Jalin Silaturrahim dan Raih Keberkahan yang Berlimpah (Buka Bersama Dompet Dhuafa)

Buka Puasa Bersama Dhompet Dhuafa merupakan Program yang diadakan setiap tahunnya. Program tersebut ditujukan sebagai ajang silaturrahim anatara Muzakki, Mustahik, dan Amil agar saling mengenal dan transparan dalam setiap kegiatan. Acara tersebut juga dimaksudkan sebagai bukti kepada Donatur bahwa Dhompet Dhuafa benar-benar bersungguh-sungguh dalam menyalurkan bantuan kepada para kaum Dhuafa.
Acara berlangsung pada tanggal 9 juli 2015. Acara yang diawali dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-qurr’a dan sari tilawah itu ternyata ramai para tamu undangan. Setelah itu sambutan oleh Ketua Cabang DD Sulsel bapak Andriansyah dan dilanjutkan dengan pembagian donasi santunan untuk para pejuang tangguh yaitu bapak Bachtiar, Dg. Ti’mang, dan Dg. Ngitung. Mereka dipilih dengan cara diseleksi se-Indonesia, dan ternyata terpilihlah tiga orang yang mewakili daerah sulawesi selatan dengan jumlah donasi santunan sebesar 9jt rupiah dengan masing-masing kepala keluarga mendapatkan 3jt rupiah. 
Pembagian paket sembako juga tak lupa Dhompet Dhuafa berikan kepada 52 penerima manfaat dan 54 anak dhuafa, yang pada saat acara buka bersama diberikan terlebih dahulu secara simbolis kepada lima orang dan sisanya dibagikan ketika acara selesai. Adapun media partner yang turut meliput kegiatan Buka Bersama tersebut adalah Celebes, Ujung Pandang Ekspres, Okezone, dan Harian Rakyat Sulsel. Akhirnya acara tersebut ditutup dengan Tausiyah sekaligus do’a oleh ustad Barliantah.
Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun.” (HR. At Tirmidzi, beliau berkata, “Hadist Hasan Shahih”)

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa.

Galeri :


Dibulan Ramadhan, Dompet Dhuafa SulSel adakan Program Dai Pelosok

Ramadhan identik dengan keindahan berbagi, meskipun berbagi dapat dilakukan kapanpun, namun bulan Ramadhan memiliki keistimewaannya tersendiri. Rasulullah Saw bersabda tentang keutamaan bulan Ramadhan, “Jika seandainya umatku tahu akan keutamaan bulan Ramadhan, maka niscaya mereka akan memohon kepada Allah agar setiap bulan adalah bulan Ramadhan.” Berbagi tak hanya dapat dilakukan dengan mengamalkan harta, tetapi juga bisa berbagi dengan mengamalkan ilmu.Pengamalan ilmu tersebut dilakukan oleh para dai Dompet Dhuafa untuk menjemput keberkahan bulan Ramadhan sekaligus menebarkan kebermanfaatan kepada masyarakat. 
Dai Pelosok merupakan program dakwah dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) yang menyasar masyarakat Islam di daerah Pelosok . Dai yang ditugaskan ini nantinya diharapkan mampu menjadi rujukan utama serta contoh bagi masyarakat khususnya dalam pengajaran ilmu agama sesuai dengan tuntunan yang benar. Sehingga mampu mendorong perubahan tatanan masyarakat yang lebih harmonis.
Program ini mulai dijalankan dibulan Ramadhan tahun ini di tiga masjid berbeda yang terletak di Kelurahan Bontomate’ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Masing-masing masjid tersebut terletak di lingkungan Panaikang, Lingkungan Salobatu dan Lingkungan Gusungnge. Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang sudah ada sejak 2008 dan sudah cukup banyak berperan dalam menyebar luaskan kebaikan-kebaikan ajaran islam. 
Kini kembali mengadakan program yang bergerak dibidang dakwah guna menghidupkan kembali semangat masyarakat dalam beribadah khususnya di wilayah-wilayah pelosok. Ada pun penerima manfaat dari program ini sebanyak kurang lebih 700 jiwa dari tiga kampung yang menjadi wilayah program. “untuk membiasakan dan menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap ibadah kepada Allah misalnya shalat berjamaah di masjid maupun kecintaan terhadap Al-quran tentu saja membutuhkan kerja keras dan usaha yang konsisten” kata ust. Al Bahri yang merupakan salah satu dan ditugaskan untuk mengelola program ini. 
Ustadz yang tergabung dalam Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) ini juga mengatakan kurangnya ketersediaan sumber ilmu agama di wilayah pelosok seperti ketersediaan orang yang paham mengenai ilmu agama (ustadz) maupun akses informasi, menjadi penyebab menurunnya semangat beribadah masyarakat. Bulan Ramadhan menjadi Momentum yang sangat tepat untuk menjalankan program ini karena antusiasme masyarakat pada bulan suci Ramadhan ini cukup tinggi dalam melakukan ibadah. 
Yusrang selaku pendamping program Dompet Dhuafa Sulsel menjelaskan, program dakwah yang dijalankan selama lima (5) bulan di Kelurahan Bontomate’ne, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep itu diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang Rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru. Dai pelosok tidak hanya menyebarkan Islam dengan berdakwah, tetapi juga memberikan konsultasi terhadap para jamaah mengenai ziswaf.

