Dompet Dhuafa Sulsel Lakukan Pelatihan Pembuatan Pupuk Hayati

Dompet Dhuafa Sulsel Lakukan Pelatihan Pembuatan Pupuk Hayati

SINJAI – Sebagai lembaga filantropi islam, Dompet Dhuafa tidak hanya fokus pada program charity semata namun juga pada program pemberdayaan. Sebuah program pemberdayaan diinisiasi untuk membangun ekonomi melalui potensi desa mulai dari wilayah pelosok hingga wilayah pesisir.

Dompet Dhuafa menggandeng para pemuda desa untuk memberdayakan potensi desa apa yang mereka miliki. Tidak hanya sekadar mengambil nilai materi namun juga memberikan edukasi kepada para petani cara mengolah potensi desa dengan baik. Selaras dengan tujuan program pemberdayaan ini yajtu untuk menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan sumber daya yang mandiri melalui praktik-praktik ekonomi.

Salah satu mitra permberdayaan Dompet Dhuafa Sulsel yaitu Kopi Pattongko yang berada di perkebunan Pattongko, Sinjai Tengah. Kopi Pattongko ini dikelolah oleh seorang pendamping yaitu Ramly Ambologo.

Beragam kegiatan dilakukan diperkebunan ini. Yang terbaru para petani mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik cair. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Rabu (24/02/2021) di rumah olah Kopi Pattongko, Lombokna, Dusun Tapillasa, Desa Pattongko. Pelatihan ini diikuti oleh 15 orang petani baik para penerima manfaat (PM) dan calon PM DD Sulsel.

Yang menjadi pemateri pada pelatihan ini adalah Andi Hasdiansyah, seorang mahasiswa program doktor dari Universitas Negeri Yogyakarta yang saat ini tengah melakukan penelitian tugas akhir tentang pola pendampingan program Kopi Pattongko.

Pelatihan pembuatan pupuk hayati ini dilakukan dalam 2 tahap. Pada tahap pertama, para petani diberikan materi sekaligus praktek memperbanyak biang bakteri pengurai pada pupuk hayati. Dari bahan-bahan pukuk berupa jenis dedaunan dan buah-buahan yang busuk.  Nantinya pada tahap lanjutan, para petani akan membuat pupukvdari hasil biang bakteri yang telah diperbanyak.

Menurut Ramly selaku pedamping Kopi Pattongko mengatakkan “Para peserta disini sangat antusias mengikuti kegiatan. Apalagi, keahlian membuat pupuk sangat dibutuhkan. Sulitnya pupuk kimia, lalu akses yang sangat sulit untuk membawa pupuk kimia, membuat petani makin antusias membuat pupuk hayati sendiri. Selain lebih murah, juga sangat mudah pembuatannya,” ungkap Ramly.

Ramly juga menambahkan bahwa “Tujuan dari adanya pelatihan ini diharapkan lambat laun akan menghentikan pengunaan pupuk kimia, mengembalikan kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas tanaman kopi, dan mempertahankan Kopi Pattongko sebagai kopi organik,” pungkasnya.

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Sedeqah Al-Qur’an Ke Pedalaman Luwu Utara

Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan Sedeqah Al-Qur’an Ke Pedalaman Luwu Utara

Luwu Utara – Rumah Tahfizh terus tumbuh di daerah-daerah hingga pedalaman. Namun rupanya masih banyak santri yang membaca Al-Qur’an dalam kondisi tidak layak karena keterbatasan yang ada. Sulitnya kondisi akses dan jaringan yang kurang memadai, sehingga penyebaran Al-Qur’an pun tidak merata sampai ke pelosok negeri.

Mengawali paruh pertama tahun 2021, Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melakukan penyaluran amanah donatur dalam program ‘Wakaf Alquran’ ke daerah pelosok  Desa Putemata, Kecamatan Malangke, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Distribusi tersebut dilaksanakan melalui bantuan Yusrang salah seorang Relawan Dompet Dhuafa (DDV) pada rabu (10/02/2021). Adapun penyalurannya dilakukan di 2 tempat yaitu TPA Al-Hidayah yang terletak di Dusun Kalosso dan TPA Al-Ikhlas di Dusun Kalase.

