Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Tarhib Ramadhan Dengan Sederet Kebaikan

Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Tarhib Ramadhan Dengan Sederet Kebaikan

Makassar – Menyambut Ramadan 1442H, Dompet Dhuafa menggelar kampanye zakat dan Tarhib Ramadhan di kawasan CFD Jl Boulevard, Panakukkang, Kota Makassar, Minggu 11 April 2021.

Kehadiran bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Seperti setiap tahunnya tarhib Ramadhan digelar sebagai bentuk kegembiraan menyambut bulan yang mulia ini.

Menurut Ketua Ramadhan Dompet Dhuafa Sulsel, Muh. Aswar Habir, megiatan Tarhib Ramadan 1442 H menjadi berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Meski bergulir masih di tengah pandemi Covid-19, kita ingin menyambut Ramadhan tahun ini dengan suka cita. Ramadhan di tengah pandemi Covid-19 merupakan tantangan bagi Dompet Dhuafa untuk terus inovatif, produktif dan komunikatif dalam memberikan pelayanan kepada dhuafa di seluruh Indonesia. Tentunya dengan bungkusan berbagai program yang akan bergulir di bulan penuh berkah nanti,” tuturnya. 

Pada Tarhib Ramadhan kali ini, Dompet Dhuafa Sulsel memberikan kampanye tentang #RamadhanIniSaatnyaBerbagiLagi.

Kegiatan kampanye ini dimeriahkan dengan berbagai aktivitas, mulai dari Lauching Program Ramadhan DD, Tebar Imsakiyah, Grebek Masjid, hingga aksi kemanusiaan #SulselUntukNTT. Kegiatan ini turut dimeriahkan oleh puluhan amil, sahabat Ramadhan dan relawan Dompet Dhuafa.

Pada Ramadan 1442 H ini, Dompet Dhuafa Sulsel berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk melakukan zakat. 

“Zakat merupakan sebuah kewajiban umat muslim yang sama pentingnya dengan salat. Meskipun keadaan ekonomi di tengah pandemi belum stabil, namun DD tetap optimis dan percaya kalau akan banyak orang baik di luar sana yang mau berbagi lagi di bulan Ramadhan ini,” kata Aswar.

Kemeriahan yang luar biasa ini, kata dia, menjadi bukti dari ungkapan kebahagian dan kegembiraan menyambut bulan suci ramadhan.

“Semoga kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat agar sadar akan kewajiban zakatnya,” ujar Aswar.

Selain itu, pada Ramadhan kali ini, Dompet Dhuafa Sulsel juga akan mengadakan berbagai program berbasis digital untuk meningkatkan amalan dan memeriahkan bulan ramadhan, seperti Arabic class, Kelas Tahsin, TikTok Contest, IG Competetion, Siaran Senja I-Radio, dan Dakwah Virtual. 

Juga akan diadakan program kampanye berupa kado untuk Anak Yatim, Indonesia Siap Siaga, Parcel Untuk Guru Ngaji, Sedekah Quran, Bagi Takjil, Bayar Fidyahmu, Sedekah Subuh, Ifthar Untuk Gempa, Sahur Bareng Santri dan akan dimeriahkan oleh Music from Home sebagai penyemangat aktivitas di tengah Ramadhan.

Dalam rangkaian Tarhib Ramadhan 1442 H ini, Dompet Dhuafa mengajak masyarakat di belahan dunia untuk terus semangat membentangkan kebaikkan, untuk selalu bergerak dengan misi kemanusiaan melalui berbagai program.

 

Tingkatkan Kualitas Dakwah, Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Pelatihan Dai

Tingkatkan Kualitas Dakwah, Dompet Dhuafa Sulsel Gelar Pelatihan Dai

Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Selatan melakukan Pelatihan Dai Pedalaman di Kantor Dompet Dhuafa Sulsel, Jalan Pettarani, Kota Makassar, Sabtu 10 April 2021.

Program Da’i Pedalaman ini merupakan salah satu program dakwah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem masyarakat 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) yang islami dan mampu berdaya berdasarkan local wisdom wilayah. 

Dalam pelatihan ini, para dai dibekali materi tentang pendekatan cara berdakwah ditiap-tiap wilayah. Hal ini bertujuan untuk motivasi kepada peserta dai agar selalu menciptakan inovasi dalam berdakwah. Mengingat juga tiap-tiap daerah memiliki latar belakang budaya dan ekologi yang berbeda.

