DD Sulsel Gelar Tarhib Ramadan Bertajuk 30 Hari Jadi Manfaat

DD Sulsel Gelar Tarhib Ramadan Bertajuk 30 Hari Jadi Manfaat

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) menggelar kampanye 30 Hari Jadi Manfaat dan Tarhib Ramadan di kawasan Car Free Day di Jl Boulevard, Panakukkang, Kota Makassar, Minggu, (27/3/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri dari karyawan, relawan, dan penerima manfaat zakat Dompet Dhuafa Sulsel. Ada juga mitra DD terdiri atas jajaran Sekolah Guru Indonesia dan pihak Forum Halaqah Quran. Kegiatan ini dalam rangka menyambut Ramadan 1443 H.

Seperti setahun lalu, peserta berjalan santai sambil membawa spanduk yang mengajak masyarakat untuk bisa menyebarkan kebaikan dan selalu bergerak dengan misi kemanusiaan melalui berbagai program.

Pimpinan Dompet Dhuafa, Rahmat Hidayat HM,  menjelaskan kampanye sekaligus tarhib ini sebagai rasa syukur karena sudah bisa menggelar kegiatan offline terbatas selama pandemi ini. Momen ini juga sebagai ungkapan rasa gembira menyambut Ramadan.

“Semoga semarak tarhib hari ini bisa menjadi pengingat kepada masyarakat bahwa kita akan memasuki Ramadan sebentar lagi,” tutur Rahmat dikutip dari Tribun Timur.

Tak hanya pawai, namun kegiatan ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivitas mulai dari Donor Darah, Distribusi Hygine Kit, serta turut dimeriahkan oleh Nasyid on the Street.

Pada rangkaian tarhib Ramadan 1443 H, DD Sulsel juga membuka donasi ramadan yaitu berupa Kado Untuk Yatim, sedekah Al Quran, Parcel Ramadan Dhuafa, Tebar Zakat Fitrah, Berbagi Sahur dan Iftar, serta masih banyak kegiatan lainnya yang akan diagendakan pada ramadan tahun ini. Salah satunya juga akan ada event offline berupa Sound of Ramadan. (*)

Penulis: Mega Herdianti

DD Sulsel Salurkan Bantuan 1000 Sembako Untuk Supir Pete-Pete

DD Sulsel Salurkan Bantuan 1000 Sembako Untuk Supir Pete-Pete

MAKASSAR, SULSEL – Perkembangan teknologi membuat kebiasaan masyarakat berubah, termasuk dalam menggunakan jasa transportasi. Angkutan kota atau pete-pete yang biasanya banjir peminat, kini mulai sepi akibat beralihnya masyarakat ke transportasi daring.

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat pandemi Covid juga berpengaruh signifikan terhadap jumlah penumpang pete-pete, sehingga berdampak pada ekonomi sopir pete-pete. Ditambah dengan jam operasional tidak menentu, membuat para supir pete-pete mendapatkan sedikit penghasilan. Belum lagi dikarenakan sistem pete-pete masih mengandalkan cara tradisi seperti ngetem atau menunggu giliran untuk pergi membuat angkutan kota ini semakin tertinggal.Dalam sehari biasanya para supir pete-pete hanya mendapatkan penumpang di bawah 50 orang yang hasilnya hanya untuk mencukupi setoran dan bahan bakar. Karena tidak ada pilihan, para supir pete-pete mencoba terus bertahan di tengah sepinya penumpang.


Melihat kondisi ini, Dompet Dhuafa menyalurkan kebutuhan untuk para supir pete-pete di Makassar hasil donasi sedekah dari donatur Dompet Dhuafa Sulsel. Donasi yang diberikan berupa bahan pokok sembako sebagai bentuk untuk mengurangi beban para supir pete-pete untuk memenuhi kebutuhan dapur keluarganya juga demi menunjang kebutuhan gizi yang cukup.Bantuan 20 sembako untuk supir pete-pete tersebut disalurkan pada Senin (21/02/2022) di 10 titik lokasi ngetem pete-pete di Makassar melalui bantuan para relawan Dompet Dhuafa Sulsel.

