Profil Dompet Dhuafa Sulsel
Segala tentang Dompet Dhuafa Sulsel
Saluran Informasi Kesehatan “Rampak Sabita” penguRAngan daMPAK aSAp BagI kesehaTAn. Edisi 1
- Nafas Cepat. (Gerakan nafas dapat dilihat dari naik turunnya dada saat bernafas) pada bayi 2-12 bulan dikatakan cepat bila frekuensi nafas 50kali permenit atau lebih, sedang diatas 1tahun sampai 5th dikatakan cepat bila 40x permenit atau lebih
- Adanya tarikan Otot / Dinding dada ke dalam (terdapat cekungan antara rusuk rusuk dada saat bernafas).
- Nafas Cuping Hidung (terdapat kembang kempis daun Hidung saat nafas) normalnya tak ada.
- Adanya bunyi yang tak wajar seperti whezing (mengi/bengek), atau stridor (bunyi membuka pintu yang engselnya kehabisan pelumas). Makin dini diketahui tanda sesak nafas dan cepat dibawa berobat makin cepat tertolong. #mohon sebarkan (untukrampaksabita)
A Learning and Hope on THK
Dompet Dhuafa berbagi daging kurban di Gusung
| Sabtu (25 September 2015), tepat hari tasyrik kedua, Dompet Dhuafa melalui program Tebar Hewan Kurban (THK) menyalurkan satu ekor sapi kurban dari para donatur setia Dompet Dhuafa.
Ada rasa haru terpancar dari raut wajah warga dusun kecil itu. Sehari-dua hari sebelum pemotongan hewan kurban. Ada cerita menarik yang bisa dipetik. Pernak-pernik panitia kurban. Dilema antara Panaikang dan Gusung. Dua lokasi tersebut sama-sama berpotensi Dan layak untuk dijadikan tempat penyaluran daging kurban. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Panaikang, lokasi pertengahan dengan akses cukup mudah untuk melancarkan proses THK, mulai dari transport, alat dan bahan dibutuhkan, hingga panitia sembelih pun ada dan mudah dikoordinir. Penduduk kurang lebih 75 KK dan menjadi salah satu area pennugasan da’i pelosok DOMPET DHUAFA SULSEL. Sementara itu, Gusung, dusun paling ujung dengan jumlah kurang lebih 90 KK, termasuk padat penduduk, pun layak menjadi lokasi THK, di sana juga termasuk area penugasan Dai Pelosok Dompet Dhuafa. Hanya saja, agak susah mencari orang yang bisa menyembelih hewan kurban, sebab di dusun Gusung ternyata tak punya Imam tetap. Biasanya hewan kurban disembelih oleh Imam Kampung. Itulah satu hal unik yang ada di Kab. Pangkep. Imam kampung merupakan tokoh agama yang biasa melakukan prosesi penting pada hari-hari besar, termasuk penyembelihan hewan kurban pada Idul Kurban dan hari tasyrik.
Bukan berarti sama sekali tak ada yang bisa menyembelih, hanya saja, ada patokan harga yang harus dibayar melebihi upah imam yang ala kadarnya, sesuai kemampuan pekurban. Orang Bugis menyebutnya “cenning-cenning ati”istilah dengan definisi “sesuai kerelaan hati”
Berbekal saran dari warga, penanggung jawab THK Bontomate’ne, Dasnah, mengeksekusi lokasi penyembelihan Di Dusun Gusung, tepat sehari sebelum tanggal pelaksanaan. Hewan kurban diantarkan ke lokasi saat maghrib menjelang. Usai maghrib hewan yang akan disembelih pun tiba di lokasi. Seketika, warga berkerumun tak beraturan. Bocah-bocah pun berlari mendekat sambil berceloteh, “sapinya besar sekali”. Kalimat tersebut diulang berkali-kali sambil menunjuk sapi yang siap dikurbankan esok hari. Mereka terlihat bergembira karena dusunnya mendapat jatah hewan kurban.
“Dompet Dhuafa bukan hanya membantu warga dusun kami dari segi penataan nilai agama melalui dai pelosok, tetapi juga membantu memikirkan warga dusun yang jarang menikmati daging karena harga yang selangit melalui program THK ini. Semoga DD makin jaya dan amanah dalam menebar ziswaf para donatur”
Demikianlah ungkapan terimakasih dipaparkan oleh Musnaeni, S.Pd.SD, salah seorang warga dusun Gusungnge yang juga menjadi panitia THK.
Kehadiran Dompet Dhuafa di area itu sudah sangat tepat. Anak-anak yang mengenyam pendidikan hingga ke perguruan tinggi di dusun Gusung dapat dihitung jari. Hingga saat ini baru tiga orang yang terdata di Perguruan Tinggi, bahkan hampir sebagian besar pemuda turut merantau ke tanah Papua demi mencari mata pencaharian. Rata-rata mata pencaharian mereka adalah nelayan. Rasa syukur warga tak terkira, dapat menikmati daging sapi gratis.
Penyembelihan pun berjalan dengan lancar. Imam Masjid Dan beberapa panitia Panaikang didatangkan ke dusun Gusung untuk menyembelih dan mengukiti hewan kurban. Akhirnya, sebagian penerima THK juga diperuntukkan di Panaikang. Tercatat sebanyak 26 kk penerima manfaat dari Panaikang. Sementara dari Dusun Gusung, tercatat sebanyak 60 penerima manfaat.
Terimakasih Dompet Dhuafa yang telah peduli pada kampung kami, ucap Dg. Pasewang, selaku ketua RK Dusun Gusung, Kel.Bontomatene,Kec. SEGERI KAB.PANGKEP.
|
#THK : Senyum Merekah Para Santri
| Senyum merekah para santri |
Tahun ini program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa Sulsel, Alhamdulillah bisa menjangkau beberapa daerah pelosok sampai 13 Kabupaten yaitu Makassar, Maros, Gowa, Takalar, jeneponto, Bone, Soppeng, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, dan Polewali Mandar. Saya dimandatkan sebagai penanggung jawab area kabupaten Gowa. saya pun mulai menyisir daerah Kabupate Gowa, dan kebetulan saya juga tinggal di daerah Gowa. Akhirnya saya menentukan pilihan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban di sebuah tempat bermukimnya anak yatim dan santri tahfidz Qur’an. Pesantren dan Panti Asuhan Darul Istiqomah yang berlokasi di Desa Timbuseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa menjadi salah satu titik THK Tahun 2015 Dompet Dhuafa Sulsel. Sebelum saya menentukan tempat ini menjadi menjadi titik THK kali ini, saya beberapa kali berkunjung kesana atau sekedar lewat untuk mengetahui kondisi pesantren tersebut. Kenapa saya tertarik dengan pesantren tersebut karena pesantren ini memiliki panti asuhan untuk anak yatim. Anak yatim di panti ini ada yang masih berusia 3 bulan, mereka dibesarkan dididik agar nantinya bisa menjadi penghafal Al-Quran.
| Sapi dan daftar nama pekurban |
Tebar Hewan Kurban Hingga Pedalaman Sulawesi Selatan.
Berikuta target daerah sebaran Kurban THK 2015 :
Berkurban disunahkan bagi setiap Muslim yang memiliki keluasan rezeki. Berkurbanlah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, berkurbanlah untuk menghembuskan angin segar di tengah segala kesulitan hidup. Berkurbanlah bagi mereka, seolah ini kurban terakhir kita.