Dompet Dhuafa cabang Sulawesi Selatan melakukan Pelatihan Dai Pedalaman di Kantor Dompet Dhuafa Sulsel, Jalan Pettarani, Kota Makassar, Sabtu 10 April 2021.

Program Da’i Pedalaman ini merupakan salah satu program dakwah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem masyarakat 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) yang islami dan mampu berdaya berdasarkan local wisdom wilayah. 

Dalam pelatihan ini, para dai dibekali materi tentang pendekatan cara berdakwah ditiap-tiap wilayah. Hal ini bertujuan untuk motivasi kepada peserta dai agar selalu menciptakan inovasi dalam berdakwah. Mengingat juga tiap-tiap daerah memiliki latar belakang budaya dan ekologi yang berbeda.

Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat HM, pelatihan ini dibuat sebagai bentuk capacity building untuk para dai agar senantiasa memiliki inovasi dan kreatifitas dalam berdakwah di masyarakat. 

Selain itu, kata Rahmat, tantangan dakwah di era saat ini menuntut para dai untuk tidak hanya menjadi pendakwah biasa aja namun juga mampun membuat branding atau dai spesialis dibidang perubahan iklim, lingkungan, kemaritiman dan lain sebagainya.

Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat HM, pelatihan ini dibuat sebagai bentuk capacity building untuk para dai agar senantiasa memiliki inovasi dan kreatifitas dalam berdakwah di masyarakat. 

Selain itu, kata Rahmat, tantangan dakwah di era saat ini menuntut para dai untuk tidak hanya menjadi pendakwah biasa aja namun juga mampun membuat branding atau dai spesialis dibidang perubahan iklim, lingkungan, kemaritiman dan lain sebagainya.


Dompet Dhuafa memiliki program Corps Dai Dompet Dhufa (Cordofa) setiap tahun selalu mengirimkan dai ke daerah-daerah pelosok untuk melakukan pemberdayaan komprehensif untuk memaksimalkan potensi suatu daerah dan membantu masyarakatnya mandiri.

Selain itu, ada juga program Dai perahu dakwah yang berdakwah pulau terpencil di Indonesia.

Pada Ramadhan tahun 2021, program da’i pedalam akan menyasar 7 Kabupaten di Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) dan menempatkan da’i pada daerah-daerah pelosok untuk memaksimalkan pengelolaan masjid dan kegiatan dakwah selama sebulan penuh di bulan Ramadhan.

Wilayah tersebut adalah Kabupaten Barru, Toraja Utara, Enrekang, Soppeng, Polewali Mandar, Majene dan Mamuju.

Dompet Dhuafa juga memberikan pelatihan teknik PRA kepada 8 peserta Dai Pedalaman. Teknik PRA ini adalah alat untuk melakukan kajian desa yaitu berupa pemetaan wilayah dan matriks potensi desa yang ada.

Jadi melalui pelatihan ini, nantinya para dai membantu Dompet Dhuafa untuk membuat program Dai Pemberdaya yaitu program lanjutan dari Dai Pedalaman.

Dai Pemberdaya tersebut melatih para dai tidak hanya sekadar memberikan pemahaman spritual, namun juga menjadi dai pemberdaya yang mampu menemukan solusi dari permasalahan masyarakat mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, dakwah dan ekonomi sesuai dengan 5 pilar Dompet Dhuafa.


Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Ponpes Roudhotul Huffadz Jeneponto

Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Ponpes Roudhotul Huffadz Jeneponto

JENEPONTO – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) menggelar acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid An-Najm di Pondok Pesantren Roudhotul Huffadz, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Acara peletakan batu pertama ini dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekertaris Daerah, Wakil Ketua DPRD Jeneponto, Ketua Camat Binamu, Lurah Empoang, Humas Pemda, Tokoh Masyarakat, Para Donatur, dan para santri Forum Halaqah Quran An-Najm. 

Masjid yang akan dibangun ini berada di halaman Pesantren Roudhotul Huffadz dan nantinya akan dimanfaatkan untuk para santri di pondok pesantren untuk ibadah sehari-hari dan juga untuk dijadikan sebagai tempat menghafal Alquran. 