Para supir pete-pete dalam hal ini penerima manfaat DD Sulsel terlihat begitu terharu ketika disambangi tim DD Sulsel untuk menyalurkan bantuan. Salah satu penerima manfaat, Arifuddin mengaku sangat senang secara tiba-tiba DD Sulsel datang memberikannya bantuan sembako.“Saya kaget, rasanya seperti dapat rezeki tidak diduga karena tiba-tiba Dompet Dhuafa datang memberikan saya bantuan. Ini saya juga mau ucapkan terima kasih sudah dipedulikan, memang kondisi lagi sulit ini tiba-tiba ada bantuan rasanya senang sekali. Terima kasih Dompet Dhuafa” tuturnya.

Rahmat Hidayat HM selaku pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel menyampaikan peran DD untuk terus membantu masyarakat dhuafa “Di tengah lonjakan Covid yang terus meningkat, Dompet Dhuafa akan terus berkomitmen membantu para lapisan masyarakat kurang mampu yang terdampak,” tutur Rahmat

Adapun penyaluran yang dilaksanakan ini merupakan program bantuan 1000 sembako untuk supir pete-pete. Penyaluran akan terus dilakukan secara bertahap tidak hanya di Makassar saja namun juga berbagai wilayah di Sulawesi Selatan.

 

Peringati Hari Tani, Dompet Dhuafa ingin petani semakin sejahtera

Peringati Hari Tani, Dompet Dhuafa ingin petani semakin sejahtera

Bayangkan apabila sehari kita tidak makan nasi, minum kopi, atau sekadar santap cemilan kerupuk.  Bayangkan bila tidak ada petani, dan bayangkan jika kita kekurangan hasil bumi. Mungkin saja hari-hari kita akan terasa lebih berat karena tidak disokong oleh nutrisi yang cukup.

Hasil bumi adalah penunjang untuk manusia terus tumbuh dan berevolusi. Sebab itu dibutuhkan ketahanan pangan agar tubuh senantiasa terjaga.

Indonesia adalah negara agraris yang memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dapat mencukupi ketahanan pangan masyarakat secara nasional juga dapat mendorong perekonomian negara.

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia ditunjang dengan berbagai macam sektor pertanian mulai dari padi, kopi, coklat, cengkeh, sayur mayur, rumput laut, umbi-umbian, dan lain sebagainya.

Dengan adanya sumber daya pertanian yang kaya, masyarakat pun mampu mengelolah swasembada pangan mereka. Akan tetapi yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah peningkatan kualitas petani dan pertanian di Indonesia. Masih banyak petani yang belum tersentuh oleh pendampingan dan penyuluhan terkait teknologi pertanian yang baik terutama para petani yang berada di pelosok. Minimnya akses ke pelosok serta fasilitas petani yang belum mumpuni, menyebabkan kualitas produk pertanian menjadi kurang.



Melihat hal itu,
Dompet Dhuafa Sulsel turut hadir untuk menjadi solusi di tengah tantangan para petani. Mendayagunakan zakat sebagai modal produksi dan pendampingan bagi para petani, hingga pengelolaan pasca panen.

Saat ini Dompet Dhuafa Sulsel tengah mengelola pemberdayaan pertanian Kopi Pattongko di Sinjai, Kopi Letta di Pinrang melalui zakat produktif. Dompet Dhuafa terus berikhtiar untuk mengangkat harkat dan martabat para dhuafa untuk dapat berdaya, mandiri dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Beberapa petani mengungkapkan bahwa, dengan adanya pembinaan dari Dompet Dhuafa, mereka dapat merasakan kualitas produk dan jumlah panen yang signifikan. Para petani telah mendapatkan penyuluhan cara pemeliharaan yang baik seperti pangkas, pemupukan dan pembersihan kebun.


Petani berharap, untuk terus diberikan pendampingan, edukasi untuk merawat tanaman kopi. Apalagi, kehadiran program pemberdayaan kopi pattongko, membawa dampak yang sangat baik. Petani yang tergabung dalam penerima manfaat, tidak lagi ketakutan akan harga kopi yang tak pasti, karena kopi dari kebun tinggal dibawa ke pengelola Kopi Pattongko, untuk diolah.

Ada pun kopi yang tidak memenuhi standar Kopi Pattongko, tetap akan dibantu oleh pengelola sehingga untuk proses pasca panen, sehingga petani tetap menikmati kopi yang berkualitas untuk konsumsi rumah tangga petani.

