GOWA – Dompet
Dhuafa Sulsel Bersama Corps Dai Dompet Dhuafa mengadakan Tabligh Akbar di
Masjid Agung Syech Yusuf, Kabupaten Gowa, Sabtu (29/02).
Acara bertemakan “Mulia Dengan Al-Qur’an & Talaqqi
Surat al-Fatihah” ini diisi oleh
Syaikh Ammar Azmi Al Rafati Al Jailani al Hasani. Merupakan Mubaligh
Asal Gaza Palestina, pemegang Ijazah Sanad: Qiroah Asyaroh, Kitab Hadits Arbain
an Nawawih dan Kitab Syamail Muhammadiyah.
Dalam Tabligh Akbar ini, Syaikh Ammar menyampaikan bahwa
manusia terbaik adalah orang-orang yang menghabiskan waktunya dengan Al-Quran.
Barometer kecintaan kita terhadap Allah dan Rasulnya pun bisa dilihat dari
kedekatan kita dengan Al-Quran. Sayang faktanya sekarang lebih banyak
orang-orang mengutamakan perkataan orang-orang lain seperti penyair dan
pujangga dibandingkan mengutamakan kalam (perkataan) Allah yaitu Al-Quran.
Selain dihadiri jemaah warga Gowa dan sekitarnya, acara ini
juga dihadiri Drs. H. Jafaruddin, M.Si. Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan
Rakyat, serta Najamuddin, SH. MH. Kabid Pembinaan Sosial Spiritual Kab. Gowa.
Perkembangan dunia keilmuan Islam
menjadi salah satu fokus dan daya tarik Dompet Dhuafa Sulsel selaku
Lembaga Nirlaba milik masyarakat Indonesia untuk kembali menggelar satu program
terpuji yang bertajuk Seminar Tahsin
Forum Halaqah Qur’an, Sabtu (15/02).
Pada seminar tahsin kali ini
digelar di Masjid Agung Syach Yusuf di Kab.Gowa dengan menghadirkan
pemateri-pemateri handal dan luar biasa hebatnya seperti Ustadz. Abdurrahman
Al- Hafidz, S.Pdi.,M.Pdi, yang merupakan Corps Dai Dompet Dhuafa dan Dai
Ambassador di Hongkong, yang pada kesempatan ini, beliau membahas tentang Murottal Quran dan cara penyebutan huruf
hijayyah yang baik dan benar. Sedangkan pemateri kedua yaitu Ahmad I. K.
Alastal yang berasal dari Palestina, membahas tentang bagaimana orang-orang di
Gaza menghapal Al-Quran dan cara mengamalkannya.
“Seminar Tahsin ini
diselenggarakan dengan tujuan
mensosialisasikan tentang bagaimana mempelajari dan memperbaiki bacaan
Al-Qur’an beserta tajwid-tajwidnya dengan baik dan benar. Selain itu tentunya
juga diajarkan bagimana mengamalkannya.
Karena tidak menutup kemungkinan masih banyak masyarakat kita yang masih
belum paham hukum-hukum membaca Al-Qur’an dan memaknai keindahan bahasa
Al-Qur’an dengan baik”. Ujar Ernawati selaku ketua panitia.
Lewat seminar ini pula banyak
masyarakat yang sangat antusias mengikuti Seminar Tahsin Qur’an yang diadakan
oleh Dompet Dhuafa Sulsel ini. Seminar Tahsin ini dihadiri sebanyak 162 orang
peserta, yang terdiri dari berbaga kalangan usia.
MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Kusta
Sedunia, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama Aksi Indonesia Muda,
Perhimpunan Mandiri Kusta dan PKPSS menggelar aksi Stop Stigma dan Diskriminasi
Kusta, pada Ahad (26/01), di lokasi car free
day Jl. Boulevard Kota Makassar. Selain dihadiri oleh beberapa lembaga
sosial, aksi ini juga dihadiri puluhan eks penderita kusta.
“Aksi
ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penyakit kusta
dan menghilangkan stigma negatif pada eks penderita kusta. Dan, Dompet Dhuafa
sebagai lembaga kemanusiaan harus turut serta dalam upaya ini,” terang Rahmat
Hidayat, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.
Diawali dengan long march di lokasi car free
day, aksi ini dilanjutkan dengan orasi kesehatan terkait penyakit kusta.
Selain itu pengunjung yang datang juga diajak bersalaman dengan eks penderita
kusta dan penandatanganan petisi “Stop Stigma dan Diskriminasi Kusta”.
Pada aksi ini selain mengajak masyarakat untuk membantu
eks penderita kusta dengan cara menghapus stigma sosial di masyarakat, Dompet
Dhuafa Sulawesi Selatan juga mengajak masyarakat untuk berdonasi untuk Program Pemberdayaan
Eks Penderita Kusta.
Pangkep
(12/9/2019), PT PLN (Persero) PUSMANPRO – UPMK V bekerja sama dengan Dompet
Dhuafa Sulsel merenovasi dermaga di Pulau Satando melalui Program Revitalisasi
Dermaga. Dermaga utama yang menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat nelayan di
sana telah rusak.
Pulau
Satando ini sendiri merupakan satu dari empat pulau yang berada di Desa Mattiro
Baji, Kecamatan
Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene Kepulauan.
Dalam kesempatan ini hadir pula perwakilan
Pemerintah Desa dan Kecamatan serta Polsek setempat yang merasa terbantu dengan
kehadiran program dari PT PLN (Persero) PUSMANPRO – UPMK V dan Dompet Dhuafa Sulsel ini.