“Masjid ini insya allah nantinya akan menjadi tempat penunjang 1000 hafhidz. Sejak didirikannya pesantren ini sejak 2013, para santri hanya menumpang di mesjid dan musholah terdekat untuk beribadah. Saat ini ada sekitar 70 santri yang tinggal di pesantren ini dan alhamdulillah dengan adanya mesjid ini nantinya juga akan memudahkan para santri dalam menghafal Alquran. Jadi tidak perlu lagi menumpang di mesjid terdekat,” kata Ust Abdurrahman selaku Pembina Pesantren Roudhotul Huffadz.

“Alhamdulillah pembangunan pesantren dan mesjid ini juga berkat kebaikan bapak H. Hambali yang telah mewakafkan tanahnya untuk kemaslahatan ummat,” tambahnya.

Sementara itu, Nurwana selaku Manager Program Dompet Dhuafa Sulsel menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan orang baik.

Menurutnya, ada banyak orang baik di luar sana yang memberikan donasinya melalui Dompet Dhuafa untuk membantu berdirinya masjid tersebut.

“Alhamdulillah hingga saat ini, Dompet Dhuafa telah menghimpun dana dari kitabisa.com sekitar Rp560 juta untuk pembangunan Masjid An-Najm, angka ini diharapkan terus meningkat sesuai dengan target DD yaitu menghimpun dana Rp1 miliar,” ungkap Nurwana lewat keterangan tertulisnya, Kamis 8 April 2021.


Petani Program Muda Berdaya Rumput Laut DD Sulsel Telah Melakukan Panen Perdana

Petani Program Muda Berdaya Rumput Laut DD Sulsel Telah Melakukan Panen Perdana

Dompet Dhuafa Sulsel terus menjangkau kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan Muda Berdaya dengan mengajak anak muda setempat untuk berkarya di lahan pertanian.

Kali ini program pemberdayaan menyambangi wilayah pesisir letaknya berada di Desa Panyampa dan Kantumbangan Lemo, Kec. Campalagian, Kab. Polman, Sulawesi Barat dengan memaksimalkan potensi tambak untuk produksi rumput laut jenis Gracilaria.

Pemberdayaan rumput laut yang diolahnya saat ini menggunakan dua tambak, satu tambak fokus produksi terletak di Panyampa dan satu tambak pembibitan di Kantumbangan Lemo. Dalam pemberdayaan ini, melibatkan kurang lebih sebanyak 7 petani penerima manfaat.

Para petani telah melakukan panen perdana rumput laut jenis gracillaria di desa Kantumbangan Lemo, Polman Sulawesi Barat, yang dilakukan selama 3 hari.

“Panen perdana ini tidak berfokus pada jumlah hasil, melainkan untuk melihat kualitas rumput laut setelah dikeringkan. Dengan melihat hasil panen perdana, ada banyak pengalaman yang akhirnya bisa diterapkan untuk memaksimalkan produksi dan panen rumput laut berikutnya,” ungkap Ayub sebagai pemuda pendamping, Jumat (12/03/21).

“Sangat bersyukur karena budidaya rumput laut yang diadakan DD Sulsel menyerap banyak tenaga kerja pada saat pra produksi hingga pasca produksi, hal ini membuat mata pencaharian masyarakat bertambah,” sambungnya.

Pemberdayaan ini akan terus berlangsung selama program berjalan dan mengupayakan menggaet lebih banyak lagi calon penerima manfaat sebagaimana tujuan utama pemberdayaan adalah menyediakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Program ini salah satu ikhtiar Dompet Dhuafa melalui pengelolaan zakat menjadi sebuah kegiatan produktif dan mampu menghadirkan ekonomi secara berkelanjutan untuk masyarakat kecil. Hal ini juga sekaligus membuktikan bahwa zakat mampu berdayakan umat dan Zakat mampu menjadi satu ikhtiar untuk mengentaskan kemiskinan. (*)

Memasuki Musim Panen, Petani Kopi Patongko Membuka Jalur Kendaraan Menuju Rumah Kopi

Memasuki Musim Panen, Petani Kopi Patongko Membuka Jalur Kendaraan Menuju Rumah Kopi

Memasuki musim panen kopi yang akan dilakukan pada paruh kedua tahun 2021 ini, petani kopi dan penerima manfaar program Kopi Pattongko yang bermukin di  sekitar Rumah Olah Kopi Pattongko Sinjai menggelar kerja bakti pembuatan lorong pada Selasa (30/03/2021).