Puang Alimuddin selaku salah satu penerima manfaat mengatakan bahwa kehadiran program pemberdayaan pada petani kopi, menumbuhkan kembali harapan yang pernah pupus, bahwa kedepan Pattongko dan Kampung Lappara, akan menjadi surga kopi di Sinjai, dan kopi dari sini akan menjadi kopi yang diperhitungkan dunia.

Sejak bersama Kopi Pattongko, Puang Alimuddin mendapatkan banyak informasi mengenai teknik-teknik olah kopi. “Salah satu yang bikin saya makin cinta dengan kopi, sedikit saja diubah cara olahnya, eh rasa yang dihasilkan juga lain. Ada aroma buah nangka, aroma anggur, jeruk. Padahal ini adalah kopi yang jelas-jelas selama ini rasanya hanya pahit,” ungkapnya.

Walaupun demikian, masih banyak ditemukan pada para petani yaitu kondisi cuaca. Di Kopi Pattongko misalnya kondisi cuaca yang buruk membuat buah kopi mudah berguguran. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat petani, untuk terus merawat tanaman kopinya.

Adapun kendala lain yang dihadapi oleh petani kopi di Letta adalah menyiapkan varietas pohon kopi yang unggul dengan volume buah yang banyak, mengingat hampir seluruh petani kopi di Letta memiliki tinggi pohon kopi yang tidak ideal karena tingginya mencapai 3 – 5 dan telah berdiri sejak 20 tahun. Selain itu, kesehatan pohon pun perlu pemeliharaan khusus seperti mendapatkan sinar matahari, peremajaan, pemeriksaan hama buah dan pohon. Agar senantiasa menghasilkan kualitas kopi yang baik.

Dalam diskusi tim DD Sulsel saat berkunjung panen di perkebunan Letta, salah satu petani, mengatakan bahwa kehadiran program pemberdayaan pada petani kopi, menumbuhkan semangat petani lagi untuk memperhatikan kopinya. Terlebih lagi dengan masuknya Dompet Dhuafa disini membuat para petani kopi Letta jadi merasa terbantu.



Selain diberikan edukasi terkait pemeliharaan kopi, Dompet Dhuafa juga datang untuk membeli dan mendistribusikan kopi. Sehingga para petani tidak perlu lagi turun ke pasar untuk menjual kopinya kepada tengkulak. Harapan mereka Letta menjadi surga kopi arabika di Pinrang, dan mampu bersaing di pasar lokal.

Saat ini Kopi Arabika Letta telah menghasilkan 6 – 8 ton kopi per tahun dan diprediksi akan mencapai 10 ton per tahun melihat pertumbuhan kopi sekarang yang signifikan.


Dalam memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September ini, para petani kopi baik di Letta maupun Pattongko berharap agar produktivitas kopi semakin meningkat dan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga mereka mampu mandiri, berdaya dan sejahtera melalui hasil panen kopi.

Dompet Dhuafa Sulsel Kembali Gelar Ekspedisi Ramadan Ke Pelosok Dalam Misi Menebar Kebaikan Ramadan

Dompet Dhuafa Sulsel Kembali Gelar Ekspedisi Ramadan Ke Pelosok Dalam Misi Menebar Kebaikan Ramadan

PINRANG – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) kembali melakukan Ekspedisi Ramadhan tahap 2. Sebelumnya Ekspedisi telah dilakukan pada 24 – 25 April 2021 di Sinjai. Kali ini ekspedisi dilaksanakan di Pinrang sebagai bentuk ekspansi program ke wilayah pelosok dan juga membawa misi kebaikan ramadan.

Pada 01 – 02 Mei 2021, Dompet Dhuafa Sulsel telah melaksanakan kegiatan ekspedisi ramadan di Kampung solan, Dusun Sipatokkong, Desa Letta, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Secara geografi, kampung ini berada di wilayah pedalaman yang belum sepenuhnya terjamah dunia modern. Akses medan terbilang sulit, kontur tanah yang bebatuan dan licin, jaringan internet yang tidak memadai adalah masalah utama ditempat ini. Untuk menuju ke Kampung Solan, tim DD Sulsel harus melewati jalan yang terjal dan curam. Sehingga untuk pergi ke lokasi harus harus menggunakan kendaraan khusus dan menempuh perjalanan 1 jam.

