Dompet Dhuafa Lakukan Layanan Skrining Ketuk Pintu dan Bantuan Gizi Pasien TB

Dompet Dhuafa Lakukan Layanan Skrining Ketuk Pintu dan Bantuan Gizi Pasien TB

Setiap tanggal 24 Maret, diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Peringatan hari tersebut bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat umum tentang penyakit Tuberkulosis atau TB, serta usaha-usaha untuk mengurangi penyebarannya.

Saat ini, TB merupakan penyakit serius yang menyerang paru-paru dan menyebabkan kematian bagi penderitanya bila tidak diobati dengan tepat. Dilansir dari WHO, setiap harinya ada hampir 4.500 orang kehilangan nyawa karena TBC dan hampir 30.000 orang jatuh sakit karena TB. Padahal, penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan.

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis  Sedunia, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (LKC DD Sulsel) mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan gratis dan melakukan investigasi kontak atau ketuk pintu untuk menjaring suspek TB. Juga, memberikan paket bantuan perbaikan gizi kepada para pasien TB yang telah terdaftar.

Layanan kesehatan ketuk pintu dan bantuan perbaikan gizi ini dilakukan di 2 wilayah berbeda, yaitu di Jalan Adyaksa Baru RW 02  Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, dan Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Pulau Balang Lompo, Kabupaten Pangkep, pada (25/4/2021) mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA.

Berdasarkan data yang terhimpun, ada 13 penerima manfaat bantuan gizi dari Dompet Dhuafa berupa beras, susu, telur, madu, minyak goreng, tepung terigu, gula, dan abon. Sedangkan, layanan ketuk pintu berupa skrining atau deteksi dini untuk menjaring suspek TB, menjangkau 112 rumah di Kelurahan Mattiro Sompe dan di RW 02 Kelurahan Pandang.

Dari hasil pemeriksaan, ada tujuh warga yang ditemukan memiliki gejala TB. Ketujuh warga ini nanti akan dirujuk ke Puskesmas untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kegiatan layanan kesehatan ketuk pintu ini dilakukan untuk menjaring suspek TB dan memberikan penyuluhan kepada lingkungan terindikasi penyakit TB tentang gejala, pencegahan dan pongobatan yang harus ditempuh. Dan tidak hanya itu, skrining ini juga membantu untuk meningkatkan kesadaran warga tentang bahaya penularan TB,” kata Rahmawati Mustamin, Staf Pengelola Program LKC.

Senada yang dikatakan Rahma, Imran, selaku penanggung jawab program kawasan sehat LKC menambahkan bahwa sasaran dari kegiatan ini adalah warga yang tinggal di kawasan sehat LKC DD Sulsel yang merupakan pasien Tuberkulosis dan tetangga dari pasien Tuberkulosis.

“Selain itu, tidak hanya sebagai bentuk peringatan Hari TB Sedunia, namun juga untuk meringankan beban para mustahik yang merupakan pasien TB agar menciptakan lingkungan sehat yang bebas TB,” kata Imran.

Diana, pasien TB yang kini tengah menjalani masa pengobatan 6 bulan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Dompet Dhuafa atau kepedulian terhadap gejala TB. Serta, atas bantuan paket asupan gizi yang diberikan. Hal ini, kata dia, sangat membantunya dalam meningkatkan daya imunnya.

“Terima kasih Dompet Dhuafa atas bantuan paket gizinya,” ucapnya.

Rahma juga menjelaskan bahwa target awal skrining layanan ketuk pintu LKC ini adalah 250 rumah. Namun, rupanya banyak ditemukan rumah kosong karena penghuninya sedang bekerja sehingga tidak dilakukan skrining,” terang Rahma.

Kegiatan layanan ketuk pintu ini juga didukung oleh para Dompet Dhuafa Volunteer (DDV), Kader Kampung Cekal Corona dan Kawasan Sehat LKC yang sebelumnya pada (24/3/2021) telah diberi pembekalan materi langkah-langkah skrining untuk menjaring suspek TB baru.

Sambut Hari TB 2021, LKC-DD Sulsel Gelar Pelatihan Ketuk Pintu

Sambut Hari TB 2021, LKC-DD Sulsel Gelar Pelatihan Ketuk Pintu

Peringati TB Day atau Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret, LKC (Layanan Kesehatan Cuma-Cuma) Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan gelar pelatihan ketuk pintu kepada para kader kesehatan dan relawan di Pulau Batang Lompo, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Kec. Liuakang Tuppa Biring, Kelurahan Mattiro Sompe dan di Aula LKC Dompet Dhuafa Sulsel Jl. Abdullah Daeng Sirua No.170 A, Pandang, Kec. Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan  Rabu (24/3).

