Dompet Dhuafa Kirim 11 Truk Kemanusiaan Dengan Total 75 Ton Bantuan Untuk Penyintas Bencana Sumatera

Dompet Dhuafa Kirim 11 Truk Kemanusiaan Dengan Total 75 Ton Bantuan Untuk Penyintas Bencana Sumatera

Pekanbaru – Dompet Dhuafa melalui gabungan cabang dari berbagai daerah di Indonesia & mancanegara bersama komunitas, brand, organisasi, instansi maupun lembaga dari berbagai daerah secara resmi mengirimkan bantuan untuk penyintas bencana di wilayah Sumatera.

Pelepasan Truk Kemanusiaan ini berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Riau, dilepas langsung oleh PLT Gubernur Riau Bapak S.F Harianto, yg diwakili oleh Asisten 1 Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Bapak Zulkifli Syukur dan Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Bapak Herdiansah pada Selasa, 23 Desember 2025.

Adapun total bantuan yg diberangkatkan adalah sebanyak 75 Ton yang terbagi dalam 11 Truk Kemanusiaan Bantuan untuk Sumatera. Rincian dari bantuan ini terdiri dari Beras, Toren Air, Rendang siap santap, Air Mineral, Woman Kit, Hygiene Kit, Children Kit, Perlengkapan Tidur (Selimut, Matras, Alas tidur), Muslim Kit, Kurma, Madu dan kebutuhan jajan adik-adik di pos pengungsi serta Peralatan Evakuasi dan Recovery.

Seluruh bantuan ini nantinya akan dikirimkan langsung ke dua pos respon DMC Dompet Dhuafa di Aceh, yaitu di wilayah Langsa & Bireun. Dari 2 pos utama ini, selanjutnya akan disebar oleh tim kemanusiaan Disaster Management Center (DMC) yang telah berada dan sudah bergerak membantu masyarakat terdampak sejak hari pertama peristiwa banjir bandang dan longsor ke berbagai daerah di wilayah Aceh yang terdampak. Agar seluruh masyarakat dapat merasakan bantuan yang dikirimkan.

Dalam pemaparannya Bapak Herdiansah selaku Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat “Terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mengamanahkan donasinya ke Dompet Dhuafa. Sejak hari pertama terjadi bencana hingga saat ini, Dompet Dhuafa masih terus berjibaku menembus ke daerah yang sulit diakses untuk dapat menyentuh masyarakat.”

Hingga 21 Desember 2025, Dompet Dhuafa telah menyalurkan bantuan kemanusiaan ke berbagai wilayah yang terdampak bencana sumatera dengan total 101.095 penerima manfaat di 3 Provinsi. Bantuan yang diberikan meliputi respon evakuasi korban, penyaluran logistik bahan pangan, layanan dapur umum, pos hangat, layanan kesehatan, pos WiFi hingga dukungan psikososial untuk anak-anak, ibu hamil dan lansia.

Dalam pemaparannya Bapak Zulkifli Syukur selaku Asisten 1 Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, mengatakan “Kita mengapresiasi terhadap apa yang telah dilakukan oleh Dompet Dhuafa, Kami dari Pemerintah provinsi Riau mengucapkan ribuan terima kasih, telah terus bekerja secara maksimal untuk menghimpun dana dari Masyarakat untuk Masyarakat yang terdampak”. Simbolis pelepasan bantuan kemanusiaan ini juga turut disaksikan oleh perwakilan mitra-mitra kebaikan, media dan donatur Dompet Dhuafa, yang kemudian dilanjutkan dengan pelepasan 11 armada Truk yang membawa 75 ton logistik kemanusiaan.

Adapun Cabang Dompet Dhuafa yang tergabung dalam Truk Kemanusiaan ini antara lain, Riau, Jawa Tengah, Jogja, Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kepulauan Riau, Bali, Kalimantan Timur, Maluku, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Hongkong dan Jepang.

Bantuan ini diharapkan mampu meringankan duka dan beban para penyintas bencana Sumatra. Selain menghadirkan dukungan logistik, Dompet Dhuafa juga terus menggerakkan relawan, tenaga medis, dan tim respon cepat yang bekerja langsung di wilayah terdampak sejak fase awal darurat hingga masa pemulihan.

Dompet Dhuafa mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, mitra, dan masyarakat yang terus mendukung berbagai program kemanusiaan. Sinergi kebaikan ini menjadi bukti bahwa solidaritas sosial tetap menjadi kekuatan besar bangsa Indonesia.