Nurwana selaku manager program DD Sulsel mengatakan “Kampung Solan juga merupakan wilayah pemberdayaan DD Sulsel dengan Kopi Lettanya, sehingga telah ada keterikatan khusus dengan warga-warganya. Juga wilayah ini merupakan pelosok dan mayoritas penduduk Kampung Solan merupakan petani dan juga masuk ke dalam ekonomi lemah. Jadi kamu memutuskan untuk melaksanakan program disini,” ungkap Nurwana.

Pimpinan Cabang DD Sulsel Rahmat Hidayat HM menjelaskan “Dalam ekspedisi ini, DD Sulsel mengirim 16 orang panitia yang terdiri dari Amil dan Volunteer untuk melakukan kegiatan 5 pilar program dompet dhuafa yaitu Pendidikan, Dakwah, Kesehatan, Ekonomi, dan Sosial dengan menyesuaikan kondisi daerah setempat,” terangnya.


Di program dakwah, kegiatan dimulai dengan ngaji bareng anak-anak desa, lalu shalat tarawih berjamaah. Kegiatan dakwah juga dilanjutkan dengan aksi pejuang subuh dengan membangunkan sahur masyarakat desa kemudian ditutup dengan tilawah bersama. DD Sulsel menggemakan program dakwah untuk menggaet masyarakat agar semakin merekatkan keimanan pada bulan ramadan.

Kemudian ada kegiatan Buka Bersama Masyarakat yang menjadi bagian dari program Sosial. Selanjutnya di program ekonomi, DD Sulsel mendirikan pasar murah dengan menjajakan produk-produk ekonomis berupa seperti sirup, susu, gula, tepung terigu, kecap, garam, mie kering, minyak goreng, serta bumbu penyedap lainnya . Tiap produk dijual dengan harga  5.000.  Adanya pasar murah juga tujuannya untuk membantu warga memenuhi kebutuhan selama ramadan dengan harga terjangkau.

Salah satu warga bernama Wati merasa senang dengan adanya pasar murah. “Saya sangat senang sekali, hanya dengan 20.000 bisa dapat gula, tepung terigu, susu, sirup. Alhamdulillah bisa dipakai lebaran nanti,” tuturnya.

Seperti ekspedisi sebelumnya, Kali ini juga DD Sulsel menjalankan program kesehatan dengan melakukan pemeriksaan tensi pada warga lansia, anak-anak, dan warga lainnya. Semuanya dilakukan oleh relawan dari LKC Dompet Dhuafa Sulsel. Tak hanya cek tensi saja namun juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga.

Lainnya ada program pendidikan dengan menggelar sekolah Ceria di pandu oleh para relawan dengan kegiatan mengajar membaca, menggambar, menulis, dan ice breaking bersama.

Selain menyiarkan lima pilar programnya, DD Sulsel juga menyalurkan paket bantuan ramadan berupa sedekah 15 Alquran untuk Masjid Nurul Amin.

Tamrin selaku imam masjid Nurul Amin mengatakan rasa terima kasihnya dan berharap ekspedisi ramadan dompet dhuafa dapat hadir lagi. “Terima kasih atas bantuan dari Dompet Dhuafa atas penyerahan Al-Quran ini, dan kami berharap keluarga Dompet Dhuafa bisa hadir ke tempat kami lagi,” ujar beliau.

Tahir, selaku kepala dusun mengungkapkan rasa terharu atas kehadiran program ekspedisi ramadan. “Terima kasih atas kehadiran Dompet Dhuafa ke kampung kami yang sangat sederhana ini. kami sangat senang dengan adanya pasar murah dan cek kesehatan gratis. Warga disini sangat terbantu sekali. Kami berharap Dompet Dhuafa bisa hadir kembali ke kampung kami,” ungkapnya.

Ekspedisi Ramadan 2021 ini bukan menjadi titik akhir. Rencananya program ekspedisi ramadan akan menjadi program ramadan tahunan oleh Dompet Dhuafa mengingat masih banyak wilayah pelosok sulawesi yang masuk dalam syarat penerima manfaat dari Dompet Dhuafa.

Pada pekan terakhir ramadan ini, DD Sulsel akan memfokuskan penyaluran paket campaign ramadan kepada para penerima manfaat yaitu berupa kado untuk anak yatim, kado untuk guru ngaji, berbagi ifthar di lokasi bencana, berbagi sahur untuk para santri, sedekah al-qur’an untuk pelosok.