“Pelatihan kader dilaksanakan di Aula Puskesmas Liukang Tuppa Biringing Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dari jam delapan pagi sampai jam dua siang” ujar Imran selaku penanggung jawab kegiatan.

Kader yang hadir sebanyak delapan dari empat posyandu untuk diberikan pengetahuan dasar tentang TBC (tuberkulosis).“Empat Posyandu yang hadir diantaranya Posyandu Mawar, Melati, Anggrek dan Dahlia. Pelatihan yang diberikan berupa pengetahuan dasar TBC dan kegiatan ketuk pintu dalam penjaringan pasien suspek TBC,” imbuh Imran.

Materi pelatihan disampaikan oleh Ns. Hj. Jumlianti, S.Kep selaku penanggung jawab TBC Puskesmas Liukang Tuppa Biring dan Kiky Nurfayanti Yunus, SKM yang merupakan promkes PKM serta Imran yang juga mendapat tugas sebagai penanggung jawab program Kawasan Sehat LKC-DD Sulsel.

“Sebelum pelatihan diberikan pre test untuk kader dan post test setelah pelatihan. Para kader yang mengikuti pelatihan mengalami peningkatan pengetahuan 20-30 poin setelah mengikuti pelatihan kader,” kata Imran.

Jumlianti selaku pembicara di kegiatan kali ini menyampaikan materi tentang penyebaran TBC, kaitan TBC dengan HIV Aids dan alur pelaporan serta rujukan suspek TBC.“Penyakit TB adalah penyakit yang tak memandang miskin atau kaya semua bisa tertular jika tak awas menjaga diri,” ungkap Jumlianti.

Kemudian Kiky Nurfayanti Yunus yang juga memberikan materi menjelaskan tentang peran dan fungsi kader dalam penjaringan TBC.“Peran aktif sangat dibutuhkan dalam menyampaikan informasi bagi warga mengenai penyakit TB, apalagi di Pulau Balang Lompo masih menganggap penyakit TB adalah penyakit turunan,” kata Kiky.

Di LKC DD Sulsel, pelatihan dibimbing oleh dr. Kurnia dari Puskesmas Tamamaung dan Rahma Pengelola Program Kemitraan LKC Sulsel.

Selain menyampaikan analisi situasi TB di Indonesia, Kurnia juga menjelaskan bahwa penyakit TB ini bukanlah penyakit keturunan maupun guna-guna. “Stigma ini yang perlu kita ubah kepada masyarakat,” katanya.

TB adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis yang bisa menyerang siapa saja. “Penyakit ini juga bisa disembuhkan asal dapat penanganan secara benar dan baik,” ungkapnya.

Sementara Rahma mengatakan bahwa Indonesia masuk kedalam top 3 negara di dunia dengan penemuan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India dan China.

“Kondisi inilah yang sangat memprihatinkan dan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa menciptakan kawasan masyarakat sehat,” ujar Rahma.

Dia juga menyambut baik adanya relawan yang turun ke lapangan untuk melakukan screening dan investigasi kontak karena bisa menjaring pasien TB maupun lingkungan sekelilingnya. Hal ini agar ada penanganan lebih dini dan bisa ditindaklanjuti lebih cepat.

“Harapannya dari kegiatan pelatihan ini relawan dapat berkontribusi dalam menemukan terduga sampai pendampingan untuk pemeriksaan di puskesmas,” tutupnya.

Dompet Dhuafa melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) berkomitmen dalam eliminasi TBC melalui beberapa program TB. Selain dalam promotif dan preventif, juga dilakukan bantuan dukungan gizi, dan transportasi rujukan.

Salah satu program yang digagas Dompet Dhuafa adalah Program Kawasan Sehat dengan berbagai indikator predikat RW sehat. Satu diantaranya adalah eliminasi TBC.

YBM PLN Unit 3 Makassar Selatan Gandeng Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Paket Sembako Kaum Duafa

YBM PLN Unit 3 Makassar Selatan Gandeng Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Paket Sembako Kaum Duafa

Yayasan Baitul Maal PT Perusahaan Listrik Negara Unit Pelaksana (YBM PLN UPK) Unit 3 Makassar Selatan bersama Dompet Dhuafa Sulsel menyalurkan 20 paket sembako kepada masyarakat duafa dan yatim di Kabupaten Gowa, Sulsel, Jumat (19/3/2021).