Dompet Dhuafa Sulsel Kick Off Program Kebun Inklusi di Bulukumba, Perkuat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Dompet Dhuafa Sulsel Kick Off Program Kebun Inklusi di Bulukumba, Perkuat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas

Bulukumba, 15 Desember 2025— Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan resmi menggelar kegiatan Kick Off Program Kebun Inklusi yang berlokasi di Desa Bontomangiring, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Senin (15/12). Program ini menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa dalam mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial yang inklusif, khususnya bagi masyarakat penyandang disabilitas.

Program Kebun Inklusi melibatkan sekitar 15 penerima manfaat dari kalangan penyandang disabilitas. Kegiatan difokuskan pada pengelolaan tanaman sayur-sayuran jangka pendek yang dirancang tidak hanya untuk memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang berdaya, serta wadah kolaborasi yang setara bagi para penerima manfaat.

Kegiatan kick off ini dihadiri oleh tim program Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan bersama para penerima manfaat. Dalam sambutannya, Rahmania selaku Perwakilan Program Dompet Dhuafa Sulsel menegaskan bahwa kebun inklusi ini menempatkan penyandang disabilitas sebagai pelaku utama dalam setiap proses yang dijalankan.

“Melalui kebun ini, Bapak dan Ibu memang menanam sayur-sayuran. Namun sesungguhnya, yang kita tanam adalah harapan, kepercayaan diri, kebersamaan, semangat gotong royong, dan kepedulian satu sama lain,” ungkap Rahmania.

Lebih lanjut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan berharap Program Kebun Inklusi ini dapat menjadi ruang yang aman dan produktif bagi penyandang disabilitas untuk berkembang, mandiri, dan berdaya, sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial di tengah masyarakat.

Dukungan dan harapan terhadap keberlanjutan program juga disampaikan oleh Fahmi, local leader Desa Bontomangiring. Ia menilai Program Kebun Inklusi sebagai langkah penting dalam membuka ruang pemberdayaan yang lebih setara bagi penyandang disabilitas di tingkat desa.

“Kami berharap program Kebun Inklusi ini dapat terus berlanjut dan dikembangkan secara berkelanjutan. Program ini perlu terus difokuskan pada pengembangan teman-teman kami yang disabilitas, agar mereka memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian untuk bisa berdaya, meskipun dengan segala keterbatasan yang dimiliki,” ujar Fahmi.

Menurut Fahmi, pendekatan yang inklusif serta pendampingan yang konsisten akan membantu penyandang disabilitas menggali potensi diri dan meningkatkan peran mereka dalam kehidupan sosial maupun ekonomi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung terlaksananya program ini, baik dari unsur masyarakat, mitra lokal, maupun pihak-pihak lain yang berkontribusi.

Ke depan, Program Kebun Inklusi diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh praktik baik pemberdayaan inklusif yang dapat direplikasi di wilayah lain, sebagai bagian dari komitmen Dompet Dhuafa dalam menghadirkan program-program berdampak dan berkeadilan sosial.

FAI UMI Gelar Stadium General Bersama Dompet Dhuafa, Perluas Wawasan Filantropi dan Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Umat

FAI UMI Gelar Stadium General Bersama Dompet Dhuafa, Perluas Wawasan Filantropi dan Peran Mahasiswa dalam Pemberdayaan Umat

Makassar — Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang-ruang edukasi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui gelaran Stadium General bertema filantropi Islam dan pemberdayaan masyarakat, Kamis (11/12/2025), ratusan mahasiswa memadati Aula KH. Rahim Amin FAI UMI untuk menyimak pemaparan para praktisi dari Dompet Dhuafa.


Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan lembaga kemanusiaan, yang diharapkan mampu memperkuat wawasan mahasiswa mengenai tata kelola zakat modern serta kontribusi generasi muda dalam pembangunan sosial.

Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, membuka acara sekaligus menyampaikan pesan tegas tentang pentingnya memadukan ilmu dan aksi sosial dalam keberlanjutan peradaban.

“Stadium general ini bukan hanya ruang akademik, tetapi jembatan untuk memperluas wawasan keislaman yang aplikatif. Ilmu tidak boleh berhenti sebagai konsep; ia harus menjadi kekuatan perubahan sosial. Kolaborasi UMI dan Dompet Dhuafa merupakan langkah strategis untuk memperkuat kepekaan dan peran sosial mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, laporan kegiatan disampaikan oleh Wakil Dekan I FAI UMI, Dr. Syarifah Raehana, MA, yang menekankan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap praktik filantropi kontemporer menjadi hal penting di tengah berkembangnya model-model pemberdayaan umat.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana lembaga zakat bekerja secara profesional, modern, dan akuntabel,” jelasnya.