Juga saat ini DD Sulsel telah membuka pembayaran zakat fitrah. Jadi jika saudara ingin membayar kewajiban Zakatnya bisa melalui Dompet Dhuafa. Zakat Fitrah yang saudara keluarkan akan disalurkan kepada para asnaf yang berhak mendapatkannya terutama mereka yang berada di pelosok sulawesi.

Ekspedisi Ramadan DD Sulsel: Berbagi Kebaikan Hingga Pelosok

Ekspedisi Ramadan DD Sulsel: Berbagi Kebaikan Hingga Pelosok

Melalui program Ekspedisi Ramadan, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berkomitmen membantu masyarakat di wilayah terluar, tertinggal dan terdepan (3T). Kegiatan ini merupakan ekspansi program ke daerah pelosok, dengan membawa misi kebaikan ramadan untuk berbagi.

17 hingga 18 April 2021 lalu, Dompet Dhuafa telah melaksanakan kegiatan Ekspedisi Ramadan di Kampong Lappara, Sinjai. Wilayahnya terletak di Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah yang berbatasan dengan Desa Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Secara geografis, kampung tersebut berada di wilayah pedalaman yang belum sepenuhnya terjamah dunia modern. Akses medan terbilang sulit. Kontur tanah yang dipenuhi bebatuan dan licin, jaringan internet yang tidak memadai, serta belum adanya listrik menjadi masalah utama yang harus dihadapi warga sehari-hari.

Program Lima Pilar Dompet Dhuafa

Selama ekspedisi ini, DD Sulsel melakukan beberapa kegiatan dari lima pilar program mereka, dengan menyesuaikan kondisi daerah setempat.

Untuk program dakwah, Dompet Dhuafa melaksanakan kegiatan baca qur’an secara bersama-sama, dan salat berjamaah. Karena suasana pedesaan yang masih begitu kental, mereka juga melakukan tradisi membangunkan sahur kepada warga.

Lainnya adalah program ekonomi. DD Sulsel menggelar pasar murah. Mereka menjajakan 30 paket sembako dengan harga rendah, berisikan tepung terigu 2 kg, gula pasir 1 kg, 2 pak teh, 1 botol minuman sirup, dan minyak goreng ukuran 2 liter. Total harga yang diberikan untuk semua kebutuhan dapur tersebut hanya Rp50.000 rupiah.

Mengingat kondisi perputaran ekonomi di pedesaan ini terbilang kecil, para warga di Kampong Lappara menyambut pasar murah dengan antusias. Terlebih, mereka memang mayoritas bekerja sebagai petani, dan sebagian kecilnya adalah buruh bangunan. Sehingga, pembelian bahan pokok ini pun dianggap sangat membantu.

Selanjutnya, ada program kesehatan dengan melakukan pemeriksaan tensi pada warga lansia, anak-anak, dan warga lainnya. Semuanya dilakukan oleh relawan dari LKC Dompet Dhuafa Sulsel. Tak hanya itu, mereka juga memberikan edukasi kesehatan kepada warga.

Pada program sosial, DD Sulsel mengajak anak-anak untuk berbuka puasa bersama. Sedangkan di bagian program pendidikan, mereka menggelar sekolah ceria. Para relawan mengisinya dengan kegiatan mengajar membaca, menggambar, menulis, dan bernyanyi bersama.

Salah satu yang menjadi perhatian, dari sekitar 15 anak berada di Kampung Lappara ini hanya dua diantaranya yang bersekolah. Sehingga, tingkat anak-anak yang tidak tahu membaca dan menulis bisa dibilang masih tinggi. Atas kehadiran sekolah ceria ini, masyarakat mengaku terbantu.

Selain menyiarkan lima pilar programnya, DD Sulsel juga menyalurkan paket bantuan ramadan berupa sedekah 10 Alquran, dua bantuan untuk guru mengaji, satu parcel untuk anak yatim, dan satu paket bantuan kepada lansia.

Hamsah selaku Imam Desa Lappara, berterima kasih atas berbagai kegiatan keagamaan hingga pendidikan dari DD Sulsel ini. “Terima kasih, untuk begitu banyaknya perhatian yang dikasih ke warga yang berada di Lappara,” ucapnya.

Ekspedisi Ramadan yang Masih akan Berlanjut

Program ekspedisi ramadan yang digelar oleh Dompet Dhuafa Sulsel ini bukanlah titik akhir. Mereka berencana melanjutkan lagi kegiatan yang sama, namun kali ini menyasar wilayah pesisir.