Paket sembako ini diberikan kepada 20 penerima manfaat duafa dan yatim yang ada di Jalan Lambengi, Desa Bontoala, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa.

Dalam proses penyerahannya, Aksyah Hasan selaku Ketua YBM PLN Makassar Selatan menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan program perdana pada 2021. Adapun sembako yang diberikan ini berasal dari dana zakat pegawai PT PLN Makassar Unit 3.

“Sembako yang diberikan ini murni berasal dari 2,5 persen dana zakat penghasilan para pegawai PT PLN Unit 3 yang kita alokasikan menjadi sembako,” katanya.

“Semoga kegiatan penyaluran selanjutnya bisa memberikan lebih banyak. Kami harapkan saudara jangan lupa untuk mendoakan kegiatan ini terus berlanjut agar kondisi di sini menjadi lebih baik lagi,” tambahnya.

Abdul Rahman selaku perwakilan Dompet Dhuafa Sulsel mengatakan, penyaluran paket sembako ini adalah salah satu kegiatan program perdana #JumatBerkah tahun 2021 Dompet Dhuafa Sulsel bersama YBM PT PLN dalam memperhatikan ketahanan pangan.

“Alhamdulillah kita sinergi bersama YBM PT PLN Unit 3 untuk menyalurkan paket sembako sebagai bentuk kepedulian kondisi pangan masyarakat khususnya warga di Lambengi, Bontoala, Gowa ini. Melalui sembako ini kami berharap semoga bisa bermanfaat bagi warga. Memang jumlahnya mungkin tidak seberapa, namun harapannya bisa sedikit membantu meringankan beban,” ujar Rahman.

Salah satu penerima manfaat, Wati, warga Desa Bontoala mengaku terharu menerima sembako yang diberikan kepadanya. “Saya merasa terharu dan terima kasih telah memberikan sembako kepada kami warga di sini. Semoga Dompet Dhuafa Sulsel dan PLN Makassar pegawainya bisa sehat-sehat dan murah rezeki,” ucapnya.

Dompet Dhuafa Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa Sulbar

Dompet Dhuafa Kembali Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa Sulbar

Musibah gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang mengguncang Sulawesi Barat pada Januari 2021 masih menyulitkan kehidupan warga korban gempa Sulbar sampai hari ini.

Gempa tidak hanya merusak fasilitas mereka. Namun juga memberikan beban moril. Beberapa warga kehilangan sumber mata pencarian.

Sejak terjadinya Gempa Bumi menimpa Sulawesi Barat, Dompet Dhuafa telah melakukan upaya penyaluran bantuan baik evakuasi maupun donasi kepada para penyintas gempa yang terletak di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat, guna mengurangi beban warga.

Dompet Dhuafa kembali menyalurkan bantuan berupa sembako di 3 lokasi. Yaitu Dusun Samalio Utara dan Dusun Samalio Induk, Desa Mekatta, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulbar.  Serta di sekitar posko Dompet Dhuafa di Majene.

Ada 200 paket sembako yang salurkan kepada para penyintas 3 tempat tersebut. Bantuan kemanusiaan ini berasal dari para donatur individu maupun kelompok serta para charity partner Dompet Dhuafa.

“Pemberian paket sembako itu dilakukan untuk mengurangi beban ekonomi mereka,” kata Syarif, Koordinator Bidang Sosial dan Kemanusiaan Dompet Dhuafa Sulsel, Selasa 16 Maret 2021.

Adapun penyaluran bantuan paket sembako itu di antaranya berupa beras, minyak goreng, kopi, ikan sarden, biskuit, teh dan gula pasir.

Pendistribusian bantuan sembako itu dibantu oleh relawan Dompet Dhuafa dengan mendatangi korban yang terdampak.

“Kami berharap bantuan paket sembako itu dapat memenuhi ketersediaan pangan keluarga,” katanya.

Respon Banjir Makassar, Dompet Dhuafa Bantu Evakuasi Hingga Pelayanan Medis Gratis

MAKASSAR – Hujan lebat serta angin kencang yang mengguyur Makassar hari Selasa (09/03/21) membuat sejumlah wilayah teredam banjir. Banjir terus memuluas Rabu (10/03/21), mulai memenuhi pemukiman warga dengan ketinggan air berpariasi mulai dari 50 cm hingga 150 cm.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Muhammad Rusli, menyebut ada 6 kecamatan yang terdampak banjir. Keenam kecamatan yang terendam banjir yakni Biringkanaya, Tamalanrea, Manggala, Rappocini, Tamalate, dan Kecamatan Tallo.