Pada sesi materi, narasumber dari Dompet Dhuafa menyajikan paparan mendalam mulai dari inovasi pendayagunaan zakat, penguatan ekonomi umat, hingga peluang keterlibatan mahasiswa melalui program sosial, magang, riset, maupun kolaborasi kampus-lapangan. Sesi diskusi berlangsung dinamis dengan banyaknya pertanyaan kritis dari peserta.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Pandu Heru Satrio, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor—termasuk dengan kampus—menjadi kunci kemajuan gerakan ZISWAF di era modern.

“Dompet Dhuafa selalu terbuka untuk peluang-peluang kolaborasi kebaikan, baik dari komunitas maupun mahasiswa. Kami ingin memastikan peran ZISWAF terus maju, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi. Melalui stadium general ini, FAI UMI berharap lahir lebih banyak kerja sama strategis dengan Dompet Dhuafa, terutama dalam program pengabdian kepada masyarakat, riset, dan pembinaan sosial yang berkelanjutan.

UMI menegaskan komitmennya untuk terus mencetak generasi intelektual yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan keberpihakan pada kemaslahatan umat.

Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Makassar

Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Makassar

Makassar — Kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Adhyaksa Lorong 12, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 08.00 WITA. Peristiwa yang diduga dipicu oleh korsleting listrik ini menghanguskan delapan unit rumah gubuk atau petak semi permanen. Para korban mayoritas bekerja sebagai pemulung dan petugas kebersihan jalan.

Akibat kejadian tersebut, warga kehilangan tempat tinggal sekaligus barang-barang pribadi mereka. Kondisi ini membuat kebutuhan mendesak menjadi prioritas, termasuk tenda terpal, selimut, family kit, baby kit, serta paket sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan dapur lainnya.

Sebagai bentuk respon cepat, Tim Dompet Dhuafa Sulsel turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan kepada delapan kepala keluarga yang terdampak. Bantuan yang diberikan berupa selimut dan air minum dus, serta pendataan kebutuhan lanjutan guna memastikan pemenuhan bantuan berikutnya bisa tepat sasaran yang dilakukan pada Jumat (21/11/2025)

Syarif, perwakilan tim respon Dompet Dhuafa Sulsel, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian kepada warga yang mengalami musibah.
“Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban para korban. Dompet Dhuafa Sulsel akan terus memantau kondisi dan kebutuhan lanjutan warga yang terdampak,” ujarnya.

Ibu Nurfadillah selaku penanggung jawab wilayah mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan bantuan yang diberikan.
“Terima kasih kepada Dompet Dhuafa Sulsel yang sudah datang membantu. Warga sangat membutuhkan bantuan dasar terutama tempat berteduh dan perlengkapan harian,” ungkapnya.

Salma, salah satu penerima manfaat, juga menyampaikan rasa syukurnya.
“Terima kasih banyak. Kami dapat selimut, jadi tidak kedinginan lagi kalau malam karena Makassar sedang musim hujan,” tuturnya.

Dompet Dhuafa Sulsel mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi membantu para penyintas kebakaran agar dapat segera bangkit kembali.
Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi mereka. Mari ulurkan tangan, ringankan beban, dan hadirkan kekuatan untuk sesama.

Kontribusi Pemberdayaan Masyarakat, Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025

Kontribusi Pemberdayaan Masyarakat, Dompet Dhuafa Raih Penghargaan Mandaya Awards 2025

JAKARTA — Dompet Dhuafa kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih penghargaan Mandaya Awards 2025 Juara 2 dalam kategori LSM/NGO Pemberdayaan Masyarakat. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, kepada Ahmad Juwaini, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, pada acara puncak penganugerahan yang berlangsung di Ballroom Plaza BP Jamsostek, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

Dalam sambutannya, Ahmad Juwaini menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan pemenang di program pemberdayaan masyarakat yang diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Pak Muhaimin Iskandar,” ujar Ahmad Juwaini.

“Ini merupakan suatu bentuk apresiasi bahwa program-program pemberdayaan Dompet Dhuafa memiliki manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia. Kami menyampaikan terima kasih kepada para donatur, penerima manfaat, dan mitra kerja yang telah mendukung Dompet Dhuafa dalam melaksanakan amanah dan menciptakan perubahan baik di tengah masyarakat,” tambahnya.


Penghargaan Mandaya Awards 2025 merupakan bentuk apresiasi negara terhadap lembaga, institusi, dan individu yang dinilai berkontribusi nyata dalam penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. Ajang ini mengusung semangat kolaborasi lintas sektor—pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat sipil—untuk membangun kemandirian sosial dan ekonomi di berbagai daerah Indonesia.

Dalam momen penganugerahan, layar utama di Ballroom Plaza BP Jamsostek turut menampilkan tayangan Program Kawasan Madaya, yaitu program unggulan lintas pilar Dompet Dhuafa yang menjadi dasar penilaian penghargaan. Program ini menyatukan berbagai sektor layanan, seperti kesehatan, pendidikan, kebencanaan, dan pemberdayaan ekonomi, hingga pengembangan kawasan terpadu berbasis masyarakat.