GURU SMT DOMPET DHUAFA SULSEL, RAMADHAN CERIA BERSAMA WARGA DUSUN TARANGKOANG

Maros-Kamis, 24 Juni 2015. Peserta School of Master Teacher (SMT) ber-Ramadhan Ceria bersama warga dusun Tarangkoang, desa Barambang, Kabupaten Maros. 
Peserta yang tercatat sebagai guru di berbagai SD dan MI se-kabupaten Maros ini, menyelenggarakan proyek sosial sebagai salah satu tahap program SMT. SMT sendiri merupakan salah satu program pendidikan yang diselenggarakan Sekolah Guru Indonesia bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme keguruan yang memiliki karakter pengajar, pendidik dan pemimpin. Selama mengikuti program yang berlangsung tiga bulan, peserta mengikuti tahap perkuliahan setiap akhir pekan, Military Super Camp, proyek sosial, penelitian tindakan kelas, serta observasi dan coaching pembelajaran. 
Kegiatan proyek sosial ini diusung dengan tema “Sehari bersama dusun Tarangkoang” dengan empat program utama, kelas ceria untuk anak-anak, kelas tajwid untuk ibu-ibu, kelas kreatif untuk remaja dan diakhiri dengan tebar sembako. Sukri, ketua panitia menuturkan tujuan program ini untuk memberikan motivasi belajar serta berbagi keceriaan Ramadhan bersama warga dusun Tarangkoang.
“Kami berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi warga Tarangkoang agar kedepannya mereka semakin bersemangat menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, selain itu melalui program ini, kami pun semakin terasah untuk peduli pada masyarakat dan tergerak untuk melakukan pemberdayaan” tambah guru dari SDN 242 Inpres Damma ini.

Dompet Dhuafa Menyoal Kekerasan pada Anak di Sulawesi Selatan.


