Dompet Dhuafa Menghadirkan Mobile Rapid Test Gratis di Makassar dan Gowa

Dompet Dhuafa Menghadirkan Mobile Rapid Test Gratis di Makassar dan Gowa

MAKASSAR – Melalui Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC), Dompet Dhuafa bersama Tokopedia menggelar Mobile Rapid Test gratis untuk Masyarakat Makassar dan Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kegaiatan ini berlangsung selama empat hari, yaitu sejak Selasa hingga Jumat (21-24 Juli 2020).

Untuk Sulawesi Selatan, Mobile Rapid Test akan diadakan di dua tempat, yaitu di Klinik LKC Dompet Dhuafa Sulsel, Kota Makassar, dan Kantor Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa.

Tak hanya melakukan respons tes rapid, tim medis yang bertugas juga memberikan edukasi kesehatan kepada peserta. Sebanyak 300 alat rapid disiapkan untuk kedua daerah di atas.

Asdinullah Saudin, selaku Direktur LKC Dompet Dhuafa Sulsel, menerangkan bahwa Mobile Rapid Test ini digelar di 17 provinsi.

“Mobile Rapid Test ini serentak digelar di 17 provinsi dari tanggal 21-24 Juli 2020. Provinsi yang terpilih yakni yang termasuk zona merah. Dan, kita di Sulawesi Selatan salah satunya,” terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa rapid test ini memang sengaja dilakukan dengan tujuan sebagai deteksi awal bagi kelompok rentan di daerah Makassar dan Gowa.

Badaruddin, salah satu peserta rapid test, menyampaikan terima kasihnya untuk Dompet Dhuafa dan Tokopedia.

“Alhamdulillah, saya tau info dari puskesmas kalau ada Mobile Rapid Test gratis. Saya ikut karena merasa perlu dan saya sangat terbantu,” ujarnya.

Mobile Rapid Test gratis oleh Dompet Dhuafa dan Tokopedia ini selain didukung oleh Pemerintah Kabupaten dan Kota, juga didukung oleh Puskesmas, Koramil, Polsek dan Bayangkari setempat.


Aksi DD Sulsel Evakuasi Korban Banjir Bandang Masamba

Aksi DD Sulsel Evakuasi Korban Banjir Bandang Masamba

LUWU UTARA – Ribuan rumah warga di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dihantam banjir bandang, Senin (13/7/2020) malam. Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan terdampak, yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.

Hingga saat ini, 10 orang dilaporkan meninggal dunia dan 46 lainnya masih dalam pencarian. Banjir ini dilaporkan sebagai banjir terparah yang melanda wilayah tersebut. Ratusan rumah warga terendam lumpur bercampur pasir setelah diterjang air bah setinggi dua meter.

Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) dengan cepat merespons kejadian bencana ini. Tujuh orang tim diturunkan untuk membantu kebutuhan darurat di lokasi terdampak.

Hingga Rabu (15/7/2020), Dompet Dhuafa telah melakukan asesmen dan pendampingan awal terhadap warga terdampak.

Dompet Dhuafa Sulsel juga bergabung bersama tim gabungan untuk melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Lokasi ini merupakan lokasi terdampak parah banjir bandang.

Ratusan rumah di desa ini tertimbun lumpur. Aktivitas warga lumpuh karena lumpur yang membawa material seperti kayu dan sampah menutup jalan di pemukiman warga.

Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat Hidayat HM, mengatakan bahwa Dompet Dhuafa sudah hadir di lokasi untuk membantu evakuasi korban. Dompet Dhuafa, kata dia, akan melakukan yang terbaik sampai proses recovery nanti.

“Saat ini, Rabu (15/7/3020), kami melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Sementara untuk rencana respons ke depan, Dompet Dhuafa akan membuka dapur umum, pos hangat, dan aksi bersih material yang masih menutupi ruas jalan,” ujarnya.

Dompet Dhuafa Sulsel bersama PLN Salurkan 500 Paket Sembako

Dompet Dhuafa Sulsel bersama PLN Salurkan 500 Paket Sembako

MAKASSAR – PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar terus berkomitmen mendukung upaya pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19). Tidak hanya menjaga pasokan kelistrikan agar tetap andal tetapi juga menyalurkan bantuan berupa sembako untuk menjaga ketahanan pangan bagi kaum Dhuafa dan Yatim di tengah pandemi Corona.

Melalui Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) , CSR PT PLN (Persero) UIW Sulselrabar menyalurkan 500 paket sembako kepada keluarga dhuafa, anak yatim, dan mahasiswa yang tidak bisa mudik karena pandemi Covid-19, Jumat (15/5/2020).

General Manajer PT PLN Persero UIW Sulselrabar, Ismail Deu, berharap dengan bantuan ini bisa membawa keberkahan dan seluruh pegawai PLN diberikan rezeki untuk selalu berbagi.

Sementara, pimpinan Dompet Dhuafa cabang Sulsel, Rahmat Hidayat menambahkan bahwa Dompet Dhuafa Sulsel senang sekali dengan kolaborasi ini.

“Insyaallah, amanah pembagian paket sembako ini akan kamj jalankan dengan penuh tanggung jawab. Dan, semoga Dompet Dhuafa Sulsel selalu menjadi lembaga yang amanah dan terpercaya bagi PLN dan lembaga-lembaga lainnya,” ujarnya.