Sasaran selanjutnya juga merupakan wilayah yang masuk dalam syarat penerima manfaat dari Dompet Dhuafa. Tidak hanya wilayah pedalaman saja, DD Sulsel juga berkomitmen akan terus menebar kebaikan di pesisir dan wilayah lainnya.

Demi kelancaran program-program mereka, pihak DD Sulsel mengatakan jika mereka juga perlu sokongan oleh semua pihak. Terlebih saat Ramadan. Maka, pihak pengelola menginformasikan bagi muhsinin dan muzakki yang ingin menyalurkan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), Dompet Dhuafa membuka pelayanan khusus mulai dari hari Senin – Sabtu, pukul 09:00 – 17:00 WITA.

Ada berbgai #PaketKebaikan sedekah dan zakat, terutama selama bulan Ramadan, yang disediakan Dompet Dhuafa Sulsel, diantaranya kado untuk anak yatim, kado untuk guru ngaji, berbagi takjil on the road, berbagi ifthar di lokasi bencana, bangun masjid untuk Sulbar, berbagi sahur untuk santri, sedekah al-qur’an untuk pelosok, dan tebar Zakat Fitrah.

Ramadhan, DD Sulsel Kirim 7 Dai ke Wilayah Pedalaman di Sulselbar

Ramadhan, DD Sulsel Kirim 7 Dai ke Wilayah Pedalaman di Sulselbar

Makassar – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) baru saja melakukan pelepasan pemberangkatan Dai Pedalaman pada Senin 12 April 2021, di kantor Dompet Dhuafa Sulsel, Jalan A.P Pettarani, Kota Makassar.

DD Sulsel kembali mengirimkan dai ke padalaman Sulawesi selama bulan suci Ramadhan. Setiap tahun Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengirimkan dai ke pedalaman untuk menyiarkan pengetahuan agama Islam.

Pada tahun 2020, program dai pedalaman ini tidak terlaksana karena situasi pandemi Covid-19. Pada tahun ini situasi Indonesia telah beradaptasi dengan kebijakan new normal dibolehkah adanya kegiatan namun tetap melakukan protokol kesehatan.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel Rahmat Hidayat HM menjelaskan, tahun ini DD Sulsel mengirim 7 dai pedalaman di 7 kabupaten Sulselbar yakni di Barru, Pangkep, Soppeng, Toraja Utara, Majene, Polewali Mandar dan Mamuju.

Sebelumnya, Dompet Dhuafa telah melakukan pelatihan dai pada hari Sabtu 10 April 2021 di Aula kantor Dompet Dhuafa guna mempersiapkan bekal kepada para dai.

Tujuannya yaitu menyampaikan pesan-pesan Islam yang Rahmatan lil ‘alamin, Islam yang damai, dan menjadi duta-duta zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf). 

Ramadhan, DD Sulsel Kirim 7 Dai ke Wilayah Pedalaman di Sulselbar
Ramadhan, DD Sulsel Kirim 7 Dai ke Wilayah Pedalaman di Sulselbar

Sementara itu, Muh. Rahman selaku koordinator program dakwah mengatakan bahwa sebelum ditugaskan ke wilayah penempatan masing-masing, para dai pedalaman terlebih dahulu dibekali training yang disampaikan oleh ketua Cordofa Jeneponto, serta manajemen Dompet Dhuafa Sulsel. 

“Training tersebut meliputi pengenalan Dompet Dhuafa, metode dakwah, koordinasi dan penjelasan program,” ujar Rahman.

Selain itu, kata Rahman, dai juga diberikan pembahasan teknik PRA yang mana para dai diharapkan tidak hanya jadi pendamping keagamaan namun juga diajarkan untuk melakukan pemetaan wilayah desa melihat peluang potensi desa yang ada di wilayah penempatan agar sekiranya desa tersebut nantinya bisa dijadikan wilayah pemberdayaan Dompet Dhuafa.

Selain mengirimkan dai ke pelosok, DD Sulsel juga memberdayakan dai lokal dengan berbagai program yang dijalankan, antara lain Forum Halaqoh Qur’an, Dai Perahu Dakwah dan Dai Perkantoran. 

“Semoga nilai-nilai Ziswaf pun tersebar luas di setiap lapisan masyarakat melalui diplomasi kemanusiaan dan penguatan jaringan dakwah,” pungkas Rahman.

 

Copyright © 2026 DD Sulsel