Rahmat
Hidayat, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, menerangkan bahwa Pulau Satando
ini merupakan ibu kota desa yang memiliki Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah
Atas, sehingga masyarakat dari pulau lain ke pulau ini untuk bersekolah.
Sehingga kehadiran dari dermaga pulau ini sangat penting untuk kita perhatikan.
Proses
renovasi dermaga Pulau Satando ini sendiri dimulai hari ini dan direncanakan
akan rampung dua pekan kedepan.
Kerja
sama antara PT PLN (Persero) PUSMANPRO – UPMK V dan Dompet Dhuafa Sulsel ini
bukan yang pertama kali. Adriuli selaku Manager PT PLN (Persero) PUSMANPRO –
UPMK V
Berharap
kerja sama antara kedua lembaga ini bisa tetap berjalan, karena menurutnya keduanya
memiliki visi yang sama. “Kami bekerja sama dengan Dompet Dhuafa karena merupakan
lembaga nirlaba, dan kita ingin kerja sama kami bisa lebih bermanfaat bagi
masyarakat”, tutup Adriuli.
Relawan Dompet Dhuafa Sulsel berbagi minuman hangat di lokasi kebakran.
Makassar, (4/9), Musibah kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jl. Abu Bakar Lambogo, Makassar, Ahad, (1/9) lalu. Sejak hari itu hingga rabu (4/9) ini, tim relawan Dompet Dhuafa Sulsel hadir di lokasi kejadian untuk membantu para warga terdampak kebakaran dengan mendirikan Pos Hangat.
Melalui Pos Hangat ini tim relawan mendistribusikan makanan dan minuman hangat saat pagi dan malam hari. “Kami menyediakan bubur di pagi hari, untuk malam hari kami mengadakan kopi, teh, dan susu hangat,” ujar Syarif, relawan Dompet Dhuafa Sulsel. Ada empat kebakaran yang terjadi di Kota Makassar pada Ahad hari pertama di bulan September ini. Salah satu yang terparah terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo. Lima unit rumah habis terbakar dan delapan unit rumah rusak. Sebagai wujud dan realisasi visi dan misi program pemberdayaan, Dompet Dhuafa Sulsel sigap dengan mendirikan Pos Hangat di lokasi tersebut.
Diharapakan, dengan adanya Pos Hangat ini mampu meredam kegelisahan dan kekuatiran warga kekurangan bahan makanan akibat api yang melalap pemukiman mereka.
Pembukaan Pelatihan Guru Melek IT dan Internet Sehat di Kabupaten Jeneponto.
Kamis, (29/8) Dompet Dhuafa
Sulsel bekerja sama dengan PT PLN (Persero) Pusmanpro UMPK V pelatihan “Guru
Melek IT dan Internet Sehat” yang berlangsung hari ini, 29 Agutus, di Kabupaten
Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Pelatihan ini diikuti oleh 30 guru
sekolah dasar yang berasal dari beberapa sekolah di Kabupaten Jeneponto. “Selain
di Kabupaten Jeneponto pelatihan ini telah diadakan di Kabupaten Pangkep pekan
lalu dan InsyaaAllah pekan depan akan diadakan di Kabupaten Bulukumba”. Terang Nurwana,
Manager Program Dompet Dhuafa Sulsel.
Selain mengajak para guru dalam
pengaplikasian internet secara sehat, kegiatan ini juga bertujuan agar peserta mampu
membuat analisis hasil pembelajaran berbasis MS. Excel dan merancang media pembelajaran
berbentuk MS. Power Point agar lebih menarik dan sesuai dengan tuntutan
perkembangan media informasi dan komunikasi saat ini.
PLT Manager PT PLN PUSMANPRO –
UPMK V, Adriuli, mengungkapkan perasaan bahagianya dapat berkolaborasi dengan
Dompet Dhuafa Sulsel merancang konsep pelatihan “Guru Melek IT dan Internet Sehat”
ini. Besar harapannya, kerja sama ini dapat terus berjalan sehingga manfaat
yang dirasakan oleh masyarakat pada umumnya dan dunia pendidikan pada khususnya
lebih besar dan luas.
Tak hanya penyelenggara, pun para
peserta merasa beruntung mengikuti kegiatan ini. Mereka mengatakan bahwa
pelatihan semacam ini dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kemampuan para
tenaga pengajar dan pendidik dalam mengelola bahan pembelajaran berbasis sistem
komputerisasi beserta software-software-nya.
Pada kegiatan ini, hadir pula bapak
Rachmat Sasmito, ST., M.Si, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jeneponto.
Menurutnya, wawasan melek IT atau teknologi adalah sebuah kaharusan di masa
sekarang ini. Teknologi tidak harus lagi ditakuti tapi harus dihadapi dengan
bijak, bagaimana bisa anak didik kita paham tentang teknologi kalau kita para
pendidik tidak (paham IT).
Kerja sama CSR yang dilakukan
antara PT PLN (Persero) Pusmanpro UPMK V dengan Dompet Dhuafa Sulsel adalah
bagian daripada bentuk perhatian khusus kedua lembaga pada bidang pendidikan
terutama bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dan dengan
diselenggarakannya pelatihan ini menjadi langkah awal bagi kedua belah pihak
secara bersama dengan pemerintah dan masyarakat agar lebih menggalakkan program
serupa bahkan lebih baik lagi agar lahir dan tumbuh pakar-pakar IT dari
kalangan guru-guru sehingga dapat memenuhi kebutuhan pendidikan teknologi dan
komputerisasi di sekolah-sekolah, terkhusus, di sekolah di daerah-daerah yang
masih minim akses informasi dan sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan
belajar mengajar teknologi dan komputer.