Rahman Al Fikrie selaku koordinator Program Dakwah Dompet Dhuafa Sulsel menjelaskan bahwa penyaluran ini akan terus berlanjut dan akan menyasar berbagai daerah pelosok di  Sulawesi Selatan.

“Penyaluran ini ingin membantu para santri pedalaman dalam mempelajari dan memahami Al-Qur’an. Dengan tersalurnya donasi ini, Alhamdulillah, kami melihat Al-Qur’an dirasakan betul manfaatnya oleh para santri dan santriwati disana,” ujar Rahman.

Sebanyak 25 Al-Quran, 20 Iqra dan 4 Kitab tersalurkan disana. Dan berharap, donasi Alquran bisa bertambah lagi. Karena masih banyak santri dan jemaah lainnya yang belum mendapatkannya.

“Terlebih disana hanya tersedia kitab gundul yang hanya dimengerti oleh Ustad. Sehingga menyulitkan para santri untuk membaca dan memahami isinya. Alhamdulillah melalui sedekah Al-Qur’an, para santri mendapatkan kitab terjemahan bahasa Indonesia sehingga mempermudah mereka belajar,” tuturnya.

Para santri TPA juga mengatakan turut merasakan manfaat donasi sedekah Al-Qur’an. “Donasi Alquran sangat bagus bagi kami dan semoga bisa memudahkan kami dalam menghapal alquran,” ungkap mereka.

Semoga DD Sulsel bisa terus menebar berkah hingga ke pelosok daerah dan letupan semangat dari para penghafal Al-Qur’an ini, tidak pernah luntur. Aamiin.

Dompet Dhuafa Sulsel Mewisuda 28 Guru di Polewali Mandar

Dompet Dhuafa Sulsel Mewisuda 28 Guru di Polewali Mandar

MANDAR – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan melalui Sekolah Guru Indonesia mewisuda sebanyak 28 peserta program pelatihan School of Master Teacher Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (19/12/2020).

Kegiatan berlangsung dengan memenuhi protokol kesehatan dan izin pemerintah setempat. Wisuda berjalan dengan khidmat. Selain dihadiri oleh Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Pengurus Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, dan Pengurus Sekolah Guru Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan, hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar, Hj Andi Nursami Masdar.

Hj Andi Nursami Masdar dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa untuk sinergi di bidang pendidikan tersebut. Dia berharap, sinergi ini dapat memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar.

“Saya berharap para guru yang telah mengikuti pelatihan School of Master Teacher ini dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat ke sekolah masing-masing. Dan, ilmunya juga dapat dibagi ke guru-guru yang lain,” ujarnya.

Kegiatan yang diadakan di Hotel Istana Kabupaten Polewali Mandar ini menandai berakhirnya program School Master Teacher yang telah berjalan selama sepuluh bulan.

Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, Rahmat Hidayat, mengucapkan selamat kepada guru-guru yang telah berhasil menyelesaikan program School of Master Teacher yang harus berjalan selama sepuluh bulan karena pandemi.

“SMT ini mungkin program pelatihan terpanjang yang pernah kami adakan. Tapi, atas izin Allah dan kerja keras para tim, hari ini kita bisa mewisuda 28 guru-guru hebat yang berjiwa kreatif dan memiliki leadership,” katanya.

Dompet Dhuafa Terpilih sebagai LAZ Unggulan di Sulawesi Selatan

Dompet Dhuafa Terpilih sebagai LAZ Unggulan di Sulawesi Selatan

MAKASSAR – Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) mendapatkan penghargaan sebagai Lembaga ZISWAF unggulan di Sulsel dalam Lomba Festival Ekonomi Syariah 2020 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, Selasa (15/12/2020).