Dalam pidatonya, Muhaimin Iskandar menekankan bahwa Mandaya Awards adalah simbol perubahan paradigma pembangunan nasional.

“Mandaya adalah wujud pengakuan negara terhadap kiprah kontribusi pemberdayaan oleh seluruh tokoh-tokoh yang hadir hari ini. Mandaya adalah simbol dari perubahan paradigma—dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dari ide menjadi dampak nyata,” ujar Muhaimin.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak diukur dari besarnya bantuan, melainkan dari meningkatnya kemandirian dan martabat masyarakat itu sendiri.

“Pemberdayaan adalah potensi masyarakat secara berkelanjutan bagi upaya mewujudkan pembangunan nasional yang melahirkan kesejahteraan umum. Ukuran keberhasilan pemberdayaan adalah peningkatan kualitas kehidupan masyarakat menjadi berdaya, mandiri, dan bermartabat,” tuturnya.

Acara puncak Mandaya Awards 2025 turut dihadiri oleh para menteri, berbagai perwakilan pemerintah daerah, mitra strategis, pelaku usaha, dan komunitas penggerak akar rumput. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan berkelanjutan harus berakar dari kekuatan masyarakat dan nilai gotong royong.

Perkuat Sinergi, Dompet Dhuafa Sulsel Bekali Mitra Pengelola Zakat dengan Strategi Fundraising Digital dan Kolaboratif

Perkuat Sinergi, Dompet Dhuafa Sulsel Bekali Mitra Pengelola Zakat dengan Strategi Fundraising Digital dan Kolaboratif

MAKASSAR, 14 Oktober 2025 — Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) menggelar kegiatan bertajuk “Training Peningkatan Strategi Fundraising MPZ & Penyerahan Rapor MPZ 2025”, yang berlangsung di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri, Makassar.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas, sinergi, serta efektivitas para Mitra Pengelola Zakat (MPZ) dalam menghimpun dana ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf).

Acara ini menghadirkan narasumber utama dari kantor pusat, Ibu Sulis Tiqomah, selaku Kepala Departemen Mitra Pengelola Zakat Dompet Dhuafa. Dalam paparannya, Ibu Sulis membagikan sejumlah strategi praktis, di antaranya pentingnya menyesuaikan proposal dengan kebutuhan calon mitra korporat dengan melakukan riset mendalam. Ia juga mendorong para MPZ untuk memperkuat fundraising ritel dengan menggandeng UMKM yang potensinya sangat besar di Makassar.

“Hal terpenting untuk MPZ di Sulawesi Selatan adalah sinergi. Adakan pertemuan rutin bulanan di lokasi mitra yang berbeda-beda untuk saling belajar dan menguatkan,” pesan Ibu Sulis sebagai kunci keberhasilan kolaborasi.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Pandu Heru Satrio, dalam sambutannya menekankan bahwa MPZ adalah garda terdepan dalam gerakan kebaikan. “Melalui training ini, kami ingin memastikan para mitra dibekali strategi yang relevan dan terukur, termasuk mengoptimalkan penghimpunan digital. Potensi donatur dari kalangan muda hingga orang tua yang kini akrab dengan mobile banking harus kita manfaatkan secara maksimal. Rapor MPZ ini adalah bentuk apresiasi sekaligus evaluasi untuk terus bertumbuh bersama,” ujar Pandu.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para pengelola zakat, yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai lembaga mitra seperti MPZ Masjid Mangalli, Yasmaun, Assiddiq, Masjid Al Madani, BMT Insan Mandiri, Yayasan Maslahat Ummat Nusantara, Darul Fikri Peduli, dan Ar-Rahmah Care.

Ketua Yayasan Darul Fikri Makassar, Rasyidin Adnan, S.H.I., selaku tuan rumah, menyambut baik kolaborasi ini. “Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah kegiatan penting ini. Sinergi antara lembaga pendidikan seperti kami dengan lembaga filantropi adalah kunci untuk membangun ekosistem kebaikan yang solid di Makassar,” sambutnya.

Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Sulsel berharap para pengelola zakat di tingkat masjid, yayasan, dan komunitas dapat lebih inovatif dalam program penghimpunan dana, sehingga dampaknya bagi masyarakat dapat semakin luas dan berkelanjutan.

Tentang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan:
Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan adalah lembaga nirlaba yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial. Sejak berdiri, Dompet Dhuafa Sulsel berkomitmen untuk mengangkat martabat kaum dhuafa dengan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) yang diamanahkan oleh masyarakat.

Copyright © 2026 DD Sulsel