Kerja bakti ini dilakukan dari area jalan kebun menuju Rumah Olah Kopi Pattongko di Sinjai. Gotong royong ini diinisiasi oleh petani karena sulitnya akses jalanan dari kebun  menuju rumah olah kopi.


Sebelumnya, para petani kopi ini selalu membawa hasil kopi dengan cara memikul kopi dan berjalan kaki. Tentu cara seperti ini terbilang sulit dan perlu dibenahi. Nah oleh karena itu, untuk memudahkan para petani membawa hasil panen kopi, para petani melakukan pembukaan jalan guna membuat akses jalan untuk kendaraan roda dua yang dapat digunakan.

Pembukaan jalan ini dilakukan oleh petani bersama team Kopi Pattongko di sepanjang kurang kebih 200 meter dengan menggunakan alat seadanya, yaitu cangkul, linggis, dan berbagai peralatan kebun, untuk memindahkan bebatuan besar.

“Rencananya, setelah jalan ini jadi, petani akan membuat jembatan bambu menyeberangi sungai, yang bersebelahan langsung dengan Rumah Olah Kopi, sehingga aktivitas proses kopi dan berbagai aktivitas lainnya, makin berjalan dengan lancar, dalam menunjang pergerakan ekonomi petani,” ujar Ramly selaku pendamping program Kopi Pattongko Dompet Dhuafa Sulsel.

Menuju Ramadhan, Dompet Dhuafa Lakukan Survei Da’i Pedalaman

Menuju Ramadhan, Dompet Dhuafa Lakukan Survei Da’i Pedalaman

Bulan Ramadhan akan segera tiba. Bulan suci Ramadhan merupakan kesempatan bagi setiap hamba Allah untuk lebih meningkatkan ketakwaan, dikarenakan bulan ini memiliki banyak keutamaan. Pada Ramadhan kali ini, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan akan kembali melaksakanan program Dai tahunan untuk pelosok dalam membantu masyarakat muslim meningkatkan amal ibadah.

Program Da’i Pedalaman ini merupakan salah satu program dakwah Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem masyarakat 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) yang islami dan mampu berdaya berdasarkan local wisdom wilayah. Pada Ramadhan tahun 2021, program da’i pedalam akan menyasar 7 Kabupaten di SULSELBAR dan menempatkan da’i pada daerah-daerah pelosok untuk memaksimalkan pengelolaan masjid dan kegiatan dakwah selama sebulan penuh di bulan ramadhan.

Selama 4 hari, sejak (24/03/2021) hingga (27/03/2021) tim Dompet Dhuafa telah melakukan proses survei dengan mendatangi wilayah-wilayah yang berpotensi diadakan syiar da’i pedalaman. Wilayah-wilayah tersebut yaitu di Kabupaten Barru, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Soppeng. Lokasi yang di pilih berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar yang menurut mereka kondisi keagamaannya yang butuh untuk didampingi.

Pada (24/03/2021), tim DD Sulsel memulai perjalanan dengan target lokasi pertama yaitu Desa Pujananting dan Desa Bulo Bulo yang merupakan desa yang menjadi daerah perbatasan antara Kabupaten Pangkajene Kepulauan dan Kabupaten Barru. Jarak Desa Pujananting dari Kota Barru sekitar 43 KM atau berkisar 1 jam 50 menit perjalanan menggunakan mobil. Sedangkan jarak desa Bulo Bulo dari kota Kabupaten Barru sekitar 55 KM dari Kota Barru dengan estimasi perjalanan kurang lebih 2 jam perjalanan menggunakan mobil.

“Menurut informasi dari Imam dusun yang diwawancarai menyatakan bahwa kondisi spiritual masyarakan desa Pujananting tergolong rendah, contohnya jika shalat wajib magrib dan subuh jamaah sekitar 10 orang dan waktu shalat dhuhur dan ashar hanya 2-3 orang yang datang kemasjid, sedang jumlah Kepala Keluarga yang ada disana ada sekitar 73 kepala keluarga”, sebut Rahman, Penanggung Jawab Program Pendidikan dan Dakwah.