MAKASSAR, 2 Juni 2015 – Di Indonesia sejak awal tahun 2013 disinyalir merupakan tahun darurat kekerasan terhadap anak dikarenakan isu mengenai kekerasan terhadap anak banyak sekali muncul di berbagai daerah. Kurangnya perlindungan serta penghormatan hak asasi terhadap anak yang merupakan tanggung jawab semua pihak, menjadi penyebab meningkatnya kekerasan terhadap anak.
Tahun 2011 saja telah terjadi 2.275 kasus, yang diantaranya 887 kasus seksual (Data Komnas Perlindungan Anak Indonesia/ KPAI). Hasil pantauan KPAI juga didapat bahwa di tahun 2012 telah terjadi 3.871 kasus kekerasan terhadap anak dan 1.028 diantaranya merupakan kekerasan seksual terhadap anak. Sedangkan tahun 2013 selama bulan Januari-Februari, KPAI memantau sebanyak 919 telah terjadi kasus kekerasan terhadap anak, yang diantaranya 216 kasus yang terjadi merupakan kekerasan seksual.
Diperkirakan, dari data yang ditemukan maka masih ada 40.000 anak mengalami eksploitasi seksual baik karena korban trafiking maupun dilacurkan, sekitar 2,5 juta anak korban kekerasanfisik, psikis, seksual maupun sosial, dan 4,5 juta anak diperkerjakan serta 3 juta anak diantaranya melakukan pekerjaan berbahaya di Indonesia, kasus ini belum dilaporkan dan tertangani. Dompet Dhuafa, dalam hal ini menilai bahwa anak adalah amanah dan karunia Allah SWT penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis dan mempunyai cirri dan sifat khusus yang diharapkan dapat menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa depan.  Oleh karenanya Dompet Dhuafa melalui program Seminar SELARAS (Selamatkan dan Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual)  diharapkan dapat memberikan edukasi dan pencegahan kekerasan seksual anak bagi orang tua dan guru.
Sepanjang 2014 misalnya, terjadi 41 kasus di Sulawesi Selatan yang tersebar diberbagai  kabupaten. Fakta ini diungkap psikolog, Siti Syawaliah M.Psi. saat menjadi narasumber dalam seminar SELARAS (Selamatkan dan Lindungi Anak dari kekerasan seksual) yg diadakan oleh Dompet Dhuafa Sulsel di Aula Kantor Penerbit Erlangga.
“Pada tahun 2014, 17 kasus kekarasan terhadap anak terjadi di Makassar. Motif pemerkosaan menduduki peringkat pertama yakni sekitar 56 persen dengan persebaran usia pelaku justru di dominasi pelaku dibawah umur yakni 16-18 tahun” tambah perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Bosowa 45 itu.
Dalam kesempatan ini, hadir juga Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, IPTU Afriyanti Firman. Beliau menghimbau kepada seluruh orang tua yang mengikuti seminar untuk lebih waspada dan hati-hati. Kejahatan terhadap anak justru kerap terjadi dengan pelakunya berasal dari orang-orang terdekat seperti paman, tetangga, kakek, bahkan orang tua.

Pada sesi terakhir seminar, peserta diajak menghasilkan sebuah Action Plan yang dapat diterapkan baik di lingkungan rumah atau sekolah dalam rangka antisipasi terhadap tindakan kekarasan terhadap anak. Salah satu peserta, bapak Darling, memaparkan idenya untuk melakukan sosialisasi dari psikolog serta pihak kepolisian yang melibatkan anak, orang tua dan guru. “Kedepannya, ide ini diharapkan dapat terealisasi melalui kerjasama semua pihak,” sambut IPTU Afrianty mengomentari ide tersebut.

Nepal Dirundung Duka, Menanti Uluran Tangan Kita

Gempa dahsyat telah mengguncang Nepal pada Sabtu dini hari (25/4). Seperti diberitakan kantor berita Reuters, setidaknya sudah 1.500 korban jiwa yang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa berkekuatan 7,9 SR tersebut. Dari informasi yang diterima, gempa juga telah membuat daerah di lereng gunung menjadi terisolir.
Hingga saat ini, pemerintah Nepal sendiri masih mengalami kesulitan dalam memperoleh bantuan dari pihak lain.
Melihat duka nestapa yang tengah dialami, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC), rencananya bersiap menerjunkan tim respons (gelombang I) yang terdiri dari 2 personil pada Senin (27/4) esok. Selanjutnya, rencananya tim medis (gelombang II) pun segera terjun, agar bantuan secepat mungkin mampu disalurkan, bagi mereka para korban bencana gempa Nepal.
Informasi yang diterima Tim DMC Dompet Dhuafa dari kontak di Nepal, layanan medis menjadi kebutuhan utama yang tengah diperlukan, selain kebutuhan logistik.
Mereka, saudara-saudara kita tengah dirundung duka membutuhkan uluran tangan kita. Mari, wujudkan kepedulian Anda untuk ikut berpartisipasi, membantu saudara kita di Nepal dengan berdonasi melalui rekening:
Bank Mandiri :152.0022.99929.2
Atas nama Yayasan Dompet Dhuafa Republika
Atau donasi online melalui : http://donasi.dompetdhuafa.org
Informasi lebih lanjut:
Hubungi : (0411) 459068
Website:
Twitter:
@DDsulsel
Copyright © 2026 DD Sulsel