
MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) bersama relawan dan beberapa komunitas di Kota Makassar melakukan program Lingkungan 1.000 Mangrove. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di Ekowisata Mangrove Lantebung, Kota Makassar, Sabtu (28/11/2020).
Kegiatan ini diikuti oleh 37 orang Relawan Dompet Dhuafa Sulsel, Relawan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma DD Sulsel, KAMMI Komisariat Al-Furqan Unismuh, KAMMI Komisariat Unhas, Komunitas Sahabat Mengajar, dan Komunitas Kesehatan Makassar.
Penanaman 1.000 bibit mangrove dilakukan sebagai upaya memperbaiki kondisi daerah pesisir dengan memulihkan ekosistem laut. Salah satunya dengan konservasi hutan mangrove di daerah tersebut.

“Program Lingkungan 1.000 Mangrove ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan, khususnya daerah pesisir. Kami ingin kondisi pesisir di Kota Makassar tetap terawat sehingga tidak mengancam kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat,” ujar Syarif, Koordinator Relawan Dompet Dhuafa Sulsel.
Syarif juga mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif dalam aktivitas pelestarian lingkungan.
“Dompet Dhuafa terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program penghijauan kami, baik dengan cara menjadi relawan atau menjadi donatur program sedekah pohon,” pungkasnya.




Gowa-Masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan longsor di Manado telah berakhir sejak Senin 4 Februari 2019, dan tercatat menelan 16 korban jiwa. Pencarian korban banjir dan tanah longsor pun telah dihentikan oleh tim gabungan pada 22 Januari 2019, empat belas hari pasca bencana alam menimpa Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa.Namun berdasarkan informasi tim respon DMC (Disaster Management Centre) Dompet Dhuafa di lokasi bencana, cuaca dan situasi di lokasi bencana tersebut memang masih belum dapat diprediksi. Sehingga pada Kamis sore, 7 Februari 2019, banjir bandang dan longsor kembali menerjang Manado, Sulawesi Utara.