Survei di hari kedua (25/03/2021) dilaksanakan di kabupaten Toraja Utara di daerah kampung Orongan, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara. Jarak dari makassar ke Rantebua yaitu sekitar 305 KM dan 42 KM dari kota kabupaten toraja. Kondisi masyarakat muslim di Kampung Orongan tergolong minim. Hanya ada 34 KK yang muslim, dan jarak antar rumah  berjauhan sehingga masyarakat muslim hanya berkumpul jika ada kegiatan-kegiatan tertentu saja.

Dari yang disampaikan bapak Rantelino selaku KUA disana, pemahaman masyarakat Orongan juga masih rendah dalam hal agama, jangankan dalam shalat 5 waktu, terkadang untuk shalat jum’at saja yang datang ke masjid hanya 2-3 orang, sehingga yang dilaksanakan hanya shalat dhuhur. Tidak hanya itu, kegiatan anak-anak dalam mengaji juga kurang, begitu juga pengajian orang dewasa. Hal ini di karenakan semua warga jika siang hari berada di ladanga masing masing untuk menggarap pertanian mereka yang menjadi tumpuan utama dalam kehidupan mereka di kampung.

Sehingga untuk memaksimalkan dakwah disana di butuhkan terobosan baru dalam berdakwah misalnya dakwah di tiap rumah warga dan sejenisnya. Karna jarak antar masjid dan rumah warga yang berjauhan.

Survei ketiga (26/03/2021) berada di kabupaten Enrekang, tepatnya di desa Potokullin yang berada di Kecamatan Buntu Batu, Kabupaten Enrekang, sekitar 272 KM dari Kota Makassar dengan jarak tempuh sekitar 7 -8 jam dengan kendaraaan roda empat. Jarak dari ibu kota kabupaten sekitar 53 KM atau sekitar 2 – 3 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. Desa Potokullin merupakan desa kedua terakhir sebelum pendakian ke Gunung Latimojong.

Kondisi masyarakat dilihat dari keagamaan sudah cukup baik meskipun berada dipedalaman, tingkat kesadaran beribadah masyarakat salah satunya dapat dilihat dari banyaknya warga yang datang untuk shalat jum’at, namun dari informasi yang disampaikan oleh pak Imam dusun, bacaan sahalat dan gerakan shalat warga masih banyak yang salah dan untuk membantu membenarkan bacaan dan gerakan shalat mereka butuh waktu dan pembinaan yang lama, dan tidak ada yang bisa melakukan pembinaan tersebut. Untuk focus pembinaan lebih di kembangkan kepada pengajian orang dewasa untuk membina keagamaan warga disana.

Survei hari ke empat (27/03/2021) dilakukan di Kabupaten Soppeng dengan mendatangi 2 desa yaitu desa Patampanua dan desa Marioriaja. Jarak desa marioriaja dari makassar adalah 151 KM dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 4 jam perjalanan. sedang jarak dari kota soppeng adalah 36 KM atau sekitar 1 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Adapun jarak antar kedua desa tersebut 61 KM dengan estimasi perjalanan 2 jam perjalanan. Setelah melakukan survey di dua desa tersebut, akhirnya Tim DD  memilih Desa Marioriaja sebagai lokasi dai pedalaman tahun 2021. Hal ini dikarenakan Dompet Dhuafa tidak hanya ingin ingin menjalankan misi dakwah yang mana meningkatkan kesadaran masyarakat dalam beribadah, namun juga bertujuan untuk menginisiasi program pemberdayaan di wilayah penempatan.

Selama proses survei tersebut, beberapa kendala ditemui oleh Tim DD yaitu akses lokasi tidak memadai, beberapa jalanan terbilang rusak dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 apalagi saat musim hujan tiba. Tapi semoga ini bukan jadi halangan untuk menyalurkan kebaikan. Karena Ramadhan saatnya kita berbagi lagi.

Selain 4 wilayah tadi, Dompet Dhuafa juga akan mengirimkan Dai ke 3 wilayah di Sulawesi Barat yaitu di Kabupaten Polewali Mandar, Majene dan Mamuju. Direncanakan pengiriman Dai Pedalaman ini akan dilakukan pada H-2 Ramadhan dan akan ditarik pada pekan pertama bulan Syawal.

Copyright © 2026 DD Sulsel