Dompet Dhuafa Sulsel juga membuka gerai zakat di Loby Kantor PLN UIW Sulselrabar guna memudahkan para pegawai menunaikan zakat fitrah.

Perwakilan Panti Asuhan Guppi, Lamang Ahmad, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak PLN dan Dompet Dhuafa yang telah memberikan bantuan sembako.

Dompet Dhuafa Sulsel Kembangkan Masker Ramah Teman Tuli

Dompet Dhuafa Sulsel Kembangkan Masker Ramah Teman Tuli

MAKASSAR – Menyadari tingginya kebutuhan masker saat ini, Dompet Dhuafa Sulsel membuat masker yang ramah untuk teman-teman tuli.

Model masker yang dibuat berbeda dari biasanya. Bagian tengahnya berbahan plastik transparan agar mulut pemakai tetap bisa kelihat ketika berbicara.

Bagi teman tuli, hal ini penting. Karena mereka tetap bisa berkomunikasi dengan membaca bibir dari lawan bicaranya.

Saat ini, Tim program Dompet Dhuafa Sulsel baru memproduksi prototype maskernya, dan akan terus mengembangkan produknya supaya benar-benar dapat digunakan banyak orang.

Menurut Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel Rahmat HM, inspirasi dari masker ini sebenarnya datang dari teman tuli sendiri.

“Apalagi, di kantor kami saat ini ada peserta magang teman tuli. Jadi, kami coba produksi sesuai kebutuhannya,” kata Rahmat, Minggu (19/4/2020).

Rahmat menambahkan, Dompet Dhuafa Sulsel sedang memberdayakan anak-anak muda untuk memproduksi masker kain di kantornya.

Sampai Lebaran nanti, target produksi sebanyak 6.000 lembar masker kain yang akan dibagikan ke masyarakat. Bukan hanya di Sulawesi Selatan, tapi juga di provinsi-provinsi lainnya.

Cerita Lesehan Macca

ABDUL, KOKI MUALLAF DI RUMAH MAKAN DOMPET DHUAFA

Juli 2018, Abdul memutuskan untuk masuk Islam. Di kondisinya yang semakin dekat dengan Pencipta, Abdul memulai kehidupan barunya sebagai koki di Rumah Makan Lesehan Macca milik Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan.Bukan pertama kalinya Abdul bekerja sebagai koki.

Berbagai pengalaman dan pelatihan sudah banyak diikutinya. Sebelumnya ia pernah bekerja sebagai koki di Restoran Maraja, Perintis, Makassar. Dari sebagian banyak restoran yang ada, ia merasa nyaman bekerja di RM. Lesehan Macca. Walaupun memiliki cacat fisik, namun Abdul sangat diterima dan tidak pernah dikucilkan. Bahkan ditempat yang sangat sederhana dan terbatas Abdul tetap bisa mengeluarkan keahliannya dalam memasak.

RM. Lesehan Macca ini adalah inisiasi dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan untuk membuat para mustahik bisa memulai usaha dan berdagang agar meningkat taraf hidupnya. Harga yang ditawarkan cukup bersahabat dan menu yang tersedia juga sangat beragam. Untuk mahasiswa, keberadaan warung ini sangat menolong mereka. Apalagi RM Lesehan Macca ini berada di dekat Kampus UIN Alaudin Makassar dan tidak pernah kosong pelanggan.

Bagi sahabat yang berada di sekitar Makassar atau sedang berkunjung ke daerah sana, coba mampir ke RM. Lesehan Macca ini, yuk!

RELAWAN DOMPET DHUAFA SULSEL DEKLARASI #SUMPAHGAKNYAMPAH

RELAWAN DOMPET DHUAFA SULSEL DEKLARASI #SUMPAHGAKNYAMPAH

MAKASSAR – Memperigati Hari Peduli Sampah Nasional, Dompet Dhuafa Volunteer Sulawesi Selatan mengajak seluruh komunitas dan masyarakat Kota Makassar untuk melakukan deklarasi “Sumpah Gak Nyampah” di CFD Boulevard Makassar, Ahad (7/3).

Aksi lingkungan yang dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup ini bertujuan untuk mengajak komunitas dan masyarakat menjalankan komitmen mengurangi pemakaian produk plastik sekali pakai dalam setiap kegiatan sehari-hari, baik kegiatan pribadi maupun kelompok. Sebelum penyampaian orasi lingkungan oleh perwakilan komunitas, aksi ini dibuka dengan bubuhan cap tangan seluruh komunitas dan panitia serta pengunjung CFD sebagai bentuk dukungan terhadap deklarasi #SumpahGakNyampah.

Selain deklarasi “Sumpah Gak Nyampah”, Dompet Dhuafa Volunteer Sulawesi Selatan dan beberapa komunitas yang bergabung juga melakukan aksi “Jambret Sampah”. Dalam aksi ini peserta akan “menjambret” kantong plastik pengunjung CFD dan menggantinya dengan reusable bag yang dibagikan secara gratis.

Selain deklarasi “Sumpah Gak Nyampah” di ruang publik seperti CFD, Dompet Dhuafa Volunteer Sulawesi Selatan juga melakukan kampanye media sosial dengan tagar #SumpahGakNyampahChallange dengan menyediakan 8 tantangan untuk peserta yang ingin bergabung.

Copyright © 2026 DD Sulsel