  kami Dompet Dhuafa Sulsel sebagai salah satu lembaga zakat  menggelar “Aksi Bentang Spanduk” sebagai apresiasi kepada seluruh donatur dan masyarakat Kota Makassar yang telah mendukung program-program Dompet Dhuafa Sulsel selama Tahun 2014.

Aksi kami kali ini, didukung oleh tim Layanan Kesehatan Cuma-Cuma, siswa dari Sekolah Cerdas Indonesia (SEKOCI), teman-teman relawan, dan mahasiswa Bea Studi Etos Dompet Dhuafa beserta adik-adik binaan dari Sekolah Desa Produktif.

 
Aksi yang berlangsung mulai pukul 07.00 – 09.30, cukup  terbilang sukses. Animo masyarakat untuk berartisipasi cukup tinggi dengan antusias masyarakat disekitar lokasi membubuhkan tanda tangan dan menuliskan harapan mereka pada salah satu spanduk yang telah kami sediakan. Harapan para warga masyarakat agar Dompet Dhuafa bisa lebih sukses lagi dan amanah dalam mengelolah dana ummat menjadi salah satu inspirasi kami dan memberikan motivasi kepada lembaga kami untuk terus memberikan pelayana terbaik baik bagi donatur maupun bagi para penerima manfaat. 

Pemeriksaan kesehatan gratis yang kami sediakan pun tidak sepi dari kunjungan para warga. Pemeriksaan kesehatan yang digawangi oleh tim medis dari Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Sulsel, pagi itu sagat sibuk melayani para pengunjung. Pelayanan yang diberikan berupa cek  gula darah, tensi, ataupun sekedar konsultasi kesehatan.

Sepasang boneka Danbo hasil karya teman-teman dari Bea Studi Etos Dompet Dhuafa cukup menarik perhatian warga, meskipun pembuatannya cukup sederhana. Tidak ketinggalan partisipasi anak dari SEKOCI salah satu sekolah binaan Dompet Dhuafa Sulsel yang sebagian besar berasal dari anak jalanan cukup memberi warna dalam aksi kali ini. Mereka begitu ceria membagikan bendera, brosur dan majalah kepada setiap warga yang lalu lalang pagi itu.

Harapan kami dengan aksi ini, agar Dompet Dhuafa sebagai lembaga zakat dapat lebih dekat lagi dengan masyarakat. Sehingga tujuan kami untuk mensosialisasikan pentingnya mengeluarkan zakat dan memberi edukasi kepada masyarakat bahwa dengan zakat yang kita keluarkan, banyak hal yang dapat kita lakukan. Banyak kaum dhuafa yang sangat sulit mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan, maupun sosial ekonomi. Lemahnya fasilitas ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan kaum termarjinal. Sedangkan, kesehatan dan pendidikan merupakan harga mati yang merupakan modal dasar agar SDM yang dimiliki suatu negara dikatakan berkualitas. Oleh karena itu, peran dana zakat sebagai sumber dan pembangunan fasilitias kaum dhuafa akan mendorong pembangunan ekonomi jangka panjang. Dengan peningkatan kesehatan dan pendidikan melalui program-program kami diharapkan akan memutus siklus kemiskinan antar generasi. 
Copyright © 2026 DD Sulsel