Dengan begitu, Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) dengan cepat merespon kejadian bencana ini. Rahmat Hidayat HM selaku Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel menyatakan, tim Dompet Dhuafa sudah hadir di lokasi untuk membantu evakuasi korban sejak Rabu sore hingga Kamis dinihari.

“Dompet Dhuafa menurunkan 6 tim relawan untuk membantu evakuasi warga yang terdampak banjir. Hingga saat ini, Dompet Dhuafa telah melakukan asesmen dan pendampingan awal terhadap warga terdampak,” kata Rahmat.

“Selain membantu evakuasi, Dompet Dhuafa juga membuka pos hangat di salah satu lokasi pengungsian yaitu di Masjid Grand Rahmani Kel. Katimbang Kec. Biringkanaya dengan menyediakan minuman kopi dan teh hangat bagi para pengungsi,” ujarnya.

Dompet Dhuafa juga membuka pos hangat di Mesjid Jabal Nur Kel. Antang, Kec. Manggala pada Jumat (12/03) dan juga akan mengadakan pos medis untuk pelayanan kesehatan gratis para pengungsi di Mesjid Grand Rahmani Kel. Katimbang, Kec. Biringkanaya.

DD Sulsel juga melakukan berbagi kenyang dengan memberikan paket makan kepada para penyintas banjir yang sedang tertimpa musibah banjir di Kota Makassar. Aksi berbagi kenyang ini dilakukan di lokasi pengungsian Antang.


Selain itu, Volunteer Dompet Dhuafa juga mengadakan kelas ceria bagi para anak-anak korban banjir yaitu dengan menggambar dan mewarnai (*)

Dompet Dhuafa Bantu Perempuan Hidup Bekesadaran Melalui Webinar Mindful Living

Dompet Dhuafa Bantu Perempuan Hidup Bekesadaran Melalui Webinar Mindful Living


MAKASSAR – Masih dalam bulan memperingati Hari Perempuan Sedunia, Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) melakukan kegiatan webinar Mindful Living in Motherhood pada Kamis, (11/03/2021) bersama Raden Prisya selaku pembicara dan Nur Almarwah Asrul yang berperan sebagai moderator.

Mindful Living merupakan sebuah praktik berkesadaran yang diinisiasi oleh Raden Prisya sejak 2019 bermula dari pengalaman pribadi ketika memulai peran sebagai ibu muda.

Mindful Living sendiri adalah situasi dimana kita sadar penuh akan apa pilihan, situasi, kondisi saat ini dan yang ada disekililing kita.

Terkadang banyak para perempuan terutama para ibu merasa sulit mengontrol dan mengolah emosi yang hadir pada diri mereka entah itu kecewa, kesal atau bahkan marah pada diri sendiri. Praktik inilah yang kemudian hadir sebagai solusi membuat hidup lebih stabil dan bahagia.

“Sebenarnya banyak tujuan atau keuntungan yang bisa kita ambil dari mindful living dari mengajarkan kita untuk memberi respon terhadap sebuah emosi tanpa tersulut api, ataupun menerima suatu peristiwa yang terjadi karena memang terjadi bukan karenamu atau untukmu,” ujar Prisya.

“Dengan melakukan dan praktek mindful living, kita memprioritaskan kualitas hidup daripada terhanyut dengan hal-hal negatif. Oleh sebab itu hidup akan lebih terarah dan bahagia,” tambahnya.

Sesi webinar ini memberikan pengalaman menarik bagi para peserta yang ikut tidak hanya para ibu muda juga para calon ibu. Selain itu, kegiatan ini juga mendapat respon positif bagi para ayah yang ikutan dalam webinar. Pentingnya hidup berkesadaran tidak hanya untuk para ibu dan calon ibu saja, namun juga menjadi perhatian bersama dengan para support system seperti suami dan keluarga.

“Dalam webinar yang diadakan ini, DD Sulsel tidak hanya ingin memberikan wawasan baru tentang hidup berkesadaran pada diri sendiri namun juga mengajak peserta untuk hidup berkesadaran pada lingkungan sosial dengan melakukan donasi untuk bangun kembali Masjid yang hancur karena gemba di Sulbar,” ungkap Rahmat Hidayat selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel.

Copyright © 2026 DD Sulsel