Sebelumnya, Bank Indonesia telah mengadakan seleksi LAZ yang ada di Sulawesi Selatan dengan sangat ketat.

Dompet Dhuafa Sulsel yang terpilih menjadi finalis kemudian diundang untuk mempresentasikan program pengelolaan ZISWAF untuk dinilai sebagai LAZ Unggulan yang mewakili Sulawesi Selatan di Festival Ekonomi Syariah Regional.

Pimpinan Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat HM, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bank Indonesia atas penghargaan ini. Juga, kepada para donatur dan mitra yang telah memercayakan pengelolaan ZISWAF mereka di Dompet Dhuafa.

“Alhamdulillah. Ini semua berkat doa dari para muzakmki dan mustahik. Insyaallah, kami akan bekerja lebih profesional lagi untuk mempertahankan prestasi ini,” kata Rahmat.

PLN UPMK V dan DD Sulsel Bantu Pengelolaan UMKM Ikan Kering di Barru

PLN UPMK V dan DD Sulsel Bantu Pengelolaan UMKM Ikan Kering di Barru

BARRU – Di penghujung 2020, kabar baik menghampiri ibu-ibu pemasar ikan kering di Kampung Labuang’e, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kamis (3/12/2020), PT PLN UPMK V bersama Dompet Dhuafa Sulsel mengadakan launching program Pemberdayaan Pengemasan dan Pengelolaan UMKM Ikan Kering.

Launching dihadiri Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru, Andi Sidda, Manager PT PLN UPMK 5, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan, dan seluruh pelaku UMKM Ikan Teri (penerima manfaat) yang berjumlah 14 orang.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diadakan penyerahan bantuan etalase yang diwakili oleh Darma, salah satu penerima manfaat.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Sulsel, Rahmat HM, mengatakan bahwa etalase yang diberikan PT PLN UPMK V bersama Dompet Dhuafa Sulsel bertujuan untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk ikan kering.

“Adanya etalase diharapkan debu-debu dari jalan, asap kendaraan, hingga material seperti kerikil tidak menempel pada produk yang dijual secara tradisonal,” kata Rahmat.

Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelatihan inovasi dan pemasaran produk dari teman-teman Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dan Komunitas TDA Parepare.

“Program ini merupakan bentuk bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) dari PT PLN yang bermitra dengan Dompet Dhuafa, sebagai pelaksana kegiatan yang mendampingi UMKM selama satu tahun ke depan,” tuturnya.

Hari Menanam Pohon Indonesia, Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Mangrove di Lantebung

Hari Menanam Pohon Indonesia, Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Mangrove di Lantebung

MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan (DD Sulsel) bersama relawan dan beberapa komunitas di Kota Makassar melakukan program Lingkungan 1.000 Mangrove. Sebanyak 1.000 bibit mangrove ditanam di Ekowisata Mangrove Lantebung, Kota Makassar, Sabtu (28/11/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh 37 orang Relawan Dompet Dhuafa Sulsel, Relawan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma DD Sulsel, KAMMI Komisariat Al-Furqan Unismuh, KAMMI Komisariat Unhas, Komunitas Sahabat Mengajar, dan Komunitas Kesehatan Makassar.

Penanaman 1.000 bibit mangrove dilakukan sebagai upaya memperbaiki kondisi daerah pesisir dengan memulihkan ekosistem laut. Salah satunya dengan konservasi hutan mangrove di daerah tersebut.

“Program Lingkungan 1.000 Mangrove ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pelestarian lingkungan, khususnya daerah pesisir. Kami ingin kondisi pesisir di Kota Makassar tetap terawat sehingga tidak mengancam kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat,” ujar Syarif, Koordinator Relawan Dompet Dhuafa Sulsel.

Syarif juga mengajak seluruh lapisan masyarakat terlibat aktif dalam aktivitas pelestarian lingkungan.

“Dompet Dhuafa terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program penghijauan kami, baik dengan cara menjadi relawan atau menjadi donatur program sedekah pohon,” pungkasnya.

Copyright © 2026 DD Sulsel